
Zara berjalan menghampiri tuan Kakkar , Dia yakin mengenal pria itu di suatu tempat dan tidak salah lagi memang dia orangnya . Pria berperawakan tinggi besar yang sedikit terlihat seram .
"Tuan , terimakasih atas bantuannya . Aku benar benar berterimakasih ... seluruhpasykan sedang berperang..tidak ada cukup orang untuk menjaga isana saat ini... .sepertinyaTuan tidak asing , bukankah kita pernah bertemu di hutan..... apa tuan masih mengingat ku... Aku Zara.."
"Ya.. aku inggat , kau temanya Juho bukan ? aku mengenali mu putri Zara Balraj kumar . Tidak ku sangka putri begitu mahir menggunakan pedang "
"Terimakasih atas pujiannya .. .aku belajar dari kakak kakak ku....tapi bagaimana tuan bisa tau kalau istana akan di serang musuh.. ?"
"Putri mungkin sudah lupa jika kami telah lama menghalau penyusup penyusup yang berusaha menyelinap untuk menyerang kerajaan ,kami hanya melakukan hal yang biasa kami lakukan "
Ya memang benar , selama ini tuan Kakkar dan yang lainya telah banyak berjasa dengan membereskan para penyusup entah apa alasannya. Prajurit istana bahkan tidak tau mengenai pergerakan musuh yang ternyata sangat berbahaya.
"Aku melakukan ini semua demi tanah air ku bukan karena Juho , meski mungkin dia tidak ingin melihat mu terluka .... semoga dia merasa tenang di sana..." Ucap tuan Kakkar
Zara seketika menjadi sedih karena teriingat kembali tentang juho kini telah pergi mendahuluinya, padahal bukan itu maksud Tuan kakkar , sebenarnya dia ke sana untuk melindungi Zara yang merupakan gadis kecintaan Juho. Jika terjadi sesuatu pada gadis itu maka Juho pasti tidak akan merasa tenang di kampung halamannya. Mereka masih memiliki urusan yang belum selesai .
Sementara sejenak Zara mengira bahwa Tuan kakkar melindunginya agar arwah kekasihnya itu tenang , dia memang tidak tau bahwa pria yang hingga kini masih bertahta di hatinya itu sebenarnya masih hidup dan tidak ikut tewas dalam kebakaran hebat itu.
Tuan kakkar memang sengaja mengiring fikiran Zara ke sana agar tidak curiga jika pria itu masih hidup . karena yang dia tau Zara memang berkonspirasi dengan pangeran Sanjev untuk menangkap juho.. tapi entah kenapa dia yakin bahwa gadis itu sepertinya melakukannya karena terpaksa,, Tuan kakkar bisa melihat dari mata Putri Zara yang kini terlihat sembab.
Zara berusaha menahan kesedihannya.. .
__ADS_1
"Tapi yang sebenarnya aku hanya membela tanah air ku " Tuan kakkar melihat kedatangan Ratu dan yang lainnya , karena memang sudah aman tentu mereka bisa keluar dari persembunyiannya.... khawatir dengan keadaan putri tercinta.. tapi Ratu...dia sangat terkejut melihat Zara bersama mantan panglima perang kerajaan ..ya itu memang Darshwana kakkar..
"Aku melakukan ini karena aku telah bersumpah pada mendiang Raja terdahulu bahwa aku akan terus setia pada kerajaan dan melindungi takhta hingga akhir hayat ku... " Tuan kakkar menatap Ratu dengan tatapan datar...
"Kesetiaan mu tidak pernah ku ragukan panglima Darshwan.. aku sangat berterimakasih .. atas nama Raja akubenar benar meminta maaf untuk kesalah pahaman di masa lalu.. seharusnya hal seperti itu tidak perlu terjadi "
"Itu sudah tidak penting lagi yang mulia Ratu , jika tidak di dalam Istana . Aku masih bisa menjaga kerajaan ini dari luar "
"Raja sudah melakukan kesalahan , maafkan dia "
"Masalalu tidak perlu di ungkit Ratu, biarkan berlalu pergi , sekarang yang perlu kita fikirkan adalah bagaimana terus menjaga kerajaan dari serangan musuh . Mereka harus di tumpas habis hingga ke akar ... ku harap kita bisa memenangkan perang besar ini. Aku akan meminta orang orang ku untuk berjaga di sini... perang ini tidak akan berakhir dengan cepat. "
Zara sebenarnya memang sedikit familiar saat dulu pertama kali bertemu orang itu di hutan..sepertinya dia dulu memang pernah melihat pria itu di istana... hanya saja Zara tidak ingat siapa karena memang saat Darshwana kakkar pergi meninggalkan istana Zara masih kecil .
