
Nona Moon Geoung kini sedang duduk berhadapan dengan pangeran Seong jun , hanya berdua.
Acara pertunangan mereka sudah selesai sejak tadi , para tamu juga sudah kembali ke tempat mereka masing masing .
Sebagian ada juga yang tinggal untuk membahas beberapa hal yang harus mereka persiapkan untuk pernikahan pangeran Seong Jun dan Nona Moon Geoung yang akan berlangsung lima hari lagi.
Para Nona yang kembali ke rumah mereka yang awalnya berangkat biasa saja kini pulang dengan wajah masam karena kesal.
Kesal mengapa bukan mereka yang berada di posisi Nona Moon Geoung , ah sepertinya mereka sudah lupa dengan sikap yang dulu sempat begitu menghina , merendahkan meremehkan dan memandang sebelah mata pada pangeran Seong Jun.
Mereka bahkan merasa kasihan pada Nona Moon Geoung , turut prihatin atas nasipnya .
Namun lihat sekarang , mereka tidak lagi mengasihani Nona Moon Geoung . Bahkan kini mereka justru sangat mengasihani diri mereka sendiri , mereka tidak mungkin lagi bisa menjadi selir pangeran Seong Jun.
Itu Karena permintaan Permaisuri sebelumya dan Raja bahkan sudah mengesahkan , sebuah pernyataan bahwa kelak pangeran seong Jun tidak akan pernah mengangkat selir lagi. Tadi masalah ini kembali di tegaskan oleh permaisuri di hadapan mereka
Itu berarti Nona Moon Geong akan menjadi satu satunya istri pangeran Seong jun.
T i d aaaaaaa kkkkkkk , berakhir sudah harapan mereka .
😱😱
Permaisuri Sengaja mengatur pertemuan pribadi putranya dwngan Nona Moon Geoung , pangeran tentu mengerti maksud ibundanya ini dan dia hanya bisa menurut.
Ia tidak ingin membuat ibunya kecewa , Nona Moon Geoung adalah wanita yang tulus padanya.
Bagaimana pangeran bisa tau ?
Sebuah rahasia besar yang hanya beberapa orang yang tau hal ini , bahkan permaisuri dan istrinya sendiri yaitu putri Zara tidak mengetahuinya.
Itu adalah. . . .
Saat pangeran menyentuh tangan Nona Moon Geoung tadi ia bisa melihat bagaimana perasaan wanita itu .
Dia bisa melihat beberapa kejadian di masa lalu tentang wanita itu , dia bisa tau hati dan kepribadianya . Meski tidak semua akan lanhsung nampak
Secara mengejutkan ia tadi sempat melihat bayangan Nona Moon Geoung yang saat itu masih remaja menangis , di depanya terdapat cincin yang tergeletak .
Itu adalah saat hari dimana di temukanya jasad yang mereka kira adalah dirinya , ada juga kilas balik saat Nona Moon Geoung menatapnya yang sedang memakaikan sebuah jubah pada nona itu.
Sayang sekali pangeran hanya mendapatkan sedikit gambaran karena tadi ia hanya sebentar memegang jemari Nona Moon Geoung , namun ia langsung bisa tau sebuah fakta bahwa sejak dulu wanita ini memang tulus menyukainya.
Bahkan dia juga mau menerima keadaanya meskipun saat itu terlihat berantakan dan di rumorkan tidak waras, dia juga melihat bagaimana wanita yang baru saja menjadi tunangannya itu tersenyum penuh kasih sayang pada putranya.
Sepertinya setelah mengetahui kenyataan ini dia tidak perlu lagi bersikap acuh padanya.
"Maafkan aku " Ucap pangeran Seong Jun membuka pembicaraan.
__ADS_1
Ini adalah kali pertama setelah sekian tahun pangeran berbicara padanya.
"Pangeran kau "Moon Geoung begitu terkejut saat pangeran mengajaknya berbicara , pangeran bahkan menatapnya dengan penuh kesadaran .
Detik itu juga dia tau jika tunanganya ini adalah pria waras , dia sama sekali tidak gila . Pangeran hanya terpukul karena kehilangan mendiang Putri Zara.
"Di masa lalu aku sudah terlalu menyakiti mu , maafkan aku " Pangeran menatap manik mata Moon Geoung dengan kesungguhan hati.
"Lima hari lagi kita akan menikah , aku tidak ingin ada yang di sembunyikan di antara kita " Ucap pangeran lagi
"Pangeran anda masih mengingat segalanya dengan jelas "
"Aku tidak gila , kau jelas sudah tau itu . Aku tau kau adalah wanita yang cerdik " Ucap pangeran menegaskan
Lagi pula pangeran tidak mungkin kan akan mengatakan jika ia melihat kilas balik saat nona moon Geoung memergokinya saat menolong orang di pasar , ini adalah rahasia
"Anda tidak menyembunyikan ini dari saya " Moon Geoung seakan tidak percaya jika pangeran bahkan tidak menyembunyikan ini darinya , mengakui sendiri jika sebenarnya dia tidak kehilangan akal fikiranya ,mengakui jika dirinya waras.
