
Zara memainkan jemarinya di dada Juho , hmn tu buh suaminya itu memang sudah membuatnya bertekuk lutut.
" Hmn , apa kau sedang ingin mengoda ku " Suara Juho menyadarkan Zara dengan apa yang barusaja di lakukanya .
" Eh , t tidak " Uh jangan sampai Juho memintanya lagi , dia sudah cukup lelah . Ini masih pagi dan suaminya itu sudah membuatnyabolah raga berkali kali. Entah dia harus bersyukur atau bagaimanaπ π
" Ada apa ? apa ada masalah ? kenapa kau tadi seperti sedang kesal ? " Hmn rupanya Zara tidak tau apa yang sudah memprofokasi suaminya sampai dia begitu bu as di atas ran jang.
" Hhm... tidak ada , hanya perasaan mu saja . Kenapa berfikir begitu ? " Juho perlahan membelai rambut panjang Zara dan mendararkan kecupan di sana
" Aku suka dengan bau tu buh mu " Ucap Juho seraya menatap manik mata Zara lekat lekat.
" Sekarang siapa yang mencoba mengoda siapa ? " Zara tersenyum manis hingga membuat Juho tidak tahan untuk mengecup bi bir Zara yang mungil itu .
" shh .. hentikan .. ck bi bir ku sampai mati rasa.. shhh " Zara sedikit mendorong tubuh suaminya yang kembali na kal ...
" ha haha ... itu karena bi bir mu sangat ma nis .... aku jadi tidak tahan melihatnya "
" Ck sudah aku mau membersihkan diri dulu , ini masih pagi dan kau sudah sangat nakal " Zara mencebik kesal melihat gelagat Juho yang mulai mencurigakan
" Ck aku sudah menahanya dari semalam , salah sendiri kau malah tertidur saat suamimu belum datang . Hh kau membuat ku sangat menderita " Juho mencoba memasang wajah penuh kesedihan.
" Aku sangat lelah ,kau yang terlalu lama "
"Mau man di bersama ? "
" Tidak , itu berbahaya untuk ku . argh... " Zara merasakan nyeri di bagian pribadinya , ulah dari suaminya yang buas itu .
" Masih sakit ? " Juho segera meraih kain untuk menutupi bagian bawahnya .
Kemudian langsung mengendong Zara dan membawanya ke tempat pemandian.
"Apa yang kau lakukan ? aku hisa berjalan sendiri " Zara memcoba memberontak, dia takut Juho akan kembali na kal lagi
" Shh sudah diam , atau aku akan me makan mu lagi " mendengar ancaman Juho Zara langsung menutup mulutnya rapat rapat.
" Kita akan membersihkan diri bersama , aku janji tidak akan macam macam lagi " Juho tersenyum ke arah Zara,
" Aku tidak yakin "
" Hmn . . jangan mencurigai suami seperti itu "
" Kau memang pantas di curigai "
__ADS_1
"ha ha ha " Juho tertawa penuh kemenangan , Zara pun ikut tersenyum . Pernikahanya benar benar membuat hidupnya jadi penuh warna , tidak ada kecanggungan .
Hanya ada cinta cinta dan cintaaaa, semoga mereka akan terus seperti ini sampai maut memisahkan.
Akhirnya setelah beberapa saat mereka berkutat dengan air , mereka selesai juga .
Juho kini telah berganti pakaian dengan baju bangsawan yang sudah di sediakan ibu mertuanya , Zara sampai tidak berkedip menatapnya.
Juho semakin terlihat tampan dan penuh pesona, sampai sampai Zara tidak sadar wajahnya sudah memerah seperti tomat.
" Kau baru sadar jika suami mu tampan " Suara Juho berhasil menyadarkan Zara dari lamunannya.
" Ck apa yang kau katakan , sudah sebaiknya kita segera keluar. Jangan sampai orang orang berfikir macam macam tentang kita"
..." Kenapa ? memang benar kan kita sudah macam macam sebelumnya" Juho masih terus menggoda zara ....
πππ
Juho terlihat sedang memberi makan Chorong, jangan sampai si manis itu kelaparan . Bisa berbahaya , kehadiran singa jantan itu membuat kuda kuda terusik .
