
π€π€sebelum baca jangan lupa like lope ya...ππ
π’π’... tes tes tes.... Readers sekalian mari kita mulaiii....π
Juho menaiki Chorong dan berkeliling , orang orang yang mengenalnya membungkuk memberikan penghormatan pada Juho.
Jika menaiki kuda saja dia sudah terlihat mempesona , apalagi kini Juho menaiki seekor singa putih.
Juho berpapasan dengan Taemin dan Paman Chanso, dia berhenti dan turun menghampiri mereka.
" Taemin ?? "
"# Pangeran , anda kembali #? " Taemin membungkuk saat Juho ada di depannya.
" hmn , baru sebentar pergi dari kerajaan ini semua sudah banyak berubah " ucap Juho.
( berubah kacau maksudnya π€«π€«π€ )
"Aku tidak melihat Chilsuk ? "
"Dia masih di sana , kenapa ? jangan bilang kalau kau merindukannya ? " Ucap Juho seraya tersenyum mengejek
"Apa ? astaga t tidak , kenapa harus merindukannya . Diakan bukan istri atau anak ku . Sepertinya dia benar benar merindukan rumah sampai tidak mau kembali ke sini "
Yah , Taemin tidak tau saja apa alasan sebenarnya yang membuat Chilsuk terpaksa ditinggal di sana dan tidak ikut mengawal Pangeran ke mari .
Dia tentu akan menjadi orang yang tertawanya paling keras saat tau Chilsuk di tinggal karena mengalami mabuk laut yang sangat merepotkan.
"Kita harus membicarakan masalah di tempat ini segera " Ucap Panglima Chanso
" Kita bicarakan dengan paman Kakkar , dimana dia ? " Tanya Juho
"Ayah ada di tempat biasa "
"Kita kesana sekarang " Juho lalu menaiki Chorong ,
Jika kalian bertanya kenapa pangeran bisa menaiki tubuh singga itu , maka akan ku beri tahu .
Juho sudah membuat pelana khusus untuk Chorong berikut tali kekangnya , jadi Juho menaiki Chorong si singa putih layaknya menaiki kuda .
Hanya saja tidak ada yang bisa menaikinya selain Juho , sementara Raza hanya mengikutinya saja.
π«π«π«π«π«
Paman Kakkar tengah berbincang dengan isteinya di sebuah balai terbuka saat Juho dkk datang.
"Salam Paman , bibi " Juho memberikan salamnya pada kedua orang itu dan dibalas dengan senyuman.
Mereka mulai berbincang bincang mengenai permasalahan yang terjadi di kerajaan ini , semua yang terjadi sejak kepergian Juho .
Sementara bibi Rupa sefera meninggalkan tempat itu karena dia teringat sesuatu.
π’π’π’
Zara mulai membuka matanya , gadis itu melihat ke sekeliling . Sejak kapan dia berpindah ke tempat tidur ? ah mungkin Juho yang menggendongnya , memangnya siapa lagi.
Zara tiba tiba tersenyum karena ingatannya bersama Juho kembali melintas di fikirannya , pipinya bersemu merah jambu hanya karena menginggat moment spesialnya tadi .
Kenangan yang begitu manis untuk di inggat , ah syukurlah ini bukan hanya mimpi .Hati Zara kini tengah berbunga bunga merasakan cinta yang begitu membara.
Zara segera bangun dari tempat tidur , ini adalah kali pertamanya memasuki kediaman pribadi Juho .
Zara melihat ada beberapa lemari yang di setiap rak nya di penuhi dengan buku buku , se
pertinya Juho memang senang membaca .
Ada juga lemari yang berisi berbagai macam senjata, bahkan ada yang belum pernah di lihat Zara sebelumnya.
Ada pedang , gada , tameng , belati , ada panah , ada tombak , baju besi . Apa ini adalah hobi juho yang lain ? mengoleksi senjata .
__ADS_1
Dari semua senjata itu ada sebuah pedang yang terpisah di sebuah meja , Zara mendekat dan meraih pedang itu.
