
π’π’ sebelum baca jangan lupa like dulu ya...πππ... biar novel ini semakin mendapat nutrisi yang cukup.
so.... mari kita lanjutkan saudara saudara ...π
Matahari telah terbit menanpakkan dirinya setelah berganti shif dengan rembulan.
Suara kuda meringkik , Damini telah menyiapkan menu masakan untuk menambah energi hari ini. Damini istri Lall Sing yang tercinta.
Berperawakan sedikit gemuk dan tidak terlalu tinggi, berbanding terbalik dengan Lall sing yang kurus dan agak tinggi .
"Hei , apa kau akan menunggu makananmu dinggin dan dihinggapi lalat baru mau makan ??" Gerutu Damini kesal karna melihat suaminya yang belum juga selesai dengan pekerjaanya
""Istriku , ini masih pagi jangan marah2 terus. Bisa bisa keriput di wajah mu itu semakin bertambah banyak "
"Huh, kau tau. Gara - gara siapa wajahku ini bisa keriput seperti ini ??!! harusnya kau yang tabib itu mencari ramuan supaya istrimu awet muda dan bertambah cantik "
" Kalau mau cantik, peras dulu lemak di badanmu biar sedikit berkurang. Baru aku akan membuat ramuan itu untukmu, percuma saja di beri ramuan kecantikan kalau badanmu masih sebesar karung "
" Biar saja berisi, terlihat makmur dan ter urus.. daripada kau kurus kering "
"Mak mur katamu ?? itu bukan makmur , tapi kelebiham muatan "π€£π€£π€£
"Masih untung aku mau menikah dengan tongkat berjalan sepertimu , harusnya kau bersyukur "
" Sudah, cepat panggil mereka. Biar kita cepat makan bersama , hari ini mereka akan ikut dengan ku ke pasar di kota "
"Oiya , aku sampai lupa dengan tuan tampan itu " Wajah Damini yang semula di tekuk langsung cerah ceria ketika mengingat Chanso yang tampan.
Juho dkk memutuskan untuk tinggal bersama Lall sing untuk waktu yang tidak ditentukan, sedang kapal rampasan mereka masih bisa di pakai untuk mendapatkan biaya hidup.
Hanya saja dijalankan oleh sepupu Lall Sing, Anobh Sing. Hasil perjalanan dibagi dua , separo untuk Juho dan separo lagi untuk Lall Sing dan Anobh Sing.
Di belakang rumah Juho masih berlatih beladiri dengan Chanso dengan tangan kosong, kemampuan Juho semakin meningkat.
Dia cepat mempelajari segala sesuatu, pangeran selain tampan juga di anugrahi otak yang cerdas, sikapnya juga sopan , tidak memandang kasta layaknya bangsawan lain yang selalu merendahkan orang miskin.
"Bagus, tehnikmu semakin baik. Sepertinya latihanmu dengan tuan Kakkar membuat seranganmu menjadi beragam dan sulit ditebak " Puji Chanso yang melihat perkembangan muridnya begitu pesat.
"Tuan tampannnn " Damini berjalan sambil senyum2 menghampiri Juho dan Chanso
"Bibi , ada apa ?? apa paman Lall sudah mau berangkat ?? " Taemin menanggapi
" Tidak , kalian harus makan dulu baru berangkat. Bibi sudah memasak makanan yang enak enak untuk kalian semua "
"Hmmm pasti enak jika bibi sudah bilang begitu , bibi kami duluan " Chilsuk dan Taemin berjalan terlebih dulu menuju ruang makan.
"Hei janggan lupa cuci tangan kalian dulu "
"Paman, penggemarmu sudah tiba "
Juho tersenyum melihat kedatangan Damini , sementara Chanso hanya menghela nafas . Sejak dia datang, wanita itu selalu menggoda Chanso, mungkin karna sudah terlalu lama melihat yang butek, begitu ada yang bening jadi rada silau π€£π€£π€£
__ADS_1
#......#......#......#......#......*.....
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka telah selesai makan dan mengganti pakaian dengan pakaian yang telah disiapkan Damini sebelumnya . Mereka harus berbaur dan menggunakan pakaian seperti warga sekitar .
" Paman kita berangkat sekarang ?? " Tanya Juho
"Iya sebaiknya kita berangkat, jika tidak wanita itu bisa bisa ingin ikut juga " Akhirnya mereka berangkat.
Sementara Damini masih mempersiapkan beberapa bekal makanan, begitu keluar suaminya Lall Sing dan anak anak tampan itu sudah tidak ada di sana sehingga mendongkolah hatinya .
πππππ₯ππceri ceriaπππ₯ππ
Juho melihat sekeliling, sesampainya dipasar dia memutuskan untuk berkeliling dengan Taemin. Matanya berbinar, pasar di sana sanggat luas dan begitu ramai. Banyak barang barang yang baru pertama kali di lihatnya.
"Hei tuan , kau mau cari apa ?? di tokoku banyak barang2 bagus kau pasti menyukainya ." Anak laki laki itu menawari Juho dan Taemin barang daganggannya, Juho melihat barang barang disana.
"Ini sanggat cocok untukmu tuan, bahannya bagus . Kain terbaik di kota ini (orang asing ini kelihatannya bodoh) "ππ
Anak itu memberikan isyarat mata pada temannya yang berada di belakang Juho dan dalam sekejab kantong koin itu sudah berpindah tanggan, Juho yg menyadarinya langsung menoleh.
