
"Ada apa ? " Tanya tuan kakkar
"Putri Zara , dia menjadi histeris dan hilang kendali . Sepertinya dia mendengar suara tangisan pangeran lalu jadi tidak terkendali, dayang dayang sudah kuwalahan menahanya " Ucap Nyonya kim panik
Mendengar itu bibi rupa dan tuan kakkar saling berpandangan sebentar kemudian menagangguk.
Mereka segera pergi ke tempat putri Zara tinggal , tak lupa bibi rupa juga membawa bayi itu . Mereka ingin mengetahui bagaimana reaksi putri Zara melihat putranya , lagipula keadaan sudah seperti ini
Tiga dayang tampak kualahan menahan putri Zara yang hilang kendali .
"Putra ku... Putrakuuuuu ... Lepas.... Lepaskan aku... Jangan bunuh putraku... " Teriak putri Zara.
"Putri tenanglah , pangeran baik baik saja " Ucap seorang dayang mencoba menenangkan putri yang berteriak histeris , tenaganya sungguh kuat sampai harus di tahan tiga orang dayang.
Suara tangisan bayi semakin dekat putri Zara bisa melihat seseorang yang mendekat seraya menggendong bayi.
Melihat itu putri Zara semakin kuat memberontak dan akhirnya ketiga dayang itu terjatuh karena di dorongnya dengan kuat.
"Putra ku... Putra kuuu " Putri Zara berlari menghampiri bibi rupa , tuan Kakkar yang sudah siaga segera mengjadangnya , dia takut jika putri akan asal menggendong pangeran dan membuatnya terluka .
"Zara tenanglah putra mu baik baik saja ... Tenanglah .. Lihat dia sudah tidak menangis lagi.... Tenanglah nak .. " Tuan Kakkar memeluk keponakanya erat , sudut matanya tampak berembun.
Di dalam hatinya ia bersumpah akan menghabisi penjahat itu , dia sudah berani membuat jiwa keponakanya ini menjadi terguncang . Tidak ada kata maaf ataupun ampunan
Pria yang se garang itu sampai terenyuh dengan kemalangan ini .
Setelah cukup tenang bibi rupa perlahan memberikan bayi laki laki itu pada Zara , namun ia tetap bersikap hati hati jangan sampai dia melukai putranya sendiri karena terlalu bersemangat.
Putri Zara perlahan mendekap pangeran kecil dengan sorot mata ketakutan , sepertinya traumanya memang cukup parah . Untungnya dia tidak melakukan gerakan yang menyakiti putranya.
#
Setelah Memikirkan semuanya dengan baik baik akhirnya pangeran Seong Jun menyerah dan menyetujui dekret pernikahan itu .
__ADS_1
Di kediaman bangsawan moon tuan besar tampak berkumpul dengan istri dan putrinya.
"Permaisuri sudah menerima dekret itu mewakili panheran Seong jun , putri ku apa kau akan menerima pernikahan ini ? Fikirkan ini baik baik . Jika kau tidak bersedia ayah tidak akan memaksa mu , ayah akan memohon raja untuk membatalkan dekret itu . Ayah tidak perduli dengan apa kata orang kebahagiyaan mu adalah yang paling penting " Ucap tuan besar seraya menatap putri kesayanganya itu .
Meski pun harus menohon dan menanggung semua kemalangan ini maka tidak masalah baginya , sebagai seorang ayah dia hanya menginginkan yang terbaik untuk kebahagiyaan putrinya .
Menikahkan putrinya dengan pangeran setengah gila , tentu hatinya tidak mengizinkan hal itu. Lebih baik menyerahkan putrinya pada sastrawan atau bangsawan kecil .
Namun ia tetap harus mendengar pendapat dari putrinya itu , ini adalah dekret dari Raja . Dia tidak boleh sembarangan bertindak .
"Ayah aku menerimanya " Ucap Nona moon Geoung lirih .
Sebelumnya dia tidak tertarik lagi dengan yang namanya pernikahan , hanya saja dia merasa sedih jika sampai pangeran kecil akan mendapatkan ibu sambung yang tidak menyayanginya dengan tulus.
Nona moon Geoung adalah wanita yang menyukai anak anak , ia pernah bertemu pangeran kecil itu .
Seorang anak yang lucu dan sangatenggemaskan , dia menyukainya . lagi pula kejadian itu telah mengakibatkan sedikit kontak fisik antara dia dan pangeran , hal ini tidak di benarkan .
Jadi dia memutuskan untuk menerimanya , dia akan berada di sisi pangeran ji hu dan sudah bertekat untuk melindungi dan menyayanginya kelak.
