The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
melepas rindu


__ADS_3

Pangeran mulai mengendorkan pelukannya dan perlahan menghapus air mata ibundanya dengan jemarinya, dia lalu mendukukkan ibunya dan ikut duduk di samping wanita itu.


Permaisuri Myung hee tidak melepaskan jemari putranya ,


"Putraku,,,, kau sudah dewasa sekarang , kenapa sekian lama baru kembali, apa kau tidak merindukan ibumu ,kau sudah tumbuh menjadi seorang pria dewasa sekarangโ˜บโ˜บ .. ? " Permaisuri tersenyum seraya menatap wajah putra sulungnya


"Yang mulia tidak perlu cemas, pangeran tumbuh dengan sangat baik, Permaisuri harus melihatnya sendiri nanti . Aku hawatir permaisuri tidak bisa mengenalinya lagi " Chunso tersenyum


"Benarkah begitu "โ˜บโ˜บ


"Tidak ada satu haripun dalam hidupku tidak mengingat dan merindukan mu bu, maafkan aku karna sudah membuat ibu sedih . Bisakah ibu memaafkan semua kesalahan ku, " Ucap Pangeran seraya menyatukan tangannya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


"Ibu sudah memaafkanmu sejak lama , Bagaimana kabarmu pangeran. Ibu senang kau mau kembali lagi kesini menemui Ibu."


"Seperti yang ibu lihat, aku sehat "


Pertemuan ibu dan anak itu benar benar menguras emosi, permaisuri begitu bahagia melihat putranya kembali dalam keadaan yang sehat tanpa kurang suatu apa


"Apa Ibu tidak mau memberikan ku segelas air, sejujurnya aku sedikit merasa haus saat ini.๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… " Ucap Juho seraya tersenyum, mendengar itu permaisuri tersenyum dan langsung meraih teko serta gelas lalu mulai menuangkan segelas air untuk putranya.


" Pangeran sejak sampai di sini menolak minum dan makan apapun sebelum bertemu dengan permaisuri, jadi karena itulah aku segera membawanya kemari ."


"Terimakasih panglima, kau sudah menjaga dan membawa putraku kembali ke sini, aku sungguh berterimakasih padamu ."


"Itu sudah menjadi tanggung jawabku yang mulia , "


"Malam ini aku akan menginap di sini , apa ibu mengizinkannya . Aku ingin menghabiskan waktu lebih lama di sini ๐Ÿ™‚ " waktu mereka berdua sebagai keluarga telah banyak terlewatkan, Pangeran begitu menikmati kebersamaan mereka saat ini.


"Kau mau , tentu saja boleh .Ibu senang mendengarnyaโ˜บโ˜บ"


Mereka terus berbincang bincang mengenai banyak hal, tentu saja diselingi senda gurau layaknya keluarga normal lainya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜, Hari itu adalah salah satu hari terbaik di kehidupan mereka . Dayang choi dan So hwa juga tetap di sana ikut bergabung , mereka ikut merasakan kebahagiyaan yang tercurah di sana.


Di rumah itu tidak terlalu banyak orang yang tinggal di sana , hanya Permaisuri ,Dayang Choi dan So hwa . Ada juga dua orang prajurit yang menunggu di luar, mereka prajurit yang setia pada permaisuri dengan siaga menjaga mereka dari luar .


Meski hanya terlihat dua orang prajurit di sana , tapi sebenarnya di sana juga ada beberapa prajurit bayangan yang berjaga di sekitar permaisuri, mereka bahkan membaur bersama masyarakat.


Orang orang itu juga yang tadi tidak sengaja bertemu di pelabuhan, semenjak permaisuri di gulingkan dari posisinya sebagai ratu dan tinggal di pengasingan hingga kini memilih untuk tetap tinggal di desa bersama rakyat ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ.Sejak itulah mereka selalu mengikuti kemanapun junjungannya berada, mereka selalu berusaha menjaga permaisuri dari para musuh


.

__ADS_1


Orang orang itu berasal dari kalangan bawah yang dulu pernah di selamatkan permaisuri dari berbagai ketidak adilan, sehingga kesetiaan merekapun tidak perlu di ragukan lagi. Sepertinya sifat mulia permaisuri Myung Hee itu juga menurun pada putranya Pangeran Seong Jun , menjadi satu kemuliaan yang mendarah daging.


