The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Surat


__ADS_3

"J j Ju juhoo hh h hhh" Zara merasakan getaran yang mulai merayap memenuhi tubuhnya , meski sudah seringkali bersentuhan tetapi Zara masih saja seperti ini .


"hmm aku serius , setidaknya aku harap kita memiliki lima anak " Ucap juho membuat Zara berani mengumpulkan tenaganya untuk menjauhkan wajah Juho yang ada di l*hernya


"kenapa ? "


"karena aku tidak akan merasa kesepian berada di antara anak anak kita nanti, bagaimana menurut mu ? Hmn "


"lihat apa yang terjadi pada mu sekarang ? Kau bahkan jadi kesulitan karena kehamilan ku ini . Bagaimana seandainya mereka semua akan merepotkan mu bahkan ketika belum lahir ? " Tanya Zara ingin tahu.


Lihat keadaan suaminya yang sering kali merasa mual , sering muntah muntah dan sulit memakan apapun saat ini ? menurut tabib sepertinya Juholah yang kini menggantikan ngidam putri Zara.


Biasanya wanita yang mengalaminya tapi saat ini justru Juho yang merasakan ketidak nyamanan itu sekarang.


Dan dia menginginkan setidaknya 5 anak ? Bagaimana jika nantinya juho harus ngidam di setiap kehamilannya ? Jujur saja Zara merasa kasihan melihat keadaan Juho saat ini.


Apalagi Juho masih harus melaksanakan beberapa pekerjaan yang melelahkan .


Juho tersenyum mendengar kekhawatiran istrinya , sungguh manis sekali.


"Apa kau menghawatirkan ku hm ? Dengar , aku sama sekali tidak keberatan jika nanti harus menggantikan mu mengidam di setiap kehamilan. Itu tidak sebanding dengan perjuangan mu yang harus menggendongnya selama lebih dari sembilan bulan , tidak sebanding dengan semua rasa sakit saat melahirkan nanti ? Justru aku merasa senang karena bisa sedikit berbagi rasa dengan mu " Juho mengelus pipi Zara dengan lembut


" Terimakasih "


"Untuk "


"Untuk mau menunggu ku selama ini, untuk mau mendampingi ku , untuk semua rasa cinta mu , terimakasih karena kau mau menjadi ayah yang begitu baik dari anak anak ku " ucal Zara seraya menyentuh jemari Juho yang ada di pipinya , ia sungguh bahagia


"Anak anak kita " ucap juho membenarkan ucapan Zara


"Ya anak anak kita "


Juho segera menarik Zara ke dalam pelukannya.


# #

__ADS_1


Situasi kerajaan menjadi kembali seperti sediakala , keadaan Raja juga semakin membaik dari hari ke hari.


Raja sekarang sudah mulai bisa berjalan meski masih harus mengenakan tongkat , para tabib istana sungguh bekerja keras untuk bisa memulihkan keadaan raja , mereka bahkan tidak segan untuk meminta pendapat dari tabib tabib lain .


Tuan Kakkar sudah kembali ke rumahnya sendiri meski Raja Balraj sudah memintanya untuk tinggal , kesalah pahaman antara mereka sudah selesai .


Namun Tuan Darshwana lebih memilih hidup sebagai rakyat biasa , lagipula ia merasa lebih damai dan bahagia dengan kehidupanya saat ini.


Tuan Kakkar tidak mau suatu saat terjadi percikan lagi antara dia dan Raja Balraj kumar, sudah cukup masalah yang terjadi di antara mereka dulu.


Sedang Taemin tentu akan pergi ikut kemanapun Juho berada , tuan Kakkar menghormati keputusan menantunya itu.


Begitupun dengan payal , dia akan mengikuti keputusan suaminya yang merupakan kepala keluarga, jangan salah ! Setiap mengambil suatu keputusan Taemin selalu meminta pendapat istrinya.


Sehingga mereka bisa menjalani keputusan itu dengan senang hati dan tanpa paksaan.


Memang begitulah hidup, jika sudah memutuskan untuk berumah tangga maka hidup tak lagi sama layaknya saat masih melajang.


