
"Ini tidak mungkin !! " Juho terduduk bersimpuh di ke dua kakinya , dalam sekejap ia seperti kehilangan seluruh tenaganya hingga tak sanggup lagi untuk sekedar berdiri.
Tangisanya pecah seketika suaranya benar benar memilukan siapapun yang mendengarnya , air matanya tumpah bersatu dengan derasnya air hujan yang turun.
Semua orang di sana ikut merasakan sedih melihat pemandangan itu , Chanso. Juga ikut lemas dan terduduk tak jauh dari tempat juho menangis di depan sebuah may*t yang sudah tidak bisa di kenali lagi hingga hampir tinggal tulangnya saja.
Sebuah rantai melingkar di kakinya ,cincin permata merah itu masih tersemat di jari kelingkingnya. Itu adalah cincin pemberian juho yang tidak pernah lepas dari jemari Zara .
Anting yang terbakar yang berada di dekat jenazah itu adalah perhiasan yang waktu itu di pakai oleh istri tercinta Juho.
Lalu sebuah belati kecil berhiaskan permata dan zamrud tidak pernah lepas dari pinggang Zara , itu adalah senjata kecil yang selalu zara bawa ke manapun.
Dalam sekejap hidup juho hancur , ia tidak hanya kehilangan isrinya , tapi juga calon anak kedua mereka . Sungguh kejam !!!
"haaaaaaaaa aaaaaaaaa" Juho berteriak sekencangnya , melampiaskan semua kesedihan di dalam hatinya .
💔💔💔
Mayat Zara sudah di kebumikan , sejak saat itu Juho seperti kehilangan semangat hidupnya . Ia seperti orang gila ,linglung , hidupnya hancur seketika.
Meski begitu Juho sebenarnya masih waras , hanya saja ia menjadi lebih pendiam dari sebelumnya .
Di samping itu rumor sudah berkembang menyebar di seluruh kerajaan. Rumor bahwa mendiang putra mahkota Seong Jun ternyata masih hidup namun kembali dalam keadaan gila .
Panglima perang terdahulu yaitu Chanso juga kembali ke kerajaan ini .
Entah siapa yang menyebarkanya tapi rumor ini tidak bisa di bendung lagi.
Rencana peresmian istana baru itu gagal total , namun orang lain di larang pergi ke sana , baik bangsawan maupun rakyat. Mereka hanya bisa melihat bangunan megah itu dari luar.
Di luar bangunan istana itu sudah ada perkampungan kecil untuk para pedagang asing , mereka tinggal disana . Kemudian mulai membuka lahan pertanian do tempat itu.
Sebelumya mereka berangkat dari suryavans cukup banyak tapi kini tinggal 124 karena penyerangan itu banyak yang terluka dan tewas . Terutama di rombongan ke dua .
__ADS_1
Mereka terkena hujan panah sehingga tidak bisa menghindar, dan sisanya tetap mengikuti juho meski sudah melewati kejadian buruk bahkan di saat saat mereka baru mulai menginjakkan kaki di tempat ini.
Tapi mereka sudah bersumpah dan bertekat , bagaimanapun mereka akan setia dwngan juho dan akan terus mengikutinya hingga. Akhir hayat.
Meski kematian sang putri sempat membuat mereka terpukul dan sedih tapi mereka akan tetap bertahan ,mereka juga memiliki tuan lain selain juho ,dia adalah pangeran Zaheer .
Harta yang di tinggalkan oleh tuan putri tercinta mereka.
Sebenarnya kelompok kecil itu sedikit mendapat pertentangan dari rakyat , tapi mereka kemudiam bisa di bungkam .
Dengan alasan orang asing itu telah menyelamatkan pangeran mereka maka ini adalah sebagai tindakan balas budi untuk mereka dan juga merupakan keinginan pribadi pangeran seong Jun.
Kabar pangeran Seong jun yang menikah dan sudah memiliki putra juga telah di ketahui semua orang.
Ternyata Tae Gwa bisa mengirimkan mata mata meski tidak bisa masuk ke dalam istana lama tapi berhasil mencuri kabar berharga itu.
