The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
masih flash back (Nyonya Jung pemilik indra ke enam)


__ADS_3

" Raja harus memberikan pengawalan berlebih pada putri mahkota " Ucap nyonya Jung tiba tiba.


Raja , putra dan putri mahkota menjadi terkejut setelah mendengar hal ini.


"Apa maksudmu nyonya Jung ? Apakah ada yang menargetkan keselamatan putri mahkota saat ini "Tanya raja


"Bukankah semua sudah sangat jelas , sejak putri Myung hee di pilih menjadi putri mahkota segalanya tidak akan sama lagi. istana memang tempat yang seperti itu bukan ? " Ucap nyonya Jung seraya menatap Raja yang sudah menyadari tindakan sembrononya kali ini.


Entah kenapa raja tidak memikirkan hal ini sebelumnya dan dengan cerobohnya meminta ke tiga menantunya itu di ramal secara bersamaan oleh nyonya Jung di hadapannya.


Semua ini gara gara dia terlalu hawatir dengan penyakitnya dan terlalu senang dengan kabar yang dia dengar dari nyonya Jung sampai lupa jika di dalam istana di penuhi dengan trik intrik yang menakutkan.


"Ini karena kecerobohan ku "Sesal raja


Putra dan Putri mahkota tampak mulai mengerti arah pembicaraan ini, bahkan keringat dingin sudah mulai terlihat di kening putri mahkota hingga suaminya dengan sigap mengusapnya menggunakan saputangan.


"Namun ada beberapa hal yang tidak sepenuhnya salah " Ucap nyonya Jung seraya memeriksa nadi putri mahkota.


" Apa maksud mu ?" Raja menjadi tidak mengerti


"Tindakan raja tidak sepenuhnya salah ,tapi ada beberapa hal yang tidak boleh di katakan , aku juga memiliki batasan untuk ini . Segala sesuatu sudah di takdirkan ,saya tidak bisa mengatakan hal yang aka membuat langit murka .


Ada yang bisa dan tidak bisa kami katakan tentang rahasia rahasia penglihatan kami , semua ada batasan.


Namun kondisi putri mahkota saat ini juga patut di syukuri , bukan begitu putri " Ucap nyonya Jung seraya melirik putri mahkota yang tampak gugup seraya meremas jari jemarinya.


Raja melihat gerak gerik putri mahkota yang sedikit mencurigakan.


"Nyonya Jung apa ada yang salah dengan putri mahkota?" Tanya putra mahkota yang melihat raut wajah istrinya yang kini tampak semakin pucat pasi


"Tidak , justru anda harus bersyukur atas kondisi nya. Putri mahkota sedang mengandung yang mulia pangeran , selamat" Akhirnya nyonya Jung mengatakan hal ini juga


Mendengar itu baik raja dan putra mahkota sangat terkejut karena mereka memang belum tau kabar gembira ini sebelumnya.

__ADS_1


"Sepertinya putri mahkota belum mengatakan kabar ini bukan ? " Ucap Nyonya Jung seraya menelisik wajah putri mahkota yang bahkan tampak lebih tegang saat ini.


Raja dan putra mahkota langsung menatap putri mahkota dengan mata yang berbinar karena sangat bahagia, bahkan putra mahkota segera memeluknya erat.


Di tempat lain


Tae Gwa muda mengantar kepulangan selir Dae Hwa ke paviliun nya , ia lalu ikut masuk.


Suasana hati selir Dae Hwa terlihat sedang tidak baik bisa di lihat dari raut wajahnya yang sangat masam.


"Bagaimana mungkin , bagaimana mungkin wanita itu bisa mengatakan hal seperti itu dengan mudahnya. Memangnya siapa dia bisa berbuat begitu..arghhhhh ” Selir Dae Hwa menghempaskan beberapa benda yang ada di meja karena begitu kesal.


"Yang mulia ada apa ? apa yang sebenarnya terjadi? " Tae Gwa muda sangat menghawatirkan selir Dae Hwa yang telah lama ia sukai.


Jika bukan karena terlanjur di ajukan sebagai selir ia pasti akan menikahinya, namun ia datang terlambat hingga harus melihat wanita yang ia sukai menjadi milik pria lain dan sialnya itu adalah putra mahkota.


Padahal pangeran masih belum naik tahta namun raja telah memilihkan dua selir tambahan untuk putra mahkota , raja sangat tidak sabaran menunggu untuk menimang keturunan kerajaan selanjutnya.


