
Hari berganti hari, pembangunan istana cepat mengalami kemajuan karena dikerjakan oleh begitu banyak pekerja. ladang ladang telah mulai menghijau karena di tanami dengan banyak tanaman , Pohon buah buahan juga ikut di tanam di banyak tempat.
Indukan maupun benih ikan telah di tebar di danau buatan yang cukup luas, disana juga ada sampan yang sudah di sediakan . Juho telah meminta tukang kapal untuk membuat kapal kecil yang akan di tempatkan di danau.
Beberapa pekerja masih ada yang menggali, Juho ingin danaunya semakin luas. mereka menggali di tempat lain yang nantinya akan di gabungkan jadi satu , satu danau telah jadi dan telah di penuhi air serta ada beberapa tanaman air yang sengaja di letakkan di sana seperti teratai.
Sementara danau lainnya tak jauh dari sana karena memang sengaja berdekatan dan akan di jadikan satu nantinya , Danau itu masih dalam proses penggalian, mungkin akan memakan waktu sedikit lebih lama dari danau pertama yang sebelumya memang lebih cepat karena di buat di tanah yang memang berbentuk cekungan yang lumayan dalam dan luas.
Danau itu akan memiliki banyak manfaat nantinya, bisa di gunakan untuk memelihara ikan , untuk pengairan lahan dan masih banyak lagi.
Juho terus mengawasi pembangunan , paman Chunso dan Chilsook juga terus membantu. Pembangunan Istana tidak dapat di lihat dari luar karena tertutup oleh Benteng tinggi yang menjulang mengintarinya.
Pembangunan istana ini tidak sembarangan orang bisa melihatnya masuk, para pejabat pun dilarang. Permaisuri dan Putra Mahkota baru akan memperlihatkan Istana pada para dewan saat bangunannya sudah benar benar jadi.
Mereka akan meresmikannya bersama sama nanti, tentu saja ini adalah permintaan khusus dari Juho. Dia tentu memiliki alasan khusus sehingga meminta hal itu, Mereka hanya berusaha membantu sebisanya.
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Di medan pertempuran .
Sejak insiden Bunga More itu pasukan banyak yang gugur , mereka di habisi saat kondisinya lemah tak berdaya. Para Raja bertempur dengan sisa pasukan yang ada, harapan untuk menang seakan menjauh.
Beruntung tidak semua pasukan terkena racun bunga More, tentu saja itu karena serbuk bunga beracun itu jumlahnya terbatas. Sebuah keberuntungan , jika tidak mereka pasti sudah kalah sejak beberapa hari yang lalu.
Malam ini seorang utusan dari Raja Madraka datang dengan membawa pesan khusus di tujukan untuk Raja Balraj Kumar, saat ini mereka berkumpul di tenda kusus.
"Seorang utusan ?? "
"Benar yang mulia , tapi dia mengatakan hal aneh " ucap seorang kapten pasukan
__ADS_1
"Apa yang aneh " Tanya Raja Aveenash
"Surat itu hanya di tujukan untuk Raja Balraj Kumar "
Mendengar itu mereka semua menoleh pada Raja Balraj, sedang sang raja yang di maksud juga keheranan. Apa maksudnya hanya di tujukan khusus untuk dirinya , perasaan Raja Balraj menjadi tidak enak . Sepertinya isi surat itu akan membawa masalah baru untuknya.
"Biarkan dia masuk " Ucap Raja Balraj Kumar
Utusan itu masuk ke dalam tenda besar itu setelah di geledah tubuhnya untuk memastilan tidak ada senjata yang di bawa. Perlahan anak muda itu masuk , dari pakaian yang di kenakanya dia tentu bukan prajurit biasa.
"Salam ku untuk kalian semua, aku adalah Sukwinder . Kepala pasukan sayap kanan, aku datang ke sini khusus untuk menyampaikan pesan dari raja Madraka ,Maharaja Mahender Chawala untuk Raja Balraj Kumar " pria itu menyerahkan sebuah surat pada seorang prajurit
Prajurit itu kemudian menerimanya dan segera memberikan surat itu langsung pada Raja Balraj Kumar.
"Surat itu mungkin bisa menentukan jalannya peperangan kedepan, tergantung bagaimana tanggapan dari Raja Balraj Kumar sendiri. Jadi ku mohon berikan keputusan terbaik anda yang mulia " Ucap pria itu lagi
"Beraninya dia .... pria kotor itu " Raja Balraj menatap tajam pemuda itu , sedang sang pemuda terlihat biasa saja menanggapi .
