
π’... PERHATIAN PERHATIAN , EPISODE INI HANYA UNTUK 18+.π¦π¦ YANG BELUM CUKUP UMUR DIMOHON MINGGIR DULU YA.... OKE..MARI KITA LANJUT. KANNN
Pasangan pengantin ini kemudian tersadar dan mulai duduk di tempat yang sudah disiapkan . Juho duduk di depan penghulu sekaligus wali sah Putri Zara yaitu Tuan Kakkar.
Sedangkan Zara di tempatkan tak jauh dari sana dan tampak sedang duduk di kelilingi oleh para gadis.
Sebelum di mulai Paman Chanso mengatakan pada mereka semua bahwa nama pengantin pria yang sebenarnya adalah Seong Jun karena Juho hanya nama panggilan saja.
π
( Dalam pernikahan tentu sangat penting mengungkapkan hal ini , karena sebenarnya nama Juho itu hanya ia gunakan untuk menutupi identitas aslinya dulu .
sedangkan dalam upacara suci ini tentu saja hanya boleh mengunakan nama aslinya jika benar benar ingin mengikat mereka dalam ikatan suci )π
Mula mula semua orang memang merasa terkejut pada pernyataan itu , tapi mereka bisa mengerti
Kemudian Upacara pernikahan itu kembali di lanjutkan
Ikrar suci itu kemudian di lafalkan Juho dengan sangat lancar tanpa kesalahan , hanya saja orang orang di sana sedikit terkejut saat tau bahwa nama Juho yang sebenarnya adalah Seong Jun .
Setelah selesai akhirnya Juho dan Putri Zara di sandingkan di tempat khusus , mereka duduk berdampingan bak raja dan ratu.
Zara merasa begitu bahagia karena pada akhirnya bisa bersatu juga dengan pria yang sangat di cintainya , sebelumya dia seolah sudah menyerah pasrah jika harus hidup bersama Pangeran Jeet Singh. Apalagi setelah mendengar berita kematian Juho.
Tapi kini semua kehawatirannya tidak terjadi , setiap manusia telah di gariskan takdirnya . Dan Zara kini juga telah memenuhi takdir itu, takdir bahwa dia pada akhirnya bisa bersatu dengan Juho dalam ikatan suci pernikahan sebagai suami istri .
Meskipun hanya di rayakan dengan sederhana namun sedikitpun tidak mengurangi kebahagiya an mereka sedikitpun.
Juho juga merasakan hal yang sama , dia tidak menduga jika pada akhirnya bisa memiliki Zara sebagai pendamping hidupnya .
Juho tentu tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika dia benar benar berpisah dengan Zara dan merelakannya pada pria lain , dia bukanlah pria yang mudah tertarik pada wanita.
Gauri melihat kebahagiyaan pasangan pengantin baru itu hanya bisa menahan perih di hatinya , ia sadar . Dia tentu tidak sebanding jika di bandingkan dengan Putri Zara.
" Mereka pasangan yang serasi bukan " Ucap payal yang sengaja berdiri di samping Gauri
" . . ."
Paman Chanso melihat kebahagiyaan di mata Juho dan Zara ,
"( Permaisuri , hari ini pangeran Seong Jun sudah berhasil menjadikan putri Zara sebagai miliknya . Yang mulia pasti akan senang jika saat ini bisa melihat kebahagiyaan mereka ) " Ucap Paman Chanso dalam hati
Taemin tampak menggendong Rakhi putri kecilnya , dia benar benar ayah yang baik . Dalam hati Taenin dia juga merasakan ke bahagiya an yang besar saat melihat pangeran begitu bahagia.
__ADS_1
ππππ
Acara di lanjutkan dengan cukup meriah dan tak terasa hari sudah semakin gelap , acara sudah selesai dari tadi .
Zara saat ini tengah berada di kamar pengantin yang telah di hiasi dengan sedemikian rupa , kamar ini dihiasi tirai tirai bunga yang mengelilingi tempat tidur .
