
hari sudah mulai senja, para pekerja sekarang sudah mulai beristirahat.. mereka terbagi menjadi beberapa kelompok, masing masing terdiri dari lima puluh orang (50).. setiap kelompok memiliki penangung jawab dua orang prajurit dan dua orang asing dari negri bharat yang sudah di tunjuk.
mereka kini sedang duduk sambil berbaris, entah kenapa mereka di minta melakukan hal itu, mereka berkumpul berdasarkan kelompoknya.
"ada apa ini.."
"entahlah kita menurut saja.."
Seorang prajurit datang dengan membawa sesuatu di kantung besar... mereka kemudian mulai membagikan upah untuk para pekerja dalam sebulan kedepan, masing masing dari mereka menerima sekantung kecil uang, prajurit lain menjelaskan bahwa mereka bisa menukarnya dengan bahan makanan jika mau.
Para pekerja terlihat mulai membuka kantung kecil itu, mata mereka berbinar karena mendapatkan uang yang lebih dari cukup untuk sebulan ke depan, ternyata desas desus itu memang benar.
Mereka benar benar mendapatkan upah yang layak, prajurit juga mengatakan bahwa pekerjaan di sana terbatas, jika melakukan kesalahan maka mereka akan di gantikan oleh orang lain.
Mereka mulai berbisik bisik, pekerjaan bagus .. mereka akan bejerja dengan baik agar tidak di gantikan orang lain.. mereka sepakat akan merahasiakan tentang pengupahan ini pada orang luar agar tidak menarik perhatian.."
Juho dkk tengah beristirahat di sebuah tenda seraya membicarakan tentang pekerjaan hari ini.. malam itu masih ada pekerja yang akan melanjutkan pekerjaan mereka untuk membuat sumur . .menyelesaikan dapur besar dan gudang
Sementara dayang dayang dari istana telah di buatkan tenda sementara untuk menginap di sana.
Sebagian besar pekerja telah kembali ke rumah mereka masing masing, sementara yang tidak memiliki tempat tinggal tetap berada di sana atas kemauan mereka sendiri.
Pembuatan sumur masih berlangsung, setelah di cari mereka menemukan ada 4 sumber mata air yang bisa mereka jadikan untuk sumur.
mereka bekerja dengan giat .sesekali bercanda untuk melepas lelah.
....................
Setelah beberapa saat akhirnya pembangunan gudang bahan makanan dan dapur besar kini telah selesai di kerjakan. untuk selanjutnya mereka akan mulai membangun rumah untuk peristirahatan para dayang dan rumah khusus untuk tempat peristirahatan para prajurit pengawas..
"Bagaimana perkembangan hari ini , tanya Juho pada Dong won".. Pria itu melihat ke arah Pangeran , sungguh sial baginya. berharap tidak bertemu dengannya tapi justru sekarang dia di minta untuk mengawasi pekerjaan dan kini harus melapor pada Pangeran Seong Jun... ah benar benar....
__ADS_1
"kita sudah selesai membangun gudang bahan makan.. pembangunan dapur besar juga sudah selesai, besok istana akan mengirimkan peralatan memasak untuk dapur besar . pengiriman bahan makanan juga sedang dalam perjalanan kemari.
"Bagus Dong Won... kau harus selalu memperhatikan perkembangan pembangunan dan melaporkannya padaku... kau juga Chilsok, bekerja samalah dengan Dongwon.. kalian yang akan mengawasi pekerjaan ini, aku dan Panglima Chunso tetap ikut mengawasi tapi mungkin tidak akan setiap hari..."
"Kalian yang akan memimpin para prajurit dan pengawas.. jadi berusahalah dengan keras.." ucap panglima Chunso
"Gudang dan dapur istana harus mendapat penjagaan dari prajurit secara bergilir dan harus di jaga selama dua puluh empat jam.. tidak boleh ada yang masuk selain dayang yang bertugas." ucap Juho menegaskan dia tidak ingin ada yang mensabotase ke dua tempat itu... karena ke dua tempat itu sangat penting...