"Aku tau kau wanita yang baik , pernikahan itu . Aku tidak tau apakah aku bisa memberikan hati ku pada mu ku harap kau bisa mengerti . Tapi . . . Kelak aku akan berusaha menjadi suami yang baik "
"Putri Zara begitu beruntung mendapatkan cinta sebesar itu dari pangeran " Ucap Nona Moon Geoung seraya sedikit menunduk. Jemarinya menggenggam erat kain yang berada di dekat tanganya.
Hatinya sedih , tentu saja . Namun ia berusaha menyembunyikan perasaanya itu tapi percuma karena pangeran memiliki mata yang sangat tajam hingga bisa melihat herakan kecil itu.
"Tinggalah di paviliun yang sudah di sediakan ibu ku " Pangeran sengaja tidak menaggapi pernyataan Nona Moon Geong sebelumnya.
" aku masih di sini hanya karena putra ku yang menahan ku tetap di sini "
Jika tidak ada pangeran Ji Hu yang harus ia jaga maka entah dirinya bisa tetap bertahan hidup atau tidak
" Hamba mengerti "
"Tidak perlu bersikap terlalu formal pada ku "
Mereka akan segera menikah , meski pangeran Seong Jun entah kelak bisa mencintainya atau tidak namun ia tidak ingin pembicaraan yang terlalu formal antara suami istri tidak lah seperti itu
#
Ratu sedang termenung , dia tidak menyangka jika pangeran Seong Jun akan berubah menjadi begitu rupawan . Bahkan putranya juga tidak bisa di bandingkan dengannya.
Namun yang menjadi beban fikiranya kini adalah apa pangeran hanya penampilanya saja yang berubah dan fikiranya tetap bermasalah ?
Ataukah pangeran sebenarnya keadanya tidak separah itu namun ia masih setengah sadar.
Melihat jika di sepanjang acara tadi pangeran Seong Jun sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan pandanganya terkadang masih kosong.
Seperti pangeran sedang berada di dunianya sendiri , ini sungguh membingungkan.
__ADS_1
#
"Apa ini semua karena ibu ? "Tanya pangeran Ji yoong pada ibunda permaisuri.
Dia tau jika kakak nya kini tidak akan mau mendengarkan perkataan siapapun selain kakak iparnya mungkin orang yang paling di sayangi dan di dengarkan perkataanya hanyalah ibundanya.
Maka jika kakaknya bisa sampai merubah penampilan hingga sedemikian rupa sudah barang tentu ini karena kontribisi dari sang ibu.
"Semua orang bahkan sampai tidak berkedip saat melihat perubahan kakak " Ucap Putri Hue sun
"Kak Ji yong harus aku akui jika kak Seong Jun jauhh lebih tampan dan gagah dari mu
Permaisuri dan para dayang kepercayaan permaisuri hanya tersenyum mendengarnya.
Meski bersaudara nyatanya wajah pangeran Ji yoong lebih mirip sang ayah sedangkan pangeran Seong Jun lebih mirip dengan ibundanya.
" Ck Kenapa kau bisa sejujur itu , lihat bu dia sudah berani membanding bandingkan aku dengan kakak " Decak pangeran Ji yoong , ia seakan kesal saat mendengarnya
"Ishh bagi ibu kalian tetaplah anak anak yang ibu sayangi , kalian adalah saudara . Jangan sampai ada hal yang membuat ikatan kalian renggang , sebagai saudara kandung kalian harus saling menyayangi dan menjaga hmm "
"Kami tidak akan bertengar bu Kakak maafkan aku "
"Ya ,itu tidak akan pernah terjadi . Sejujurnya kakak pertama memang lebih tampan dari ku aku tidak akan menyangkalnya . Hanya saja aku sedikit kesal kenapa ibu harus memberikan ku seorang adik perempuan yang begitu berisik seperti mu "
"kakaaaaaakkkk " Putri Hye sun tampak merajuk dan terlihat kesal
"Sudah sudah jangan ganggu adik mu lagi "Permaisuri hanya bisa tersenyum sambil geleng geleng kepala melihat anak kembarnya itu.
Jika mereka bertemu selalu saja begini , mereka akan saling menggoda . Manis sekali.
"Baiklah kakak minta maaf , kau tetap akan menjadi adikku yang paling cantik " Ucap pangeran Ji yoong
"Itu memang benar "
"Lihat sikapnya ini bu ck "
"Apa kakak mau berkelahi dengan ku "
"Ha ha ha ha " pangeran akhirnya tertawa
Di susul dengan tawa semua orang di sana , pangeran lalu memeluk adiknya itu . Adik yang lahir beberapa saat setelah kelahiranya.
Permaisuri sungguh beruntung memiliki anak anak yang begitu saling menyayangi.
🍒Akhirnya kak cery buka juga kartu as nya abang juho , kalo zaman sekarang ini mungkin bang juho akan di bilang indigo , jika ada yang tanya kenapa meski indigo bang juho sampai tidak tau kalau istrinya masih hidup .. Itu karenaaaaa.....
Nantikan episode berikutnya... Yuk kome komen dan nyatakan pendapat kalian biar novel ini rame kayak pasar bukanya sunyi sepi kayak kontrakan kosong 🍒
__ADS_1