
juho terus menatap Zara.......
"berhenti menatapku seperti itu..." zara memalingkan wajahnya karena maluππ
"aku mencintaimu... percayalah padaku..."
"bilang mencintaiku tapi berduaan dengan gadis lain... dasar buaya.βΉοΈβΉοΈ.." ucap zara ketus... diliriknya juho dengan tatapan kesal...
"berduaan dengan gadis lain... apa maksudmu..." ucap juho pura - pura tidak tahu
" hhh... baru kemarin sudah lupa...π." zara menarik tangannya yang masih di gengam juho
"hh ... oh.. maksudmu nona nandini... kemarin aku hanya membantunya karena anand terluka...saat dalam perjalanan kemari ..mereka dihadang perampok... aku tidak sengaja bertemu dengan nona nandini "... juho memegangi kepalanya yang mulai pening
mendengar juho mengucapkan nama gadis lain membuat zara kesal....π‘π‘
" kau cemburu..." ... ucap juho membuat zara malu sekaligus gugup...kata - kata. juho berhasil memuat gadis itu salah tingkah..
" cemburu... aku.. yang benar saja..." zara berdiri memalingkan wajahnya... juho segera menarik zara ke pelukannya.πππ€£π€£π€£
" tidak akan pernah ada wanita lain di hati dan fikiranku... aku sengaja melakukanya agar tau bagaimana reaksimu saat aku bersama gadis lain.ππ... bukankah kemarin kau bilang hanya mengangapku teman.... zara... kau bisa membuatku gila jika berkata seperti itu.lagi.ππ...."
"ju ho ..lepaskan aku...πππ." ucap zara lirih... saat bersama juho mendadak dia menjadi tidak berdaya...zara takut terbuai dengan sentuhan pria itu...
sentuhan yang berhasil menggetarkan hatinya...πππ
juho tidak melepaskan pelukannya... kedua tangan zara menahan dada juho
dari luar terdengar langkah kaki mendekat kearah kamar zara.... juho menoleh ke arah pintuπ€«π€«π€«
"ada yang mendekat kesini.... jika ada yang melihatmu disini ... tidak tidak..... itu tidak boleh terjadi... "π²π²π²zara merasa takut... juho melepaskan pelukannya..... gadis itu tiba - tiba meraih tangan juho... menariknya ke ruang ganti di dalam kamarnya... kemudian langsung menutup pintu ruangan itu
seseorang memasuki kamar zara...
"zara.... kau dimana..."
terdengar seorang wanita memangil zara.... ternyata itu adalah putri jhanvi... kakak iparnya... zara semakin gugup...π€«π€«
" em... kakak ipar... aku sedang ganti baju ...ada apa..."πΆπΆ
"mau kakak bantu.bersiap.."
juho dan zara saling menatap... mereka mengelengkan kepalanya.... tentu saja putri jhanvi jangan sampai ikut masuk ke ruang ganti itu... bisa ketahuan mereka berdua...
"jangan... e maksudku tidak usah kak..
__ADS_1
iya.. tidak usah... .aku bisa sendiri... jangan kesini...."π¬π¬π¬
"kenapa.. .."
"aku malu... e..ada apa kakak mencariku..." tanya zara setenang mungkin meski juho kini sedang memeluknya dari belakangπππ
juho menghirup aroma rambut zara lagi... dia terus menikmati aroma wangi yang memabukkan itu...π€«π€«π€« juho terus membenamkan wajahnya di rambut zara....
gadis itu merasa terbuai... kedua tangan juho mengunci zara sehingga gadis itu tidak bisa bergerak bebas... jantung zara bedegup semakin kencang..π³π³π³ hingga juho bisa mendengarnya
pria itu menyibakkan rambut zara ke samping...juho lalu menc*um pundak zara yang sedikit terbuka... ....gadis itu merasa seperti ada aliran listik yang mengalir di dalam tubuhnya.... πππ
"kakak kesini mau menjemputmu.... tadi shagun bilang kau masih belum bersiap.... acaranya akan segera dimulai...." jhanvi duduk santai di tepi ranjang zara...
"eh... iya.. sebentar kak... aku sedang memilih baju yang cocok.πππ.." ucap zara berbohong... matanya terpejam ... b*b*r juho masih berada di pundaknya... .
gadis itu membalikkan badannya..... sekarang mereka saling berhadapan.πππ.. entah kapan juho melepas kumis palsunya.... mata zara melotot menatap juho yang telah mengambil kesempatan dalam kesempitan...
juho jadi khilaf saat berada sedekat ini dengan pujaan hatinya.... sudah cukup lama dia menahan diri untuk bertemu zara...
