The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Mempersiapkan nama


__ADS_3

Seperti saat ini .


Zara tampak memakai saree berwarna hijau dengan asesories sederhana .


Wanita yang kini kehamilanya sudah menginjak sembilan bulan itu terlihat duduk di pangkuan Juho dan memainkan bulu halus yang tumbuh di wajah suaminya itu.


Zara sengaja meminta Juho agar memelihara kumis dan bulu di wajahnya, jika biasanya Juho selalu mencukurnya tapi demi menuruti kemauan Zara maka ia sengaja tak bercukur.


Apalagi saat Zara mengatakan bahwa ia sedikit lebih suka dengan pria brewokan, Juho jadi tambah bersemangat. Apalagi kebanyakan orang di sini semuanya begitu.


Meski Sebenarnya zara akan tetap mencintai Juho bagaimanapun penampilanya, menurut Juho mungkin ini adalah salah satu keinginan anak dalam perut Zara , istrinya itu memang sering meminta yang aneh aneh saat hamil.


Seharian ini Zara terus melengket pada suaminya dan tidak membiarkannya pergi kemanapun.


"Suami ku ? " Zara masih meraba raba wajah tampan suaminya , ia tidak pernah merasa bosan memandang Juho.


"Hm " Juho mengecup jemari Zara yang membelai lembut b!birnya , kesempatan


"Apa kau sudah menyiapkan Nama untuk anak kita nanti " Tanya Zara penasaran.


Sejak lama mereka telah sepakat jika anak lelaki maka Zara yang akan memberinya nama tapi jika perempuan Juho yang akan menamainya. Tapi belakangan ini Zara berubah pikiran , ia ingin mereka berdualah yang akan memberinya nama. Bersama lebih baik bukan ? Lagipula ini adalah anak mereka berdua.


Perdebatan itu berawal dari Juho yang bersikeras ingin anak perempuan , sedangkan Zara justru lebih suka jika seandainya anak pertama mereka berjenis kelamin laki laki.


"Tentu saja , aku sudah memikirkannya. Aku sudah mempersiapkan banyak nama " Jawab Juho seraya mendaratkan sebuah kecupan di pipi Zara .


"Hei hanya ada satu bayi di dalam perut ku kenapa harus menyiapkan banyak nama ? " Tanya Zara yang merasa keheranan.


"Aku hanya mempersiapkan saja jika ada yang tidak kau sukai aku tinggal mengantinya , Kau ingin menamainya dengan nama apa ? nama dari negri ku atau dari negri mu ? " tanya Juho seraya menengelamkan wajahnya di ceruk leher Zara.


Menghirup wangi istrinya yang sungguh memabukkan , juho benar benar pandai mengambil kesempatan.


Zara tentu tidak keberatan karena ia juga menginginkan sentuhan sentuhan hangat dari suaminya itu.


"Mmm bagaimana menurutmu ?" Zara kembali bertanya, astaga ia hampir lupa jika suaminya tercinta adalah pendatang dari negri asing.


"Bagaimana kalau kita menamainya dengan dua nama " Usul Juho kemudian

__ADS_1


"Ahhh sepertinya itu adalah ide yang sangat bagus , aku setuju " Ya bukankah itu bagus ? Dua nama dalam dua bahasa untuk satu bayi ,sepertinya itu tidak berlebihan mengingat kedua orang tuanya berasal dari dua wilayah yang berbeda.


"Baiklah kalau begitu, aku juga setuju. Zara apa kau tidak bermain dengan Anjum ? Biasanya kalian sering bermain bersama"


Sejak dulu Anjum dan Zara memang sangat dekat , gadis itu sudah menganggap Zara seperti ibu keduanya.


Adakalanya gadis kecil itu akan merasa cemburu karena bibi Zaranya akan memiliki bayi sendiri, ia merasa bahwa bibinya tentu akan lebih memperhatikan adik bayi.


Anjum memang begitu , bahkan ia sering kali cemburu dengan adiknya sendiri. Tapi ia sedikit lebih baik karena bibinya selalu menemaninya .


