
Dayang Ca terus berjalan dan sesekali melihat ke sekeliling takut takut jika ada yang mengikutinya di belakang .
Dalam hatinya selalu memanjatkan doa agar bisa sampai ke kediaman tuan seowon dengan selamat .
Sementara itu prajurit kediaman utama yang sudah tiba di rumah itu segera bertanya pada dayang yang ada di sana.
Mereka menceritakan bahwa bayi itu di bawa keluar karena tidak ada tabib yang ada di dekat sini .
Setelah mendengar berita itu pria yang merupakan kepala penjaga di kediaman utama segera mengerahkan pasukan pribadi Tuan Tae Gwa untuk segera mencari tiga orang itu.
Keberadaan bayi itu harus segera di temukan secepatnya .
Dayang Cha terus berjalan dengan cepat namun tiba tiba dua orang yang memakai penutup wajah menghadangnya dan menghunuskan pedang.
"Si si siapa kau ? " Tanya dayang itu gugup , namun dia mendekap bayi itu ke dalam pelukanya dan mengenggam gagang pedang dengan begitu erat .
Meski dengan nyawanya dia harus bisa melindungi bayi ini.
Bayi yang semula tertidur mulai bangun dan menangis, pria di depanya tampak memperhatikan bayi itu lekat lekat.
"Berikan bayi itu " ucap sang pria dengan mata tajamnya
Dayang Ca mencoba mengayunkan pedangnya namun dengan mudah bisa di tepis dan pria itu berhasil mengalungkan pedang di leh*r dayang Ca.
Namun dia tiba2 melihat sesuatu yang ada di leher bayi itu , sebuah kalung.
"Putri Zara " Ucapnya lirih ,dia bisa mengenali kalung yang di pakai bayi mungil ini adalah kalung milik putri zara yang sepasang dengan milik pangeran Zaheer.
Mendengar pria itu menyebut putri Zara dayang Ca sedikit terkejut.
"Benar bayi ini milik putri Zara " ucapnya kemudian.
Entah mengapa lelakibitu segera membuka penutup wajahnya , ternyata dia adalah tuan chanso .
Tuan kakkar juga membuka penutup wajahnya , dayang Ca tau bahwa itu adalah salah satu orang asing yang mungkin datang bersama putri Zara.
__ADS_1
Setidaknya dia pernah beberapa kali melihat wajah wajah orang asing sepertinya.
"Apa benar dia pitra pangeran Seong Jun dan putri Zara ? " Tanya tuan Kakkar
"Benar iya benar "
"Itu merekaaa " prajurit pribadi tuan Tae Gwa akhirnya menemukan Dayang itu.
"Tuan selamatkan bayi ini " Ucap dayang Ca memohon , dia yakin ke dua pria itu ada di pihak yang sama dengannya.
"Jangan jauh jauh dariku " Ucap Tuan Kakkar seraya maju di depan dayang Ca.
Chanso segera menghadapi mereka dengan segenap kekuatanya , dia tidak akan membiarkan para penjahat itu membawa pergi pangeran mereka.
Beberapa musuh juga mengepung Tuanbkakkar dan dayang Ca , namun dengan kemampuanya tuan kakkar mampu melindungi mereka dengan baik.
Dalam sekejap segelintir orang itu bisa di tumbangkan .
"Ayo cepat pergi dari sini , mereka mungkin akan mengirim pasukanya lagi " ucap tuan kakkar
Dayang Ca menurut dan mengikuti mereka , Chanso sebelumnya meminta untuk menggantikan membawa bayi itu dan Dayang Ca tanpa ragu segera memberikannya.
"Nyonya " Ucap Chanso ketika melihat istri bangsawan Kim.
"Panglima Chanso " Nyonya terkejut melihat kedatangan panglima chanso, namun hatinya lega saat melihat bayi dalam gendongannya.
Ternyata selaman ini bangsawan Kim Seowon adalah orang yang diam diam memihak pada pangeran seong Jin.
Dia juga yang waktu itu sempat datang menemui rombongan pangeran seong jun waktu pertama kali datang bersama orang orang asing itu.