Di atas tempat tidur juga terdapat banyak kelopak bunga , kamar pengantin yang begitu indah .
Zara berada di sana seorang diri , karena Juho masih belum masuk ke tempat itu . Ada hal yang harus ia bicarakan dengan tuan Kakkar dan yang lainya , tapi tidak lama .
Juho akhirnya datang juga , pria itu perlahan membuka pintu kamarnya . Entah mengapa Zara menjadi sangat gugup saat mendengar langkah kaki Juho yang semakin mendekat ke arahnya .
Juho melihat Zara yang duduk di atas tempat tidur , gadis itu tampak menundukkan pandangannya .
Perlahan Juho membuka tirai itu dan ikut duduk di samping Zara , sepertinya mereka berdua sama sama merasa gugup .
Juho perlahan membuka selendang transparan yang menutupi wajah pengantin wanitanya , Jantungnya berdegup kencang saat melihat wajah Zara yang begitu dekat .
" h h h " Juho berusaha menenangkan hatinya yang mulai goyah karena mendadak gugup , bagaimana tidak ini adalah malam per ta ma mereka sebagai pasangan suami istri .
Juho kemudian mulai mengangkat dagu gadis itu agar mau menatapnya , dengan malu malu Zara mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Juho .
Pria yang kini berganti status menjadi suaminya itu tampak menatap Zara , jemari juho masih menempel di pipi gadis itu . Seakan tidak ingin melepaskannya , Juho mengusap pipi Zara dengan lembut .
" Aku merasa sangat bersyukur karena hari ini akhirnya datang juga , hari dimana kita berdua bisa bersatu "
Mendadak Zara yang sebelumya banyak bicara menjadi pendiam , lidahnya terasa kelu hingga sulit untuk berkata kata seperti biasanya.
"Apa kau bahagia ? " Tanya Juho seraya menatap Zara lekat lekat
" hmn , aku bahagia . Sangat " Ucap Zara malu malu
" Sebelumnya kau tidak seperti ini , maksudku biasanya kau sangat galak dan banyak bicara ? " Mendengar itu Zara menjadi sedikit terkejut.
Zara hanya diam saja jarena mendadak binggung dan kehilangan kata kata .
Perlahan Juho semakin mendekat pada Zara dan mendaratkan sebuah kecupan di kening wanita yang barusan telah resmi menjadi istrinya itu , bulu roma Zara langsung berdiri saat mendapat perlakuan itu.
" Aku ingin berkata jujur pada mu , sebenarnya nama Juho hanyalah nama panggilan ku . Nama ku yang sebenarnya adalah Seong JUn, hanya saja aku lebih suka di panggil Juho "
" Kenapa kau baru memberitahu ku hari ini " Tanya Zara di sela sela belaian tanggan Juho di wajahnya.
"Karena jika aku menikahimu aku tentu harus menggunakan namaku yang sebenarnya saat mengucapkan ikrar pernikahan kita tadi , jika tidak mungkin pernikahan kita tidak akan berjalan lancar . ( TIDAK SAH MAKSUDNYA )
__ADS_1
"Kau pasti memikiki alasan karena harus melakukan itu ,aku tidak keberatan. Aku percaya pada mu " Zara tau pasti Juho memiliki alasannya tersendiri , cepat atau lambat suaminya itu pasti akan menceritakan semuanya padanya.
Bersitatap begitu hingga bisa melihat kecantikan istrinya dari jarak yang begitu dekat semakin membuat hasratnya bangkit , dia adalah pria normal dan itu hal yang sangat wajar .
Juho beberapa kali tampak menelan ludahnya karena tengah berusaha menahan gejolak di dalam dirinya ,bukannya tanpa alasan hanya saja dia tidak ingin terburu buru atau lebih tepatnya takut menyakiti istrinya .