Hingga Juho memindahkannya ke tempat khusus yang baru saja di buat. Tak lupa Juho juga mengajak Chorong berkeliling untuk membiasakan nya dengan lingkungan baru .
Sedangkan para wanita tengah berkumpul bersama, Anjum juga menjadi bertambah lengket dengan bibinya .
" Tentu saja bu , aku sangat bahagia . Kenapa ibu bertanya begitu ?? "
" Syukurlah , itu berarti ibu sudah mengambil keputusan yang tepat " Ratu mengengam jemari putri tercintanya , hatinya menjadi lega karena Zara benar benar bahagia dengan pernikahannya bersama Juho .
" Tapi sepertinya Ayah dan Kakak " Zara sesikit menundukkan pandangannya karena merasa sedih.
"Tidak perlu memperdulikan mereka , semua akan baik baik saja . Perlahan lahan mereka pasti akan menerima Juho , percayalah mereka pun sangat memperdulikan kebahagiyaan mu benarkan Jhanvi "
" Itu benar ibu ,Sanjev sepertinya juga sudah mulai menerima Juho . Hanya saja dia masih malu mengakuinya setelah apa yang sudah dia lakukan pada Juho "
"Semoga saja , Anjum apa kau menyukai paman Juho "
"Hum , dia baik . Tadi pagi paman Juho memberiku kelinci kelinci yang cantik bibi , Ibu bilang paman juga sudah menolong Ayah dan semua orang . Aku suka ? " Anjum terswnyum polos
" Benarkah , itu bagus " Zara senang Juho bisa mengambil hati Anjum yang terkadang memang sulit di dekati .
" Bibi ? "
"Hum . ."
__ADS_1
" Kapan bibi memiliki bayi ? "
" Anjum apa yang kau katakan ? "
"Ibu bilang jika nanti bibi akan memiliki bayi jika bersama paman " Ucap Anjum dengan polosnya
Zara menoleh pada kakak iparnya yang ikut terkejut , Ratu juga ikut melihat menantunya itu . Kenapa Anjum bisa bicara begitu ? pasti ada alasanya bukan ?
"Akan ku jelaskan " Mendapat tatapan itu putri Jhanvi lalu mulai menjelaskannya.
Ternyata Anjum menginginkan seorang adik perempuan lantaran sang ayah pernah menjelaskan jika Jughal adalah anak laki laki , jadi tidak bisa di ajak main boneka seperti perempuan .
Anjum menjadi kesal karena tidak menyenangkan jika tidak ada teman bermain untuk nya , Pangeran Sanjev memang sengaja menggoda putrinya itu .
Yah dia memang sangat merindukan masa masa seperti ini karena lama tidak bertemu , namun sikapnya itu sudah membuat putrinya kecewa.
Anjum bahkan meminta ibunya melahirkan lagi , namun Jhanvi bilang Jughal masih terlalu kecil . Jadi untuk saat ini tidak bisa
Karena itu untuk menghibur Anjum , Putri Jhanvi mengatakan jika nanti bibinya juga akan memiliki bayi nantinya .
Mendengar itu tentu saja Anjum menjadi sangat senang .Dan sekarang sudah jelaslah duduk perkaranya .
"Bibi ? jadi kapan bibi akan punya bayi ? ? aku mau adik perempuan ? apa bisa besok ? " Lagi lagi tingkah Anjum membuat mereka gemas.
"I iituuu " Zara bingung mau bicara apa , dia malu tentunya
" Anjum , kita berdoa saja . semoga di perut bibi Zara lekas ada bayinya hum " Bujuk Ratu
" Aku akan berdoa setiap hari kalau begitu " Anak perempuan itu terlihat sangat senang , apa dia lupa jika dulu ibunya lama mengandung adik laki lakinya .
Ck ck ck bisa bisanya dia meminta untuk secepatnya ada bayi ? astaga...
Mereka semua terlihat tak habis pikir dwngan Anjum , ada ada saja tingkahnya yang selalu bisa membuat orang menjadi gemas padanya .
# # # #
Seorang prajurit berlari lari ke arah Pangeran Sanjev , sepertinya ada sesuatu yang sangat penting. Wajahnya terlihat begitu cemas
" Gubrakkkkkkk "
ππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers, biar kak cery jadi tambah cemunguttt... setiap jempol dari kalian sangat di nantikan...πππ
__ADS_1