
"kakak ipar tidak perlu hawatir , aku akan selalu menjaga istri dan putraku . Aku berjanji dengan nyawa ku sendiri "
"Jika sampai aku mendengar kau berani menyakiti mereka , aku sendiri yang akan menghadapi mu " Ucap pangeran Sanjev lagi
" ya . . " Jawab Juho
Raja Balraj masih menggendong cucu laki lakinya itu , panheran Zaher terlihat tenang berada di gendongan kakeknya.
Raja Balraj sudah berusaha meminta Juho agar tetap berada di sini , tapi alasan menantunya itu membuatnya harus menyerah.
"Kau bisa membawa putri dan cucu ku pergi , tapi jangan pernah lupakan kami . Kalian harus sering berkunjung " Ucap Raja ,entah kenapa ia merasa begitu berat berpisah dengan mereka .
" Aku berjanji Raja "
"Ayah , panggil aku ayah "
"Baik ,aku berjanji ayah . Kami akan sering berkunjung nanti " Juho tau mereka begitu menyayangi Zara , ia tentu akan berusaha menepati janjinya itu
Sebelum raja melepas kepergian Juho beserta beberapa prajurit , dayang dan rakyatnya yang memang ingin ikut.
Raja ingin mengambil sumpah setia dari mereka semua .
"Bersumpahlah pada ku , kalian akan setia , serta terus mengikuti Juho dan Zara selama sisa hidup kalian " Ucal Raja di depan orang orang itu.
"Kami bersumpah akan mengikuti panglima Juho dan putri zara sampai akhir hayat kami " Ucap mereka serempak dan penuh kesungguhan hati .
seratus lima puluh tiga orang itu telah mengucapkan sumpah setia mereka , Raja senang karena dengan keberadaan mereka mungkin putrinya akan merasa jau lebih baik.
Mungkin zara akan merasa tidak berada jauh dari masyarakat serta adat istiadat mereka.
Sejak ada rencana mereka akan ikut menetap di sana mereka semua sudah di ajari bahasa dan tulisan tempat asal Juho .Paling tidak untuk bahasa sehari hari mereka sudah mengerti , meski ada beberapa orang yang memang sedikit sulit untuk mempelajari itu karena masalah usia.
Namun setidaknya sedikit sedikit sudah mengerti bahasa meski tidak bisa menulis .
Sebagian besar dari mereka sudah lancar , dari jumlah orang itu sudah termasuk di dalamya keluarga mereka yang turut serta dalam pelayaran ini. Ada yang bersama anak dan pasanganya , ada yang hanya bersama orang tua ataupun saudarannya .
Kepergian mereka tentu saja atas kerelaan hati tanpa paksaan sedikitpun , Juho tidak ingin mereka ikut karena terpaksa . Itu sama dengan membuat orang kesusahan bukan ?
__ADS_1
Tapi mereka semua mengatakan bahwa ini memang keputusan mereka sendiri , mereka merasa bahwa Juho dan putri Zara banyak berjasa.
Sebagian dari orang orang itu adalah masya rakat yang dulunya gelandangan , anak anak yang sudah di latih dalam desa rahasia yang di bangun Juho.
bagaimanapun pasangan Zara dan Juho ini sudah menjadi junjungan mereka .
Tuan Darshwana Juga ikut serta melepas kepergian putrinya .
"Pergilah nak , ikutlah kemanapun suami mu pergi " Ucap bibi rupa
"Berjanjilah ayah dan ibu akan benar benar datang saat aku akan melahirkan nanti " Ucap payal di sela tangisanya
"Ayah berjanji , Taemin jaga mereka baik baik " Ucap Tuan Darshwana seraya memeluk putri serta menantunya itu.
"Aku berjanji "
Kemudian Raja memulai pidato singkatnya
"pergilah , aku merestui kelian. Berangkatlah membawa berkat ku ke tempat yang baru , kalian bisa berkunjung kembali ke sini kapanpun kalian mau . Semoga perjalanan kalian di hindarkan dari segala bahaya " Ucap Raja Balraj Kumar dengan suara lantang meski sedikit bergetar .
Namun di balik semua itu semua orang tentu bisa melihat kesedihan Raja , bahkan matanya sudah tampak berembun karena menahan air mata.
"Bibi Jaga diri mu baik baik " Ucap Anjum seraya memberikan sebuah buket pada Zara , gadis itu memaksa ikut.
