
Setelah melihat sebentar kedatangan putri Zara di kediaman suaminya Moon Geoung memutuskan untuk kembali pulang karena memang tidak ada yang bisa dia lakukan di sini .
Dia hanya datang untuk memastikan kebenaran informasi yang di bawa ga en .
Moon Geoung kini tahu kenapa beberapa hari ini dia tidak bertemu suaminya , dan hari ini dia tau jawabannya. Hatinya sedih
Istri pertama pangeran Seoung Jun ternyata masih hidup , dia tidak lagi menjadi satu satunya istri pangeran Seong Jun .
Apakah ia harus kecewa?
atau marah mungkin?
Sedih ? Tapi putri Zara tetaplah istri pertama suaminya
Dan pada kenyataannya dia masih hidup dan mereka akhirnya harus berbagi cinta suami , ah tidak .
Pangeran bahkan pernah bilang jika dia tidak tau bisa memberikan hatinya atau tidak , itu bahkan ia katakan saat putri Zara masih dinyatakan meninggal .
Lalu bagaimana dengan sekarang ? Ketika putri Zara sudah kembali , apakah masih mungkin baginya untuk bisa mendapatkan hati suaminya.
Tapi beberapa hari yang lalu mereka telah melewati malam bersama , mereka telah menyempurnakan pernikahan ini . Apakah ini bisa berarti satu hal ?
Memikirkan ini semua seakan mencari benang yang tidak tau pangkal ujungnya , terlalu rumit.
Ga en hanya bisa melihat junjungannya yang terdiam , putri Moon Geoung pasti sangat sedih sekarang.
Baru beberapa hari mereka menikah malah ada hal tak terduga seperti ini , siapa yang akan menduga jika akan begini akhirnya.
Putri Moon Geoung kini sedang duduk di kediaman pribadinya dan merenung , ga en masih setia menemani di sini
"Putri "
"Ga en tinggalkan aku sendiri" Ucap putri Moon Geoung sebelum ga en menyelesaikan ucapannya.
Saat ini dia sedang butuh waktu untuk sendiri, perasaanya sedang campur aduk . Dia butuh ketenangan agar fikiranya kembali jernih.
Ga en bisa mengerti sehingga dia memutuskan untuk keluar ruangan tanpa banyak membantah lagi.
💢
Di sebuah kamar
__ADS_1
Zara sedang tertidur dengan pulas , mungkin dia merasa kelelahan karena perjalanan ini .
Pangeran Seong Jun merasa begitu bahagia karena Zara kini sudah kembali ke sisinya lagi , pangeran perlahan mengusap pipi Zara dengan penuh kasih sayang .
Pangeran Seong Jun mendekat dan mencium keningnya dengan penuh cinta, ini seperti mimpi yang menjadi nyata . jika bukan karena ibunya dia tentu sudah lama bisa bertemu dengan istrinya.
Huh ,jika mengingat ini hatiny menjadi sakit .
Zara sedang tertidur , maka dari itu pangeran bermaksud untuk melihat sebagian memorinya . Mungkin ini adalah saat yang tepat.
Namun selain itu pangeran juga akan membuat putri Zara agar bisa ikut mengingatnya meski sedikit , ia ingin mencoba memulihkan keadaan istrinya itu .
Mungkin jika bisa melihat sekilas memorinya dia bisa sadar kembali? hanya aja pangeran harus sedikit lebih berhati hati , ia akan membuka sedikit untuk dilihat Zara dan sebagian untuk dirinya sendiri
Ia akan berhenti saat sudah mencapai batasnya , meski ini sedikit beresiko tapi tidak ada jalan lain .
Pangeran mulai meraih jemari istrinya dan mulai berkonsentrasi, ia menghela nafasnya perlahan
Pangeran melihat dari awal kejadian Zara yang terjatuh ke sungai hingga seseorang membekap mulutnya .
Sampai Zara yang di bawa ke sebuah ruangan dengan borgol di tubuhnya , ia bisa melihat tempat itu yang juga terdapat beberapa orang yang bernasib sama seperti zara.
Pangeran hanya bisa melihat apa yang putri Zara lihat , tidak berlaku bagi orang lain yang ada di dalam ingatan putri Zara. Hanya yang ia sentuh saja yang bisa ia lihat memorinya.
Panglima Tae Gwa dan dae jin dia melihat ke dua orang itu , sesi berlanjut pada seorang penjaga yang diam diam memberikan roti pada Zara .