"Ya , aku akan menerimanya "
#
Dalam sekejap berita menghebohkan itu sudah tersebar ke seluruh kota , pernikahan pangeran dengan nona Moon geoung young akan segera di laksanakan dalam waktu dekat.
Partai kiri sungguh tidak puas dengan hal ini mereka gagal memasukkan wanita dari pihak mereka ke kediaman pangeran Seong jun , sungguh di sayangkan.
Apalagi permaisuri sebagai ibu kandung telah mengungunkan sebuah keputusan yang juga di setujui oleh raja dengan di sahkan menggunakan stempel naga istana.
Sebuah keputusan jika kelak pangeran tidak akan mengambil seorang selir lagi , ini berita yang cukup menghebohkan .
Rakyat sampai berfikir entah ini keberuntungan ataupun kesialan bagi nona moon Geoung.
__ADS_1
Sisi baiknya kelak tidak akan ada wanita lain yang akan menjadi selir pangeran seong jun selain dirinya , sedang hal buruknya tentu adalah keadaan pangeran yang menyedihkan itu . Sungguh di sayangkan bukan
Ada yang bilang nona moon geoung sungguh malang
Pangeran sangat beruntung mendapatkan nona yang sangat berbakat itu.
Sedangkan di kediamanbpangeran hajong saat ini tampak kacau , pangeran melampiaskan kekesalanya dengan mengjempaskan semua yang ada di atas meja kerjanya .
Sial sial siallllll , kenapa bukan dia yang menerima dekret itu sehingga bisa menikah dengan nona moon geoung. Kenapa harus kakak tirinya yang gila itu , kenapa harus dengan pria lain yang bahkan penampilanya sungguh kacau.
# Chanso akhirnya datang saat itu dia melihat putri Zara yang sedang mengayun pangeran yang tertidur di dalam ayunan, bibi rupa dan beberapa dayang juga berada di sana untuk berjaga takut takut jika putri akan kembali histeris lagi.
Tuan kakkar dan tuan chanso kemudian pergi keruangan lain untuk berbicara , kebetulan bangsawan kim seowon juga baru saja tiba.
"Pernikahan pangeran dan nona moon geoung sudah di tetapkan , permaisuri memutuskan untuk sedikit menunda mempertemukan pangeran dengan putri zara sampai pernikahan itu selesai di lakukan " Ucap tuan Chanso menjelaskan.
"Pangeran belum tau jika anak dan istrinya masih hidup ? " Tuan kakkar sedikit terkejut mendengar berita itu
"Tuan sebelum pangeran mengembara dia telah terikat pertunangan dengan nina moon geoung , dan terpaksa di batalkan karena orang orang mengira jika pangeran sudah tewas .
Pernikahan ini dulu di atur oleh mendiang raja terdahulu , kakek pangeran seong jun yang mengikat janji akan menikahkan putra mahkota dengan cucu sahabatnya yang telah banyak berjasa untuk kerajaan.
Nona moon geoung adalah pribadi yang baik dan bukan dari kalangan orang orang licik yang hais akan kekuasaan , pernikahan ini juga bertujuan untuk melindungi pangeran ji hu .
Mereka yang bertentangan dengan permaisuri sudah berencana menjadikan wanita dari kalangan mereka sebagai selir pangeran Seong jun dengam tujuan yang tidak baik , entah apa yang akan terjadi jika itu benar benar terlaksana " Tuan chanso menjelaskan duduk masalahnya pada tuan kakkar.
Pria berwajah sangar itu tampak memikirkan perkataan Tuan Chanso , dia juga berasal dari istana . Sedikit banyak tentu dia mengerti konspirasi apa saja yang sering timbul di istana .
"Aku mengerti , mungkin ini memang keputusan yang terbaik . Sebagai pamanya yang mewakili putri Zara aku tidak mempermasalahlan hal ini.
"Ku dengar pangeran sempat menolak keras keputusan ini , namun permaisuri berusaha keras membujuknya . Ini tidak akan berhasil jika pangeran sudah mengetahui kebenaran tentang putri Zara dan pangeran " Bangsawan kim Seowon ikut menambahkan untuk memperjelas bahwa sebenarnya pangeran Seong jun juga sangat keberatan dengan pernikahan ini .
"Hm m m kau benar , jika pangeran mengetahui kenyataan ini entah dengan berbagai cara dia tidak akan setuju untuk menikah lagi " Tuan Kakar tentu tau kenyataanya .
__ADS_1
Pangeran memang sangat mencintai putri Zara , dia tau jelas hal itu.
" Lalu bagaimana selanjutnya "