
Kapal akhirnya bersandar juga di pelabuhan, orang orang mulai mengangkat barang barang dagangan mereka, beberapa prajurit yang berjaga di sana sama sekali tidak curiga dengan kedatangan mereka .
Sesekali mereka mengecek setiap peti maupun karung yang sedang di keluarkan untuk di angkut dari dalam kapal menuju kereta kereta kuda yang memang sudah ada di sana sebelumnya.
Juho dan Chanso tidak memakai penyamaran apapun ,saat prajurit datang memeriksa Chanso mengatakan bahwa mereka datang sebagai saudagar yang hendak menjual barang barang seperti keramik dan masih banyak lagi, sedangkan sahil berpura pura sebagai kuli angkut. Senjata mereka di selipkan di bawah barang barang yang begitu banyak sehingga tidak ketahuan.
" Bagaimana keadaan di sini , "
"Kacau , banyak prajurit Madraka yang berdatangan dan berjaga di setiap tempat " Ucap seorang kuli angkut yang bekerja di pelabuhan .
Melihat Tuan besar datang Anubh Singh segera menghampirinya ,
"Tuan Juho selamat datang kembali , sebaiknya kita ke tempat peristirahatan dulu. Tidak baik membicarakan hal penting di jalanan " Ucap pria paruh baya itu menjelaskan .
"Paman Anubh , ya tentu saja mari " Juho kemudian berjalan mengikutinya
Dia Adalah Anubh Singh adik Tuan lall Sing , mereka jarang bertemu karena Juho memang jarang pergi memeriksa pelabuhan , semuanya tugas itu di serahkannya pada Tuan Lall dan Chunso dkk.
Karena Juho memiliki banyak kapal tentu saja dia juga memiliki pekerja yang memang sengaja di pekerjakan di pelabuhan untuk membantu kegiatan bongkar muat , mereka orang orang yang memang setia pada Juho.
π΅π΅π΅
Perjalanan di lanjutkan dengan menaiki kereta kuda, barang barang yang lain di bawa menggunakan kereta lainnya.
Tak lama kemudian mereka semua akhirnya sampai di tempat peristirahatan pribadi Juho, mereka harus mengetahui keadaan sekitar kemudian baru bisa menyusun rencana . mempersiapkan segalanya terlebih dahulu sebelum bergerak lebih jauh.
"Raja Madraka masih belum menyerah mencari Putri Zara ke pelosok negri , entah ada di mana tuan putri sekarang tidak ada yang tau keberadaanya " Ucap Anubh Sing menjelaskan.
Rupanya dia tidak mengetahui informasi itu, untuk informasi yang sangat penting biasanya hanya orang orang tertentu yang mengetahuinya , paman Anubh setiap saat berada di pelabuhan . Rumahnya juga tak jauh dari sana sehingga jarang berkumpul dengan mereka .
"Bagaimana dengan keluarga kerajaan yang lain " Tanya paman Chanso
"Raja Balraj Kumar masih belum sadar setelah kembali dari pertempuran, Raja terluka cukupbparah . Sedang pangeran Sanjev kabarnya sedang berada di penjara khusus bersama Raja Avenash . Sementara Ratu bersama Putri Jhanvi dan kedua putra putrinya menjadi tahanan rumah "
__ADS_1
"Bagaimana dengan Tuan Lall Sing? apa mereka sekeluarga baik baik saja ? " Tanya Juho.
" Mereka baik , semua pekerjaan berjalan normal seperti biasanya , hanya saja banyak prajurit madraka yang mengawasi di semua tempat . Kalian harus sangat berhati hati jika berada di luar , "
Paman Anubh menjelaskan semua hal yang perlu mereka ketahui agar bisa menghindari prajurit madraka yang kerap berpatroli, mereka seringkali memeriksa tempat tempat yang di curigai sebagai tempat persembunyian Putri Zara.
Seluruh kerajaan yang tunduk di bawah Madraka juga di perintahkan untuk mencari sang putri , selebaran gambar Putri Zara juga di sebar. Jika ada orang yang berhasil menemukan sang putri akan di berikan hadiah yang sangat besar .
Juho menjadi geram mendengar semua itu , kemarahannya begitu terlihat jelas di wajahnya.
"Kita ke tempat paman Lall " Juho sudah memutuskan , mereka segera berangkat . Juho tentu tidak ingin membuang buang waktu lebih lama lagi , setiap detik baginya sangat berharga .
"Apa tuan tidak beristirahat saja di sini , setelah perjalanan jauh tentu kalian sangat lelah."
"Terimakasih paman, tapi aku ada urusan yang sangat penting dengan paman Lall Sing "
"Baiklah kalau begitu , aku tidak akan mencegahnya "
Matahari sudah mulai tenggelam kembali ke peraduannya, perjalanan selanjutnya adalah kediaman tuan Lall Sing.
