The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Juho dan Zara , cinta yang semakin dalam


__ADS_3

🎀🎀sebelum baca jangan lupa like lope ya...πŸ™πŸ™


πŸ“’πŸ“’... tes tes tes.... Readers sekalian mari kita mulaiii....πŸ˜‰


Juho menaiki Chorong dan berkeliling , orang orang yang mengenalnya membungkuk memberikan penghormatan pada Juho.


Jika menaiki kuda saja dia sudah terlihat mempesona , apalagi kini Juho menaiki seekor singa putih.


Juho berpapasan dengan Taemin dan Paman Chanso, dia berhenti dan turun menghampiri mereka.


" Taemin ?? "


"# Pangeran , anda kembali #? " Taemin membungkuk saat Juho ada di depannya.


" hmn , baru sebentar pergi dari kerajaan ini semua sudah banyak berubah " ucap Juho.


( berubah kacau maksudnya 🀫🀫🀭 )


"Aku tidak melihat Chilsuk ? "


"Dia masih di sana , kenapa ? jangan bilang kalau kau merindukannya ? " Ucap Juho seraya tersenyum mengejek


"Apa ? astaga t tidak , kenapa harus merindukannya . Diakan bukan istri atau anak ku . Sepertinya dia benar benar merindukan rumah sampai tidak mau kembali ke sini "


Yah , Taemin tidak tau saja apa alasan sebenarnya yang membuat Chilsuk terpaksa ditinggal di sana dan tidak ikut mengawal Pangeran ke mari .


Dia tentu akan menjadi orang yang tertawanya paling keras saat tau Chilsuk di tinggal karena mengalami mabuk laut yang sangat merepotkan.


"Kita harus membicarakan masalah di tempat ini segera " Ucap Panglima Chanso


" Kita bicarakan dengan paman Kakkar , dimana dia ? " Tanya Juho


"Ayah ada di tempat biasa "


"Kita kesana sekarang " Juho lalu menaiki Chorong ,


Jika kalian bertanya kenapa pangeran bisa menaiki tubuh singga itu , maka akan ku beri tahu .


Juho sudah membuat pelana khusus untuk Chorong berikut tali kekangnya , jadi Juho menaiki Chorong si singa putih layaknya menaiki kuda .


Hanya saja tidak ada yang bisa menaikinya selain Juho , sementara Raza hanya mengikutinya saja.


πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«


Paman Kakkar tengah berbincang dengan isteinya di sebuah balai terbuka saat Juho dkk datang.


"Salam Paman , bibi " Juho memberikan salamnya pada kedua orang itu dan dibalas dengan senyuman.


Mereka mulai berbincang bincang mengenai permasalahan yang terjadi di kerajaan ini , semua yang terjadi sejak kepergian Juho .


Sementara bibi Rupa sefera meninggalkan tempat itu karena dia teringat sesuatu.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Zara mulai membuka matanya , gadis itu melihat ke sekeliling . Sejak kapan dia berpindah ke tempat tidur ? ah mungkin Juho yang menggendongnya , memangnya siapa lagi.


Zara tiba tiba tersenyum karena ingatannya bersama Juho kembali melintas di fikirannya , pipinya bersemu merah jambu hanya karena menginggat moment spesialnya tadi .


Kenangan yang begitu manis untuk di inggat , ah syukurlah ini bukan hanya mimpi .Hati Zara kini tengah berbunga bunga merasakan cinta yang begitu membara.


Zara segera bangun dari tempat tidur , ini adalah kali pertamanya memasuki kediaman pribadi Juho .


Zara melihat ada beberapa lemari yang di setiap rak nya di penuhi dengan buku buku , se


pertinya Juho memang senang membaca .


Ada juga lemari yang berisi berbagai macam senjata, bahkan ada yang belum pernah di lihat Zara sebelumnya.


Ada pedang , gada , tameng , belati , ada panah , ada tombak , baju besi . Apa ini adalah hobi juho yang lain ? mengoleksi senjata .

