
Para prajurit yang bertugas dalam penyergapan singa segera di kerahkan untuk membantu para prajurit yang sebelumya terluka dan mengurus jenazah korban keganasan singa pangeran Seong Jun .
Panglima Tae Gwa melihat kekacauan yang ia sebabkan karena menghadang rombongan Chanso.
Ia tidak menyangka bahwa kereta besar itu berisi seekor singa jantan raksasa milik pangeran Seong Jun.
Setelah pertemuannya ini ia sudah yakin jika putra sulung raja itu adalah manusia waras , ia dan ratu sudah kecolongan atas fakta ini .
Panglima masih ingat jika pangeran Seong Jun dulu adalah putra mahkota yang sangat cerdas, hal ini membuatnya menjadi hawatir.
Mereka bahkan belum bisa menangani pangeran Ji Yoong karena dilindungi oleh raja.
Apalagi dengan ramalan dari nyonya Jung yang merupakan seorang cenayang terkenal di kerajaan.
Ke beradaan wanita itu sudah memberikan dampak besar pada tahta, namun bagaimanapun juga ia adalah orang yang di pilih oleh raja sebelumnya karena kemampuannya yang tampak spesial itu.
Panglima Tae Gwa masih ingat saat ia datang menemui nyonya Jung yang bahkan sudah menebak kedatanganya dan bahkan menyambutnya dengan teh di tangan.
Tidak ada ketakutan sama sekali di matanya saat melihat panglima Tae Gea yang saat itu masih menjadi kapten rasi.
Panglima tidak akan pernah melupakan pertemuan itu sampai kapanpun.
Flash back.
Raja (Kakek pangeran Seong Jun yang kala itu masih memerintah sebelum akhirnya sakit dan meninggal dunia dan di gantikan oleh putra mahkotanya yaitu raja yang sekarang memerintah kerajaan )sebenarnya sudah memintanya untuk tinggal di istana namun ia tolak .
Dia sama sekali tidak tertarik dengan kemewahan istana , jika saja saat itu raja tidak sengaja menolongnya saat hampir tewas karena desanya di serang pemberontak maka ia tentu enggan berhubungan dengan orang istana.
Namun karena merasa berhutang Budi maka ia akhirnya menunjukkan kemampuannya untuk membantu raja yang saat itu kesulitan menumpas para pemberontak.
Namun kemampuannya ini juga terbatas hanya membantu memberikan beberapa petunjuk pada raja dan berkat itu raja berhasil menemukan sarang para pemberontak dan menghukum mereka dengan sangat berat.
Raja sangat kagum pada kemampuan spesial nyonya Jung bahkan mulai tertarik padanya, namun sayang cinta raja tidak berbalas karena nyonya Jung masih mencintai mendiang suaminya yang kala itu ikut menjadi korban keganasan para pemberontak.
__ADS_1
Suatu ketika Raja yang saat itu menyadari jika kesehatannya semakin memburuk akhirnya menemui nyonya Jung untuk berbicara berbagai hal .
Dan darisanalah raja mengetahui jika kelak kerajaan yang ia perintahkan saat ini akan mencapai puncak kejayaannya di tangan cucunya dari putra mahkota yang sekarang.
Karena itu ia langsung meminta ke tiga wanita milik putra mahkota untuk di hadapkan pada nyonya Jung .
Pertemuan ini berlangsung tertutup di sebuah tempat dalam istana ,kala itu panglima Tae Gwa ikut mengawal selir Dae Hwa ( Ratu yang sekarang ).
Di tempat ini putra mahkota berdiri di samping ayahnya saat melihat ke dua istrinya menghadap nyonya Jung.
Kebetulan hari ini istri pertamanya (permaisuri Myung hee sedang tidak sehat sehingga ia mungkin akan terlambat karena memang pemberitahuan ini sangat mendadak ).
Nyonya Jung melihat ke arah dua wanita muda yang sudah ada di depannya itu ,ia akan memeriksanya satu persatu memastikan penglihatannya.
Pertama Tama yang mendapat giliran adalah selir Dae.