Pangeran Jeet merasa kesal karena tidak bisa melakukan apapun untuk terus mempertahankan Putri Zara sebagai tunangannya, ya . Sebelum bisa kembali dengan selamat ke kerajaanya Raja telah setuju dengan semua persyaratan dari raja Madraka .
Selain harus tunduk dan membayar upeti ataupun pajak pada kerajaan Madraka , mereka harus setuju untuk membatalkan pernikahan antara pangeran Jeet Singh dan Putri Zara Balraj Kumar. Sebenarnya pangeran sangat menentang hal itu , hanya saja dia sendiri tidak berdaya .
Rahwana itu memang belum menemukan lawan yang cukup kuat untuk menghadapinya , semakin lama dia berkuasa semakin banyak penderitaan yang di akibatkan olehnya.
" Ayah mengerti perasaan mu , tapi kita tidak bisa melakukan apa apa "
" Apa tidak ada cara lain ?? "
" Pangeran Jeet , kita sudah melihat sendiri bagaimana sepak terjang Raja Madraka . Dia bersedia melepaskan kerajaan kita dan membiarkan ayah kembali berkuasa saja sudah pantas kita sukuri , ayah lega karena dia tidak memaksa kita untuk memberikan adik adik perempuan mu padanya . Perhatian Raja Mahender saat ini hanya tertujubpada Putri Zara , ayah turut menyesalkan hal itu. Mungkin kalian memang tidak berjodoh "
Raja berusaha memberikan pengertian pada putranya Pangeran Jeet Singh, Ratu dan seluruh keluarga kerajaan berada di sana saat ini . Penasihat istana juga membenarkan keputusan Raja , meski berat ini jauh lebih baik daripada harus menyerahkan kekuasaan kerajaan ini pada Madraka sepenuhnya.
__ADS_1
Jika biasanya Raja Mahender Cawala akan memperistri keluarga kerajaan untuk memperkuat posisinya maka kali ini tidak di lakukannya, ya . Dia begitu terobsesi pada Putri Zara sehingga tidak menginginkan hal itu.
Ratu melihat kesedihan putranya menjadi ikut sedih , Pangeran Jeet segera pergi dari tempat itu . Menjadi tak berdaya, sungguh keadaanya sangat menyedihkan.
π¬π£π£π£π£π£π£π£π£π£
Paman Lall Sing sedang meminum minuman hangat yang baru saja di hidangkan istrinya , pelayan tampak datang ke arahnya dengan tergesa.
" Ada apa ? kenapa kau harus berlari ke mari ?" Tanya bibi Damini
" Nyonya , ada tuan Juho dan yang lainnya di depan "
" Juho kembali ? ?? baiklah suruh mereka masuk " Tuan Lall dan Damini terkejut mendengar itu
Mereka segera pergi menyambutnya , ini kabar yang bagus . Tuan Lall pikir Juho akan lama berada di kerajaannya karena masalah pribadi yang di milikinya di sini , syukurlah dia mau kembali lagi .
"Bibi , bagaimana kabar mu ??"
Juho tersenyum pada bibi Damini yang datang menyambutnya , mata wanita itu terlihat sembab di ke dua bola matanya mulai mengalir tetesan bening tapi segera di usapnya .Dia senang karena Juho sudah kembali , Juho sudah seperti putranya sendiri .
" Juho anakku , Kau sudah kembali nak , bagaimana keadaan mu ?? kenapa kau terlihat begitu kurus , ayo cepat masuk . Aku akan menyiapkan banyak makanan untuk mu , ayo kalian juga " Bibi Damini menarik Juho agar segera masuk ke dalam rumah.
Dulu kepergian Juho yang begitu mendadak telah membuatnya sedih , ya . Di kerajaan ini Juho memiliki dua ibu lain yang juga sangat menyayanginya , ada bibi Rupa istri Tuan Kakkar dan di sini ada bibi Damini istri tuan Lall Sing.
Tuan Lall membiarkan istrinya melakukan apapun yang di inginkannya pada Juho , seperti sekarang yang sedang menyuapi Juho layaknya anak kecil.
" Aku bisa makan sendiri bi "
"Diam , aku tidak mau mendengar apapun "
Juho tersenyum dan akhirnya mau menurut juga , kasih sayang bibi Damini dan bibi Rupalah yang dulu sedikit bisa menggobati rindunya pada permaisuri Myung Hee ibundanya tercinta.
Sejenak mereka bisa sedikit melupakan semua benban masalah , Juho tidak mungkin tega membuat bibi Damini kecewa jika dia menolak semua kebaikannya dan pergi dari sana .
__ADS_1
π§‘π§‘π§‘π§‘π§‘π§‘π§‘π§‘π§‘π§‘π§‘π§‘π§‘