
"hmphh "
Malam semakin kelam , dua insan itu kembali merengkuh manisnya madu cinta. Berbagi rasa , mlam yang tadinya dingin kini di penuhi dengan kehangatan.
Sedangkan di lain tempat.
Seseorang tampak berlari tergesa gesa, dia segera menyusup ke dalam gerobak yang hendak pergi meninggalkan kerajaan . Dia harus bersembunyi di dalam gerobak pengangkut barang dan jangan sampai tertangkap lagi .
"Dia pasti belum jauh , cepat kejar !!!" prajurit prajurit itu tampak bergegas dan mulai berpencar, mereka sudah melakukan kesalahan karena telah lengah.
Seorang prajirit bahkan sudah menghadap pada putra mahkota dan mengabarkan kejadian buruk itu.
"Bagaimana mungkin dia bisa lepas , cepat kerahkan pasukan ! Jangan sampai dia lolos ! " Pangeran Sanjev terlihat murka
Bagaimana tidak , baru sebentar saja dia berniat akan beristirahat untuk melepaskan lelah sudah malah mendapatkan laporan tidak menyenangkan.
Pangeran Sanjev terpaksa harus menunda dulu rencana beristirahatnya itu.
"Sayang ada apa ? Kenapa kau harus berteriak ? Apa yang terjadi ? " Putri Jhanvi tampak mengelus lengan suaminya
"Hhh Raja Varun berhasil melarikan diri , sshhh prajurit sedang mengejarnya saat ini . Aku harus ikut memeriksa , dia adalah salah satu tawanan kita yang berharga . Aku pergi dulu " Pangeran Sanjev segera beranjak pergi , jangan sampai dia kehilangan jejak.
Bagaimanapun Varun adalah raja di kerajaannya , jika mereka bisa terus menahanya tentu itu bisa di gunakan sebagai alat untuk menekan pasukannya agar tidak ikut menyerang Suryavans. Setidaknya itu akan banyak mempengaruhi mereka.
Tapi lihat sekarang , semuanya kacau .
?
Prajurit sudah di kerahkan namun tidak ada hasilnya ( NIHIL ) , mereka tidak menemukannya dimanapun . Sungguh sial
Hingga keesokan paginya berita itu berhasil membuat gempar dalam pertemuan .
π’π’π’
"Kau " Raja Mahender terkejut saat melihat Raja Varun yang kini sudah ada di hadapanya, ya , rupanya dia memutuskan untuk menemuni Raja Madraka itu ck ck ck tidak disangka memang.
__ADS_1
Raja Varun terlihat sangat berantakan , keadaanya jauh dari kata baik baik saja Setelah berusaha keras akhirnya dia bisa sampai di sini juga.
" apa kau membiarkan ku membusuk di penjara ? "
"itu hanyalah tempat sementara untuk merenung , lagi pula kau bisa mengawasi mereka yang berada di dalam tahanan tanpa harus di curigai "
"Ck kau harus membayar ku dengan sangat mahal raja Mahender"
"ha ha ha ha ha , ya ya tentu saja akan ku lakukan . Tidak perlu hawatir " Raja Mahender terlihat menyeringai
"Aku datang untuk memberitakukan sesuatu , tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat " ucap R Varun
"ha ha ha , kau terlihat menyedihkan Lihatlah kau sungguh kacau , m m baiklah Sebaiknya kau mempersiapkan dirimu dulu , setelah itu baru kita akan bicara "
π£π£π£
Beberapa hari kemudian
Di beberapa tempat para utusan yang di sebar juho banyak yang sudah sampai di tujuan, mereka menyampaikan pesan itu dengan cara beragam.
Masing masing dari merekapun menunjukkan tanggapanya secara berbeda, ada yang langsung meremasnya , ada yang wajahnya darat datar saja , ada juga yang bersikap tenang . Mereka tentu harus sangat berhati hati dalam mengambil keputusan berbahaya ini .
Hari berganti hari dan kini tibalah saatnya, sejumlah pasukan besar telah datang mengepung Suryavans . Dan kali ini dipimpin langsung oleh Mahender dan Panglima besarnya.
Seluruh sekutunya telah bergabung tanpa terkecuali , termasuk Raja Varun yang ternyata ada juga dalam barisan mereka.