Biar saja pangeran Seong jun kembali , todak mengapa chanso juga ada bersamanya . Tapi keadaan pangeran yang tidak baik baik saja ini sudah cukup untuk merusak reputasinya .
ah jangan lupakan bahwa rumor pangeran sengaja pergi untuk melarikan diri dari tugasnya sebagai putra mahkota kembali menyeruak. Itu sidah cukup untuk menjatuhkan reputasi pangeran seong jun tentunya.
mereka berkumpul dan bersulang arak , meski Dae jin masih saja memasang wajah kelamnya.
"Panglima Tae Gwa anda benar benar pandai mengambil kepusan di saat terdesak seperri itu aku salut memdengarnya " ucap Yoon jae mengutarakan fikiranya
"Tidak ku sangka ternyata orang yang panglima tawan itu bukanya dekat dengan Chanso tapi justru istri dari pangeran seong jun " Ucap salah satu bangsawan ikut menyahut..
"Anggap saja jika saat ini kita sedang beruntung , lihat ! Karena kehilangan istrinya pangeran jadi seperti orang gila . Hmm kita tidak perlu menghawatirkanya meski dia sudah bangkit dari kematian "
"Kau benar tuan park , kita berhasil menjatuhkanya bahkan sebelum dia bisa menampakkan diri"
"Tuan Dae jin , bagaimana pun kami turut bersedih atas kepergian chae yeol dia adalah pahlawan kita " ucap bangsawan kim seowon
"ya aku setuju dia adalah anak muda yang hebat , jika tidak kita tidak akan tau jika ternyata pangeran Seong jun ternyata masih hidup sampai sekarang "
__ADS_1
" Dan untuk itu dia harus membayarnya dengan nyawanya sendiri " Dae jin segera bangkin dan pergi dari perkumpulan itu. Hatinya masih terlalu sakit.
"Biarkan saja , dia adalah ayah yang baru saja kehilangan satu satunya putra yang dia miliki ,hmm kita juga akan bersikap seperti itu jika berada di posisinya " Ucap bangsawan park yun sik
Sementara itu panglima Tae Gwa justru tengah memikirkan kejadian yang berlalu.
Dimana ia harus menarik wanita itu dan membawanya terjun ke dalam sungai , mereka sempat terseret arus begitu jauh , sesekali wanita itu mencoba berontak hingga ia terpaksa harus memukul tengkuknya hingga tak sadarkan diri.
Tae gwa berhasil minggir dan berpegangan pada rerumputan yang menjuntai dan menutupi kepala mereka dwngan rerumputan itu tatkala ia melihat pangeran seong jun dan Chanso yang ternyata ikut melompat mengejarnya.
Untung rumput itu berhasil menyembunyikannya , dan lagi ternyata membuat wanita ini pingsan adalah salah satu keputusan bagus.
Setelah pangeran dan chanso tidak lagi terlihat dan keadaan di rasa aman Tae gwa segera naik dan membawa wanita itu pergi.
Ia harus berjalan cukup jauh sampai bisa menemukan tempat ia menyembunyikan kudanya . Tae gwa segera membawa wanita itu pergi ke tempat persembunyian.
Hingga ia mendengar bahwa Chae yeol tewas dan terpaksa harus memberikan tawanan ini pada Dae jin karena permintaan Ratu yang tidak bisa di tolaknya.
Meski dia tau mungkin ini adalah rencana Dae jin yang sepertinya ingin balas dendam pada chanso , apalagi setelah tau bahwa ternyata dia adalah istri pangeran Seong jun.
Tae Gwa sudah memperingatkanya tapi tetap tidak berhasil , dae jin tetap menghabisi wanita itu .
"Hmm sayang sekali aku belum pernah melihatnya "
"Siapa ? "
"Wanita milik pangeran seong jun tentunya , seharusnya kita bisa menggunakan wanita itu untuk menekan pangeran dan chanso " ucap Kim Seowon menyayangkan
"ya ya ya aku setuju dengan pendapat mu , itu karena Dae jin yang sudah di penuhi dengan amarah dan dendam hingga tidak bisa melihat peluang bagus ini " ucap tuan park mengiyakan
"Seharusnya kita bisa mengunakan wanita itu untuk menekan pangeran seong jun , dengan begitu pangeran kita mungkin bisa lebih cepat menggantikanbpitra mahkota ji yoong " kali ini Tae Gwa mengeluarkan isi fikiranya.
🤧🤧😭😭😭
__ADS_1
Tuju bulan kemudian