
Zara melanjutkan kegiatan mandi paginya yang begitu menyegarkan, dia lalu mengenakan baju berwarna keemasan . di rambutnya terdqpat hiasan yang tambah mempercantik penampilanya .
" Apa kau melihat Juho , m maksudku suami ku ? aku tidak melihatnya dari tadi ? " Tanya Zara yang kini tengah merapikan riasan wajahnya
" Dia sedang berlatih bersama Pangeran Sanjev dan yang lainnya " Ucap Shagun
" Hmn kenapa tidak bilang dari tadi ? "
" Putri , jika Tuan Juho ada di kamar tentu saja aku tidak berani masuk ke mari bukan ? itu berarti aku secara tidak langsung sudah memberikan isyarat pada putri . Mana mungkin aku berani masuk sembarangan ke kamar pengantin baru " Shagun terlihat tersenyum penuh arti
" Ish Shagun berhenti mengodaku " Wajah Zara terlihat sedikit memerah menahan malu, memang dia adalah pengantin baru . tapi tidak perlu di perjelas lagi bukan
"Aku senang Putri akhirnya bisa bersama dengan Tuan Juho , dia pria yang baik. Sebenarnya aku sedikit kecewa pada putri karena sudah tega pada Tuan Juho , tapi aku tau jika sebenarnya putri pun terpaksa melakukannya "
" Shagun... aku tau sudah melakukan kesalahan , maafkan aku sudah membuat mu kecewa " Zara mengenggam jemari Shagun yang ada di dekatnya
"Tapi aku bersyukur kalian bisa melewati ujian berat ini , semoga pernikahan kalian selalu di beri kebahagiyaan . Dan jangan lagi menutupi cinta mu pada Tuan Juho , tunjukan pada nya jika Putri pun sangat mencintainya "
"Hei , dari mana kau tau aku menyukainya ? "
" Aku mengenal putri dari kecil tentu saja aku tau , sejak dari penjara waktu itu putri jadi lebih pendiam dan banyak melamun . Siapapun tentu akan menyadarinya jika ada di posisiku , aku hampir saja percaya jika putri tidak mencintaii Tuan Juho . Tapi aku bisa melihat yang sebaliknya dari semua sikap Tuan putri setelah dari sana , jadi . . . mulai sekarang putri harus menjalani hidup dengan baik "
" Kau memang sahabat terbaikku Shagunnn , em Shagun "
"Ada apa putri ? "
"Aku sudah menikah , kapan kau akan menyusul ku ? "
" Putriiii apa putri sudah bodan bertemu dengan ku? jika aku menikah bagaimana aku bisa terus melayani tuan putri ? "
Zara tentu tau jika Shagun menikah tentu Shagun tidak bisa lagi seperti sekarang , dia tentu akan di sibukkan dengan urusan keluarga kecilnya nanti . Namun Zara juga ingin melihat Shagun bahagia .
__ADS_1
" Kau juga berhak bahagia , lagi pula kau masih bisa terus bersamaku setelah menikah . Em kau tau putri tuan Kakkar menikah dwngan teman Juho , namanya Taemin mereka terlihat sangat bahagia . Dan " Zara menjeda sedikit ucapannya
"Dan ?? " Shagun tentu bisa menangkap maksud tersembunyi dari sang putri , pasti ada sesuatu yang ingin di sampaikannya , sesuatu yang akan membuatnya pusing tujuh keliling tentunya
"Dan masih ada satu orang lagi yang belum menikah , namanya Chilsok . Ehem...em maksudku . . bagaimana jika kau menikah saja dengannya , dia pria yang baik " Ucap Zara hati hati
"APA a a a. . . oh tidak tidak , putri jangan coba coba melakukan itu pada ku . Tidak jawabanku tidak.."
" Kenapa ? Chilsok juga bisa bahasa kita , dia pria baik apa yang salah "
" Yang salah adalahhh , aku tidak bisa menikahi sembarang orang .Aku sama sekali tidak mengenalnya bagaimana aku akan menghabiskan sisa hidupku dengan pria asing . ck ck ck putri ini benar benar tidak berubah jahilnya " Shagun tampak mengeleng gelengkan kepalanya karena takbhabis pikir jika Zara sampai memikirkan ide konyol seperti itu.
