The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Awal Pertarungan


__ADS_3

" Raja .. biarkan aku yang menghadapinya , yang mulia tidak perlu melawan prajurit ini .. " Ucap pangeran Jeet Singh menawarkan diri


Raja Mahender meliriknya tajam, dia tau betul siapa pria itu . Dia adalah tunangan putri Zara , gadis yang di incarnya saat ini.


"Selanjutnya Raja hanya perlu memengal Raja sombong ini.. biarkan aku menangani kaki tangannya "


" Pangeran Jeet Singh... kau memiliki kepercayaan diri yang bagus... tidak masalah...aku justru senang jika kau bisa mat?..terlebih dahulu....aku mungkin bisa menggantikan posisimu menikahi Putri Raja Balraj Kumar yang sangat cantik itu ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜"


Mendengar itu pangeran Jeet Singh menjadi sangat marah dia langsung mencabut pedangnya.. ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜  untung jarak mereka tidak terlalu dekat , jika tidak dia pasti sudah menyerang Raja Tirani itu .


"Panglima... jangan sampai kalah." Raja madraka itu lalu menjalankan kudanya pergi menjauh dari sana ...


"Pangeran Jeet Singh.. kau harus menang " Raja Avenash dan Panglima Yash lalu pergi meninggalkan pangeran Jeet Singh dengan lawannya di sana .


"Pangeran Jeet singh.. aku pernah mendengar nama mu.. ku harap kau tidak mat? di sini .Karena jika tidak ...apa yang di ucapkan Raja barusan benar benar akan terjadi... Dia sunguh sunguh mengatakanya..๐Ÿ˜๐Ÿ˜." Pria itu menatap Pangeran Jeet tajam


"Itu tidak akan terjadi.๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ .. Hya " pangeran Jeet langsung menyeran misuhnya lebih dulu , hatinya sudah panas membara mendengar mama Zara di sebut sebut.. tentu dia merasa tidak terima dengan itu.


Pria itu terus menangkis serangan Pangeran Jeet , dia cukup tangguh . Dengan satu serangan pria itu berhasil membuat pangeran terjatuh dari kudanya, pria itu lalu ikut melompat turun dan bersiap menyerang lagi.


Pangeran Jeet dengan cepat bangun melihat musuh telah bersiap menyerangnya lagi, Pertarungan mereka terlihat begitu sengit . sesekali pangeran Jeet bisa mendaratkan pukulannya ke tubuh panglima itu.


"Bugh... prang.... prang..." pedang mereka masih beradu


Dari Jauh mereka melihat duel dua kesatria itu , Raja Balraj Kumar berharap calon menantunya bisa memenangkan duel itu . mereka terlihat imbang pangeran Jeet terkena sabetan pedang di lenganya , beruntung hanya goresan kecil karena dia bisa menghidar dengan cepat.๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ

__ADS_1


"Ayo keluarkan yang kau punya Pangeran , apa hanya ini kemampuan mu " ejek pria itu takala melihat darah mengalir dari lengan Pangeran Jeet Singh


"Sombong , sama seperti raja mu . Kau juga akan binasa..akan ku pastikan hal itu...hyaa ..hya... hya.." Pangeran Jeet kembali menyerang dengan pedangnya , kali ini dia meningkatkan kecepatanya hingga berhasil melukai pinggang musuhnya.


"Kurang ajar... hiyaaa.... " Panglima itu kembali menyerang . Dari kejauhan Raja Mahender juga memperhatikan pertempuran itu , ia harap panglimanya bisa membereskan sang pangeran .


Dia tampak sedang menenggak air minum di sebuah cawan yang memang sudah di siapkan khisis untuknya , pertarungan ini memang sangat menarik sayang jikaharus di lewatkan .Senyumnya tiba tiba merekah licik ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ , angan anganya melambung tinggi mengingat seseorang yang akhir akhir ini sudah mencuri perhatiannya .


Meskipun hanya melihatnya dari sebuah lukisan tapi Raja Mahender telah di buat jatuh hati๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ . Lukisan itu di dapatnya dari Raja Varun yang ternyata membawa seorang yang pandai melukis saat mengikuti sayamwara itu , dia diam diam menyuruhnya melukis Putri Zara tanpa ada yang mengetahuinya dan berhasil.


