
Pangeran berjalan menuju paviliun ibunya , tanpa sengaja ia berpapasan dengan rombongan nona Moon Geoung tunanganya. Sepertinya mereka menuju arah yang sama , kebetulan sekali
Moon Geoung tidak menyangka akan bertemu tunangannya saat memenuhi panggilan calon ibu mertuanya yang memintanya untuk datang menghadap.
moon geoung segera memberi penghormatan pada pangeran karena meski bagaimanapun protokoler tidak boleh di lupakan .
Begitupun dengan pangeran Seong Jun dia juga terkejut saat melihat moon geoung yang ternyata juga akan pergi ke tempat permaisuri myung Hee .
Pangeran berhenti sejenak menatap Mon geoung dan menerima salam darinya, kemudian ia berlalu begitu saja tanpa mengatakan apapun . lagipula tidak ada yang ingin ia katakan
Nona Moon geoung juga ikut berjalan di belakang , dia cukup memaklumi sikap pangeran yang memang kaku dan sangat pendiam itu . bukan hal yang mengejutkan baginya
#
Rombongan putri Zara sudah meninggalkan kediaman bangsawan kim Seowon sejak tadi .
Panglima Tae Gwa berencana membawa pasukannya untuk menyergap , namun sebelum berangkat dia mendapat laporan lain jika ada rombongan lain yang segera memasuki gerbang istana dipimpin langsung oleh panglima chanso.
Panglima Tae Gwa berfikir sebentar , kira kira mana yang lebih penting yang harus ia urus lebih dulu . Dia sedikit takut jika ternyata rombongan yang memasuki istana itu ada putri Zara dan pangeran kecil di dalamnya .
Jika sampai putri Zara dan pangeran kecil kembali ke istana maka semua rencananya akan gagal. ia harus memutuskan dengan tepat.
Apalagi rombongan chanso itu katanya membawa sesuatu yang mencurigakan.
di tempat lain
Putri Zara berada di dalam tandu bersama bibi rupa dan pangeran kecil. Bahkan Nandini juga ikut dalam mengawal sang putri
Sejak kedatangan putranya kondisi putri Zara perlahan membaik meski belum sepenuhnya sadar .
💢
Panglima Tae gwa memutuskan untuk pergi ke rombongan chanso saja. ia menyerahkan rombongan lainya pada putranya Tae sung berserta pasukan rahasianya .
Dengan begini mereka tidak perlu hawatir akan melewatkan sesuatu , lagi pula ia yakin dengan kemampuan putranya itu.
Tuan Chanso tampak mengawal rombongan itu , disana terlihat sebuah kereta yang di tutupi kain dan tampak mencurigakan .
Sepertinya anak buahnya lupa mengatakan jika dalam rombongan ini tidak ada tandu yang biasa di naiki orang. Tapi apa isi kereta besar itu ? kenapa harus di tutup , hal rahasia apa yang mereka sembunyikan .
__ADS_1
Panglima Tae gwa memerintahkan anak buahnya untuk segera bertindak sebelum mereka sampai di gerbang istana .
Melihat musuh datang chanso dan yang lain segera menarik pedang nya dan mulai bertarung , tanpa mereka ketahui seseorang sedang mendekati kereta misterius itu.
Namun ia tidak bisa menyingkap kain yang menutupinya karena di ikat dengan tali , di sana hanya ada gembok saja.
panglima Tae gwa menggunakan penutup wajahnya dan menghadapi tuan chanso karena ia tau pria ini hanya dirinya sendiri yang bisa mengimbangi kemampuannya.
Pria itu tidak berpikir panjang dan langsung menebas gembok besi itu hingga rusak dan segera memotong tali yang mengikat kain itu.
Apapun yang ada di dalamnya tentu adalah hal yang sangat penting dan mereka harus tau apa isinya sampai harus di tutup sedemikian rupa.
" Apa yang kalian lakukan ? dasar bodoh " umpat chanso yang geram melihat kereta itu telah dirusak gemboknya , entah apa yang akan terjadi nanti.
Orang orang yang mengawal kereta itu seketika berkeringat dingin saat tau gemboknya telah di hancurkan , ini adalah bencana dan benar saja tak lama kemudian terdengar suara nyaring .