Malam kian larut, panglima chunso kini telah berada di ruangannya sendiri , masih teringat dengan jelas bagaimana bahagianya permaisuri tadi. Sudah lama sekali dia tidak melihatnya sebahagia itu, kedatangan pangeran telah membawa kembali potongan kebahagiyaan yang telah lama hilang dalam kehidupan permaisuri.๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡


Sementara Pangeran juga telah terlelap dalam tidurnya,malam itu akhirnya dia bisa tidur dengan tenang di sana. Sejenak melupakan masalah yang selalu mengganggu fikirannya beberapa hari ini.


Di ruangannya Permaisuri masih belum tidur saat dayang Choi datang menemuinya.


"Apa pangeran sudah tidur ? " Permaisuri sengaja meminta dayang Choi untuk memeriksanya.


"Sepertinya sudah yang mulia, Pangeran telah mematikan beberapa pelita di kamarnya "


"Sama seperti dulu, dia tidak berubah. " Permaisuri ingat betul jika putranya tidak suka tidur dalam keadaan terang "


"Yang mulia masih saja memperhatikan hal kecil seperti itu meski sekarang Pangeran sudah dewasa ."


"Apa lagi yang bisa ku lakukan , selama ini dia bahkan menemaniku dalam pengasingan , meski berada di tempat lain . Dia tumbuh seperti itu , aku bahkan tidak tau apa yang di alaminya di luar sana "


"Hamba bahkan tidak bisa mengenali Pangeran dengan baik, Pangeran benar benar terlihat sangat berbeda dengan yang dulu. Pangeran tampak begitu tangguh "


"Begitukah ? โ˜บโ˜บ" Permaisuri senang mendengar pujian atas putranya itu.


"Aku yakin pangeran dan panglima Chunso sudah memikirkannya , tidak perlu hawatir . Tidak akan terjadi apa apa " Permaisuri mengerti ke khawatiran Dayang Choi ,


Kedatangan Pangeran serta panglima Chunso harus di rahasiakan , tidak ada yang boleh tau tentang hal itu. Jika tidak tentu akan menimbulkan kekacauan .


Tidak di pungkiri memang jika secara fisik dan mental pangeran tentu sudah jauh berubah, badan pangeran yang dulu kurus kini terlihat begitu kekar daripada dahulu. Pangeran dulu tidak suka membawa pedang karena memang tidak pandai bela diri kini tampak menggengam pedangnya kemanapun dia pergi,tampak berwibawa ditambah lagi dengan wajah rupawannya yang penuh dengan pesona.


๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ


Pangeran kini sedang menikmati udara pagi hari di halaman seorang diri menunggu fajar menyingsing . Dari balik pagar seseorang tampak mengamati kediaman permaisuri diam diam , setelah di rasa cukup pria itu segera pergi dari sana .


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป



๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ

__ADS_1



๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ



.............๐Ÿต๐Ÿต


๐Ÿ’


"Dimana pangeran ? "


" Pangeran sedang menunggu yang mulia di luar "


Permaisuri berjalan keluar dari kediamannya , dilihatnya pangeran tengah berbicara dengan panglima Chunso . Mereka tampak membicarakan sesuatu yang terlihat penting.


"Apa yang kalian bicarakan ? ?apa aku boleh bergabung ? "


"Ibu sudah datang ? tidak ada hal yang penting , ibu sudah siap ?? ? kita bisa berangkat sekarang ? "


" Ya ,mari"


Hari ini Pangeran ingin mengajak ibunya jalan jalan di sana , meski masih pagi buta permaisuri sama sekali tidak merasa keberatan . Dayang choi dan dayang So juga ikut serta menemani mereka, para prajurit sengaja mengikuti mereka dari jauh .Akan terlihat sangat mencolok jika mereka semua berjalan bersama sama.


"Ku dengar dulu ibu juga sering diam diam pergi ke luar istana "


"Siapa yang memberitahu mu ? apa panglima ?"


"Memangnya siapa lagi ? " Pangeran tersenyum melihat ibunya yang terkejut karena rahasianya di ketahui sang putra.


" Kau memberitahu Pangeran hal seperti itu ya, astaga "


" Kenapa ibu terkejut , tidak masalah aku dulu juga sering melakukannya "


" Benarkah ? kenapa tidak ada yang memberitahu ibu "


" hahahahhaha " mereka semua tertawa mendengar hal itu ternyata kebiasaan kabur kaburan permaisuri juga menurun pada putranya.


๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ๐ŸŒ

__ADS_1


__ADS_2