
Jelas mereka tentu sedang berusaha melemparkan masalah ini untuk menggiring opini publik.
Melihat kondisi pangeran yang jauh dari kata wa ras itu tentu saja rakyat akan banyak mengelurkan pendapat pendapatnya yang cenderung negatif.
Jika pun ada bangsawan yang bersedia menikahkan putrinya dengan panheran seong Jun tentu saja rakyat juga akan membahas masalah ini.
Walaupun mereka hanya berani mengolok olok di belakang namun sedikit banyak akan menambah buruk nama pangerang seong jun .
mereka mungkin akan berkata.
* wah ternyata rumor bahwa pangeran sudah gila benar
* partai kiri sungguh baik hati karena memikirkan untuk mencari ibu sambung pangeran kecil agar tak kurang kasih sayang karena ayahnya tak mampu memberikan itu.
*Sungguh malang gadis yang bersedia menikahi pangeran yang jiwanya sedang terguncang.
* Tidak di sangka begitu pulangg ke kerajaan ini pangeran justru membawa banyak masalah dan masih banyak lagi
"Mohon pertimbangkan pendapat kami yang mulia , ini demi pangeran ji huu " Teriak mentri park di ikuti seluruh partai kiri mereka menunduk dan ikut berteriak.
"Mohon pertimbangkan yang muliaaa "
"Mohon pertimbangkan yang mulia aaaa " teriak mereka bersamaan .
Semua partai kanan terlihat geram , sedang raja tampak mengepalkan jemarinya karena berusaha menahan amarah yang meluap luap.
* *... rapat kerja istana sudah selesai , mereka mulai membubarkan diri masing masing . Tapi keputusan akhir masih harus menunggu titah yang mulia raja .
Seorang bangsawan biru segera menghadap permaisuri myung hee.
"Keterlaluan mereka berani mengangkat hal seperti ini " permaisuri tampak marah , ia tentu bisa menangkap maksud terselubung kelompok kiri itu.
"yang mulia , selanjutnya keputusan berada di tangan raja . Kita hanya bisa berharap jika hal ini tidak akan memperburuk pendapat rakyat tentang pangeran seong jun " ucap Tuan Han mu yeol sedikit hawatir
Permaisuri menghela nafas dengan berat , kesulitan yang di alami putranya benar benar seakan tidak pernah berhenti.
๐๐
Raja termenung di ruang kerjanya ,ia masih memikirkan usulan yang di berikan oleh golongan kiri.
__ADS_1
Sementara Ratu di kediamanya juga mendapat kunjungan dari mentri park.
"Ratu semoga benih yang kita tabur akan mulai tumbuh dan berkembang ini akan bagus untuk memancing perhatian rakyat dan kalangan bangsawan " ucap tuan park
" Dua mata pisau .. Ini menarik " Ratu tersenyum tipis
"ya ,kita akan tetap di untungkan apapun hasil keputusan yang di ambil oleh mulia raja nantinya . Jika ada bangsawan yang mau menikahkan putrinya dengan pangeran maka rakyat akan melihat bahwa partai kita memperhatikan kesejahterahan pangeran ji huun .
Namun jika tidak ada yang mau mengusulkan putrinya maka rakyat akan semakin yakin jika pangeran seong jun benar benar terganggu jiwanya pangeran akan tampak begitu menyedihkan " jelas tuan park begitu yakin dengan perkataanya.
" Anda memang selalu pandai memanfaatkan semua situasi , aku terkesan " ucap Ratu memuji , tuan park tampak senang mendapatkan pujian seperti itu dari yang mulia Ratu
๐ถ๐ถ
Panheran seong jun menatap lukisan yang cukup besar di depanya , lukisan seorang waniya cantik yang memakai baju hijau dengan renda kuning keemasan .
Di lehernya terdapat kalung berlian , rambutnya terdapat hiasan yang sederhana namun terkesan indah.
Di tangannya ia sedang memegang sebuah alat musik petik , Wanita itu tersenyum tipis .
"Zara . . Aku merindukan mu ,kenapa kau begitu cepat meninggalkan ku " Pangeran terlihat mengelus lukisan itu dengan penuh kesedihan .
Pangeran Seong Jun jika sudah melukis maka lukisanya itu benar benar terlihat seperti aslinya ,begitu realistis dan detail.