Sebenarnya raja Mahender tidak sengaja melihatnya saat dia menyergap Pangeran Varun di kerajaan miliknya, Gulungan itu terlihat di selipkan di pinggang pangeran Varun sehingga Raja Madraka itu bisa dengan mudah merampas lukisan yang sangat berharga itu.


Pertama kali dia buka lukisan itu senyumnya langsung merekah , keadaan hatinya menjadi hangat .Dia bahkan memutuskan akan menjadikan Putri Zara sebagai Ratu miliknya .


Kembali ke pertarungan .


Pangeran Jeet Singh tampak sedang terdesak ,tapi dia tidak akan menyerah. Raja madraka tampak begitu senang melihat Pangeran yang di buat jatuh bangun . Panglimanya memang salah satu orang kepercayaannya yang memang tangguh .


Sehingga tidak heran dia bisa membuat Pangeran Jeet Singh kuwalahan , tapi senyum licik itu tak bertahan lama karena Pangeran Jeet singh dengan susah payah berhasil menghujamkan pedangnya tepat di perut pria itu.


Panglima Madraka itu tampak memelototkan matanya ...darah juga terlihat keluar dari mulutnya .


"arghhhh...h h h h.... k k kau.. bwhhh... h h h..."Panglima itu terlihat mengeluatkan dar@h lagi dari mulutnya , dia benar benar terluka parah ..


"Hyaaaaa " Pangeran Jeet Singh tiba tiba mencabut pedangnya yang masih menancap di perut musuhnya dan langsung memengal kep*l# pria itu hingga terlepas dari raganya . Tindakannya membuat semua yang melihat menjadi terkejut๐Ÿคฏ๐Ÿคฏ๐Ÿคฏ๐Ÿคฏ

__ADS_1


Melihat itu Raja Mardaka menjadi marah , di lemparkannya gelas yang saat ini ada di tangannya karena begitu kesal . Dia tidak menyangka bahwa Pangeran Jeet Singh bisa memenangkan pertarungan satu lawan satu itu.


Sedangkan di kubu lain tampak Raja Balraj Kumar dan semua yang ada di sana merasa senang karena sang Pangeran bisa memenangkan duel sengit itu. Dia memang ksatria yang tangguh๐Ÿ‘๐Ÿ‘


Pangeran Jeet Singh mengangkat pedangnya tinggi tinggi , memamerkan kemenanannya dengan bangga. Kemudian di acungkannya senjata miliknya ke arah musuh , atau lebih tepatnya ke arah Raja madraka.๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก


Seakan akan dia menunjukkan bahwa selanjutnya Raja Madrakalah yang menjadi target selanjutnya dan akan mengalami hal yang serupa seperti panglimanya itu. Berakhir dengan sangat menggenaskan .


"Haaaa...." Teriak pangeran Jeet Singh keras, dia senang bisa membereskan musuhnya yang lumayan merepotkan itu . kemudian dia kembali naik ke kudanya dan kembali ke pasukannya... setidaknya dia harus memimpin pasukannaya


Melihat itu Raja Madraka segera memerintahkan pasukanya untuk segera menyerang. Pangeran Jeet memacu kudanya dengan cepat hingga akhirnya dia sampai , kedatangannya di sambut meriah oleh seluruh pasukan sertaPara Raja dan Panglima. Mereka sangat senang melihat kemenangan gemilang iti.๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚


"Kau memang hebat pangeran Jeet " ucap Raja Balraj Kumar yang langsung melontarkan pujiannya pada calon suami putri kesayangannya , tampaknya dia sangat puas dengan kemampuan pangeran Jeet singh.


"Terimakasih Raja . " Pangeran Jeet merasa sangat senang karena mendapat pujian dari calon mertua , dia senang bisa membuktikan kemampuannya itu di hadapan semua orang . Dan merasa sangat puas meski harus bertarung dengan susah payah.


Mendapat perintah itu seorang panglima kemudian berteriak dengan keras dan telah bersiap untuk berperang


"Serang.." kedua belah pihak berlari memulai pertempuran .


Pertarungan besar itu akhirnya pecah juga , para penunggang kuda menyerang terlebih dahulu . kuda kuda berlari dengan begitu kencangnya menyongsong musuh dan akhirnya pedang pedang itu mulai beradu.


Raja Madraka melihat pertempuran itu dari jauh, dia saat ini duduk di kereta kuda perangnya . Memperhatikan jalannya peperangan itu


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’

__ADS_1


__ADS_2