BRAKKKKK KKKKK KKK
suara jeruji besi yang di terjang hingga terhempas , pintu jeruji telah terbuka lebar. Pria yang membukanya tampak membelalakkan mata karena terkejut melihat apa yang kini ada di depannya.
Seekor singa jantan berwarna putih yang berukuran sangat besar langsung menyerang pria yang tadi menghancurkan gembok .
Kemudian melemparkannya begitu saja ke tanah setelah beberapa saat , pria itu terkapar dengan luka di tubuhnya dan langsung tewas seketika .
Pemandangan ini begitu mengerikan bagi siapapun yang melihatnya , tak terkecuali dengan panglima Tae Gwa yang kini sedang menyamar .
Ia tak habis pikir kenapa binatang ganas nan mengerikan itu di bawa ke istana, apa tujuan chanso sebenarnya .
Chanso memberikan tanda pada orang orangnya dan langsung di pahami, tanda itu berarti bahwa mereka jangan mendekat ke arah chorong apalagi mencoba menyerang ataupun menangkapnya .
Chorong hanya menurut pada pangeran Seong Jun , meski ia mengenali beberapa orang tapi tetap saja binatang itu sedang sangat agresif.
Beberapa musuh tampak siaga menggenggam pedangnya , chorong menatap mereka dengan tatapan tajam dan mengerikan .
💢
permaisuri myung hee kini sedang duduk , di depannya ada putranya dan nona Moon geoung yang duduk bersebelahan .
"Moon geoung kau datang , aku sudah menunggu kedatangan mu " Ucap permaisuri seraya tersenyum
__ADS_1
” Maaf yang mulia karena saya datang terlambat "
"kau tidak terlambat tidak perlu hawatir , apa kalian datang bersama kemari ? " Permaisuri tidak menyangka bahwa mereka akan datang bersamaan
" Kami tidak sengaja bertemu di jalan tadi ” jawab pangeran Seong Jun
" Begitulah m m m baiklah ibu percaya , Pangeran ada apa mencari ibu ? "
"aku hanya ingin berkunjung kemari , tidak ada alasan khusus "
permaisuri menatap putranya sejenak ,akhir akhir ini ia memang jarang di kunjungi oleh putranya .
" Ibu senang pangeran mau meluangkan waktu kemari , kebetulan sekali ibu juga akan berbincang tentang pernikahan kalian dengan nona moon "
Meski sudah ada yang mempersiapkan semuanya tapi masih ada beberapa hal yang ingin permaisuri lakukan sendiri , ini adalah pernikahan putranya ia memiliki keinginanya sendiri .
"permaisuri ada prajurit yang ingin melapor " ucap dayang dari luar
" Persilahkan mereka masuk ”
Prajurit itu memberikan hormat sejenak
" permaisuri , ada keributan di luar gerbang istana sebaiknya tidak ada yang keluar dari kediaman karena ada binatang buas yang mengamuk ”lapornya dengan wajah yang di penuhi kecemasan
" binatang buas , apa maksud mu ” Tanya permaisuri tidak mengerti
" Se ekor Singa putih buas sedang berkeliaran dan mengamuk , beberapa prajurit sedang berusaha menangkap dan melumpuhkannya ”
Mendengar itu pangeran Seong Jun segera berdiri dari duduknya ia tau jika itu adalah chorong karena atas persetujuannya lah binatang itu di bawa kemari .
Tidak menunggu waktu lagi pangeran segera melangkah pergi , ia segera berlari sekuat tenaga dan mengeluarkan suara khusus untuk memberitahu keberadaanya pada binatang itu.
Meski di tempat jauh jika sudah dalam kawasan istana chorong pasti bisa menemukannya dan datang kepadanya
💢
Prajurit kesulitan menangkap chorong ,singga itu berlari menuju ke dalam istana .
Prajurit mencoba menembakkan anak panah namun singa itu bisa menghindarinya beberapa kali meski ada juga yang berhasil mengenainya dan membuat bulu putih di badannya itu memerah akibat darah yang merembes keluar.
__ADS_1
🍒akhirnya bisa up lagi , maklum ya perangkat kak ceri kemarin rusak dan baru dapet gantinya hari ini . hupft leganya