"Raja Balraj apa isinya " Tanya Raja Avenash yang mulai merasa penasaran
Raja Balraj kemudian menyerahkan surat yang sempat di gengamnya begitu erat pada Raja Aveenash, Kemudian dia ikut membaca dan hal yang samapun terjadi . Ya ...kemarahan.
Raja Avenash menyerahkan surat itu pada pangeran Jeet Singh , ya ...pada pangeran Jeet bukanya pada Raja lainnya. Pangeran Jeet sedikit bingung tapi dia kemudian mbaca surat itu juga.
"Kurangajarrrrrr....." Pangeran Jeet meremas surat itu setelah dibacanya dan menerjang sang utusan dengan mencekik lehernya. Pangeran lalu menghadiahinya dengan sebuah pukulan yang membuat bibir pria itu mengeluarkan darah.
"Yang di minta Rajamu itu adalah hal yang tidak mungkin , aku tidak akan membiarkan putriku menikah dengan pria yang sama sekali tidak memiliki kehormatan sepertinya. Daripada menjadi istri raja mu , aku lebih memilih memberinya kematian..."
π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£
__ADS_1
Di tempat lain , dalam sebuah tenda besar milik Raja mahender mereka juga melakukan pertemuan.
" chhh aku jadi penasaran bagaimana ekspresi Raja Balraj Kumar dan Pangeran Jeet Singh saat membaca surat dariku.... ha ha ha ha ha....pasti akan sangat menarik..."
"Yang mulia, kemenangan kita sudah di depan mata. Untuk apa yang mulia meminta Izin pada Raja Balraj Kumar jika tanpa itupun kita bisa mendapatkannya saat yang mulia mengalahkan kerajaan mera..."
"sssst.... jangan begitu , baaimanapun jiga dia akan menjadi mertuaku bukankah aku harus sedikit menghormatinya???...setidaknya dalam waktu dekat ini... tidak baik jika tidak meminta restu darinya...ππ... " Raja Mahender terlihat tersenyum menyerigai, senyum penuh kelicikan dan rencana kotor tentunya.
Orang orang di sana tampak ikut tersenyum mendengar hal itu , menghormati ??? mereka tau tidak ada kata seperti itu dalam kamus hidupnya . Jangankan menghormati orang lain , orang tuanya sendiri bahkan dia sendiri yang mengantarkanya pada gerbang kemat?an , menghabisinya tanpa ampun. Yang benar saja ...menghormati....???? Cih....tidak mungkin... itu pasti hanyalah lelucon belaka.
π π π π π π π .......
Kembali pada Raja Balraj Kumar
Pangeran Jeet dengan penuh kemarahan merobek robek surat itu dan melemparkannya ke wajah sang kurir. Pria itu hanya tersenyum layaknya sedang mengejek.
"Jadi ini keputusan anda yang mulia ??? Aku harap anda tidak menyesalinya karena besok, Raja Kami akan menyerang kalian dengan sekuat tenaga dan tanpa ampun. Tidak ada lagi kemurahan hati . Kalian sendiri yang memilih kehancuran " ucap pria itu kemudian segera pergi dari sana dan tak ada seorangpun yang menghalanginya hingga pangeran Jeet melemparkan sebuah belati yang berhasil mengenai punggungnya.
Pria itu melotot dan setelahnya tidak bisa berkata apapun karena pangeran Jeet sudah menyongsongnya dengan beberapa serangan hingga pria itu roboh dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Mungkin serangan yang di lakukan pangeran Jeet ini tidak mencerminkan sikap ksatria karena menyerang musuh tak bersenjata dan sedang dalam keadaan tidak siap menerima serangan.
Tapi kemarahan Pangeran Jeet singh sudah sampai di ubun ubun , dia benar benar sangat marah saat mengetahiu isi surat itu.
"Ini adalah jawaban dari surat itu , prajurit !!! nawa may*t ini pergi dan kirim kembali pada mereka..... tidak perlu menulis surat atau menunggu apapun... lemparkan pada mereka dan cepat kembali lagi ke mari " Teriak Raja Avenash pada dua prajurit di sana.
Ke dua prajurit itu langsung melaksanakan perintah Raja Avenash, sepertinya firasat Raja Balraj memang benar. Surat itu akan membawa masalah baru.
π π π π π€’π€’π€’π€’π€’π π π
__ADS_1