" Kita harus menjaga tempat itu agar terhindar dari hal hal yang tidak di inginkan, harus selalu di jaga dan tidak boleh kosong dari penjagaan. sampaikan pada penjaga agar tidak lalai, karena kepala mereka adalah taruhannya." Panglima Chunso memberikan penegasan.. tugas ini benar benar harus di jalankan tanpa melakukan kesalahan jika tidak nyawa mereka akan jadi taruhannya
" sampaikan pada mereka semua... aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun " ucap Juho seraya menatap tajam pada Chilsook dan Dong woon
"kalian bisa pergi sekarang dan sampaikan lansung pada mereka " ucap panglima Chunso
π₯π₯π₯π₯π₯π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¨
Permaisuri kini telah berada dalam ruangannya, disana tampak seorang gadis cantik sedang menghadapnya..
"Hye sung... bagaimana munkin ibu tidak merindukan kalian, hanya saja mungkin ibu lebih senang berada di sana . Bukankah istana adalah tempat yang melelahkan ?? "
"Tapi disini tempat ayah tinggal,.."
"...... " Permaisuri hanya tersenyum menanggapi perkataan putrinya, gadis itu tentu tidak ingat dengan kejadian masalalu yang membuat keretakan keluarga mereka
"Apa kakak sudah menemui ibu ? "
" Putra mahkota yang tadi menyambut kedatangan ibu.. tentu saja sudah.. "
"maafkan aku karena tadi tidak bisa menyambut ibu... "
"Bukankah kau sedang berada di luar istana... jangan di fikirkan..."
__ADS_1
"Ibu , aku dengar ibu akan membangun istana untuk mengenang kak Seong Jun.. "
"Kau sudah tau rupanya, itu benar... sekarang sudah di mulai pembangunannya... apa kau mau melihatnya ???"
"iya bu,, tapi mungkin menunggu beberapa hari lagi. ibu harus beristirahat dulu.. "
Permaisuri terus berbincang bincang dengan putrinya.. mereka membicarakan banyak hal sambil melepas kerinduan .
β€β€β€β€β€β€β€β€β€π¦π¦π¦π¦
"Permaisuri sudah kembali ... apa yang mulia Ratu ingin menyapanya..."
"Akhirnya hari ini datang juga,.. setelah sekian lama.. " Ratu hanya memasang wajah datarnya.. bagaimana tidak, saat ini saingan terberatnya sudah kembali menginjakkan kakinya di istana..
Perhatian Yang mulia Raja akan kembali terbagi, di dunia ini tidak ada wanita yang rela berbagi cinta dengan wanita lain. Jikapun ada tentu sangat jarang di temui.
Sebenarnya Ratu Dae hwa adalah istri ke dua , tapi dia menginginkan cinta suaminya untuk dirinya sendiri, apalagi keinginannya untuk menjadikan sang putra sebagai Putra mahkota tidak terlaksana karena lagi lagi terhambat oleh ramalan yang menurutnya tidak masuk di lakal.
Sebelumnya mereka memang pernah dekat layaknya kakak adik, hanya saja setelah ritual itu perlahan hubungan mereka menjadi sedikit rengang.
Ratu merasa tidak mendapat keadilan, dia juga ingin potensi putranya di pertimbangkan. Tapi tidak... bahkan putranya harus menyerah sebelum berjuang.. dia bertekat untuk menjadikan putranya sebagai raja suatu saat nanti.. bagaimanapun caranya.
"Setelah sekian lama kenapa aku harus melihatnya kembali ke istana ini. Ku pikir dia akan menghabiskan sisa umurnya di pengasingan... hah...bagaimana ini bisa terjadi... "
"Yang mulia harus tegar... "
"Dayang ca.. Setidaknya kita harus datang menyapanya .. meskipun hanya untuk formalitas.... "
.....Akhirnya Ratu bersiap siap untuk datang ke kediaman Permaisuri Myung Hee.. meski dengan berat hati, Jangan sampai dia terlihat buruk di hadapan yang mulia Raja karena tidak mau datang menyapa Permaisuri .
Mereka mulai berjalan menuju kediaman Permaisuri yang berada tidak jauh dari sana, ..
__ADS_1
πππππππππππππππ