The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Luapan Emosi.


__ADS_3

πŸ“£πŸ“£.. hai Readers tercinta , jangan lupa like n lope nya ya.... biar kak Ceri lebih semangat lagi ngetik love storynya babang Juho....


so....


Mari kita...lanjhutkannn ....πŸ“―πŸ“―πŸ“―β£οΈβ£οΈβ£οΈ


✍️✍️✍️✍️✍️✍️


Malam kian larut , setelah puas bercengkrama dengan keluarga paman Lall Sing dan mengatakan semua yang ingin mereka tanyakan akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju hutan larangan tempat Tuan Kakkar dan yang lainya bersembunyi.


Bibi Damini meski masih begitu rindu hanya bisa melepas kepergian Juho , dia selalu berharap jika Juho dan mereka semuanya bisa melanjutkan perjalanan tanpa hambatan apapun.


Bergerak di malam hari memang jauh lebih aman dari pada saat siang hari , jalan yang mereka lalui memang tidak semua orang tau , karena bagi mereka yang baru mengerti tentu akan sangat kesulitan .


Saat awal memasuki hutan mereka akan di sulitkan dengan banyaknya tanaman berduri di mana mana, belum lagi tanaman merepotkan lainya ,ada yang bisa menyebabkan gatal ,ada yang berefek ruam ruam .


Juho sengaja menyebar banyak tanaman itu agar semakin membuat enggan orang memasukinya, semakin sulit dan berbahaya semakin aman persembunyian mereka di dalam jantung hutan .


Rumput dan ilalang yang tumbuh begitu tinggi sengaja tidak di bersihkan di biarkan meninggi dan menutupi jalan , ya seolah olah hutan itu tidak pernah di jamah manusia.


Padahal jauh di bawah tanah ilalang itu Juho dan mereka semua telah membangun terowongan rahasia yang menghubungkan luar hutan dengan bagian hutan lain di dalam. Dan sekali lagi hanya orang orang tertentu yang mengetahuinya.


Mereka terus berjalan menyusuri lorong yang cukup panjang , tempat itu cukuo terang karena menggunakan obor untuk menerangi jalan .


🐾🐾🐾......


.. .☘️☘️☘️☘️☘️


Zara melihat sebuah buku yang tempo hari di berikan oleh Taemin, buku berisi banyak sekali lukisan dirinya. Di belainya buku itu perlahan , buku itu telah menjadi saksi atas cinta Juho padanya.


Selama ini Juho sering sekali melukis Zara , ia sering melakukannya saat dulu diam diam membuntuti Zara , kemudian mengabadikannya dalam bentuk lukisan .


Disana terdapat tanggal pembuatanya dan tak jarang Juho menuliskan sedikit kata kata di bawah lukisan itu , dia cukup menorehkan apa sja yang ingin di ucapkan pada Zara karena tidak bisa menyatakannya secara langsung waktu itu .


Taemin sengaja memberikan buku itu agar Zara menjadi yakin terhadap cinta Juho yang sangat besar padanya, cinta tulus seorang pria yang di persembahkan hanya untuk dirinya seorang.


Zara telah selesai membukanya , dia telah membaca semua isi hati pria itu. Kesedihan di hatinya seakan tidak berujung mengetahui ketulusan Juho, sebenarnya bukan hanya satu buku yang berisi gambar putri Zara .


Juho memang memiliki banyak buku jurnal dan buku agenda, belum lagi buku buku tentang pengetahuan dan masih banyak lagi. Juho bahkan memiliki sebuah buku yang berisi kisah hidupnya selama ada di sini .


Tapi Taemin tau bahwa dia tidak berhak untuk menunjukkan semuanya pada Putri Zara , tidak saat ini .

__ADS_1


Tuan Kakkarmemang belum memberitahu kebenaran itu pada Zara , hingga gadis itu terus berada dalam kesedihan meratapi kesalahannya .


Kebenaran jika saat ini Juho masih hidup dan bernafas di luar sana , nanti jika waktunya sudah tiba gadis itu tentu akan mengetahui kebenaran itu dengan sendirinya .


Zara masih belum bisa memejamkan ke dua matanya , ia belum merasakan kantuk sama sekali . Gadis itu memutuskan untuk keluar sebentar , dia berpapasan dengan gauri yang telah selesai melakukan pekerjaannya .


Sejak sampai di sana Zara memang belum pernah berbincang bincang dengan gadis belia itu, atau mungkin Gauri memang sengaja menghindarinya .


" Kau belum tidur juga ? ? ? "


Zara mencoba bertanya pada gadis itu , tapi tidak ada jawaban sedikitpun Gauri tetap melangkahkan kakinya menjauh.


Zara berniat menyusulnya tapi dia urungkan karena sepertinya Gauri memang sedang tidak ingin berbincang , gadis itu memang jarang berbicara . Zara pikir mungkin itu memang sifatnya , tapi entahlah .


Zara kemudian melangkahkan kakinya ke luar rumah , matanya melihat ke arah langit yang cerah tak berawan . Rembulan tampak menggantung di angkasa , bulan sabit bersinar menerangi malam yang sunyi .