Itu tangan kanan Dae jin , dia pernah melihatnya sekali . Ingatan miliknya memang sangat bagus
Penjaga yang di tugaskan menjaga tempat ini terlihat jelas bahwa dia tertarik pada Zara , beraninya dia menatap istrinya itu.
Akhhh sial beraninya orang itu melihat istrinya dengan pandangannya yang menjijikan itu , jika bisa pangeran tentu akan memberinya pelajaran agar matanya tidak bisa se lancang itu
Kemudian sampai hari nahas itu ,hari peristiwa pembakaran itu terjadi.
Penjaga itu menggantikan posisi Zara dengan tahanan lain yang memiliki sedikit kemiripan dengan postur tubuh zara dan sengaja meninggalkan beberapa barang Zara agar meyakinkan bahwa mayat itu benar Zara. Licik
Sampai pada peristiwa pelarian dan sikap pria itu yang menyembunyikan Zara di tempat lain. Namun keadaan fisik Zara terlalu lemah hingga ia tidak bisa melarikan diri dari sana..
Kehamilan ke dua ini lebih berat dari yang pertama . keadaan Zara sangat lemah hingga ia hanya bisa menunggu , untung saja penjaga itu tidak melakukan hal hal tidak sopan pada Zara.
Zara terus bersama pria itu hingga beberapa waktu lamanya, hatinya benar benar terbakar cemburu.
__ADS_1
Kemudian hari nahas lainya dimana orang orang panglima Tae Gwa yang datang menyerang kala perut Zara yang sudah membesar dan harus menyelamatkan diri hingga berakhir kelahiran lebih awal dari seharusnya.
Gambar terus berputar dan akhirnya pangeran tau peristiwa apa yang sudah mengguncang jiwanya , Zara melihat panglima Tae Gwa yang menusuk bayinya di depan matanya
Zara yang tertidur tampak mengernyitkan keningnya , ia merasa tidak nyaman .hingga akhirnya terbangun dan menjerit ketakutan
Pangeran segera menghentikan aksinya dan memeluk Zara yang mulai histeris, dengan terpaksa pangeran sengaja membuat Zara tidak sadarkan diri agar bisa kembali beristirahat.
Pangeran telah melihat beberapa kilas balik itu , hatinya terbakar amarah . Dia akan membalas mereka , ia bersumpah orang orang itu akan membayar dengan harga yang sangat mahal .
Istrinya kembali tertidur pulas , wanitanya sudah melewati hari hari yang sangat buruk dan dia tidak ada di sisinya untuk melindunginya.
Pangeran merasa dirinya tidak berguna sebagai seorang suami , dia sungguh lemah dan tidak mampu.
Ini adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya , tapi siapa yang bisa merubah takdir . Ini di luar kuasanya sebagai manusia biasa
Setelah beberapa saat pangeran mengingat hal lain
Pangeran lalu membetulkan letak selimut Zara sebelum keluar meninggalkan kamar ,ia mendekati bibi rupa yang sedang menggendong pangeran ke dua.
Pangeran Seong Jun kini sedang menggendong putra ke duanya , dia sudah melewatkan banyak waktu berharga mereka .
Pangeran menyesal karena dia tidak berada di sisi Zara di saat istrinya sedang dalam keadaan tidak berdaya karena kandungan kedua ini.
Dia menyesal karena sudah gagal melindungi keluarganya .
kemarin bibi rupa telah mengatakan bahwa ia harus segera memberi nama pada putra ke duanya itu. Tidak boleh menunggu lagi
Dan Hari ini dia sudah tau kapan putranya lahir , Maka dari itu dia sudah memilih sebuah nama untuk si kecil , dia lalu menuliskan sesuatu di se lembar kertas dan segera meminta Taemin untuk menyerahkan itu pada yang mulia raja .
Pangeran meminta raja untuk memberikan surat kelahiran resmi milik pangeran ke dua sekaligus memberikan naman padanya
Raja tentu merasa senang saat putranya memberikan selembar kertas itu padanya , semoga hubungan mereka jadi lebih baik karena ini .
Untuk permaisuri entah ia sendiri tidak bisa membantu , Raja hanya berharap bahwa pangeran bisa memaafkan ibunya yang sudah melakukan kesalahan.
Pangeran merasa senang karena Zara sudah kembali dan mereka sekarang memiliki dua orang putra.
Pangeran ji hun masih akan terus di suh oleh shagun karena kondisi Zara yang tidak memungkinkan , sedang pangeran ke dua sementara akan bersama bibi rupa .
Nandini juga mengatakan bahwa selama ia di sini ia akan berusaha membantu .
__ADS_1
Beberapa hari kemudian