
Pangeran membawa ibunya untuk melihat matahari terbit , berjalan jalan di pagi hari sangat bagus untuk kesehatan. Mereka berjalan dengan santai menuju perbukitan dan menunggu matahari terbit di sana.
Bukannya tanpa alasan mereka berangkat di waktu orang orang masih terlelap, salah satunya agar bisa pergi dengan leluasa tanpa menarik perhatian masyarakat yang memang mengenali Permaisuri Myung Hee yang cukup lama tinggal di sana.
Pangeran memakai baju berwarna biru tua dengan topi hitam, tak lupa membawa pedang di tangannya. Sedang permaisuri memilih baju berwarna tosca dengan bawahan hitam.
Kini mereka telah sampai di perbukitan untuk menyambut sang fajar yang mulai menyingsing . meski berbukit disana juga tampak beberapa pohon besar yang tumbuh disana, meski tidak banyak .
" Lihat mataharinya mulai terbit, ku dengar dulu ibu senang melihat matahari terbit . Kakek sendiri yang memberitahu"
Permaisuri memang senang sekali melihat matahari terbit, dia sering melihatnya dulu ketika masih muda . Pergi diantar oleh pengasuhnya, kaum bangsawan memang memiliki dayang dayang pribadi untuk membantu melakukan banyak hal. Termasuk menemani kemanapun tuannya pergi.
Tapi semua itu sulit sekali di lakukan setelah permaisuri harus memasuki istana karena di pilih untuk menikah dengan putra mahkota, sejak saat itulah beliau jarang melakukan kegiatan yang dulu sangat di sukainya termasuk kesenangannya melihat matahari terbit.
Kini putranya yang menemani dirinya melihat matahari terbit .
" kau juga menyukainya ? " tanya permaisuri ingin tau
" Sebenarnya aku lebih suka melihat matahari terbenam , karena setelah itu kita bisa melihat bintang bintang yang mulai bermunculan dari angkasa "
"Begitukah ? jadi kali ini kebiasaan kita tidak sama " ucap permaisuri seraya tersenyum
"hahahha ,,, hanya berbeda sedikit . " Pangeran sedikit tertawa
"Pangeran, kau sudah kembali ,,, apa kau tidak ingin bertemu dengan raja, ayahmu " pertanyaan permaisuri membuat pangeran menjadi sedikit berubah air mukanya.
"Tidak , biar saja ayah tetap menganggapku sudah mati . Itu lebih baik, aku tidak ingin bertemu dengannya "
"Pangeran , apa kau masih belum memaafkan ayahmu ? "
"Aku mohon , jangan merusak hari ini dengan membicarakannya ." Pangeran menghela nafas dalam dalam, kebenciannya pada raja masih ada hingga sekarang. Begitu sulit untuk membuka pintu maaf baginya, dia terlanjur sakit hati dengan sikap ayahnya yang menurutnya sudah kelewat batas.
__ADS_1
" Bagaimanapun dia adalah ayahmu, saat mendapat kabar kau sudah meninggal. Yang mulia raja begitu berkabung "
"Bu , untuk saat ini biarkan kenyataan itu yang di percaya oleh semua orang . Aku sudah cukup bahagia dengan kehidupanku yang sekarang, jika aku harus bertemu denganya suatu saat nanti maka aku akan menemuinya tapi tidak saat ini . Ku harap ibu mau mengerti"
Permaisuri hanya bisa menuruti kemauan putranya, beberapa tahun yang lalu setelah pangeran pergi dari kerajaan selama kurun waktu tiga bulan sejak peristiwa pelarian itu. Ada penduduk yang menemukan beberapa mayat di hutan , dan entah mengapa salah satu mayat itu memiliki tanda pengenal milik putra mahkota Seong jun.
Saat itu kerajaan menjadi gempar, bahkan permaisuri dan Raja menjadi begitu terpukul. Kerajaan berkabung untuk waktu yang cukup lama , hingga suatu ketika panglima Chunso datang secara diam diam menemui Permaisuri Myung hee untuk mengantarkan surat dari Pangeran.
**Flash back
13** bulan setelah pelarian Pangeran seong jun
πΎπΎπΎ
Panglima Chunso melihat keadaan sekelilig di kediaman permaisuri dalam pengasingan, setelah di rasa aman dia langsung menyelinap masuk secara diam diam. Tapi nahas ternyata ada prajurit bayangan yang menjaga tempat itu sehingga terjadilah pertarungan, panglima Chunso saat itu memang memakai penutup wajah untuk merahasiakan identitasnya.
