
"Tapi Juho " Belum selesai Ratu bicara Juho sudah menerobos masuk.
ia bisa melihat bagaimana istrinya yang sedang berjuang , Zara dan yang lainya terkejut saat melihat Juho yang masuk ke dalam kamar. Zara langsung menjulurkan tanganya saat melihat suaminya .
Juho segera meraih jemari Zara dan duduk di samping istrinya .
"Zara kau harus kuat , memang tidak pernah mudah melahirkan seorang pejuang . Tarik nafas buang , tarik nafas perlahan lalu buang "Ucap Juho mencoba membantu
" Ini sakit sekali "
"Aku tau , kau pasti bisa " Juho mencium jemari Zara yang memcengkeram tanganya begitu kuat
Zara mencoba mulai mengejan , tabib istana juga terus memberikan arahan.
"Terus putri ,kepalanya sudah terlihat , lebih keras lagi "
"mmmm aaaa "
"oek oek oek oekk " tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi yang begitu kencang.
"Seorang pangeran " Ucap Tabib wanita itu senang
"Terimaakasih Zara , terimakasih istri ku , kau sudah menjadikan ku seorang ayah " Juho memeluk Zara ia sampai tak kuasa menahan air matanya karena begitu bahagia .
Zara tersenyum penuh kelegaan, ia juga merasa sangat bahagia sekarang.
Tabib wanita itu segera membersihkan bayi yang baru lahir itu , sementara shagun berlari keluar.
"Yang mulia, Putri Zara melahirkan seorang pangeran " ucapnya penuh antusias
Semua orang di sana begitu bahagia saat mendengar hal itu, bahkan raja yang biasanya bersikap kaku pun sampai tak kuasa menahan air mata.
Setelah Semua sudah selesai mereka sudah boleh masuk ke dalam untuk melihat ibu dan bayinya.
Juho tampak meminumkan segelas susu pada Zara , ia tau bahwa istrinya tentu merasa sangat lelah setelah berjuang melahirkan pangeran kecil mereka.
Ratu segera menghampiri zara dan memeluk putrinya erat.
__ADS_1
" Selamat nak , kau sekarang sudah menjadi seorang ibu " Ucap Ratu tulus
" Selamat Zara " Ucap putri Jhanvi ikut memberi selamat , kemudian di susul Raja yang memeluk zara dengan penuh kasih sayang.
Kemudian perhatian mereka tertuju pada bayi kecil yang ada di gendongan Shagun.
Shagun lalu menyerahkannya pada putri Zara , seorang bayi kecil yang terlihat sangat lucu. Kulitnya putih bersih seperti Juho, ia mengenakan kin berwarna biru bersulam benang emas bergambar naga .
Itu adalah kain pemberian ibunda Juho, Zara sudah menyiapkanya .
"Lihat dia begitu tampan " Ucap Ratu di selingi senyuman yang tidak pernah luntur dari wajahnya , begitu juga dengan yang lain..
Tiba tiba mereka mendengar suara Chorong yang meroar entah bagaimana singa putih itu sudah ada di hadapan mereka .
Orang orang sedikit terkejut , Juho segera menghampiri dan mengelus kepala binatang kesayangannya itu.
Sepertinya Chorong juga ikut merasa senang melihat majikan barunya. Juho lalu meminta chorong agar duduk di pojok kamar, melihat orang orang yang tampak takut pada binatang itu.
"Chorong kau harus ikut menjaga putra ku " Ucap Juho , kemudian terdengar roaran Chorong seakan dia mengerti dengan apa yang di katakan Juho.
Juho kini sedang menunggui Zara yang sedang memberikan asi pada putranya, bayi kecil itu minum dengan semangat.
"Sudah ku bilang dia seorang pangeran bukan " Ucap Zara
"ya , sepertinya tuhan yang maha esa sudah mengabulkan keinginan mu. Tapi lihat, bukankah ia lebih mirip dengan ku " Ucap Juho seraya mengelus pipi putranya yang mengemaskan.