"Peramal itu benar benar lancang ” Ucap selir Dae Hwa seraya duduk menutup kedua matanya mencoba meredam emosi yang kini menguasai hati dan fikiranya.


Mendengar semua kemarahan ,keluhan dan ketidak berdayaan dari selir Dae Hwa membuat Tae Gwa ikut merasa marah. Dia ingin segera membuat perhitungan pada peramal itu


Dan benar saja , setelah selir merasa sedikit tenang Tae Gwa segera undur diri untuk menjalankan tujuanya. Saat keluar ia sempat menoleh ke belakang melihat kediaman pribadi selir Dae Hwa.


Kemudian segera melangkahkan kaki pergi dari sana , ia kembali ke kediamannya sendiri dan bersiap siap.


Waktu sudah menunjukkan dini hari saatnya ia beraksi , dengan menggunakan pakaian serba hitam dan tak lupa menutup wajahnya agar tidak dapat dilihat orang.


Tae Gwa segera pergi ke tempat Nyonya Jung bermalam , tepatnya di sebuah paviliun kecil yang sengaja di bangun raja untuknya.


Paviliun ini tampak lebih kecil dari semua paviliun yang ada namun juga tampak indah dan tertata rapi , nyonya Jung memang tidak terlalu suka dengan hal yang berlebihan.


Ia bisa melihat penjagaan tempat itu tidaklah terlalu ketat , bahkan terkesan sunyi.

__ADS_1


Ia hanya melihat beberapa prajurit yang berpatroli keliling dan semakin menjauh, dia tidak perlu repot repot mengecoh orang.


Tae Gwa dengan mudah memasuki paviliun itu dengan membawa sebilah pedang yang dari tadi ia genggam dengan sangat erat, ya Tae Gwa datang ke mari d Ngan tujuan untuk menghabisi NYonya Jung.


Tae Gwa perlahan menggeser pintu ,namun alangkah terkejutnya saat ia melihat wanita berusia matang itu ternyata sedang duduk sambil menikmati secangkir teh panas di tangannya.


"Aku sudah menunggu kedatangan mu anak muda "Ucap Nyonya Jung seraya meminum sedikit teh nya


Terlanjur basah, Tae Gwa segera mencabut pedang dari sarungnya dan langsung di tujukan pada nyonya Jung.


"Membunuh ku tidak akan merubah takdir, kau menyukai wanita yang tidak mungkin lagi bisa di raih. Seharusnya kau lebih cepat meraihnya, namun semua sudah terlambat.


Tidak ada mada depan gemilang antara kalian , hanya ada kehancuran . Carilah kebahagiaan mu dan lupakan masa lalu ”Ucap nyonya Jung menasehati, ia sama sekali tidak gentar meski pedang yang begitu tajam itu hampir menggores lehernya.


"Omong kosong " Tae Gwa sebelumya sempat tidak habis pikir bahwa nyonya ini bahkan telah tau sebelum ia datang, ia harus hati hati.


Tapi kata katanya telah mengingatkan dia tentang kegagalannya bersanding dengan wanita yang ia sukai, mendengar fakta ini dari orang lain sungguh lebih menyakitkan.


"Aku akan menghabisi mu agar tidak lagi mengatakan hal hal bodoh lagi"


Mendengar itu bahkan nyonya Jung justru tersenyum aneh.


"Apa kau tidak penasaran dengan apa yang ku lihat dari wanita mu itu ? ”


Nyonya Jung lalu mengatakan beberapa patah kata hingga membuat matanya membola karena terkejut, genggaman pedangnya merenggang dan ia mundur beberapa langkah.


Nyonya Jung dengan sangat jelas mengatakan sesuatu yang telah mengguncang jiwanya, ia begitu shock hingga melupakan niat pertamanya datang ke mari.


"Kau boleh percaya atau pun tidak pada perkataan ku ,tapi satu hal . Jaga diri mu baik baik aku tau kau bukanlah orang berhati batu, fikirkan kata kata ku hari ini anak muda " Nyonya Jung meletakkan cawan teh nya dan melihat ke manik mata Tae Gwa.


Pria muda itu entah kenapa jadi kehilangan semangatnya dan pergi begitu saja dari hadapan nyonya Jung , langkahnya menjadi gontai.


Seperginya Tae Gwa ia hanya bisa menggeleng pelan.

__ADS_1


" Anak muda yang malang" Ucapnya lirih


__ADS_2