
" Siapa nama nya bibi ? " Gadis kecil itu terlihat tertarik dengan pembahasan ini
" Ehm , namamya . itu Ra.... Za ... iya itu namanya . " Ucap Zara tampak sedikit ragu ragu , dalam hatinya Zara berharap tidak ada yang menyadari keanehan dari nama singa betina sial lan itu . Jika tidakkk ...h h entahlah apa yang akan terjadi nanti.
" Raza ? " mereka masih belum menyadari keanehan nama itu sampai Shagun berteriak keras.
"Bukankan Itu seperti nama putri jika di balik maka.... as ta ga.... ups...ma af.. " Shagun segera menutup mulutnya yang keceplosan , apalagi ketika melihat wajah Zara yang mulai berubah masam sekaligus meliriknya dengan tatapan tajam .
"za ra za ra za ra za ra za ra ( Raza raza raza .)..eh iya bibi , kalau nama bibi di ucapkan terus jadi mirip " Anjum mengucapkan nama singa betina itu berkali kali seraya tersenyum , menyadari itu Ratu dan Putri Jhanvi ikut tertawa.
" Hah . . m sudah ku duga nama itu pasti membawa masalah baru untuk ku " zara mendengus kesal , akhirnya apa yang ia takutkan terjadi juga mau bagaimana lagi kalau sudah seperti ini ?
" Kenapa bisa kebetulan sekali " Ucap Shagun mencoba mencairkan suasana canggung Zara yang di sebabkan oleh kecerobohannya itu , Shagun jadi sedikit merasa bersalah pada tuan putri
" Ish . . . ini bukan kebetulan , dia sengaja memberi nama singa betina itu dengan nama ku yang sengaja di balik . Juho memang senang sekali membuat ku kesal , aku sudah memintanya untuk menganti nama itu .. tapi diq bilang sudah terlambat ishhh ..ah sudahlah kenapa jadi membahas hal tidak penting seperti ini " Zara terlihat cemberut
" Mungkin itu karena Suamimu ingin selalu mengingat nama mu Jadiii " Putri Jhanvi menghentikan ucapannya karena melihat Zara yang sengaja meliriknya.
" Ah Juho memang beralasan begitu saat ku tanya , ish.. . menyebalkan bukan ? kenapa bisa mengunakan namaku untuk menamai seekor singga ? kenapa tidak memelihara binatang lain yang lebih cantik ? h h h menyebalkan sekali " Ucap Zara kesal
" Tapi kau menyukainya kan ? Jika tidak mana mungkin putri ibu yang cantik ini mau menikahi pria yang katanya menyebalkan itu hum ?? " Goda Ratu
" Ibuuu "
Mereka semua lalu tertawa bahagia , sementara di tempat lain Juho sedang berbicara dengan paman Chunso tentang sebuah surat yang baru saja tiba .
Chilsook menulis surat tentang perkembangan pembangunan istana , semuanya berjalan dengan sangat baik sesuai dengan harapan mereka semua . Bahkan permaisuri Myung hee pernah menginap beberapa hari di sana bersama putri hye sun .
__ADS_1
Permaisuri juga mengirim surat khusus untuk Juho , tentu saja Permaisuri Myung Hee meminta putranya itu untuk segera kembali . Dia ingin Juho menetap dan tidak pergi kemanapun lagi , Permaisuri sudah cukup lama jauh dari Juho dan dia tidak ingin berpisah lagi. Sudah cukup !!
" Pangeran , apa rencanamu selanjutnya ? "Paman Chanso tampak menunggu keputusan pemimpinnya itu
" H h setelah memastikan tidak ada lagi Mahender Chawala di dunia ini , aku akan membawa Zara pulang dan menetap di sana . Aku tidak bisa melukai hati ibu lagi , ku harap Paman mau membantu ku . Mahender bukan manusia yang bisa di ajak damai , aku sendiri yang akan meng ha bi si nya dengan tangan ku sendiri "
" Apapun keputusan pangeran aku akan selalu mendukung "
" Terimakasih paman "
๐๐
Setelah selesai membahas ini dan itu Juho lalu menghampiri Chorong dan membawa singa Jantan itu untuk ikut dengannya menuju ke tempat di mana istri tercintanya berada .