"Benarkah ? Ku pikir tidak , ia lebih mirip seperti ku " Ucap Zara tidak mau kalah.
"Yang benar saja ,lihat ! Jelas jelas dia lebih mirip diriku " Juho masih tidak mau menyerah
"Iya iya, aku menyerah . Terimakasih " ucap Zara kemudian .
"Untuk apa ? Aku yang seharusnya berterimakasih padamu karena sudah berjuang keras melahirkan putra kita " Ucap Juho
"Aku tau tapi kau juga sudah menepati janji mu untuk menemani ku saat melahirkan, untuk itu aku sangat berterimakasih pada mu . Sebelumya ku pikir akan melahirkan tanpa mu di sisi ku " Ucap zara penuh haru
"Kau tau , entah kenapa aku begitu gelisah selama tiga hari ini . Aki tidak bisa berhenti memikirkan mu hingga tidak bisa melakukan apapun , Chorong juga merasakan hal yang sama . Aku sudah tidak bisa lebih lama lagi di sana ,jadi aku memutuskan intuk segera kembali dan saat aku kembali prajurit segera memberitahu ku jika kau akan segera melahirkan . Untung saja aku tepat waktu " Juho begitu antusias saat menceritakannya
__ADS_1
Urusanya di madraka memang belum selesai sepenuhnya tapi ia tak tau mengapa tidak bisa lebih lama untuk tinggal , ia selalu memikirkan Zara. Untuk itu ia kembali lebih dulu di bandingkan dengan yang lainya yang saat ini masih berada di Madraka.
Juho kini tau bahwa itu adalah firasat untuknya karena ternyata Zara akan melahirkan.
Ikatan batin mereka memang sangat kuat, begitupun dengan Chorong yang ikut merasakan hal serupa.
Chorong dan Zara juga memiliki ikatan batin yang spesial , jangan lupakan jika Juho dari dulu sering menunjukkan lukisan tentang Zara . Apalagi ia semakin sering berinteraksi semenjak kedua insan itu menikah .
Juho meraih wajah Zara dan mendaratkan sebuah kecupan di b!bir istrinya itu, ia begitu merindukan Zara yang merupakan candu untuknya.
Juho mengeluarkan sesuatu dari sakunya , sebuah kalung yang memiliki liontin permata berwarna biru yang sangat indah . Itu adalah permata langka yang berhasil di dapatkan Juho.
"Ini adalah hadiah pertama untuk pangeran kecil kita " Ucap Juho seraya memakaikan kalung itu pada si kecil.
"Ini sangat indah " Ucap Zara begitu senang.
"Ini permata yang sangat langka , aku mendapatkanya sebagai hadiah "
"Hadiah ? "
"Ya , aku pernah menyelamatkan saudagar yang memiliki tambang emas . Ia hampir tewas karena para perampok , waktu itu aku tidak sengaja bertemu dengannya. Dia memberikan ini pada ku sebagai ucapan terimakasih , dan dia berjanji akan memberikan hasil dari sebagian hasil tambangnya pada ku "
"Benarkah ? " Zara terkejut saat mendwngar kabar itu.
Pada saat itu belum banyak yang memiliki tambang batu mulia .
"Ya , dan ini untuk mu . Aku meminta pengrajin untuk membuat beberapa kalung dari bongkahan permata itu , salah satunya untuk mu " Juho lalu mengeluarkan kalung lain dari sakunya dan memakaikan nya pada Zara.
"Permata ini terlihat lebih cantik saat kau yang memakainya " Ucap Juho jujur , Zara memang pantas sekali memakai perhiasan itu .
"Uhh suami ku benar benar sangat manis , sepertinya aku tidak membutuhkan gula lagi karna kau sudah terlalu manis "
" Benarkah ? Mmm itu sudah pasti bukan . Zara ? " Tiba tiba wajah Juho menjadi serius
"Ada apa ? apa ada yang menganggu fikiran mu " Tanya Zara yang terlihat cemas saat melihat perubahan ekspresi wajah suaminya.
" Zara .. Maafkan aku "
__ADS_1