__ADS_1


Dari semua senjata itu ada sebuah pedang yang terpisah di sebuah meja , Zara mendekat dan meraih pedang itu.


Dari sarungnya saja sudah terlihat berbeda dengan yang lainnya , terdapat ukiran berwarna emas dan perak serta ada juga permata di sana , Indah sekali .


Zara mencabut pedang itu dari sarungnya , disana terdapat sebuah tulisan yang tidak dia ketahui apa artinya . Sepertinya itu bahasa tempat asal Juho.


( Sebenarnya itu bertuliskan nama asli Juho yaitu ; Seong Jun . tentu saja Putri Zara tidak bisa membacanya , karena memang belum pernah mempelajari bahasa itu sebelumnya )


Di pedang itu tidak memiliki banyak ukiran seperti sarungnya , disana hanya ada tulisan itu .


Zara kemudian menyarungkan pedang itu lagi dan meletakkan di tempatnya semula, ruangan ini tertata rapi .


"Sudah bangun ?? "


"Astaga , bibi kau mengejutkan ku "


Bibi Rupa ternyata menyusulnya ke tempat ini , dia datang bersama Gauri membawa nampan berisi makanan dan minuman.


" Kau belum makan sejak pagi , makanlah jangan sampai kau sakit "


" Bagaimana bibi bisa ?..mn"


" Bagaimana aku bisa tau kau di sini ? Juho yang memberitahu ku, siapa lagi " Bibi Rupa tersenyum .


"Kami harus pergi "


"Bibi ? "


"Tuan Putri, ini adalah tempat terlarang untuk kami . Ini sudah peraturan , hanya saja saat ini adalah pengecualian " Ucap bibi Rupa menjelaskan


" Baiklah , terimakasih bibi , Gauri "


" Kami pergi dulu " Bibi Rupa kemudian mulai beranjak pergi dari tempat itu di ikuti Gauri di belakangnya .


Gauri hanya diam saja dan pergi tanpa mengatakan sepatah katapun , dia hanya menatap kosong pada Zara .


Di meja itu telah tersedia makanan khusus untuk Zara , dan ternyata bibi Rupa juga membawakan untuknya baju ganti . Tunggu , baju ganti ??? kenapa harus di antar ke mari .


Hari memang sudah mulai sore , Zara segera mencuci tanggan dan mulai menikmati makannya yang sempat tertunda begitu lama karena Juho . Atau lebih tepatnya karena mereka yang ketiduran πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


πŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Para pria kini telah membahas masalah penting mereka .


"Aku tidak akan menundanya lagi , saat ini juga aku akan pergi "


"Itu tidak perlu , aku sudah mendapatkan izinnya "


"Apa maksud mu guru ?" Juho masih belum mengerti


" Aku sudah tau hari ini akan tiba " Tuan Kakkar menyerahkan selembar kertas pada Juho .


Juho menerimanya dan langsung membacanya, matanya terbuka lebar dan dahinya berkerut karena memikirkan sesuatu.


"Ini ?? "


"Ya , seperti yang kau harapkan "


Surat dengan stempel kerajaan Suryavans ada di tanggan Juho, surat yang sanggat berarti untuknya .Chanso dan Taemin langsung faham arah pembicaraan ini , ini adalah pesan dari ibunda putri Zara .


" Aku sudah meminta Rupa untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk besok "


"Besok ? .." Juho terkejut


"Ya , semakin cepat semakin baik " Tuan Kakkar tersenyum


Chanso dan Taemin ikut tersenyum senang , ini adalah kabar gembira untuk mereka semua .


"Apa Zara sudah tau tentang ini ? "

__ADS_1


" Belum , kau sendiri yang harus memberitahunya " Ucap tuan Kakkar


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Tak butuh waktu lama , Juho segera menemui Zara di kediaman pribadinya . Chorong berlari kencang menuruti arahan Juho , orang orang yang di laluinya jadi terkejut .


Gadis itu baru selesai mandi , rambutnya terlihat masih basah . Terlihat masih ada air yang menetes dari tiap ujung rambutnya.


