
Raja termenung di ruang kerjanya, surat itu ada di hadapanya , di atas meja . Raja sengaja tidak mengembalikannya pada permaisuri, bahkan lukisan putranya yang terlihat begitu tampan dan gagah sebenarnya juga ingin di bawanya ke sini , namun sayang sekali di tolak mentah mentah oleh Permaisurinya.
Kasim melihat ekspresi Raja yang terlihat begitu serius membuatnya ingin bertanya. namun tidak berani
apa ada sesuatu yang mengganggu fikiran yang mulia..
"Kasim han... aku ingin pergi ke suatu tempat.. "
"Baik yang mulia..."
........
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️.............
Permaisuri memijit kepalanya yang terasa pusing , ia sungguh tidak menyangka hal ini akan terjadi
"Ibu , "
" h h h cepat atau lambat yang mulia tentu akan mengetahuinya, hanya saja kenapa harus seperti ini..."
"Maafkan kami permaisuri... ini salah kami" para dayang menunduk merasa bersalah.
"Aku tau ini bukan salah kalian .... Raja pasti melarang kalian memberitahukan kedatangannya...."
" Kami tidak berdaya..." Ucap So Hwa seraya menitikkan air matanya. . .
❄❄❄❄🌪🌪🌪🌪🌪❄❄❄❄❄💢
Pelayaran Juho akan memakan waktu berhari hari karena terpaut jarak yang sangat jauh , Juho merasa begitu gelisah . Apakah dia bisa datang tepat waktu ? Ataukah tidak..
Berbagai hal berkecamuk di fikirannya,
"Pangeran , aku yakin semua akan baik baik saja...."
"Aku harap begitu paman.. " Juho berusaha menekan hatinya agar kuat , sementara paman Chunso tau jika berita itu benar benar membuat Juho gusar . Entah apa yang sudah terjadi sejak kepergian mereka .
Sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan lautan yang begitu luas , Paman Chunso memutuskan meninggalkan Juho sendirian di sana . Biarlah anak muda itu sendiri sementara waktu , setidaknya untuk menata hatinya yang tampaknya kini sedang
B E R A N T A K A N
🕸🕸🕸🕸🕸🕸🕸🕸🕸🕸🕸🕸🕸🕸🐜
.....👑👑👑👑👑👑👑👑👑
Pagi itu para pekerja terlihat berlalu lalang sibuk dengan tugasnya masing masing , Chilsook sedang memeriksa pekerjaan mereka . Dia sedang menerima laporan dari beberapa pengawas yang sengaja dia panggil secara bergilir , Chilsok melakukan penggiliran agar para pekerja tetap ada yang mengawasi dan mengarahkan.
__ADS_1
" Dengar , kalian harus membuka mata lebar lebar ... pekerjaan ini sangat penting , hanya orang yang terdaftar saja yang boleh bekerja . Tidak dapat di gantikan oleh siapapun dengan alasan apapun... aku ingin setiap kepala kelompok mengenali seluruh pekerja yang ada dalam kelompoknya . Jika ada yang tidak di kenal , langsung tangkap . Aku sendiri yang akan membereskannya... mengerti" ...
(setiap pengawas mengawasi 1 kelompok.... dan tiap kelompok terdapat 50 pekerja.... )
"Kami mengerti...!!! " Ucap mereka bersamaan
"Kalian bisa kembali . . . ."
................
Dari kejauhan terlihat sekelompok orang yang berkuda menuju ke arah mereka , seorang pengawas gerbang yang berdiri di atas dinding pagar istana.
( istana di kelilingi dinding yang tinggi dengan lebar 7 meter yang memang sengaja di buat seperti itu layaknya benteng , sehingga prajurit bisa memantau keadaan di luar dan di dalam dengan mudah )
Melihat ada tamu yang akan datang mereka memberi tanda pada prajurit yang berada di bawah , dan mereka semuapun bersiap.
" Hya.... hya...." rombongan itu semakin dekat
" Buka pintu .... " Seorang pria berkuda dengan baju berwarna perak memberi perintah untuk membuka pintu gerbang menuju istana , melihat siapa sebenarnya yang datang mereka segera membukakan pintu gerbang .
Ternyata itu adalah rombongan yang mulia Raja, ..
Saat prajurit mulai membuka gerbang Raja begitu takjub dengan bangunan yang berada tak jauh dari sana , begitu megah meskipun belum selesai . Bangunan itu terlihat sangat berbeda dengan bangunan di kerajaannya , corak ,bahan dan lainya. Raja baru pertama kali melihatnya .
Pengawal khusus Raja juga merasa takjub , dulu saat terakhir mereka datang masih dalam tahap penggalian dan pondasi awal .
" Berdiri , lanjutkan pekerjaan kalian ." Ucap Raja memberi perintah , mereka semua kemudian kembali bekerja.