" Kan kalian bisa saling mengenal lebih dulu " Zara masih belum menyerah rupanya
" Tidak , sudah bukanya putri mau mencari tuan Juho tadi ? kenapa malah membahas hal tidak penting ?" Shagun berusaha mengalihkan pembicaraan mereka , dan Zara tentu saja tau akan hal itu
" Iya iya baiklah " Zara lalu bangkit dan beranjak pergi dari sana , saat ini dia harus segera mencari keberadaan suaminya . Apalagi sekarang sedang berlatih dengan kakaknya .
Zara takut pangeran Sanjev akan berbuat yang tidak tidak pada suaminya , bisa saja kan kalau kakaknya yang galak itu sengaja melukai Juho . Ohooo jangan sampai itu terjadi
Shagun dan Zara segera menuju ke tempat latihan . Saar ini Pangeran Sanjev sedang berlatih pedang dengan Juho , dia ingin melihat bagaimana adik iparnya itu berpedang .
Juho me mainkan pedangnya dengan sangat baik , dia mampu menahan setiap serangan pangeran Sanjev . Bahkan Juho bisa menggunakan dua pedang sekaligus .
" kakak " Teriak Zara ketika melihat pangeran Sanjev dan suaminya saling beradu pedang .
Mendengar namanya di panggil pangeran menoleh dan Juho dengan cepat mengambil kesempatan untuk menyentak keras pedang kakak iparnya itu hingga terlepas dan melambung ke atas.
Juho bahkan dengan cepat melompat dan menagkap pedang pangeran Sanjev. Kemudian mengacungkan pedangnya ke hadapan calon Raja masa depan itu .
" Aku menang " Juho tersenyum penuh kemenangan .
__ADS_1
" Ini tidak benar , aku tadi tidak siap "
"Ck ck ck tidak ada alasan seperti itu di dalam medan pertempuran , begitu lengah itu berarti nyawa melayang . Aku tidak perlu menjelaskan hal itu tentunya , Pangeran pasti sudah tau " ucapan Juho seketika membuat pangeran Sanjev terdiam , ya memang benar apa yg di ucapkan Juho barusan
" Zaraaa kau tidak lihat kakak sedang apa . huh " Pangeran Sanjev tampak kesal karena ulah adiknya dia jadi kalah di pertarungan nya saat ini .
" ups , ma maaf kak aku tidak sengaja " Zara tau bahwa ia sudah mengganggu aktivitas kakaknya dengan juho , kakak pasti sangat kesal sekarang
" Sudahlah " Pangeran Sanjev hanya mendengus kesal , ia lalu dengan tidak enak hati menerima pedangnya dari tangan Juho
" Tidak perlu kesal seperti itu , lain kali aku tetap akan mengalahkan mu . Jadi tidak perlu hawatir " Ucap Juho seraya tersenyum
Pangeran Sanjev hanya diam , yah ternyata sikap Juho tidak jauh berbeda dengan adiknya. Sepertinya sama sama konyol.
"Lain kali aku tidak akan kalah dari mu "
" Jangan harap , aku tidak akan mengalah dengan mudah meskipun kau adalah kakak ipar ku "
" Sshh terserah pada mu "
Panglima kerajaan terlihat terkesan dengan keterampilan Juho barusan , ya . Saat ini mereka berlatih di kelilingi banyak orang di sana yang ikut berlatih bersama mereka.
Mereka tentu tidak menyangkal kemampuan suami putri Zara itu , Juho memang mahir berpedang .
" Aku mau mencoba , jika boleh " Ucap seseorang yang tiba tiba ada di sana .
"Pangeran Yuvraj " Ucap seorang panglima perang
Yah baru sekarang pangeran mudabitu menunjukkan dirinya , pasalnya dia memang baru sembuh dari lukanya akibat peperangan di medan perang kemarin .
Pangeran Yuvraj juga harus bersembunyi agar tidak tertangkap oleh Mahender seperti Raja dan yang lainnya .
__ADS_1