
Juho terswnyum melihat tingkah istrinya itu
" Maafkan aku ...sudah sudah " Juho kemudian menghentikan pukulan di dadanya
" Kalau di sini tidak boleh berarti aku bisa membuatnya di tempat lain . . . " Juho menaik turunkan alisnya menggoda istrinya dengan tatapannya yang di penuhi kilatan kilatan asmara....
" Eh itu , itu emph " Sebelum selesai berbicara Juho sudah membungkam bi bir Zara dwngan bibirnya .
Li dah mereka kembali bergulat , malam semakin larut . Akhirnya malam ini Juho berhasil menjalankan kewajibanya sebagai suami dengan memberikan hak Zara . (nafkah batin yang zuperrrrr ).
Zara di buatnya melayang berkali kali , malam ini mereka kembali menikmati surga dunia entah sudah ke sekian kali . Yah kalau sudah begini Juho tentu saja tidak akan berhenti hanya dengan saru atau pun dua ronde.
Juho benar benar bersemangat menaburkan benih di rahim Zara , ia berharap usahanya itu segera membuahkan hasil . Juho memang tidak ingin menunggu waktu lama untuk anak.
Semakin cepat maka semakin baik pikirnya , Juho tentu sudah merencanakan banyak hal . Dan dari semua rencananya yang paling utama adalah ... sesering mungkin menabur benih agar cepat membuahkan hasil , terus terang saat melihat Taemin menggendong bayinya dengan payal ia menjadi sedikit iri .
Juho juga menginginkan hal yang sama , meski baru dua hari menikah . Ia sudah mengempur istrinya habis habisan , yah meskipun Zara lah yang pada akhirnya menanggung nyeri di sekujur badan tapi wanita itu tak memungkiri bahwa dirinya sangat menikmati pelayanan ekstra Juho .
"m h h h. . " Akhirnya Zara bangun juga setelah tertidur cukup lama .
Zara menarik selimutnya dan mulai duduk , ia melihat ke dalam selimut dan tampak sudah tubuhnya yang saat ini polos seperti seorang bayi .
Hanya saja jika bayi kulitnya bersih maka berbeda dengan keadaan Zara yang justru di penuhi bercak merah keunguan di sekujur tubuhnya , melihat itu seketika Zara membulatkan matanya lebar lebar.
" Astaga Juho , sebanyak ini . H h h suami ku benar benar buas " Zara tampak mengeleng gelengkan kepalanya .
"argh.... " Saat mencoba bangkit dari tidurnya Zara merasakan nyeri di area pribadinya , baru dua hari Juho sudah berhasil membuatnya seperti ini .
Jangan sampai suaminya itu melakukannya setiap hari , bisa bisa Zara berubah menjadi nenek nenek lanjut usia karena cara berjalannya kini yang nampak seperti keong .
Selain itu seluruh tubuhnya pun terasa nyeri , ah ternyata pertempuran di atas ranjang jauh lebih melelahkan dan berbahaya daripada di medan perang .
Zara menutupi tubuh polosnya dengan selimut karena tidak menemukan pakaian yang semalam di pakainya .
Tanpa dia sadari sepasang mata tengah memperhatikan gerak gerik Zara dan HAPPPP
" awwww ... " Zara memekik karena tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang.
__ADS_1
" Kau sudah bangun , m m m matahari sudah tinggi dan istri ku yang cantik ini baru bangun...ck ck ck ... benar benar "
" ish... memangnya siapa yang sudah membuat ku jadi kesiangan seperti ini , salahkan saja suami ku yang sudah membuat ku terjaga semalaman . Benar benar buas , tidak jauh berbeda dengan Chorong dan pasangannya " Zara menggerutu kesal , sementara Juho malah tertawa mendengar curahan hati istrinya itu.
Juho akhirnya melepaskan pelukannya , sebenarnya hari ini dia ingin membawa Zara untuk menemui keluarganya . Tapi karena melihat keadaan Zara yang tidak memungkinkan akhirnya Juho mengurungkan niatnya .
Salahnya memang yang tidak bisa mengontrol has ratnya yang mengebu gebu itu , Juho lalu mengendong Zara dan mengantarkannya ke pemandian pribadi .
" Juho , turunkan aku "
" Tidak , lihat jalan mu saja seperti siput begitu"
" Memangnya salah siapa sampai aku begini "
" Itu karena kau terlalu menggoda untuk di lewatkan, aku sudahblama menahan diri jadi jangan salahkan aku kalau melampiaskan sekarang saat sudah berhasil menjerat mu ...ha ha ha ... "
" Kau sengaja rupanya , siapa juga yang meminta mu menunggu lama ? kenapa tidak dari dulu datang terang terangan , daripada diam diam membuntuti ku seperti pencuri " Zara terlihat kesal , Juho segera mendudukkan istrinya di tempat pemandian itu.