Zara memutuskan untuk duduk di sebuah kursi kayu di halaman rumah , dia termenung seorang diri di sana . Entah kenapa hari ini dia sangat merindukan keluarganya terutama sang ibu .


Bagaimana keadaan mereka semua di sana ?? apa mereka baik baik saja , dia menjadi gelisah . Di persembunyiannya ini Zara tidak mengetahui berita apapun tentang kerajaannya, jika Zara bertanya pada bibi Rupa maka wanita itu hanya mengatakan bahwa keluarganya aman di istana dan dia harus sedikit bersabar di sini .


Sejujurnya Zara sama sekali tidak puas dengan jawaban itu , dia juga merasa sedikit bosan berada di sana setiap hari tanpa melakukan apapun.


"Tidak bisa tidur ? " Tiba tiba bibi Rupa telah berada di dekat Zara , gadis itu tengelam dalam lamunannya hingga tidak menyadari kedatangannya.


"Angin malam tidak baik untuk mu nak , lebih baik kau beristirahat di kamar mu "


"Bibi, boleh aku bertanya sesuatu ?? "


" . . . " Bibi rupa terdiam sejenak kemudian ikut duduk di depan Zara


" Apa bibi tidak membenci ku " Zara melihat ke arah bibi Rupa kemudian melemparkan pandanganya ke arah lain


Sementara wanita paruh baya itu melihat ke arah Zara , akhirnya pertanyaan itu terlontar darinya juga.


" Bibi tentu sudah tau tentang kejadian yang menimpa Juho . . . " Zara mencoba mengumpulkan kekuatannya untuk mengatakan hal itu , berusaha agar tidak meneteskan airmatanya.


"Karena kesalahan ku Juho harus pergi , h h h aku sudah melakukan kesalahan besar . Kenapa kalian masih mau menerimaku di sini bibi ??? kesalahan ku ?? sudah membuat banyak orang menderita "


Zara meremas bajunya menahan hejolak di dalam hatinya saat mengutarakan hal itu .


" Kau benar , kesalahan mu memang sangat besar . Bagaimana mungkin kau tega menghianati Juho yang begitu tulus mencintaimu , bohong jika aku tidak membenci mu tuan putri . Kau sudah menjauhkan ku dengan pemuda yang sudah ku anggap sebagai putra ku sendiri , karena penghianatan mu banyak orang tidak bersalah menjadi korban "

__ADS_1


Bibi Rupa melihat Zara yang terdiam membisu .


"Apa kau benar benar mencintainya setulus hati mu seperti dia mencintai mu?? apa kau bisa melakukannya "


" .........."


"Bagaimana mungkin seorang putri seperti mu akan mencintai pemuda biasa seperti Juho "


" Itu tidak benar ..."


" Lalu apa kebenarannya, kau sudah menyerahkan putraku pada kehancuran . Dengan melihat mu aku selalu teringat pada Juho kami "


" Itu benar !!!! kau sudah membuat kak Juho begitu menderita , tidakkah kau merasa malu dengan sikap mu itu ..t u a n. p u t ri...."


Gauri yang dari awal sangat membenci Zara tidak bisa lagi menahan emosinya, bibi rupa terkejut saat gadis belia itu tiba tiba ada di sana .


" Gauri "


" Apa aku sudah bersikap lancang ??? astaga , bagaimana mungkin kak Juho bisa menyukai gadis seperti putri "


" Aku memang tidak pantas untuk di cintainya , maafkan aku "


"Apa maaf bisa membawa kak Juho kembali ke sini ? apakah bisa ? "


"Gauri !!! kendalikan diri mu "


" Dulu Rajalah yang sudah membakar perkampungan kami tanpa sisa , seorang Raja yang bukanya memberikan kemakmuran pada rakyat justru memberikan kami semua penderitaan yang sangat pahit , beruntung kami bertemu dengan Kak Juho yang mau membantu kami bertahan hidup , namun sekali lagi kau telah membawa kemalangan padanya "


Zara tak bisa lagi menahan airmatanya yang mulai menetes,


" Gauri "


" Biarlah bi , biar dia tau bagaimana buruknya penguasa negri ini . Dia tak jauh berbeda dengan Raja, aku berharap Raja Balraj Kumar tidak akan pernah sadar dari tidurnya "


Bagai di samambar petir , Zara begitu terkejut dengan pernyataan itu .Apa maksud Gauri sebenarnya ???


"Gauri ? ? ? apa maksud mu kenapa kau "


"Apa bibi tidak memberitahu mu jika Raja Balraj Kumar hingga saat ini belum tersadar dari tidurnya sejak dari medan pertempuran , ya Raja sedang terluka parah, terbaring di dalam istana sebagai tahanan Raja Madraka . Ku harap Raja kejam sepertinya tidak akan pernah sadar dan menghilang dari muka bumi ini..."


"Gauri. ! ! !! ! .... " Tuan Kakkar berteriak karena marah

__ADS_1


πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦


__ADS_2