
Jhanvi segera mendekat dan memeluk adik iparnya yang saat ini tengah menderita karena ulah suaminya tercinta , Ratu hanya bisa menatap mereka dengan sedih .
"Zara , kenapa kau tidak menceritakan semuanya pada kami. kau bisa membagi semua masalah mu pada kakak, kita bisa mencari jalan keluarnya bersama ." Jhanvi terlihat ikut merasakan penderitaan adik iparnya itu .
Sebenarnya Zara ingin sekali membagi semua masalahnya pada mereka , hanya saja ia merasa ragu apakah keluarganya bisa mengerti dengan segala perasaan dan keadaanya saat itu , apalagi mereka semua selalu mencoba menjodohkannya dengan para pangeran maupun raja .
Zara merasa seolah tidak bisa jika harus membagi kisah cintanya dengan pria biasa , sepertinya tidak mungkin. Keluarganya pasti akan sangat terkejut , sedangkan ia sangat yakin jika ayah dan kakaknya pasti akan menentang hubungan itu.
Mereka selalu berkata tenang kemuliaan , harkat kehormatan dan banyak hal tentang kewajibanya sebagai seorang putri dan memiliki pasangan yang pantas untuk mendampingi hidupnya... hah...lagi lagi kesetaraan status selalu di singgung.
Zara masih menangis meski sudah tidak terisak isak lagi, air matanya masih membasahi pipi . Kepedihan hidupnya itu telah menggoreskan luka yang begitu dalam , kenyataan bahwa kakaknya itu ternyata memiliki sisi yang begitu kejam membuatnya terkejut , marah ,sedih bercampur menjadi satu.
Mereka baru mengetahui sisi gelap pangeran mahkota itu , seorang yang kelak akan menjadi raja seharusnya bersikap lebih bijak .Tapi Pangeran Sanjev justru menunjukan perbuatan yang lain , bagaimanapun tindakannya yang dengan sengaja menghabisi Juho yang sebenarnya tidak melakykan tindakan kejahatan itu tidak benar dan tidak bisa di benarkan dengan alasan apapun.
Dia tidak berhak menghilangkan nyawa orang sesuka hatinya , itu tidak benar . Jhanvi kini bahkan merasa sedikit takut saat mengetahui hal itu , hanya saja dia ingin melihatnya dengan mata kepalanya sendiri . Dia ingin membuktikan apakah suaminya memang begitu atau tidak .
Sedangkan Zara seolah kehilangan segala kebahagiyaannya , dia harus apa ? bagaimanapun pangeran Sanjev adalah kakak kandungnya yang sangat di sayanginya. Putri Jhanvi merasa tubuh Zara menjadi berat , gadis cantik itu tampak memejamkan matanya . Zara kembali kehilangan kesadarannya.
Melihat itu mereka kembali panik , Putri Jhanvi kemudian membaringkannya ke tempat tidur di bantu oleh Ratu dan Shagun.
"Zara... kenapa jadi begini ..." Ratu begitu cemas Melihat putrinya yang begitu terluka ,hatinya pasti hancur mengetahui kenyataan pahit itu. Entah bagaimana kehidupan Zara selanjutnya, lukadi dalam hati tentu tidak mudah unuk menyembuhkannya
Dan gadis malang itu tentu akan semakin terpuruk karena hubungan perjodohannya dengan Pangeran Jeet Singh, Ratu kini tay dan yakin jika Zara melakukan pertunangan itu dengan terpaksa .Dia sangat mencintai pria bernama Juho itu , dan Ratu sangat yakin jika putrinya tidak mencintai Pangeran Jeet Singh .
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ
?Di tempat lain...
Raja Balraj Kumar masih berkumpul dengan yang lainnya membahas taktik peperangan untuk esok hari.
__ADS_1
Tanpa mereka ketahui beberapa orang tengah mengintai barak, para prajurit berjaga di luar area perkemahan . mereka hilir mudik silih berganti mengintari area itu , para penyusup saling pandang dan menyusun rencana agar bisa menyelinap.
Penjagaan di sana sangat ketat , sedangkan tugas mereka harus di laksanakan saat itu juga. Jika tidak itu berarti akhir dari kehidupan mereka , setelah berunding akhirnya mereka menemukan sebuah cara untuk bisa menyelinap masuk.
