
Matahari mulai menyingsing , pasangan suami istri itu masih belum beranjak dari tempat tidur .
Juho sebenarnya sudah terbangun dari tadi , tapi ia malas beranjak dari sana . Zara masih terlelap di dalam tidurnya , sepertinya ia begitu kelelahan karena semalam Juho benar benar menguras habis tenaga nya .
Juho menatap wajah istrinya yang masih terpejam , perlahan Juho menyingkirkan rambut yang ada di wajah Zara .
Zara tertidur sambil terus memeluk Juho , ia sedikit terusik saat merasakan ada yang membelai wajahnya .
"emmmm " Zara mulai membuka kedua bola matanya , ia dapat melihat suaminya kini tengah tersenyum menatap ke arahnya sambil terus membelai wajahnya .
Zara tersenyum , ia kemudian menyentuh tangan Juho yang kini tengah ada di pi pinya .
"Kau sudah bangun ? " Ucap Juho
" mmm , aku lelah .... " ucap Zara dengan suaranya yang terdengar serak dan parau
Ia kini bisa merasakan pe rih dan nyeri di b awah sana , melihat ekspresi wajah Zara Juho tau Jika istrinya kini tentu tengah menahan rasa sakit .
" Apa masih sakit sekali ? "
" mmm ... " Jawab Zara sekenanya, jika mau jujur . Tidak hanya area spesial nya yang terasa sakit , tapi hampir sekujur tubuhnya merasa sakit seperti remuk redam .
Seluruh badanya terasa sakit setelah malam panjang yang telah mereka lewati bersama . Saat ini ia benar benar sudah tidak memiliki tenaga sama sekali
" Maafkan aku , sepertinya aku sudah lepas kendali tadi ma lam ... " Ucap Juho seraya menatap mata istrinya dan hanya di jawab dengan senyuman Zara .
" Juho , ..."
"Hmmm "
"Jangan pernah tinggalkan aku lagi "
"Tidak akan , kita akan terus bersama selamanya sampai maut memisahkan . Aku berjanji akan selalu berada di sisimu dalam suka dan duka "
l
" Janji ..."
"Aku janji " Ucap Juho seraya mendaratkan sebuah C i uman di kening Zara
" Aku mau mandi ... badan ku terasa lengket "
" Sebentar " Juho kemudian bangit dari tidurnya dan mulai memungut cela nanya .
Zara malingkan wajahnya saat melihat tu buh po los suaminya , dia masih merasa malu .
Juho kemudian memberikan kain untuk menutupi tu buh po los Zara , kemudian dia lalu mengendong zara untuk membawanya ke pemandian yang ada di dalam rumah pribadinya itu .
" Eh , kenapa kau menggendong ku ? aku bisa jalan sendiri " Ucap Zara
" Aku tau itu pasti sakit jika kau harus berjalan , tidak apa apa " Ucapan Juho berhasil membuat Zara malu bukan main , ia lalu menyembunyikan wajahnya di da da bidang milik Juho .
Dan betapa terkejutnya Zara saat dia melihat bercak bercak merah keunguan di sana , ouwww sepertinya ia baru inggat dengan perbuatannya pada Juho Semalam . Iti memang hasil dari karyanya , astagaaaa .
__ADS_1
Zara jadi semakin menyembunyikan wajahnya karena begitu malu , Juho jadi tersenyum senyum menyadari apa yang mungkin ada di fikiran Zara saat ini .
Bahkan matanya Juho pun kini juga dapat belihat begitu banyak bercak merah yang memenuhi da d* Zara , tentu saja itu adalah ulahnya se malam . Sepertinya mereka impas ...ππ
Juho akhirnya menduduk kan Zara di atas batu , tempat pemandian pribadinya itu memang berbentuk seperti kolam kecil yang di penuhi batu batu .
Pemandian spesial ini sebenarnya di buat oleh Juho , ya memang awalnya di tempat itu memang ada sumber mata air .
Juho hanya sedikit melebarkannya dan sengaja membangun rumah di atas tempat itu untuk menjadikannya sebagai pemandian pribadi bagaimana caranya . Entahlah dia memang memiliki banyak kemampuan yang
W O W .
Ditambah di sana memang terdapat banyak sumber mata air , maklum hutan ini memang menyediakan banyak hal yang mereka butuhkan .
" Apa ini ?? ? " Tanya Zara saat melihat bekas luka di dada Juho .