Mahender benar nenar bernafsu ingin meratakan Suryavans dengan tanah , tidak ada lagi penawaran dan belas kasih.
Di pihak Suryavans kali ini Juholah yang akan memimpin, dia di dampingi panglima kakkar , pangeran Yuvraj serta pangeran Sanjev.
Raja Balraj Kumar duduk di singgasana yang sudah di persiapkan , meskipun belum sembuh sempurna namun dirinya juga ingin menyaksikan perang ini.
Zara bahkan ada di sana untuk ikut melihat , dia juga harus bersiap untuk ikut bertempur jika perlu. Zara berdiri di samping ayah dan ibunya .
Raja Mahender terlihat tersenyum bahagia ketika bisa melihat sosok yang selama ini menghantui fikirannya.
__ADS_1
Akhirnya ia bisa melihat wanita yang berhasil membuatnya gila , Mahender begitu yakin jika kali ini dia pasti bisa menjadikan putri Zara Balraj Kumar sebagai ratunya. Meski hanya bisa melihat Zara dari jauh tapi cukup membuatnya berpuas hati.
Bagaimanapun caranya dia akan membawa wanita itu , mau tidak mau .Zara harus menjadi miliknya! Meski dia harus melakukan cara keji sekalipun
" Sebaiknya kau jaga matamu itu Raja Mahender !! tidak sepantasnya kau memandangi wanita dengan tatapan menjijikan seperti itu , kau sangat tidak pantas bersanding dengannya" Ucap Pangeran Yuvraj yang terlihat tidak senang ketika ia tau kemana mata Mahender tertuju.
Bagaimanapun dia tidak akan rela jika wanita yang ia cintai menjadi bahan fantasi , apalagi oleh pria seperti itu.
Juho yang berada di sana pun benar benar harus menahan emosinya agar tidak meledak di saat tidak tepat . Meski tanganya sudah gatal ingin menebas leh*r Raja Mahender karena berani menatap Istrinya seperti itu.
"Jauhkan mata mu itu dari adikku Maahender Cawala " Pangeran Sanjev juga terlihat kesal saat melihat Raja tirani itu menatap adiknya dengan tatapan lapar seperti itu , tentu saja dia tidak akan rela.
"Ha ha ha , aku hanya ingin melihat calon ratu ku. Hmn itu sama sekali tidak salah bukan " Ucap Mahender penuh keyakinan.
" Teruslah bermimpi "
"Kakak ipar , tenanglah sedikit . Seharusnya kau senang karena adikmu sebentar lagi akan menjadi Ratu ku . Aku janji akan memberikan apapun yang dia inginkan " Ucap Mahender dengan penuh kesombongan
Juho melemparkan belatinya ke arah Raja Mahender namun di tepis oleh panglima Bagwandas dengan cepat. Melihat pergerakan itu Panglima Bagwandas tau seperti apa kiranya orang yang menyerang rajanya itu , dan dia patut waspada.
"Tidak akan kubiarkan kau menyentuh istriku , meskipun hanya bayangannya saja " Ucap Juho tegas, matanya tampak berkilat tajam .
Mendengar itu Raja Mahender begitu terkejut dengan pernyataan pria asing di depanya itu. Siapa dia , apakah dia tidak salah dengar ? Sejak kapan putri Zara menikah ? Kenapa dia tidak mendengar berita sepenting ini ? Sial dia sudah melewatkan sesuatu yang sangat penting ini . Argh mendengar itu Raja Madraka tampak kesal
"Sayang sekali Mahender, adikku sudah menikah . Dengan pria pilihanya sendiri " Pangeran Sanjev terlihat tersenyum mengejek
Raja Mahender menatap tajam pria asing itu , suami ? Bagaimana mungkin ? bukankan sebelumnya pangeran Jeet singh lah yang menjadi tunangan putri Zara ? Itupun sudah dia singkirkan.
"Hmnn hh " Mahender mengeram menahan emosi ( dia benar benar kecolongan )
"Apa kau terkejut ? " Pangeran Sanjev kembali mengejek.
πππ
Hay Readers maaf baru bisa up date sekian lama , sory ya . Kak cery lagi sibuk kerja berat.
__ADS_1
so. . Terimakasih sudah mau singgah