" Jika aku tau akan se enak ini setelah menikah aku pasti sudah dari dulu menerkam mu "
"ha ha ha , ya ... bukankah kau senang bisa di terkam oleh ku ? memangnya siapa semalam yang selalu "
"hisssss..... hentikan.... aku tidak mau dengar " Zara menjadi malu karena mengingat semalam ia memang di buat merancau tanpa henti dan terus mende sah selama pergulatan panasnya dengan Juho , bahkan ia sempat meminta ini dan itu pada Juho..... sungguh memalukan...
" Kau malu ha ha ha... menggemaskan sekali , bagaimana jika aku menemani mu mandi dan kita bisa a a a " Juho perlahan lahan membuka pakaiannya hingga memperlihatkan tubuhnya yang kekar di hadapan Zara.
Dan mata Zara seketika semakin membulat tatkala ia melihat banyaknya bercak di tubuh suaminya itu , dan ulah siapa lagi kalau bukan dirinya sendiri... aaaaaaa Zara benar benar merasa malu melihat maha karyanya sendiri .
Ternyata dia sendiri juga tak kalah buasnya dengan Juho , eh tunggu apa yang di lakukan suaminya itu ? kenapa Juho melepas kan bajunya ... jangan jangan...
" Ju Juho apa yang kau lakukan ? pakai lagi pakaian mu ... hei..... " Zara menjadi salah tingkah sekaligus takut , dia menangkap tanda tanda bahaya dari suaminya
Dan benar saja , ritual mandi pagi yang sudah kesiangan itu tidak berjalan seperti seharusnaya , kenapa ? ? ?
Apa lagi kalau bukan karena Juho yang lagi lagi tidak bisa menahan dirinya untuk tidak menerkam istrinya yang cantik itu .
Akhirnya setelah bergulat beberapa saat mereka berdua menyelesaikan peperangan yang penuh ke nikmatan itu, meski sesekali Zara sedikit mengomel karena Juho tak puas juga hanya dengan dua kali putaran. as ta gaaaaaa itu manusia atau.... h h h h
__ADS_1
Juho kini membantu istrinya menyisir rambut , di liriknya Zara yang tampak cemberut dari pantulan cermin di depannya
" Masih marah ? " Juho sejenak berbisik di telinga Zara.
"....... " Zara hanya diam saja , ia tentu kesal . Belum juga hilang lelahnya sudah di ajak bertarung lagi , meski menyenangkan tapi kegiatan itu cukup menguras tenaganya .
" Zara , ... " Juho terus mencoba membujuk istrinya yang tengah merajuk itu
" hm . m m m m "
"Baiklah sebaiknya aku tidak jadi memberitahu mu kalau kemarin pasukan ku sudah berhasil membebaskan keluarga mu dari Raja Madraka , sebenarnya besok aku berencana mengajak mu kembali ke istana. Tapi sepertinya tidak jadi saja "
" Apa kau bilang ? ? " Zara benar benar terkejut mendengar perkataan suaminya itu , apa ia tidak salah dengar barusan ??
" Aku bilang keluarga mu sudah bebas . . . "
" Jadi kemarin kau " Zara menoleh ke arah suaminya meminta penjelasan.
Akhirnya demi meluluhkan hati Zara yang tengah merajuk karena ulahnya itu Juho segera menceritakan segalanya , kenapa ia harus pergi dan meninggalkan Zara si kediaman pribadinya sedinri , kenapa ia bisa terlambat pulang .
Mendengar berita gembira itu Zara menjadi sangat bahagia hingga ia segera memeluk erat suaminya dan berkali kali menghujani bi bir Juho dengan kecupan kecupan kecil.
Seketika Zara yang semula murung menjadi begitu ceria
" hm... begitulah . . jadi bagaimana mau memaafkan ku ? "
Juho masih berusaha meminta maaf meski sebenarnya Zara tidak benar benar marah , yah dia hanya sedikit kesal karena Juho yang tidak memberinya jeda waktu untuk bwristirahan dan terus menggempurnya semalaman , bahkan siang ini pun Juho masih saja meminta olahraga pagi padanya .
Meski Zarapun tidak memungkiri bahwa iapun begitu menikmati setiap pergulatannya dwngan Juho , hanya saja dia merasa lelah... hanya itu ...
flash back ( Hingga menjelang fajar kegiatan mereka baru selesai , Zara benar benar di kuras habis tenaganya . Pakaian mereka tampak berserakan di lantai .
Matahari telah terbit beberapa waktu yang lalu , Juho yang baru saja selesai membersihkan diri segera menghampiri istrinya yang masih terbaring di atas tempat tidur . Zara terlihat begitu pulas , yah dia tentu kelelahan karena ulah Juho .
Juho tidak tega membangunkan Zara , pria yang tak lagi lajang itu kemudian memunguti baju mereka yang berserakan . Jangan sampai ada yang melihat kegilaannya , meskipun mustahil ada yang berani masuk ke dalam kamarnya selain dia dan Zara . )
Dan akhirnya Zara tidak lagi merasa kesal ...h h pandai berkelit memang
__ADS_1