Ia baru melukisnya semalam , karena di kediamanya saat ini tidak ada lukisan istrinya .
Berbeda dengan di istana yang di bangunya , di sana terdapat banyak lukisan putri Zara .
Pangeran lalu duduk bersandar di dinding ,menuangkan minuman di gelas dan meminumnya seraya bersulang dengan lukisan itu.
Pandanganya begitu pilu , keadaanya juga seperti tidak terawat . Menyedihkan , jika boleh ia tentu lebih memilih tiada menyusul istri tercintanya .
Tapi , ia harus membalas musuh musuhnya lebih dulu. Ia harus menjaga putra semata wayangnya .
Entah siapa mereka ia bersumpah akan menghabisinya dengan tangannya sendiri.
Meski dia yakin ada orang berpengaruh di balik penyeranganya waktu itu tapi ia yakin bahwa mereka bukanlah orang sembarangan.
Di awal masa berkabungnya pangeran seong jun memang seakan kehilangan kewarasanya tapi ibundanya selalu menguatkan hati pangeran agar bisa melawan kesedihanya itu.
__ADS_1
Setelah keadaan pangeran yang mulai membaik Raja justru memerintahkan permaisuri myung hee kembali ke istana raja .
Permaisuri harus membantu Raja mengatasi rumor rumor buruk tentang pangeran seong jun , permaisuri sebenarnya ingin menolak tapi ia tak kuasa melawan titah raja.
Ia juga tau jika Raja juga dalam kesulitan karena terus di desak oleh kelompok kiri yang selalu mempertanyakan sikapnya yang tak mau menurut kembali ke istana.
.. Pangeran seong jun masih menatap lukisan itu ,ia tersenyum pahit dan kembali meminum minumanya.
itu adalah minuman biasa ,bukan arak atau semacamnya. Ia inggat jika istrinya tidak suka dengan minum minuman itu karwna bisa menurunkan kesadaran , bukan hanya menurunkan malah bisa menghilangkan kesadaran.
Alkohol adalah awal dari ketidak warasan dan tidak sehat untuk tubuh , pangeran juga tidak menyukainya hingga ia tidak pernah sekalipun menenggak minuman seperti itu hingga sekarang.
Karena lelah semakin lama mata seong jun semakin berat hingga akhirnya tertidur , ia selalu berharap jika di dunia ini ia tidak bisa bertemu lagi dengan istrinya paling tidak semoga ia bisa bertemu lagi meski hanya dalam mimpi.๐ญ๐ญ
๐ฟ๐ฟ
Karena merasa bosan panheran seong jun memutuskan untuk berjalan keluar kediamannya , ia memutuskan untuk mencari udara segar .
Pangeran melihat sekeliling dan ia tertarik dengan sebuah pohon yang cukup besar , di bawahnya terdapat rumput yang menghijau .
Panheran seong jun pergi ke sana dan menyandarkan diri di pohon besar itu , angin semilir menerpa tubuhnya memberi perasaan sejuk dan menenangkan .
Ia bisa melihat saliran air yang cukup jernih , tak jauh dari sana terdapat sebuah jembatan .
Di area sekitar ini terdapat banyak pohon yang tumbuh karena merupakan taman kerajaan , siapapun bisa ke mari .
Dari jauh seong jun melihat seorang wanita yang berjalan menuju jembatan itu , ia datang bersama seorang dayang yang selalu mengikutinya .
Nonq Moon geung hari ini datang ke istana atas undangan dari temanya yang merupakan seorang pangeran , dia adalah pangeran ke dua yang merupakan putra Sulung Ratu.
Langkahnya terlihat anggun , Nona Moon tak sengaja menangkap sesosok yang duduk di bawah pohon .
Seorang pria yang menatap ke dalam air dengan tatapan kosong , langkahnya terhenti sebentar .
Merasa ada yang memperhatika panheran seong jun menoleh, sejenak mata mereka bertemu pandang.
" Nona ada apa " Seorang dayang menegur Nonanya karena mendadak berhenti.
Angin bertiup membawa beberapa daun yang sudah mengguning ,membawanya terbang dan akhirnya gugur dan jatuh ke tanah.
__ADS_1
Pria itu