Zara perlahan menyentuh dan mengusapnya , Ia semalam sebenarnya sudah menyadari adanya bekas luka itu . hanya saja bukan waktu yang tepat untuk ia menanyakan nya pada Juho.
" Ini , aku mendapatkanya dulu . Saat ada yang mencoba menyerang adik ku , aku hampir mat! karena luka ini . Beruntung sepertinya aku bisa melewati masa sulit itu "
Mereka kemudian melanjutkan aktifitas man di bersama itu , meski masih ada sedikit kecanggungan diantara keduanya .
ππ
Zara dan Juho kini telah selesai berpakaian , Juho menatap istrinya dari cermin .
" Istriku benar benar cantik , aku sungguh beruntung "
" Kau tau , aku masih tidak percaya bisa memiliki mu . Setelah semua yang terjadi " Juho meme luk Zara dari belakang
" Aku juga , boleh aku bertanya sesuatu "
" Tanyalah apa pun yang kau mau .." Ucap Juho sambil menghirup rambut Zara
" Apa kita nanti akan menemui keluarga mu di sana , apa kai akan mengajak ku ke sana "
" Tentu saja , setelah membereskan semua masalah di sini aku akan membawa mu pulang . Apa kau mau ? "
" Tentu saja , aku juga ingin mengenal mereka . Ceritakan tentang keluarga mu "
" Sebelumnya aku akan mengatakan ini , kau tidak perlu mencemaskan keluarga mu di kerajaan . Kemarin ada kabar dari orang kita , mereka baik baik saja "
" Aku sedikit lega mendengarnya "
" Tidak perlu hawatir , dalam tiga hari ini aku akan berusaha membebaskan mereka "
" Apa tidak berbahaya , bukankah kita perlu pasukan untuk itu "
" Tidak , aku sudah menyusun rencana "
" Kau yakin ? "
" Hmnn... jangan hawatir , dan tentang keluarga ku . Mmmm wajah ibuku mirip dengan ku "
__ADS_1
" Ibu pasti sangat cantik "
"Karna aku tampan , benarkan "
" βΊβΊ.... " Zara hanya tersenyum ,memang kebenarannya begitu . Juho memang sangat tampan .
" aku memiliki dua adik , satu laki laki dan satu perempuan . Ji Yong dan Hye Sun , mereka kembar dan adik laki laki ku lahir terlebih dahulu . Usia kami terpaut cukup jauh beberapa tahun "
" Bagaimana dengan ibu dan ayah ? "
"Ibu memiliki hati yang lembut , sedangkan ... " Saat akan membahas ayahnya tiba tiba ekspresi Juho berubah.
" Kenapa dengan ayah ? "
" Hhhh hubungan ku denganya tidak terlalu baik sejak sebelum aku pergi dari sana , mungkin sikapnya tidak jauh berbeda dengan Raja Balraj Kumar . Sedikit keras, tidak perlu membicarakannya "
" Jika ayah melakukan kesalahan , cobalah untuk memaafkannya "
" Zara...zara... Kesalahannya terlalu besar dan tidak mudah bagiku untuk melupakannya "
Melihat Juho tidak nyaman membicarakan ayahnya akhirnya Zara memilih mengganti topik .
" Bagaimana dengan adik perempuan mu "
"Aku Juga belum bertemu dengannya kemarin , tapi aku pernah melihatnya dari kejauhan "
"Juho "
" hmmm "
" Bagaimana aku bisa berbicara dengan mereka ? aku tidak mengerti dengan bahasa asal mu "
" Jangan hawatir , mulai sekarang aku akan mengajarkannya pada mu .
" Benarkah "
" Tentu saja , Zara sebaiknya kau tidak meninggalkan tempat ini sementara waktu .
" Kenapa ? "
" Ya , aku tidak ingin melihat mereka menertawakan cara mu berjalan .. π..awwww" Juho mengaduh karwna mendapatkan cubitan sayang di pinggnya
"Bukankah ini juga salah mu "
" Iya iya , akukan sudah minta maaf . Bukankan tadi malam kau sendiri yang mengatakanbingin segera mengandung putra dari ku , yah... aku jadi bertambah semangat karena itu "
l
Ucapan Juho barusan membuat Zara begitu malu hingga menyembunyikan wajahnya di dada Juho.
" Ha ha ha ha...kau malu , astaga "
πππππ
__ADS_1