"Zara pergi dan berbahagialah " Ucap putri Jhanvi seraya memeluk adik iparnya itu
Kapal mulai berlayar , dari atas mereka semua tampak melambaikan tangan .
Suasana haru begitu kental , ratu bahkan terlihat sudah berkaca kaca . Zara dan keluarga kecilnya juga ikut melambai dari atas sana.
Kapal swmakin jauh meninggalkan dermaga namun rombongan Raja masih belum beranjak pergi , baru setelah cukup Jauh mereka lalu memutuskan untuk kembali ke istana.
Dari sebuah sudut Nandini melihat kapal yang sudah menjauh pergi , Nandini berada di sana sejak lama . Namun tidak berani mendekat , lagipula orang tentu akan banyak bertanya siapa yang ia lepas kepergiannya.
Padahal tidak ada satupun kerabat atau sodaranya yang ikut dalam pelayaran ini ,tidak mungkinkan ia akan berkata jujur bahwa ia datang untuk melepaskan kepergian pria kecintaanya , hal itu tentu akan mendatangkan satu masalah baru dan itu adalah satu ide yang sangat buruk.
π£π£π£πππ
__ADS_1
Orang orang telah menuju ke kamar mereka masing masing , ada yang mendapat kamar . Ada juga yang berada di kamar besar yang mirip aula namun terdiri beberapa tempat tidur bersusun .
Kamar kamar di gunakan khusus bagioleh mereka yang memiliki keluarga yang masih anak anak maupun wanita muda yang belum bersuami .
barak umum di peruntukkan bagi prajurit serta pria single ataupun yang sediri di sini. Karena kamar yang di sediakan juga terbatas maka tidak semua mendapatkan kamar . Semua sudah di atur sedemikian rupa dan tidak ada dari mereka yang mengeluh.
Lagipula apa yang harus mereka keluhkan , kapal ini cukup besar , rapi , dan sangat bagus.
Menjelang sore mereka tertib mengantri pembagian makanan di kapal , semua kebutuhan mereka sudah di jamin oleh Juho. tentu saja tanpa di pungut biaya sepeserpun.
Panglima Juho bahkan sudah menjanjikan pada mereka tempat tinggal yang sudah siap mereka huni saat sudah tiba nanti.
Juho akan mengajak mereka tinggal di dalam lingkungan sekitar istana yang sudah ia bangun . Menurut paman Chunso pembangunan sudah selesai .
Meski ada sedikit masalah karena beberapa kali ada penyusup yang mencoba mengacau , untung saja mereka berhasil di tangkap dan di lumpuhkan .
Raja juga ikut mengamankan pembangunan istana yang banyak menuai kontroversi itu.Raja mengerahkan pasukan bayangan untuk mengawasi jika ada yang berniat buruk.
Bahkan saat mendengar putra sulungnya akan segera datang ia tidak bisa menyembunyikan kebahagiyaanya .
Raja sudah tau bahwa Panheran seong Jun datang bersama istri dan cucunya , awalnya Raja murka saat tau putranya menikahi wanita asing .
Namun permaisuri Myung hee sudah melayangkan ultimatumnya padanya, semua penjelasan yang di katakan permaisuri Myung hee akhirnya bisa membuat Raja mengerti.
Dan akhirnya sekarang Raja sudah menerima kenyataan ini dan merestui pernikahan putra sulungnya itu , apalagoli saat mendengar menantunya telah melahirkan seorang pangeran.
Raja menjadi sangat bahagia dan merasa tidak sabar menunggu kedatangan mereka.
Setelah semuanya ia tidak ingin menyakiti pangeran Seong Jun lagi , ia tidak mau kehilangannya lagi .
Raja tampak membaca beberapa surat , ia memaksa permaisuri myung hee agar menunjukkan surat surat dari pangeran Seong Jun.. Ia ingin mengetahui kabar putranya itu.
Dan permaisuri untungnya tidak menolak ,bagaimanapun raja adalah ayah pangeran, lagi pula tidak ada hal rahasia yang di tulis di sana.
Hanya sapa rindu , dan obrolan obrolan yang begitu menghangatkan hati.
Dari surat surat itu raja sedikit banyak bisa mengetahui gambaran sifat putra sulungnya .
__ADS_1
ππππ
Shagun terlihat sedang menemani pangeran Zaheer .