Zara termenung seorang diri ,ia begitu merindukan pria itu . . . apa dia bisa melanjutkan kehidupan setelah semua yang sudah terjadi padanya , Zara memejamkan matanya menggali sejengkal demi sejengkal inggatannya tentang pria itu. Juho benar benar telah membawa separuh jiwanya pergi bersamanya .
Pertama kali dalam hidupnya dia bisa merasakan jatuh cinta dan dengan cepat kehidupan telah merubah kebahagiyaan itu menjadi nestapa.
Zara kemudian berdiri menatap langit yang membentang luas... langit telah ditelan gelapnya malam . Zara memandang rembulan yang menjadi lentera tatkala mentari pergi bersembunyi.
"Putri , sebaiknya kau masuk . tidak baik berada di sini " Shagun menghampiri Zara yang tengah berada di atas istana tertinggi seraya menatap rembulan.
__ADS_1
" hmh... aku sedang ingin sendiri tinggalkan aku.."
" Apa putri sedang ?merindukan tuan Juho ..." Shagun menyadari kesedihan sang putri...
"..... ... " Zara hanya diam saja, tenggelam dengan perasaannya sendiri . Zara kini menyandarkan tubuhnya pada salah satu tiang yang ada di sana... matanya memandang pemandangan di sekitar. Dia bisa melihat semuanya dari atas sana.
"Terkadang kita baru bisa menyadari sebersar apa perasaan kita pada seseorang saat dia sudah tidak ada di sisi kita lagi , tapi saat kita mulai menyadari itu semuanya sudah terlambat karena dia telah pergi . . ."
" apa aku pergi menyusulnya saja Shagun..." Ucapan Zara itu membuat shagun kaget
" Apa maksud mu putri , jangan pernah mencoba melakukan hal bodoh . hidup harus terus berjalan , jangan biarkan masalalu menghalangi masa depan mu yang tengah menanti.."
" Masa depan yang mana shagun.. aku tidak melihat hal itu saat ini... kehidupanku..bahkan aku tidak bisa menentukannya sendiri... aku iri pada mu shagun ....kau bisa hidup seperti kemauan mu... aku iri dengan mereka yang tidak terikat dengan aturan ...kerajaan...seandainya aku bisa memilih..aku ingin terlahir menjadi rakyat biasa saja... "
"kau membuat ku takut putri ....kita tidak bisa merubah takdir kelahiran kita.... kia hanyabbisa menerima dan menjalani... kumohon jangan pernah berkata mau mengakhiri hidup.. apa putri ingin meninggalkan ku sendiri.. bagaimana dengan Shagun mu ini ... ? "
"aku ?? kenapa ? h h h...apa kau berfikir aku akan mengakhiri hidup ku... yang benar saja.. mati konyol.... lebih baik aku gugur di medan pertempuran daripada melakukan yang seperti itu... apa sebaiknya aku pergi ke sana.. mungkin aku bisa membantu "
"eh... tentu saja tidak boleh.. siapa yang akan menjaga ratu dan yang lainnya ..."
" hmn. nnn..... sudahlah.... sebaiknya kita turun...di sini mulai dingin....kita bisa membeku lama lama." Zara mengubah topik pembicaraannya... entah..sikap Zara mulai berubah sejak kematian juho..
__ADS_1
Dia seperti orang lain...... tidak seperti dulu yang penuh keceriyaan canda dan tawa.. Juho membawa serta kebahagiyaan Zara pergi bersamanya.. Shagun menjadi lebih ragu untuk memberitahu Zara tentang informasi yang di dapatnya... akan tetapi jika tidak ia katakan maka juga akan membuatnya menjadi merasa terbebani dengan kenyataan ..pahit itu...
πππππππππππππππ