Ternyata selama ini dia hanya berpura pura mendukung partai kiri , sebenarnya dia dulu memang dari pihak Ratu . tapi karena pangeran pernah mengampuni nyawanya setelah melakukan sebuah kejahatan yang serius maka dia mulai berubah haluan.
Saat itu tepat kejadian yang mengerikan dimana Tuan kim berhasil menikam pangeran seong Jun , luka yang membekas di dadanya adalah hasil perbuatan kim seowon malam itu.
Namun untungnya pangeran bisa selamat setelah melewati masa kritisnya , panglima chanso yang waktu itu berhasil menangkapnya sengaja menahanya di tempat rahasia.
__ADS_1
karena dengan di tangkapnya tuan Kim Seowon mungkin bisa membantu permaisuri Myung hee dari partai kanan untuk mengungkap semua kejahatan yang di lakukan oleh orang orang dari golongan kiri.
Karena kejahatanya yang begitu serius hingga mengancam keselamatan nyawa pangeran Seong Jun maka tentu dia dan seluruh keluarganya akan mendapat hukuman yang sangat berat.
Karena itu pangeran yang saat kejadian masih sangat muda memberikan sebuah penawaran padanya , mendengar masih adanya cara untuk mendapat pengampunan Tuan Kim Seowon akhirnya setuju.
Jika bisa menyelamatkan seluruh keluarganya maka apapun syaratnya akan sebanding , bangsawan Kim tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyelamatkan nyawa keluarganya.
Maka pangeran Seong Jun yang waktu itu dalam keadaan terluka meminta sumpahnya agar sampai mati bangsawan kim Seowon bersedia setia padanya.
Setelah mengikrarkan sumpah setia itu pangeran kemudian berjanji tidak akan membiarkan Raja menhetahui jika kim Seowonlah yang telah menikamnya .
Meski waktu itu pangeran masih sangat muda namun pangeran adalah anak yang spesial , dia lebih dewasa dari umurnya dan sangat cerdas hingga semua orang mengatakan bahwa dia adalah jenius dari dinasti ini.
Saat penangkapan malam itu juga di lakukan oleh pasukan khusus yang setia pada pangeran , bahkan tuan Chanso justru menahan kim Seowon tanpa di ketahui Raja.
Setidaknya jika langsung di serahkan pada Raja maka kemungkinan hanya kim seowon dan keluarganyalah yang akan mendapatkan hukuman , mereka mungkin akan kehilangan kesempatan untuk menangkap penjahat penjahat lainnya.
Dia memberikan komplotan kim seowon untuk di jadikan kambing hitam atas peristiwa penikaman itu.
Alasanya adalah dari awal pangeran memang tidak terlalu dekat dengan ayahnya karena beberapa hal yang tidak disukainya. Salah satunya karena keberadaan beberapa istri ayahnya dan selir selir.
Pangeran Seong Jun tidak suka itu , dia sudah tau beberapa kejahatan yang di lakukan oleh beberapa wanita raja kepada ibunya . Dan karenanya pangeran tidak percaya pada ayahnya yang dekat dengan mereka , takutnya akan terbawa perasaan dan akhirnya tidak adil dalam memberikan hukuman
Chanso yang memang diam diam mencintai permaisuri Myung Hee tentu mendukung dan mau setia pada pangeran Seong Jun.
# kembali ke masa sekarang #
"Dimana putri ? " Tanya Chanso yang ingin memastikan keberadaan putri Zara
"Dia ada di ruangan khusus , dari tadi beliau gelisah dan tampak tidak tenang " ucap nyonya.
"Mungkin itu karena beliau bisa merasakan keadaan pangeran yang sedang sakit " Jawab Dayang Ca yang mengungkapkan pemikiranya.
"Pangeran sakit ? " Tanya Nyonya memastikan.
__ADS_1
"Benar tadi pangeran sempat rewel karena demam yang sangat tinggi , beberapa tabib yang kami cari ternyata tidak ada di tempat karwna harus merawat kerabat bangdawan Dae . karena itu kami membawanya keluar dari kediaman untuk mencari tabib lain yang sedikit jauh rumahnya . Dan akhirnya aku bisa memiliki kesempatan untuk membawa pangeran pergi " Jawab dayang Ca menjelaskan.
" Syukurlahh " ucap nyonya seraya menghela nafas lega