"apa yang kau lakukan..." ucap zara lirih....suaranya hampir hampir tidak terdengar.... dia harus berbicara sepelan mungkin agar kak jhanvi tidak mendengarnyaπ π π
juho masih menatap zara sayu...gelora di hatinya benar - benar sulit di kendalikan
"kak aku akan menyusulmu nanti... em... berangkatlah dulu... aku masih belum selesai.. " ucap zara memberi alasan....
"baiklah... kakak tunggu disana.... berdandanlah secantik mungkin untuk calon suamimu nanti...." putri jhanvi segera meninggalkan ruangan itu
juho menautkan jari jemari mereka berdua... sementara tangan satunya merengkuh pinggang zara agar tidak jauh - jauh darinya...π²π²
"kau ini... bagaimana kalau kita ketahuan...." zara sedikit kesal...π¬π¬
"maafkan aku..." juho menempelkan keningnya di pundak zara... entah kenapa tiba - tiba kepala juho terasa berat...π΅π΅
"eh... kau sangat berat... .. juho.. kau kenapa... juho..." zara terlihat panik karena juho π¨memejamkan matanya... badanya bersandar pada zara agar tidak terjatuh...
zara perlahan mendudukkan juho dan menyandarkannya pada dinding....ππ
pria itu setengah sadar....
"juho kau kenapa... jangan bercanda..." zara begitu panik..juho . berkeringat dingin...
pria itu berusaha membuka bajunya.... . terlihat bekas luka goresan kecil di perut juho ... luka itu membiru... racun.....
juho ingat saat melawan perampok malam itu.... salah seorang musuh berhasil melukai juho.... meski hanya goresan kecil...
__ADS_1
"hh sial.... " juho menyandarkan kepalanya
"kau terkena racun...π±. " Zara terlihat begitu panik
"hhh ... sepertinya kali ini aku benar - benar akan mati.. ... tubuhku seperti mati rasa..."
.
π±π±π±π±π±π±
" jangan sembarangan bicara... seenaknya saja mau mati .... bagaimana denganku nanti.... .. kenapa kau begitu ceroboh" zara .. benar benar panik...... tubuh juho semakin dingin...
" jika aku mati sekarang aku tidak akan menyesal ... karna aku sudah mengatakan semua perasaanku padamu..."πππ
"sebentar... akan ku pangilkan tabib kemari...." zara bersiap pergi tapi juho menahan tangan gadis itu...
h
"apa kau ingin seluruh kerajaan tau kau sedang bersama seorang pria didalam kamar....jangan pergi... aku ingin saat - saat terakhirku bersamamu..." juho menatap zara penuh harapπ«π«
"tanpa seizinku kau tidak boleh mati.... hhhh" zara semakin panikπ€―π€―π€―
"katakan satu alasan kenapa tidak boleh mati.. hhh hhhj hhh"...juho bertambah lemas....
"itu karena... .... karena..... juho...juho... kenapa kau diam saja.. bangun. juho... kau tidak boleh meninggalkanku seperti ini....saat aku sudah mulai menyukimu...kau tidak boleh seenaknya pergi.... " zara langsung mengoyang goyangkan tubuh juho yang sudah kehilangan kesadarannya ...πππππ
air mata gadis itu mulai menetes...
"juho... bangun...." zara memukul mukul dada juho dengan keras.... dipeluknya pria itu..
"kumohon buka matamu....." air maa zara bertambah deras dia terus memukul mukul dada juho ..
" hei ..aku belum mati..... hentikan.. berhenti memukuliku....sakit..." π¨π¨
"kau... .ku pikir kau sudah mati... πππ.. " ucap zara ... ditatapnya pria di depannya itu dengan tatapan penuh arti....
" cepat ambilkan aku penawarnya... atau aku benar - benar akan mati...."π ucap juho kemudian
" aku akan memangil tabib ..sebentar...."
"tidak perlu... kemarilah dekatkan telingamu padaku..... akan ku beritahu..."π¨π¨
zara kemudian mendekatkan telinganya pada juho... pria itu segera membisikkan sesuatu padanya... zara mengangguk mengerti...
terdengar seseorang.... memasuki kamar zara... langkahnya terdengar semakin mendekat......π²π²π²π²
__ADS_1
dia membuka pintu ruang ganti..... teryata orang itu adalah.....
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±πππ±π±π±