
Juho akhirnya sampai juga
"Kau kembali ??? Ku kira kau tidak mau lagi datang ke tempat ini " Tuan Kakkar tersenyum melihat kedatangan Juho
"Apa itu yang kau inginkan guru ?? bukankah guru sendiri yang memaksaku kembali ke sini ? "
" Kapan aku melakukannya ?? jadi kau kembali karena pesan dari ku " Tuan Kakkar menyerigai dan merekapun tersenyum
Ke empat pria itu kemudian memutuskan masuk ke dalam rumah .
Zara telah selesai memetik berbagai sayuran di kebun , sebenarnya tidak ada orang yang menyuruhnya melakukan hal itu . Zara hanya ingin membantu pekerjaan di sana , dia merasa sangat bosan jika hanya diam saja tanpa melakukan apapun .
Zara kini membawa keranjang yang sudah berisi banyak sayuran ke dapur belakang , semenjak di sini Zara sudah sedikit mempelajari banyak hal tentang memasak .
Jika di istana tentu tidak akan ada yang mengizinkannya melakukan hal itu, Bibi Rupa mengajarinya dengan sabar . Di dapur Zara meletakkan sayuran itu di atas meja .
Gauri terlihat sedang membuat susu kunyit , disana juga ada beberapa wanita yang ikut membantu . Tapi di mana bibi Rupa ?? bukankah biasanya bibi akan berada di tempat ini sampai semua pekerjaan selesai .
Di ruang tengah
Bibi Rupa menatap Juho penuh kebahagiyaan ,putranya telah kembali setelah sekian lama .
π€«π€«π€«π€«π€«π€«π€«π€«π€«
"Dia ada di sini nak " Ucap bibi Rupa seraya menatap Juho
"Siapa yang bibi maksud ? " Juho tidak mengerti apa sebenarnya maksud perkataan bibi Rupa itu.
"Zara , Putri Zara Balraj Kumar . Dia ada di sini sekarang "
Mendengar itu Juho sangat terkejut , dia memang belum tau jika gadisnya ada di sini .
"Dia di sini ? "
Juho menatap bibi Rupa , wanita itu mengangguk perlahan. Tuan Kakkar menatap Juho penuh arti , mereka kemudian segera masuk ke dalam sebuah ruangan . Di sana Tuan Kakkar memberitahukan beberapa hal yang memang harus Juho ketahui.
Taemin melihat Panglima Chanso yang sedang bersama ibu mertuanya , dia segera berjalan mendekat.
" #Panglima kau kembali ??# " Taemin sengaja menggunakan bahasa aslinya
" hmn "
"#Apa yang mulia juga datang kemari ? # "
__ADS_1
"Dia ada di dalam bersama Tuan Kakkar , ayo ikut aku ada yang ingin ku tanyakan padamu "
"Ibu aku pergi dulu, "
" Ya , pergilah "
Taemin mengikuti langkah Tuan Chanso dari belakang .
ππππππππ
Zara telah berjalan mendekati taman bunga , ada beberapa tanaman yang mulai mekar bunganya .
Udara pagi hari benar benar menyegarkan , saat ini Zara merasa tidak nyaman berada di dapur . Sekarang Gauri bahkan benar benar menunjukkan sikap ketidak sukaannya padanya, dan itu sedikit mengganggu.
Zara memegang kain saree yang dia pakai , baju yang di beli dan di pilihkan langsung oleh Juho khusus untuknya. Baru berwarna biru itu sangat cocok di badan Zara .
Di ruang makan orang orang telah berkumpul , Chanso juga ada di sana . Gauri yang membawa hidangan makanan terkejut melihat pria itu , dia lalu melihat sekeliling berharap menemukan seseorang di sana , tapi orang yang di carinya tidak ada .
π¨π¨π¨π¨πΊπΊπΊπ»π»π»
Dari kejauhan Zara melihat seseorang yang memakai penutup wajah masuk ke tempat terlarang , tempat yang bahkan di larang bagi siapapun yang tinggal di tempat ini.
Selain Taemin tidak ada yang di perbolehkan memasukinya. Orang itu terlihat mencurigakan , tanpa rasa takut sedikitpun Zara segera menyusulnya .