" A aku mencintai mu Zara , , sangat . h h h h " Ucap Juho seraya melanjutkan aktifitasnya dari men ci um kening Zara kemudian berlanjut turun ke Pipi .
Zara merasakan seperti ada getaran getaran aneh yang mengelitik tubuhnya setiap Juho memberikan ke cupan , ia menjadi kesulitan bernafas . Jantungnya berdetak begitu cepat tangannya mencengkeram erat baju Juho karena begitu gugupnya.
" H h h h . a a aku J j ju ga men cintai mu " Ucap Zara dengan nafas yang mulai tidak beraturan ,tubuhnya meremang menikmati setiap sentuhan Juho padanya.
Juho mulai turun men ci umi le her Zara , mengirup bau harum yang memanjakan pencuimannya .
Sesekali di sesapnya leh*r jenjang istrinya hingga meninggalkan bekas merah ke unguan di sana , Juho terus menciumi dan menghisap leher Zara dan sesekali sedikit mengigitya .
memberikan tanda kepemilikan di beberapa tempat di lehe* Zara yang putih bersih itu membuat gadis itu tidak lagi bisa mengontrol nafasnya dan mulai melenguh merasakan nikmat di irigi geli dan rasa sakit yang bersamaan , nafasnya tampak semakin memburu .
" s s shhhh.... ehhhhh .... "
"Hmm mm m " Juho terus bermain di sana seakan akan ingin menenggelamkan wajahnya lebih lama untuk menghirup habis aroma tubuh Zara yang menurutnya begitu memabukkan untuknya
Juho perlahan menengadahkan wajahnya lalu menghentikan aktifitasnya sejenak , dan menatap mata Zara dalam dalam seolah olah meminta izin untuk bisa berlanjut ke tahap selenjutnya .
" Bolehkan aku . . . em p h h " belum selesai mengatakan keinginannya Zara tiba tiba sudah membekap mulut Juho dengan tangannya, mata Zara terlihat mulai sayu .
" Jangan bertanya apapun ...., mulai saat ini aku adalah milik mu .... seutuhnya ....se la manya.." Ucap Zara lirih namun masih bisa di dengar Juho . Sorot mata Zara mulai tampak bertambah sayu , karena ia pun juga tengah menahan hasrat yang sama seperti Juho saat ini .
" Baiklah , Aku tidak akan menahan diri lagi " Ucap Juho setelah menyingkirkan tangan Zara yang membekap mulutnya .
Setelah itu Juho langsung mendaratkan ci um an nya di bib:r Zara , mengh!sapnya dengan penuh kelembutan . gadis itupun membalas perbuatan Juho . Mereka begitu menikmati aktifitas ini , semakin lama cium*n yang tadinya lembut menjadi semakin dalam dan menuntut .
Zara tampak mengalungkan kedua tangannya di leher Juho sembari terus membalas setiap es*pan Juho di b?b?rnya .
ππππ πππππ
Akhirnya bisa up Juga , sory ya guys ππ. Maklum cuaca lagi tidak mendukung . . . oanas hujan panas hujan . . . ujung ujungnya malah meriang alias masuk ngeong , eh masuk anggin maksudnyaππ
Deh deh , kenapa malah berjama ah ini kita ngintipin yang lagi malam mingguan , eh ..malam pertapaan maksudnya... pokoknya malam itu deh kak cery pura pura nga tau dwh.
Idih , hayo siapa dari kalian yang ingin malam pertamin a mereka terganggu ngaku , sayangnya . itu tidak akan terjadi hari ini , lebih tepatnya ......belum .
Kasian kan babang Juho yang udah ngempet begitu lama , biarin aja ya kegiatan pengantin baru ini lancar dan bebas hambatan kaya jalan tol . he he he ...kalo kapan kapan ngapapa kita gangguin. tapi tidak hari ini .
__ADS_1
Duh , jadi ikut panas... mendingan kak ceri nyingkir dulu deh... sebelum ketahuan Chorong sama Raza ... hiiii takutttt