Kali ini Zara memakai saree berwarna putih , Zara mendengar ada yang membuka pintu rumah . Juho segera masuk dan dia melihat Zara masih ada di sana .


" Juho , kau dari mana " Tanya Zara yang baru melihat Juho sejak dia membuka mata tadi .


Juho tersenyum dan langsung berlari ke arah Zara , tiba tiba dia memeluk gadis itu seraya mengangkatnya hingga berputar putar . Juho terlihat senang sekali


"Hei , ada apa dengan mu ?? rambutku masih belum kering " Zara bingung dengan sikap Juho yang terbilang sedikit aneh .


" Biarkan saja , kau justru jadi bertambah cantik sekarang "


"Hentikan itu , jangan menggoda ku lagi . Aku jadi berfikir , jangan jangan kau memang suka menggoda . Katakan padaku ? gadis mana saja yang sudah termakan rayuan mu itu "


Juho menghentikan aksinya , di tatapnya Zara dengan penuh cinta dan n n n n


"Hmn m m sebenarnya , tidak ada . Aku belum pernah menggoda gadis manapun selain dirimu , inggat ?? aku hanya tertarik dengan singga betina "


"Kau , kau mau menyamakan ku dengan Raza lagi . Astaga , apa aku benar benar terlihat seperti itu " Zara kemudian mencubit pinggang Juho dengan gemas .


" Ha ha ha , bukanya benar . Untuk ukuran seorang putri , kau memang ganas . Dan sayangnya aku justru sanggat menyukainya " Ucap Juho seraya tersenyum dan membelai wajah Zara dengan penuh cinta .


"Kau adalah cinta pertama dan terakhir ku putri Zara , aku sudah terperangkap oleh belenggu cinta mu dan mustahil bagiku untuk melepaskan diri "


" Aku juga mencintai mu , entah sejak kapan . Tapi aku tidak bisa memikirkan hal lain selain diri mu " Zara menyentuh tanggan Juho yang kini ada di pipinya


Setiap sentuhan Juho membuat bulu roma Zara jadi berdiri , Zara seolah terhipnotis dengan belaian kekasihnya itu .


"Aku mencintai mu " Ucap juho dengan sungguh sungguh


Kemudian Juho tanpa permisi langsung menyambar b!b!r Zara , gadis itu menjadi mematung karena kaget . Jantungnya langsung berdesir karena mendapat c?uman dari Juho .


Juho perlahan mencium Zara dengan lembut hingga Zara ikut menikmati aktifitas itu , sepertinya mereka benar benar merasa dunia ini seperti milik berdua .


C!uman kali ini tidak berlangsung lama seperti tadi pagi , Juho perlahan melepaskan kecupannya .


Mata mereka bertemu , Juho menatap Zara dengan penuh arti .


"Katakan padaku , kenapa kau terlihat begitu bahagia ? " Tanya Zara


Juho lalu mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya , selembar kertas .


" Zara ku punya hadiah untuk mu "


"Hadiah ? "


"Ya , hadiah . Terimalah "


Zara menerima kertas itu , apa ini ? apa sebuah surat .


"Bacalah " Ucap Juho meyakinkan Zara agar segera membaca surat sepesial itu.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Deh , dapat surat neng Zara ? kira kira surat apa ya ?? Jangan bilang kalau itu surat warisan πŸ˜‡πŸ˜‡...


Byeuhhhh.... kalo itumah kak cery juga mau... hehehe.... ups.... ato jangan jangan surat tagihan cicilan yang belum pada di bayar.. 🀣🀣..


. wa di daw.......buahayya itu .


tau ah kak ceri juga belum ngintip itu surat apa , dari tadikan di kekepin terus sama abang Juho ...🀭🀭


halo readers . 😎

__ADS_1


Jangan lupa tekan jempol lope and vote ya.... habis baca jangan langsung ngacir ... biar kak ceri tambah ceminggit.. next kita lanjutkan lagi nanti ... bye bye


__ADS_2