Zara terdiam sejenak , di belakangnya saat ini ada seorang musuh yang berbahaya karena berhasil menyusup ke tempat ini tanpa di ketahui oleh siapapun .
Zara tidak bisa melakukan apa apa karena posisinya dalam keadaan terancam, orang itu menyentuh pinggang kemudian merambat hingga ke perut Zara .
Dalam sekejap pria itu menarik tubuh Zara dengan kuat hingga memangkas habis jarak di antara mereka , sungguh kurang ajar memang .
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan , sepertinya dia sengaja melakukan itu pada Zara .
Zara merasa kesal karena harus mengalami hal yang jelas jelas melecehkan dirinya seperti ini, perlahan pria itu kemudian berbisik tepat di telingga Zara .
"h h kau cukup berani mengikuti ku seorang diri sampai ke sini ??? Nona , sepertinya kau sama sekali tidak takut pada ku " (Suaranya terdengar sangat lirih dan berat )
Zara menahan pergelangan tangan musuh dengan ke dua tangan agar pisau itu tidak terlalu dekat dengan lehernya dan dengan sedekit sentakan akhirnya
" Bugh h h h " Zara mengadu kepalanya dengan dagu musuh
"ashhhh " Sepertinya pria itu sedikit mengaduh merasakan sakit.
Serangan dadakan Zara berhasil melonggarkan jarak dan dengan sekuat tenaga di dorongnya tanggan pria itu hingga menciptakan cukup ruang bagi Zara untuk terlepas dari cengkramannya .
__ADS_1
" Aku tidak akan melepas mu kali ini "
Zara melihat pisau itu berkilat dan di mainkan ke kiri dan ke kanan , dia sama sekali tidak merasa takut. Justru Zara berniat membalas atas pelecehan yang barusan di terimanya, pasti akan dia balas bagaimanapun caranya.
ππππππππππππ
"Di mana Juho ? " Tanya Bibi Rupa , dia melihat ke semua sisi dan tidak menemukan putra kesayangannya di sana .
" Dia sedang membereskan sedikit masalah , biarkan saja dia . Kita bisa memulai ini sekarang " Tuan Kakkar melihat ke arah Taemin
"Iya bu , lihatlah hidanganya sudah mulai dingin aku benarkan payal .. " Taemin tersenyum ke arah istrinya baru kemudian menoleh pada Ibu mertuanya.
Bibi Rupa akhirnya faham maksud ucapan dari Suaminya , tentu saja. Juho pasti sedang menemui seseorang , ya ...siapa lagi kalau bukan..... Dia ...
Gauripun juga mengerti tentang apa yang sedang terjadi saat ini , karna memang hanya mereka berdualah yang tidak ada di tempat ini sekarang .
Menyelesaikan masalah. . . . bukankah ini terdengar sedikit lucu ? ? ? ? keberadaan gadis itu di tempat ini saja sudah merupakan masalah .
ini terdengar seperti
* Menyelesaikan masalah dengan mendapat masalah lainya *
ck ck ck kedengaranya seperti sebuah slogan yang sangat bagus bukan ??? .
π£ π£ π£ π₯ π₯ π₯
Zara terus mencoba melawan serangan musuh , dia berhasil meraih tongkat yang ada di sana dan mulai menggunakannya untuk menyerang penyusup itu .
Tapi pria ini ternyata cukup tangguh , dia bisa menghindari setiap serangan Zara dengan baik .
Penyusup itu Mendapatkan serangan membabi buta dari Zara , hingga akhirnya dia berhasil mendaratkan sebuah pukulan dari tongkat kayu itu di lengan kiri .
Tapi bukannya berhasil dia justru menangkap ujung tongkat dan langsung menariknya hingga Zara hampir terjatuh karena kuatnya tarikan itu .
Zara hampir saja terjatuh ke dalam pelukan musuh jika tidak segera menahannya dengan tangannya
" Sudah menyerah ?? "
" Jangan bermimpi "
Zara masih mencoba melawan , dari balik pagar besar itu terdengar suara Chorong dan Raza yang meroar . Ke dua binatang itu menyadari adanya tamu di sana .
Namun karena kokohnya pagar penghalang membuat mereka tidak bisa ikut meramaikan pertempuran .
__ADS_1
π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’