" Aku tidak akan membiarkan mu melukai yang mulia " Teriak orang itu seraya mengayunkan pedangnya lagi.
Dari dalam rumah dayang Choi dan dayang So sudah merasa ketakutan mendengar adanya penyusup. Sementara permaisuri meski merasa tegang tetap berusaha untuk bersikap tenang.
"Aku tidak akan membiarkanmu melukai yang mulia " Ucap dayang Choi dan So hwa bersamaan
"Biarkan mereka hidup , bukankah kau kemari hanya menginginkanku " Ucap permaisuri dengan berani
"Yang mulia , kami tidak akan membiarkannya melukai yang mulia . "
Pria itu menatap dayang choi lalu melihat ke arah permaisuri , tiba tiba dia membuka penutup wajahnya. Melihat siapa orang itu sebenarnya membuat permaisuri dan para dayang terkejut.
"Kau " bersamaan dengan itu beberapa prajurit penjaga telah tiba di sana dan hendak menyerang penyusup itu .
"Hentikan , tidak perlu hawatir. Dia adalah orang kepercayaan ku " Ucap Permaisuri ketika melihat para penjaganya bersiap menyerang.
__ADS_1
Mendengar itu mereka hanya melihat ke arah orang asing itu.
"Aku hanya menguji kesetiaan dan kemampuan kalian dalam melindungi Permaisuri di pengasingan , kalian bisa berjaga lagi. jangan sampai ada yang tau kalau aku kesini " ucap Chunso menjelaskan maksud dari tindakannya tadi .
" Kalian bisa meningalkan kami , terimakasih " tak lupa permaisuri mengucapkan terimakasih pada para penjaganya.
mendengar itu mereka memberi hormat pada permaisuri dan pergi meninggalkan Permaisuri di sana . Di pengasingan meskipun jauh dari rumah penduduk , mereka harus tetap waspada jika sewaktu waktu ada musuh yang datang menyerang.
Pqnglima Chunso lalu duduk di hadapan permaisuri.
"Yang mulia, bagaimana kabar yang mulia. lama tidak bertemu ,, "
"Chunso , kau masih hidup "
" Tentu saja aku baik baik saja, aku berhasil meloloskan diri dari serangan musuh. Mereka terlalu banyak untuk di hadapi seorang diri , musuh mengirimkan berlapis pasukan untuk menghabisi pasukanku "
" ............" Permaisuri tampak murung mengingat putra sulungnya yang tidak selamat
"Kenapa Yang mulia terlihat sedih, anda tidak usah hawatir . Saat ini Pangeran baik baik saja bersamaku." mendengar itu permaisuri dan kedua dayang menjadi sangat terkejut.
"Pangeran ? apa pangeran Seong jun masih hidup . .. apa yang kau katakan barusan Panglima?? !!!! " Permaisuri sedikit berteriak
"Aku bersumpah dengan nyawaku, Pangeran selamat dan saat ini ada di negeri asing bersama chilsok dan taemin. Aku kemari untuk menyampaikan surat dari Pangeran untuk Yang mulia . " Chunso segera mengeluarkan sepucuk surat dari balik bajunya dan menyerahkannya pada Permaisuri.
Permaisuri menerima dan mulai membaca isi surat itu, matanya mulai berkaca kaca. Dia tau betul bahwa itu adalah tulisan tangan milik Pangeran seong Jun, tidak salah lagi .
"Putraku masih hidup,,, syukurlah nak . " Permaisuri terus meneteskan air mata kebahagiyaannya. Kedua dayang itu ikut berkaca kaca karena ikut ?merasa berayukur.
"Maafkan aku yang mulia, karna baru sekarang bisa menemui anda. Ada banyak hal yang terjadi di sana, tapi sepertinya di sinipun juga sama. Kenapa Permaisuri bisa berfikir kalau Pangeran sudah mati ??sebenarnya apa yang terjadi "
Permaisuri mulai menceritakan tentang semua peristiwa yang terjadi selama ini, termasuk penemuan mayat yang semula dikira adalah Pangeran , Chunso serta prajurit khusus milik pangeran lainnya.
__ADS_1
" Ini berarti ada yang sengaja memalsukan kematian Pangeran, dia pasti memiliki alasan khusus untuk itu. Tapi siapa ??"
πππππππππ₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