Dari sarungnya saja sudah terlihat berbeda dengan yang lainnya , terdapat ukiran berwarna emas dan perak serta ada juga permata di sana , Indah sekali .
Zara mencabut pedang itu dari sarungnya , disana terdapat sebuah tulisan yang tidak dia ketahui apa artinya . Sepertinya itu bahasa tempat asal Juho.
( Sebenarnya itu bertuliskan nama asli Juho yaitu ; Seong Jun . tentu saja Putri Zara tidak bisa membacanya , karena memang belum pernah mempelajari bahasa itu sebelumnya )
Di pedang itu tidak memiliki banyak ukiran seperti sarungnya , disana hanya ada tulisan itu .
Zara kemudian menyarungkan pedang itu lagi dan meletakkan di tempatnya semula, ruangan ini tertata rapi .
"Sudah bangun ?? "
"Astaga , bibi kau mengejutkan ku "
Bibi Rupa ternyata menyusulnya ke tempat ini , dia datang bersama Gauri membawa nampan berisi makanan dan minuman.
" Kau belum makan sejak pagi , makanlah jangan sampai kau sakit "
" Bagaimana bibi bisa ?..mn"
" Bagaimana aku bisa tau kau di sini ? Juho yang memberitahu ku, siapa lagi " Bibi Rupa tersenyum .
"Kami harus pergi "
"Bibi ? "
"Tuan Putri, ini adalah tempat terlarang untuk kami . Ini sudah peraturan , hanya saja saat ini adalah pengecualian " Ucap bibi Rupa menjelaskan
" Baiklah , terimakasih bibi , Gauri "
" Kami pergi dulu " Bibi Rupa kemudian mulai beranjak pergi dari tempat itu di ikuti Gauri di belakangnya .
Gauri hanya diam saja dan pergi tanpa mengatakan sepatah katapun , dia hanya menatap kosong pada Zara .
Di meja itu telah tersedia makanan khusus untuk Zara , dan ternyata bibi Rupa juga membawakan untuknya baju ganti . Tunggu , baju ganti ??? kenapa harus di antar ke mari .
Hari memang sudah mulai sore , Zara segera mencuci tanggan dan mulai menikmati makannya yang sempat tertunda begitu lama karena Juho . Atau lebih tepatnya karena mereka yang ketiduran π π π
πππ
Para pria kini telah membahas masalah penting mereka .
"Aku tidak akan menundanya lagi , saat ini juga aku akan pergi "
"Itu tidak perlu , aku sudah mendapatkan izinnya "
"Apa maksud mu guru ?" Juho masih belum mengerti
" Aku sudah tau hari ini akan tiba " Tuan Kakkar menyerahkan selembar kertas pada Juho .
Juho menerimanya dan langsung membacanya, matanya terbuka lebar dan dahinya berkerut karena memikirkan sesuatu.
"Ini ?? "
"Ya , seperti yang kau harapkan "
Surat dengan stempel kerajaan Suryavans ada di tanggan Juho, surat yang sanggat berarti untuknya .Chanso dan Taemin langsung faham arah pembicaraan ini , ini adalah pesan dari ibunda putri Zara .
" Aku sudah meminta Rupa untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk besok "
"Besok ? .." Juho terkejut
"Ya , semakin cepat semakin baik " Tuan Kakkar tersenyum
Chanso dan Taemin ikut tersenyum senang , ini adalah kabar gembira untuk mereka semua .
"Apa Zara sudah tau tentang ini ? "
__ADS_1
" Belum , kau sendiri yang harus memberitahunya " Ucap tuan Kakkar
ππππ
Tak butuh waktu lama , Juho segera menemui Zara di kediaman pribadinya . Chorong berlari kencang menuruti arahan Juho , orang orang yang di laluinya jadi terkejut .
Gadis itu baru selesai mandi , rambutnya terlihat masih basah . Terlihat masih ada air yang menetes dari tiap ujung rambutnya.