"Yang mulia ..." Dongwoon memberikan penghormatan , kemudian mengantarkan Raja menuju sebuah rumah khusus tempat mereka melakukan pertemuan.
Raja melihat ruangan itu , bahkan bangunan rumahnyapun berbeda . Para pengawal Raja berada di luar sedangkan Raja ada di dalam bersama kasim Han dan Dongwoon .
"Siapa penanggungjawab di sini ? ...."
"Saya yang mulia ... " Ucap Dongwon seketika
"Hanya kau ?? " Yang mulia Raja melirik Dongwoon memastikan.
" Tidak , satu lagi Chilsook ,dia sedang mengawasi pembangunan istana dalam . Mungkin dia tidak mendengar kedatangan yang mulia karena tempat yang begitu luas." Dongwoon memberikan alasan.
" Bisa kau panggil dia kemari , sekarang..."... ucap Raja kemudian duduk di kursi.
" Baik yang mulia , saya permisi ..." Dongeoon kemudian segera pergi mencari Chilsook.
Sementara Raja memperhatikan' ruangan itu , dia kemudian membuka buku besar di atas meja . buku itu sangat besar , ukurannya tiga kali buku besar pelajaran istana ( tiga kali ukuran buku gambar ).
__ADS_1
Raja kemudian membukanya , di sana terdapat tulisan tulisan .. Raja tentu sangat mengenali tulisan tangan putra sulungnya , disana terdapat penjelasan mengenai detail banggunan Istana.
Raja membukanya lagi , isinya masih lukisan istana dengan bagian bagiannya di sertai ukuran panjang, lebar, motif... ya itu adalah buku besar rancangan istana milik Pangeran Seong Jun.
Raja takjub melihatnya , putranya memiliki bakat melukis yang luar biasa. Dia dulu hanya tau jika Pangeran Seong Jun hanya suka membaca dan menulis , untuk kepandaiannya melukis Dia sama sekali tidak tahu.
Tak lama kemudian Chilsok datang bersama Dongwon, pemuda itu sebenarnya harap harap cemas . Hawatir jika Yang mulia Raja bisa mengenalinya, itu tidak boleh terjadi tentunya. Chilsok tentu belum pernah bertemu Raja secara langsung sejak peristiwa pelarian itu .
Apalagi saat ini dia telah dewasa. Tidak mungkin Raja akan mengenalinya karna Chilsok sendiri telah banyak berubah
" Yang mulia . . ." Chilsook memberinya penghormatan
Raja memperhatikan Chilsok lekat lekat
"Lama tidak bertemu , Han Chilsook. . . " Raja menatap tajam ke arah pemuda itu , sedang Chilsook seperti tersambar petir rasanya mendengar nama lengkapnya di sebut.
Raja pasti sudah bisa mengenalinya saat ini..gawat .
"Yang mulia...."
"Apa benar pangeran Seong Jun benar benar masih hidup ??..." Raja tidak perlu berbasa basi lagi , dia ingin segera tau kebenarannya.
Sedangkan kasim Han begitu terkejut mendengar perkataan Raja ? Pangeran Mahkota Seong Jun ?? masih hidup ? apa yang sebenarnya terjadi ?? mungkinkah.
Meskipun sudah lama, Raja tentu masih bisa mengenali anggota pasukan khusus yang selalu menjaga putra mahkota . Dan dari semua pasukan Khusus hanya Chilsook danbTaemin yang memiliki kedekatan spesial , sebagai teman pangeran maksudnya.
" ....Ratu sudah menceritakan semuanya padaku . "
Astaga ...jadi tadi malam Raja marah karena ini ?
"Yang mulia ,.... "
"Ceritakan pada ku ... tentang bagaimana kalian bisa lolos dari musih dan pergi dari kerajaan ini tanpa melaporkan keberadaan pangeran Seong Jun pada Ku ?....."
🍒🍒🍒🍒🍒🤫😳😳😳😳🍒🍒🍒
l## Sebenarnya kak Ceri masih ingin lanjut , tapi mata sudah tidak bisa di ajak kompromi....
Kak ceri akan berusaha untuk up setiap harinya.... semoga aja kak ceri bisa merealisasikannya... maklum. jika kadang lelah karena pekerjaan dunia nyata yang tiada henti....
Terkadang mood juga sangat berpengaruh ... harap maklum ya.....
so... jangan lupa dukung karya ini..... semoga k'arya ini bisa tambah Glowing..... dan bisa menjadi ladang rejeki....amin...
selamat malam pembaca tercintaku... bye bye....
__ADS_1
oiya... dilarang boom like ya..... hargailah setiap tarian jemari kak ceri ini.dan karya siapapun tentunya... ... karena kak ceri tau ... Kak ceri masih jauh dari kata baik ataupun sempurna....☺☺☺