
Mulai sore ini semua orang telah di sibukkan dengan banyak hal , besok akan di adakan acara pernikahan antara Putri Zara Balraj Kumar dan Juho .
Saat tuan Kakkar dan bibi Rupa memberitahukan berita baik ini mereka semua terkejut dan merasa sangat bahagia .
Mengingat situasi sekarang ini sedang tidak aman maka Juho memutuskan untuk menggelar acara sesederhana mungkin , dalam hatinya dia berjanji suatu saat nanti akan menggelar pesta yang besar .
Juho inggin perayaanya nanti berada di istana pribadinya yang kini sedang di bangun di kerajaannya sendiri , tentu saja setelah menangani semua kekacauan di tempat ini .
Zara telah kembali ke kamar pertamanya , karena saat ini kediaman pribadi Juho sedang di persiapkan untuk di hias .
Tuan Kakkar telah mengirimkan pesan singkat melalui burung pengantar pesan , dia memberikan kabar pada Lall sing tentang berita gembira itu sekaligus meminta untuk mengirimkan barang barang yang kiranya di butuhkan .
Mereka semua bergerak cepat , barang barang yang di butuhkan juga sudah siap .
Untuk gaun pernikahan Putri Zara juga telah di persiapkan bibi Rupa sejak gadis itu tinggal di sini , tentu saja atas arahan dari suaminya yang telah mendapatkan izin dari Ratu .
Malam kian larut , pekerjaan masih terus di kebut . Malam ini Zara berada di tengah tengah para wanita , tangan Zara siap untuk di lukis dengan hena .
Bibi Rupa sendiri yang akan melukisnya .
"Putri , berikan tangan mu " Ucap payal memberitahu
Zara lalu mengulurkan tangannya pada bibi Rupa yang duduk di depannya , orang orang di sana terlihat tersenyum bahagia.
Tempat ini memang menjadi lebih luas dan lebih ramai , saat ini cukup banyak orang yang tinggal di tempat ini .
Penjagaan kini tambah di perketat , jangan sampai ada penyusup . Besok adalah hari yang sangat penting untuk pemimpin mereka .
β€β€β€
Paman Chanso, Taemin dan Juho terlihat sedang berbicara .
"Besok adalah hari bahagia mu , aku senang karena akhirnya kau bisa mendapatkan kebahagiyaan mu di tempat ini yang mulia " Ucap paman Chanso
" Aku selalu berharap ibu akan menyaksikan pernikahan ku dwngan Zara , tapi sepertinya hal itu tidak akan terwujud sekarang "
"Permaisuri pasti akan mengerti dwngan keadaan kita di sini , beliau tentu ikut merasa bahagia karena putranya jiga bahagia "
"Hmn , setelah pernikahan ku selesai . Kita harus segera membereskan kekacauan di sini , Zara tentu merasa tidak tenang karena keluarganya sedang menjadi tawanan di istananya sendiri "
" Ini akan menjadi hal yang sangat sulit , mengingat lawan kita bukanlah pria terhormat . Melainkan orang yang akan melakukan segala macam cara untuk meraih kemenangan "
" Aku tidak akan kalah dengan orang seperti itu paman , selalu ada jalan di setiap permasalahan . Kali ini kita tidak boleh memberikan belas kasih pada musuh "
" Apa yamg mulia sudah memiliki rencana ? " Tanya Taemin yang mulai penasaran .
" Aku sudah memikirkan hal ini sejak dalam perjalanan kemari , melawan orang licik . Kita hanya perlu mengikuti permainannya "
" Kita membutuhkan pasukan untuk menyerang , dan tidak mempunyai hal itu" Ucap Taemin
" Kita tidak butuh banyak pasukan , sudah terbukti. Meskipun Raja Balraj Kumar membawa pasukan besar ke medan pertempuran bersama orang orang hebat . mereka tetap kalah , kita hanya memiliki satu cara " Juho menatap kurus ke depan
"Apa maksud yang mulia ?? menyerang langsung pimpinan musuh ? "
__ADS_1
"Ya , kita hanya perlu menghab!s! Raja mahender . Orang sepertinya sudah tidak bisa di ajak berunding , jika dia berani berbuat licik . Maka kita harus menggunakan cara yang sama padanya "
"Menyerang dari belakang ??Tapi ini bertentangan dengan prinsip kita " Paman Chanso terlihat kurang setuju.
" Kita akan menggunakan itu jika lawanya bukan dia , percayalah paman . Manusia satu ini benar benar tidak bisa kita biarkan hidup lebih lama , aku sendiri yang akan mengurusnya "
π¦ π¦ π¦
Zara tersenyum bahagia saat melihat hena memenuhi tangannya , bibi Rupa memang pandai membuat lukisan hena yang sangat cantik .
Gadis gadis di sana juga ikit merasakan aura kebahagiyaan itu , kecuali Gauri . Ya , Gauri harus mengubur dalam dalam rasa yang dia miliki untuk Juho.
Gadis manis itu telah lama mengagumi Juho , kebaikan hati dan keelokan parasnya memang sulit untuk tidak tertarik pada pemuda tampan itu.
Hanya saja Gauri tidak menyadari jika perasaan kagumnya itu lama kelamaan berubah dan akhirnya berkembang menjadi cinta .
Tapi untuk mengungkapkannya lebih tidak mungkin , karena Gauri tau . Sudah ada seseorang yang telah memiliki hati Juho, dan dia adalah putri Zara.