Dia melihat seorang anak laki-laki tersenyum dan berlari menjauh, Juho dan Taemin segera mengejarnya di tenggah ramainya penggunjung di sana.
"Hei paman jadi beli tidak ??? heiii hei , ya sudah pergi saja " Sahil berteriak memangil mereka berdua.
Senyum liciknya merekah, tentu saja dia itu juga salah satu anggota mereka. Sahil hanya berpura - pura menjadi penjual baju disana menggantikan pedagang yang sebenarnya.
"Bocah , apa yang kau lakukan di tokoku ? sana pergi !!! menganggu saja "
"Pergi sana dasar brandal kecil " Pemilik toko itu hanya mendengus kesal, dia tidak bisa menegurnya tadi karena sibuk melayani pembeli lain. Sahil kemudian pergi menjauh .
##### sesi kejar2ranpun dimulai#######
πββπββπββπββπββπββπββπββπββ
Juho masih terus menggejar anak itu dengan Taemin, tapi mereka kemudian berpencar.
"Kau kesana , aku kesana " Juho menggejar anak berbaju hitam, sedang Taemin menggejar anak satunya lagi. Mereka terus menerobos kerumunan orang.
"Hei perhatikan jalanmu !!!." Orang - orang mulai kesal karena aktifitas itu, Juho kadang harus melompati gerobak buah yang tiba - tiba melintas di depannya.
...Taemin akhirnya berhasil menanggkap anak itu denggan susah payah...
"Hh mau kemana lagi kau anak kecil , dasar anak nakal" Taemin menyerigai.
"Hehhehe, tidak ada padaku paman "
Anak itu tersenyum nakal, Taemin berusaha meraba tubuh anak itu. Mem bolak balikanya , dan memang tidak ada.
"sial " Taemin sedikit mendorong anak itu kebelakang.
Karena lenggah anak itu kembali lolos, tentusaja mereka lebih mengetahui daerah itu dari pada Taemin. Diapun memutuskan untuk kembali mencari Juho yang entah sekarang ada di mana .
__ADS_1
Juho masih berusaha menggejar nya
"Dia tangguh juga " Cote sesekali melihat ke belakang dannnnnn.
.... ......BRUUUUKKKKK....
"Aduh "
Cote menabrak seseorang yang tiba - tiba muncul saat mau berbelok ke gang , tubuhnya yang kecil terjatuh dan terlihat di sana ada banyak buah- buah yang berserakan.
"Hjhhhj ffftttt, ahirnya tertangkap juga " Juho berhasil menangkap pencuri kecil itu lalu memegang wajah Cote agar menatap matanya.
"Kembalikan kantong milikku, sekarang juga "
"Hei apa yang kau lakukan pada anak itu? "
Seorang gadis muda menegur Juho karena bersikap kasar pada anak kecil , pandanggan mereka pun bertemu. Seorang gadis muda yang memakai baju warna putih .
Rambutnya yang digerai tertiup anggin sepoi - sepoi, selendang di lehernya menambah kesan cantik dan anggun , Juho yang menoleh seketika tertegun menatap gadis itu.
Gadis itu juga menatap juho..m
"Kalian mau sampai kapan saling menatap ?.?" Cote yang memperhatikan mereka langsung menegur karena 2 orang itu masih terus menatap, sontak Juho dan gadis itu tersadar dari aktifitas saling memperhatikan itu .π€«π€«π€π€π€π
Juho yang teringgat tujuannya lalu meraba baju Cote dan menemukan kantung uangnya.
" Pencuri cilik, kecil-kecil sudah pintar mencuri. Bagaimana kalau sudah besar nanti ?? mau jadi perampok ??? sergah Juho lalu melepaskan Cote.
"Apa kau tidak apa2 ? " Gadis itu menarik Cote ke arahnya dan membersihkan debu di bajunya karena terjatuh tadi.
"Apa tidak bisa menegur dengan halus ?? dia masih anak2 " Melihat kantong uang milik gadis itu Cote lalu menariknya dan langsung melarikan diri.
"Heiiii !!!" Gadis itu terkejut, anak itu sudah membawa lari kantong uang miliknya.
" Jangan terlalu kasar pada anak anak katamu ?? "
Serigai Juho mengejek gadis itu yang baru saja kecopetan seperti dirinya, Juho lalu memunggut buah buahan yang berserakan itu dan memasukkannya ke dalam keranjang.
"Nona Zara, kau sedang apa disini ?? aku sudah menungumu dari tadi " Seorang gadis menghampiri Zara yang tengah bersama pria asing.
Juho menyerahkan keranjang buah itu pada pemiliknya, begitu diterima Zara langsung berpaling pergi menarik temannya menjauh dari tempat itu.
"Ayo Shagun, kita sudah terlambat "
"Apa begitu cara orang sini berterimakasih ?? "
mendengar itu Zara berhenti, kemudian berbalik
"Aku tidak pernah meminta bantuanmu, kau sendiri yang mau menolong ku " Ucapnya ketus
.......1ππππππ......πππππππ
__ADS_1
Ehem... kayaknya ada bau2 anggus ni.....sepertinya mas juho habis keslomot sesuatu deh... itusi namanya habis musibah.. dapet berkah... bisa ketemu mbak2 cantik...########