Para penjaga itu terlihat sangat serius , seseorang dari mereka melihat sesuatu bergerak di antara semak .
"Ayo kita periksa " ucapnya kemudian berjalan ke arah semak semak bersama seorang temannya.
"sepertinya tadi ada pergerakan di sini ,.. ternyata tidak ada apa apa ....h h h..."
"Mungkin kita hanya salah lihat....ayo kita kembali" saat mereka berbalik..
Bugh Bugh ...bugh...!!!
Tiba tiba mereka mendapat serangan mendadak hingga kehilangan kesadarannya, musuh segera menyeret ke duanya ketempat yang tersembunyi agar tidak ketahuan oleh prajurit lain yang tak jauh dari sana juga terlihat sedang berpatroli.
Tidak lupa mereka memasukkan sesuatu ke mulut dua prajurit yang kini tak berdaya. Obat itu akan membuat keduanya tertidur cukup lama untuk mencegah keduanya bangun dan mengganggu melaksanakan rencana mereka
Setelah menyembunyikan badan ke dua prajurit itu , mereka kemudian berjalan mendekati batas barak barak di sana dengan sikap biasa seolah olah bagian dari mereka .
Sebelum melancarkan aksi mereka melihat keadaan sekitar kemudian mulai berkeliling. Mulai melancarkan aksinya
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Zara mulai membuka matanya, kepalanya terasa begitu berat . Zara melihat Shagun yang sedang menyiapkan makanannya , gadis itu menoleh ke arah jendela yang telah terbuka hingga angin bisa masuk ke dalam kamar membawa kesejukan.
Zara teringat kejadian tadi malam , ia hanya termenung kemudian menyandarkan tubuhnya yang masih lemah . h h pandangan Zara seolah kosong, dia terlihat menyedihkan.
"Putri kau sudah bangun ?? "Shagun segera berjalan menghampiri Zara seraya membawa sebuah wadah berisi air
__ADS_1
Zara kemudian membasuh wajahnya dengan air itu , Setelah selesai Shagun memberikan Zara segelas susu kunyit agar badanya mendapat sedikit asupan .
"Putri kumohon minumlah , demi Shagun mu ini " Shagun memberikannya pada Zara, gadis itu akhirnya mau menerima dan mulai meminum susu itu hingga habis .
Meski berat dia harus bertahan dari cobaan ini, Zara ingin segera menemui kakaknya setelah badanya sudah kembali sehat . Dia harus mendapatkan penjelasan tentang tindakan kakaknya itu ,Zara harus mendengarnya sendiri.
Setelah itu baru dia akan menentukan sikapnya, bagaimamapun ini adalah kehidupannya .
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Peperangan masih berlangsung ke dua kubu saling menyerang , pangeran Jeet terlihat kualahan melawan panglima Bagwandas. Dia mendapatkan luka di beberapa tempat.
Raja Madraka sengaja mengirim panglima perang terbaiknya untuk membereskan pangeran Jeet Singh , dari kejauhan pangeran Sanjev yang berhasil menumbangkan lawanya melihat calon adik iparnya yang berada dalam bahaya. Dia segera berlari ke arah pangeran Jeet singh yang kini menjadi bulan bulanan Panglima Bagwandas.
Pangeran Sanjev datang tepat pada waktunya, Panglima Bagwandas kini tengah bersiap mengayunkan pedangnya ke arah pangeran Jeet Singh , tapi berhasil di halangi pangeran Sanjev.
Pedang mereka bertemu , dengan sigap Pangeran Sanjev menangkis serangan musuhnya dan membuatnya mundur beberapa labgkah.
"Jeet kau tidak apa apa ?? ..." Pangeran Sanjev tampak hawatir
"hh ya , aku baik baik saja . Terimakasih " Pangeran Jeet kemudian bangit karena tadi sempat terjatuh , sementara Pangeran Sanjev kembali melanjukan pertarungannya dengan panglima Bagwandas.
"Sebaiknya kalian menyerah , hari ini bukan hari kemenangan kalian . " Ucap panglima Bagwandas
"Menyerah ?? tidak akan , menyerah kalah dari orang orang seperti kalian adalah penghinaan bagiku " Pangeran Sanjev terus menyerang mengimbangi serangan Panlima Bagwandas
Saat ini Raja Aveenash tengqh bertarung melawan Raja Madraka Mahender Chawala,
๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฌ
__ADS_1