Kali ini Zara memakai saree berwarna putih , Zara mendengar ada yang membuka pintu rumah . Juho segera masuk dan dia melihat Zara masih ada di sana .
" Juho , kau dari mana " Tanya Zara yang baru melihat Juho sejak dia membuka mata tadi .
Juho tersenyum dan langsung berlari ke arah Zara , tiba tiba dia memeluk gadis itu seraya mengangkatnya hingga berputar putar . Juho terlihat senang sekali
"Hei , ada apa dengan mu ?? rambutku masih belum kering " Zara bingung dengan sikap Juho yang terbilang sedikit aneh .
" Biarkan saja , kau justru jadi bertambah cantik sekarang "
"Hentikan itu , jangan menggoda ku lagi . Aku jadi berfikir , jangan jangan kau memang suka menggoda . Katakan padaku ? gadis mana saja yang sudah termakan rayuan mu itu "
Juho menghentikan aksinya , di tatapnya Zara dengan penuh cinta dan n n n n
"Hmn m m sebenarnya , tidak ada . Aku belum pernah menggoda gadis manapun selain dirimu , inggat ?? aku hanya tertarik dengan singga betina "
"Kau , kau mau menyamakan ku dengan Raza lagi . Astaga , apa aku benar benar terlihat seperti itu " Zara kemudian mencubit pinggang Juho dengan gemas .
" Ha ha ha , bukanya benar . Untuk ukuran seorang putri , kau memang ganas . Dan sayangnya aku justru sanggat menyukainya " Ucap Juho seraya tersenyum dan membelai wajah Zara dengan penuh cinta .
"Kau adalah cinta pertama dan terakhir ku putri Zara , aku sudah terperangkap oleh belenggu cinta mu dan mustahil bagiku untuk melepaskan diri "
" Aku juga mencintai mu , entah sejak kapan . Tapi aku tidak bisa memikirkan hal lain selain diri mu " Zara menyentuh tanggan Juho yang kini ada di pipinya
Setiap sentuhan Juho membuat bulu roma Zara jadi berdiri , Zara seolah terhipnotis dengan belaian kekasihnya itu .
"Aku mencintai mu " Ucap juho dengan sungguh sungguh
Kemudian Juho tanpa permisi langsung menyambar b!b!r Zara , gadis itu menjadi mematung karena kaget . Jantungnya langsung berdesir karena mendapat c?uman dari Juho .
Juho perlahan mencium Zara dengan lembut hingga Zara ikut menikmati aktifitas itu , sepertinya mereka benar benar merasa dunia ini seperti milik berdua .
C!uman kali ini tidak berlangsung lama seperti tadi pagi , Juho perlahan melepaskan kecupannya .
Mata mereka bertemu , Juho menatap Zara dengan penuh arti .
"Katakan padaku , kenapa kau terlihat begitu bahagia ? " Tanya Zara
Juho lalu mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya , selembar kertas .
" Zara ku punya hadiah untuk mu "
"Hadiah ? "
"Ya , hadiah . Terimalah "
Zara menerima kertas itu , apa ini ? apa sebuah surat .
"Bacalah " Ucap Juho meyakinkan Zara agar segera membaca surat sepesial itu.
πππππ
Deh , dapat surat neng Zara ? kira kira surat apa ya ?? Jangan bilang kalau itu surat warisan ππ...
Byeuhhhh.... kalo itumah kak cery juga mau... hehehe.... ups.... ato jangan jangan surat tagihan cicilan yang belum pada di bayar.. π€£π€£..
. wa di daw.......buahayya itu .
tau ah kak ceri juga belum ngintip itu surat apa , dari tadikan di kekepin terus sama abang Juho ...π€π€
halo readers . π
__ADS_1
Jangan lupa tekan jempol lope and vote ya.... habis baca jangan langsung ngacir ... biar kak ceri tambah ceminggit.. next kita lanjutkan lagi nanti ... bye bye