Nyonya Jung meminta telapak tangannya untuk di lihat , dahi nyonya Jung sedikit berkerut. Ia melihat ke arah selir dengan tatapan biasa seperti sedang memikirkan sesuatu lalu ia mulai mengangguk anggukkan kepalanya.
" yang mulia beruntung karena kedua istri pangeran kelak akan memberikan keturunan kerajaan , para pangeran yang tangguh . Ucapnya ”
Raja sangat senang mendengar pernyataan ini, tak lama kemudian putri mahkota Myung hee datang dengan di papah oleh dayangnya.
Raja sebenarnya telah melarangnya datang karena kondisi putri mahkota yang sedang kurang sehat .
Namun putri mahkota tidak mau mengecewakan raja hingga nekat datang ke mari meski wajahnya terlihat sangat pucat.
Raja sebenarnya akan meminta nyonya Jung untuk memeriksa putri mahkota di kediamannya saja ,namun lihat !menantunya ini justru bersikeras untuk datang ke mari.
Putri mahkota memberikan salamnya sejenak pada raja ,putra mahkota dan terakhir nyonya Jung.
Nyonya Jung sejak kedatangan putri mahkota tidak melepaskan pandangan matanya seolah melihat sesuatu yang menarik darinya.
Tanpa menunggu waktu lagi nyonya Jung segera meraih jemari tangan putri mahkota yang terasa sedikit hangat karena memang sedang tidak enak badan.
__ADS_1
Nyonya Jung menatap dalam dalam mata putri mahkota sambil membaca garis tangannya, kemudian entah mengapa dia memegang wajah putri mahkota dan beralih mengelus kepalanya.
"Seorang Raja sejati ” Ucap Nyonya Jung
Semua orang bisa mendengar ucapan wanita itu dengan jelas , termasuk putri mahkota yang tampak bingung saat ini
"Dari rahimnya nanti akan lahir seorang raja sejati yang akan membawa dinasti ini menuju puncak kejayaanya, selamat yang mulia Raja , putri mahkota adalah orang yang terpilih " Nyonya Jung tersenyum ramah saat selesai meramal putri mahkota.
"Ini berita bagus " Ucap raja begitu puas saat mendengarnya.
Jika saja wanita yang di katakan akan melahirkan raja masa depan bukanlah putri mahkota tapi istri putranya yang la Iain ia tentu tidak akan segan segan untuk melengserkannya dan mengantikan dengan wanita yang mendapatkan berkah suci itu .
Tapi untung saja ia tidak perlu melakukan hal tega seperti itu, syukurlah.
Mendengar itu ke dua istri putra mahkota yang lain menjadi terkejut sekaligus merasa sangat kesal ,kenapa wanita itu secara sembarangan mengatakan hal yang begitu penting dengan sembarangan seperti itu.
"Putra ku ,kau harus memperlakukan putri mahkota dengan baik . Mengerti" Ucap raja pada putranya
"Baik yang mulia "Jawab putra mahkota tegas , tanpa di minta pun ia aka menjaga dan memperlakukan putri mahkota dengan baik karena ia memang sangat mencintainya.
"Sebaiknya putri mahkota tidak terlalu banyak bergerak dulu ,kesehatan putri sedang sangat tidak baik " Ucap nyonya Jung menjelaskan
"Biarkan dia di sini untuk sementara waktu , aku sendiri yang akan merawatnya " Ucap nyonya Jung seraya menoleh kepada raja.
Rajapun mengerti maksud perkataan nyonya Jung dan segera memerintahkan ke dua istri putranya yang lain untuk kembali ke kediaman mereka masing masing .
Setelah kedua selir undur diri nyonya Jung membantu putri mahkota berjalan.
"Biar saya yang membantunya "Ucap putra mahkota lalu menggendong putri mahkota dan membawanya ke sebuah kamar sesuai perkataan nyonya jung.
Raja juga ikut mengantar saking senangnya pada berita kali ini.
"Raja harus memberikan pengawalan lebih pada putri mahkota "
__ADS_1