Putri Jhanvi sempat menegur sang putri karena sifatnya yang terlalu manja, kadang ia juga meminta putri Jhanvi agar gantian menggendongnya bukanya pangeran Jughal terus. Tapi Anjum pasti akan kesal dan merajuk , untung saja Zara selalu bisa menenangkan keponakanya itu.


Putri Jhanvi hanya ingin Anjum mengerti bahwa meski ia memiliki adik tapi kedua orang tuanya tetap menyayanginya, hanya saja yang namanya anak anak kadang masih sering keras kepala.


"Tidak untuk hari ini, aku sedikit merasa lelah hari ini aku mau bersamamu saja dan tidak melakukan apapun "


"apa pinggangg mu masih sering sakit ?"


"Hm , ibu bilang ini hal biasa karena kandungan ku sudah menginjak sembilan bulan, aku jadi tidak sabar menanti kelahirannya " Ucap Zara seraya mengelus perutnya yang terlihat membuncit .


"lihat, dia bergerak lagi "Juho terlihat begitu senang ketika merasakan pergerakan calon anaknya


"Apa dia senang karena kita akan memberinya dua nama"


"begitukah ? Aaa atau mungkin ia juga berharap segera keluar dari perut mu dan segera bertemu dengan kita berdua " Juho terus mengelus perut istrinya penuh kasih sayang, ahh sebentar lagi ia akan segera melihat malaikat kecilnya itu, Juho benar benar sudah tidak sabar bertemu dengannya.


"iya , pasti begitu "


"Kalian adalah hal yang sangat berharga dalam kehidupanbku " Ucap Juho


"juho .. "


"mmm kenapa ? "


"Sepertinya aku sedikit takut "


"Takut ? Apa yang kau takutkan " Tanya Juho penasaran ,tidak biasanya isteinya itu merasa takut akan sesuatu. Jangan luoakan bahwa Zara adalah salah satu kesatria wanita yang cukup tangguh.

__ADS_1


"kau tau , orang bilang saat melahirkan akan terasa sangat sakit . Aku hanya . . ." Zara menjeda sebentar kata katanya ia seperti mengingat suatu hal yang tidak membuatnya nyaman entah apa itu.


"Kau merasa cemas dan takut, apa kau mau aku akan menemani mu saat melahirkan nanti ? " Tanya Juho seraya menatap mata istrinya dalam dalam.


Juho bisa melihat ketakutan itu di mata istrinya , dulu Zara pernah bilang padanya kalau dia sempat melihat bagaimana kakak iparnya berteriak teriak karena kesakitan saat akan melahirkan pangeran Jughal.


mungkin karena mengingat itu Zara menjadi sedikit takut karenanya, ia masih mengingat semuanya, kala itu ia ikut panik hingga terdusuk lemas di kursi. Bahkan dayang sampai membawanya menjauh agar tidak menyaksikan prosesi melahirkan kakak iparnya itu.


"Apa kau mau menemaniku ? "Tanya Zara kemudian


"Tentu saja , kenapa tidak " Juho menjawabnya penuh percaya diri


"apakah boleh ? "


"Jika ada yang berani menghalangi ku aku tidak akan mengampuninya "ucapnya sungguh sungguh


"Kau berjanji "


" tentu saja , aku janji. Kita akan berjuang bersama, meski aku mungkin hanya bisa menyemangati mu "


"Kau adalah suami terbaik "


"Aku tau , tidak ada pria seperti ku bukan ? kau sangat beruntung " Juho tampak begitu percaya diri hingga membuat Zara terkekeh saat mendengarnya.


"ha ha ha ha " Zara tidak bisa menahan tawanya .


"Hei aku benar , dengar karena itu kau harus mencintaiku sampai kapan pun. Mengerti " Juho ijut tersenyum


Juho senang melihat Zara yang tertawa begitu lepas , hingga Juho tidak tahan lagi untuk menyambar bibi* ranum istrinya itu.


Mendapat serangan mendadak membuat Zara ikut bergairah hingga ia semakin terlarut dalam cium*n panas Juho.


"h h h h h " Akhirnya juho melepaskan pagutanya saat melihat sangbistri mulai kehabisan nafas.


Zara bisa melihat mata Juho yang mulai berkabur ga*rah , dia jugabmerasakan hal yang sama.


"Zara "

__ADS_1


__ADS_2