Kita harus bisa menyatukan dua kepala yang memiliki dua fikiran yang kadang berbeda , kemudiam mencari cara agar bisa mengambil setiap keputusan itu untuk bisa di jalankan bersama sama dengan kerelaan hati tanpa keterpaksaan , yah meski kadang sulit. Tapi inilah hidup.


🍒🍒


Setelah berlayar cukup lama di lautan akhirnya surat itu sampai di tangan chilsook dan dia segera meminta orang kepercayaan putra mahkota agar menyampaikannya pada ibunda pangeran Seong jun ( juho ).


Wanita yang terlihat masih begitu cantik di usianya yang tak lagi muda itu menerima surat dari putra sulungnya .


Beliau sedang duduk di sebuah gazebo di pinggir danau buatan di istana milik sang putra .


Perlahan dibukanya surat itu dan ia mulai membacanya .


*Salam ibu,


Semoga ibunda selalu sehat dan bahagia , bu aku dan Zara belum bisa kembali ke sana saat ini .


Ibu tau ? Dia sebenarnya sangat menantikan hari di mana bisa bertemu dengan ibu. Zara juga belajar bahasa kita begitu keras agar nanti tidak kesulitan saat bicara dengan ibu .

__ADS_1


Zara menitipkan salamnya pada ibu , bu maafkan kami . Tapi keadaan Zara saat ini tidak memungkinkan dirinya untuk berlayar menggarungi samudra.


Apa ibu tau kenapa ? Bu , sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah dan ibu akan di panggil nenek nanti. Ya , Zara saat ini sedang mengandung anak kami bu . Aku sangat bahagia ? Apa ibu juga senang mendengar kabar ini ??


Ibu tau ? Aku sampai tidak bisa berkata apa apa saat mendengar kabar itu. Aku sangat bahagia sampai ingin melompat karenanya , hidup ku seakan menjadi lebih sempurna dengan kehadiran calon anak kami. #


permaisuri Myung hee menghela nafasnya perlahan , matanya terlihat mulai berembun . Dia merasa sangat bahagia mendengar kabar ini , tapi ada juga sedikit kesedihan karena tidak bisa bertemu dengan putrannya dan sang menantu dalam waktu dekat ini.


Kenudian permaisuri kembali membacanya lagi .


# Bu , jangan hawatir aku akan mengirimkan surat setiap ada perjalanan ke sana . Aku berjanji akan segera pergi ke sana saat anak ku sudah boleh di ajak berlayar , aku janji.


Sebelum itu ku harap ibu bisa sedikit bersabar , jika ibu tidak merasa nyaman berada di samping Raja ibu bisa tinggal di tempat yang sudah ku buat di sana .


Apa istanaku sudah selesai ? Bagaimana menurut ibu ? Apakah itu sudah layak untuk tempat tinggal ku bersama Zara dan anak anak kami nanti ? menurut ibu apakah aku sudah cukup baik untuk Zara.


Aku masih sering merasa kurang layak untuknya, ibu sudah lihat lukisan Zara bukan ? Dia tidak kalah cantik dari ibu ? Dia juga sama baiknya seperti ibu .


Maafkan aku karena terlalu banyak bicara , tapi dengan begini kita bisa sedikit mengurangi rindu .


Mungkin hanya itu yang bisa ku katakan saat ini .


Putra mu yang selalu menyayangi dan merindukann mu


Seoung Jun


Permaisuri Myung hee tampak tersenyum bahagia setelah membaca surat itu , dayang choi ikut senang karena sepertinya permaisuri mendapatkan berita yang cukup baik.


"Yang mulia , anda terlihat begitu bahagia "


"hh tentu saja , aku sangat bahagia . Dan saat kau mendengar ini pasti kau juga akan merasa bahagia sama seperti ku " Ucap permaisuri dengan binar di matanya yang memancarkan kebahagiaan


"APa yang mulia pangeran Seoung Jun akan segera kembali ? " Tanya nya penasaran


"Tidak , belum . Dia belum bisa kembali saat ini karena . . . " Permaisuri sedikit menjeda ucapannya

__ADS_1


"Karena ? "


"Karena saat ini menantu ku sedang mengandung "


__ADS_2