Di sepanjang perjalanan orang orang langsung menyingkir saat melihat Juho bersama peliharaannya yang luar biasa itu , Juho memasukkan Chorong ke sebuah kandang yang cukup luas .
" Chorong kau disini dulu , besok aku akan menjemput mu lagi . mengerti ? "
Juho segera pergi dari sana menuju ke kamar Zara , Juho segera masuk saat sudah sampai . Langkahnya di buat sepelan mungkin agar tidak membuat keributan .
Benar saja , Juho melihat istrinya telah tidur begitu lelap di ranjang . Zara tampak pulas , Juho tentu bisa melihat jika istrinya kelelahan setelah perjalanan jauh kali ini .
Juho tidak akan menganggunya malam ini , yah tidak sekarang meski sebenarnya dia menginginkan malam hangat bersama istrinya . Namun sepertinya Juho harus menundanya kali ini . hmn Gagal sudah rencananya
Karena merasa lelah juga akhirnya Juho ikut membaringkan tubuhnya di samping Zara yang sudah terlelap lebih dulu , sejenak Juho memikirkan sesuatu yang sedikit mengusik fikirannya.
Permintaan ibunya , entah apakah dia bisa mengabulkannya . masa depan siapa yang tahu nanti akan jadi bagaimana , peperangan yang besar sudah menunggu dan kali ini Mahender tentu akan menherahkan semua kekuatannya lebih dari sebelumnya.
__ADS_1
Juho berharap semua akan berjalan lancar dan pihaknya bisa memenangkan pertarungan nanti , semoga saja
Juho perlahan menghadap ke samping sehingga dia dan Zara tidur saling berhadapan , Juho mengelus perlahan pipi istrinya . Perjuangannya selama ini menahan diri dan dengan susah payah membuahkan hasil yang begitu manis yaitu bisa bersama dengan wanita yang di cintainya. Mereka benar benar berjodoh rupanya ๐๐
Karena mata semakin berat akhirnya Juho mulai tertidur , setelah beberapa saat kemudian giliran Zara yang mulai mengerjabkan matanya . Dia terbangun dan begitu membuka matanya dia bisa melihat wajah suaminya yang sudah terlelap.
Meski tadi sedikit kesal karena masalah nama singa betina yang membuatnya di tertawai oleh ibu dan yang lainnya namun Zara juga tau jika Juho melakukan itu karena ingn selalu mengingat Zara. Manis sekali
Zara terus memperhatikan wajah suaminya , hmn semakin di lihat Juho semakin bertambah tampan saja menurutnya. Zara kemudian melanjutkan lagi tidurnya karena masih mengantuk.
......................
Ke esokan paginya Zara mulai terbangun dari tidurnya yang begitu nyenyak , tangannya meraba raba pembaringan namun tidak menemukan apa yang di carinya . Zara membuka kedua matanya namun tidak menemukan Juho di sana .
Perlahan Zara kemudian bangkit dari tempat tidur dan mulai mencari dimana suaminya itu .
"Juho kau di mana ? " Zara mencari cari Juho di beberapa ruangan namun tidak menemukan Juho di manapun . Akhirnya Zara memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu baru kemudian nanti melanjutkan mencari belahan jiwanya lagi.
Shagun perlahan membuka pintu kamar Zara , dia tau jika Juho sedang ada di luar sehingga dia tidak ragu jika harus memasuki kamar pribadi Putri Zara
" As taga Shaguuuuun kau membuatku terkejut " Zara tampak terkejut melihat Shagun ada di kamarnya
" Maaf kan aku Putri . ."
" Pantas saja airnya hangat , apa kau yang sudah menyiapkan nya untukku? "
" Tentu saja , aku pergi mengambil ini " Shagun menunjukkan botol kecil berisi wewangian yang biasa di pakai Zara ketika mandi.
__ADS_1