Sedangkan untuk bersaing dengannya tentu saja jelas tidak mungkin , dia sudah sadar diri sedari awal .
Juho bahkan jelas jelas hanya menganggapnya seperti seorang kakak dan adik , tidak lebih .
Gauri telah merelakan kekalahanya , hanya saja dulu saat melihat bagainama Zara sudah melukai orang yang di kasihinya membuatnya menjadi sedikit membenci Zara .
Gauri perlahan pergi dari sana , dia merasa tidak nyaman berada di tempat itu .
Malam ini menjadi begitu meriah di tambah dengan nyanyian dan tarian para wanita di sana , mereka juga memainkan musik meskipun alakadarnya .
Letak tempat ini yang memang jauh berada di dalam hutan tentu tidak masalah .
Malam bertambah larut , suasana yang tadinya ramai karena nyanyian dan alunan musik mulai hening karena seluruh penghuni di tempat itu tengah beristirahat setelah menikmati acara sederhana barusan .
Zara masih belum bisa memejamkan matanya , hena di tangannya telah mengering dan meninggalkan corak yang indah .
Gadis itu tidak menyangka jika hari ini akhirnya tiba juga , hari dimana dia akan menjalani kehidupan baru bersama pria yang di cintainya.
Sebelumnya harapan itu seakan mustahil , karena pertunangannya dengan pangeran Jeet . Apalagi setelah mendapat kabar kemat?an Juho yang sempat membuatnya terpuruk, namun semuanya telah berubah.
Peperangan yang membawa penderitaan ini ternyata masih menyisakan satu hal yang baik , hanya saja Zara menjadi sedih jika mengingat keadaan keluarganya saat ini .
Jika bukan karena mata mata tuan Kakkar yang memberi kabar jika keluarganya di kerajaan baik baik saja maka Zara tentu tidak akan setenang ini .
" Kau belum tidur juga ? "
"Apa yang kau lakukan di sini ?? "
Zara terkejut saat melihat calon suaminya kini tengah berdiri berada tak jauh darinya , sejak kapan dia masuk ?? Juho tersenyum melihat Zara .
"Hanya ingin melihat mu sebentar , jangan berisik . Orang orang sudah tertidur , kau bisa membangunkan mereka nanti "
" Tidak baik jika kau masuk ke kamar seorang gadis seperti ini , kenapa kau suka sekali menyelinap ke kamar ku "
Juho mendekat , di raihnya ke dua tangan Zara . Dia bisa melihat betapa indahnya lukisan hena yang ada di sana.
__ADS_1
" Anggap saja itu salah satu kebiasaan buruk ku yang sulit di tinggalkan , aku tidak bisa berhenti memikirkan mu . Aku hanya ingin melihat calon istri ku sebentar saja , apa tidak boleh ??"
" Jika ada yang melihat , kita bisa terkena masalah " Zara mulai gugup saat ini
Juho menautkan jemari mereka dan mencium Punggung tangan Zara .
"Biarkan saja , zara ??? "
"Hmn .. "
Juho perlahan membelai wajah gadis itu dengan penuh cinta , Zara mau tak mau jadi ikut terbuai .
"Aku mencintaimu " Juho menatap mata Zara lekat lekat
" Aku juga mencintai mu "
Juho menarik Zara ke dalam pelukannya , saat ini mereka benar benar sedang dilanda asmara . Pasangan kekasih ini sedang menikmati setiap detik saat saat kebersamaan mereka .
Zara memeluk Juho dengan erat , meskipun sedikit malu . Bagaimana tidak saat ini dia bisa begitu dekat dengan Juho .
Tidak di pungkiri , Zara pun tidak bisa tidur juga karena memikirkan Juho dan acara besok .
Tok tok tok
Suara pintu di ketuk pelan
Zara segera melepaskan pelukannya , entah siapa itu ?
Tak lama kemudian terlihat pintu mulai terbuka dan Bibi Rupa berjalan masuk.
" Ini sudah malam , Juho sepertinya kau mulai nakal "
Bibi Rupa sedikit menjewer telinga Juho
" Aduh bibi sakit " Melihat itu bukannya kasihan Zara justru tak kuasa menahan tawanya.
" Nona , sepertinya kaubharus mengunci pintu kamar ini rapat rapat . Jangan sampai ada penyusup lagi " Bibi Rupa lalu menarik tangan Juho meninggalkan tempat itu
"Bibi , aku hanya ingin melihatnya sebentar saja .."
" Sudah bukan ?? jadi sekarang kau harus kembali ke kamar mu sendiri , bersabarlah sedikit . Hanya tinggal besok , setelah itu kalian bisa selalu. bersama dan tidak akan ada yang melarang lagi "
" Zara , bibi sebentar saja. Aku hanya mau bicara denganya "
"Tidak boleh , besok masih ada banyak waktu ini sudah larut malam .Tidak baik "
Bibi Rupa terus mendorong tubuh Juho agar segera keluar dari kamar gadis itu meski sulit , mengingat tubuh pemuda ini lebih besar darinya.
" Da da ... " Ucap Zara seraya melambaikan tangannya seraya tersenyum mengejek.
π π π
πππ
__ADS_1
Deh deh babang juho ini nakal juga ternyata , sabar sabar bang tinggal besok kok . Itu neng Zara juga udah jinak , nga akan kabur lagi .
Kalo berani melarikan diri nanti kak ceri bantu ngiket di pohon bayem...heheheheh