The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
kawan atau lawan


__ADS_3

Mereka semua tampak terkejut ketika melihat siapa yang di hadapan mereka saat ini .


"Raja Varun , aku hampir lupa jika kau masih menjadi tawanan kerajaan " Ucap Pangeran Yuvraj .


Itu karena memang bukan pangeran Sanjev yang menangkapnya , melainkan Tuan Darshwana Kakkar . Dia menangkapnya saat mencoba menyerang istana ketika mereka semua sedang berada di medan pertempuran .


"Aku terkejut karena Mahender tidak melepaskan mu ketika dia berhasil menduduki istana ini , entah dia lupa atau sengaja melupakan mu karena sudah tidak berguna lagi untuknya " Pangeran Sanjev mulai membuka suaranya .


"Hhh apa aku di bawa kesini hanya untuk mendengar kata kata tidak berguna seperti ini " R. Varun mulai merasa kesal


" Apa tujuan mu membawanya ke mari " Tanya Raja Balraj Kumar meminta penjelasan dari menantunya itu .


"Kesepakatan " Ucap Juho seraya melihat ke aran Varun.


"Kesepakatam dengan Raja menyedihkan seperti dia " Ucap P Sanjev tak percaya.


"Semenyedihkan apapun dia tetaplah raja di kerajaannya , pasukannya akan tetap setia pada pewaris sah dari tahta kerajaan " Ucap Darshwana Kakkar menegaskan fakta itu


"Ha ha ha Aku hanya Raja yang sudah kehilangan kerajaannya , Mahender sudah merampas kerajaan ku dengan membiarkan ku tetap menjadi tahanan meski dia sempat menguasai istana ini . Dia mengirim putranya untuk menggantikan ku di sana dan mengatakan bahwa aku akan bertahta di sini untuk menipu prajuritku . " Ucap Varun dengan penuh emosi .


Bagaimana tidak , karena kegagalannya menangkap putri Zara hingga bisa kabur dia harus mendapatkan perlakuan keji dari Mahender yang terus menyalahkan dirinya .


Ketidak mampuan Varun membuat Mahender harus kehilangan jejak Putri Zara , membuatnya kelimpungan dan sangat kesal .


Untuk itu dia mengirimkan pesan pada penasihat kerajaan dan mengatakan bahwa Suryavans telah takluk dan menjadi bagian dari mereka sehingga Varun sementara waktu harus berada di suryavans untuk bertahta di sini membantu Mahender hingga urusannya selesai .


Setelah urusan selesai Raja Varun akan di kembalikan lagi ke kerajaanya , namun lagi lagi ini hanyalah intrik dan ucapan palsu Mahender . Dia lalu dengan tidak tahu malunya mengirimkan sang putra untuk berada di sana sebagai ganti Varun sementara waktu .


Mereka mau tidak mau harus menerima keputusan itu karena kerajaannya memang sudah bersumpah setia pada Madraka . Huft betapa naifnya tindakan itu


Mereka langsung percaya saja pada lidah bercabang Mahender Chawala dan sama sekali tidak tau jika rajanya justru menjadi tahanan spesial Mahender.


"Setidaknya Raja Varun sudah menyadari bahwa selama ini dirinya berpihak pada sisi yang salah , untuk itu aku menawarkan padanya agar bergabung dengan kita melawan Madraka dan sekutunya " Ucap Juho kemudian

__ADS_1


"Kenapa kau begitu yakin aku mau bergabung dengan kalian " Jawab Varun


"Karena ku rasa anda cukup pintar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama , bukan tidak mungkin suatu saat nanti Mahender akan kembali menghianati mu jika kau kembali bersekutu dengannya . Dia selalu begitu " Tuan Darswana Kakkar me mencoba meyakinkan Varun.


" Mereka memiliki pasukan dan sekutu yang besar , apa untungnya jika aku bergabung dengan kalian " Jawab Varun masih dengan sikap meremehkan


"Kami akan berusaha mengalahkan mereka , tidak perduli sebesar apa kekuatan musuh . Itu bukan jaminan pasti menang di dalam pertarungan , adakalanya otak jauh lebih mematikan dari otot . Yang mulia seharusnya bisa melihat itu karena saat ini kami bahkan bisa merebut kerajaan ini dari tangannya " Jawab Juho penuh keyakinan


"Hanya keberuntungan , setelah ini Mahender benar benar akan meratakan Suryavans dengan tanah. " varun tersenyum kecut


"Beraninya kau "Pangeran Sanjev berniat mencabut pedangnya namun tuan Kakkar segera mengisyaratkan agar ia tidak melanjutkan tindakannya itu.


"Kita tidak boleh menyerah begitu saja , jika tidak mereka akan semakin bertindak seenaknya pada kita semua. Dia harus segera di hentikan , kita harus segera mennyingkirkan Raja Madraka dan Panglima Bagwandas " Juho terlihat geram saat mengucapkan nama terakhir itu


"Kau cukup pintar bisa menebak otak di balik ini " Varun melihat Juho dengan tatapan yang sulit di artikan


" Kita memang harus mengetahui siapa musuh sebenarnya sebelum berani mengibarkan bendera perang " Ucap Juho penuh penekanan.


Pertemuan itu terus berlangsung cukup sengit karena Raja Varun yang susah di ajak kerja sama .


sebuah pesan rahasia yang harus sampai langsung pada orang yang di tuju . Mereka harus mengirimkan pesan ini serahasia mungkin agar musuh tidak mengetahuinya.


๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข


Raja Mahender sangat murka ketika mendapat kabar bahwa orang orang yang di utusnya gagal dan langsung di habisi di tempat .


Namun dia juga mendapat kabar lain bahwa istri istri dan selirnya saat ini sudah di lepaskan dari tawanan dan dalam perjalanan pulang. Suryavans tidak ingin menampung mereka lagi karena terlalu sering membuat keributan .


Panglima Bagwandas terlihat melirik ke orang kepercayaannya untuk menyelidiki musuh , ia mencium ada hal tidak beres di sini.


๐Ÿ’• .....๐Ÿ’• ๐Ÿ’•


Malam kian larut , namun Zara masih belum bisa memejamkan matanya . Entahlah , dia masih menunggu suaminya yang masih belum kembali juga .

__ADS_1


Zara melihat pemandangan langit malam yang bersih tanpa awan , kamarnya memang memiliki ruangan terbuka yang bisa langsung melihat ke langit luas ( Balkon yang sangat luas ).


Zara hingga tidak menyadari kedatangan seseorang di belakangnya dan Happpp, seseorang tampak memeluknya dari belakang .


"Kenapa belum tidur ? "Juho mengecup kepala istrinya dan semakin erat memeluknya


"Aku menunggu mu " Zara melepaskan tangan Juho dan segera berbalik perlahan agar bisa berhadap hadapan dengan suaminya .


Juho menatap mata indah Zara , menyatukan kening mereka sejenak .


"Apa sekarang kau benar benar tidak bisa jauh jauh dariku ? hm ? seperti aku yang tidak bisa melewatkan hari ku tanpa mu " Juho menggesekkan hidungnya dengan hidung Zara .


"Kata katamu terlalu manis untuk ku dengar , hmn jadi bagaimana apa sudah selesai urusan mu ? " Tanya Zara seraya menatap wajah suaminya yang kini tepat berada di depannya


"Hmn, sudah dan sekarang aku lelah dan haus "


"Sebentar akan ku ambilkan minum " Zara kemudian berniat meninggalkan suaminya namun Juho tidak membiarkan wanita itu lepas dari pelukanya .


"Lepaskan, bagaimana aku bisa membawakan air untuk mu jika kau tidak melepaskan ku "


" Aku tidak membutuhkan air. aku hanya membutuhkan mu untuk menghilangkan dahaga ku " Ucap Juho seraya meraba bi b!r Zara dengan jarinya .


Tatapan Juho terlihat mulai sayu, entah kenapa dia tidak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak menyentuh Zara , wanitanya itu sudah seperti opium baginya .


Juho menenggelamkan wajahnya dan bersembunyi di ceruk leher Zara , menghirup aroma tubuh istrinya yang begitu memabukkan .


Zara tampak menikmati setiap kecupan dan sentuhan Juho, tidak munafik . Zara juga menyukai sikap Juho yang sangat agresif ini


"h h h h h "


Juho lalu menatap Zara dan semakin mendekatkan wajahnya , Juho menempelkan bi b?rnya pada b?b!r Zara dan mulai menc!um istrinya itu.


zara mengalungkan tangannya di leher Juho dan mereka kembali hanyut dalam manisnya pertukaran saliva itu , padamulanya c!uman Juho begitu lembut , namun semakin lama semakin panas dan menuntut .

__ADS_1


"Hphhh "


__ADS_2