
Saat ini Juho tengah melihat perkembangan pembangunan istana pribadinya , Tembok telah berdiri kokoh dan tinggi mengellilingi bakal istana pribadinya.. . Sehingga tidak sembarang orang bisa melihatnya dari luar, sumur sumur telah selesai di buat dan bisa mereka gunakan dengan baik untuk kebutuhan air minum mereka.
Selain itu Juho juga meminta mereka membuat danau buatan yang nantinya akan di pakai untuk pengairan serta akan di jadikan untuk melihara ikan nantinya...
Karena disana telah ada cekungan sebelumnya maka tidak sulit bagi mereka untuk melanjutkan sisanya... di atas danau telah di buat sebuah bangunan untuk bersantai di sana...serta jembatan batu sebagai jalan menuju bangunan terbuka itu.
mereka juga sudah mulai mengisi danau dengan air ... karena wilayah mereka memang dekat dengan pegunungan maka tidak sulit untuk mengalirkan air ... kebetulan tak jauh dari sana juga terdapat anak sungai yang bisa di buatkan parit kecil untuk mengaliran air dari sungai dan bisa di sambungkan lansung untuk mengisi danau...
Pekerjaan itu terlihat cepat sekali pengerjaannya , karena mereka bekerja dengan semangat serta jumlah pekerja yang sangat banyak . Untuk pembangunan istana dalam hanya di kerjakan oleh orang orang tertentu yang sengaja di bawa dari tanah barata ...
di luar dinding di tanami bunga bunga ,Pekerja di sana tidak akan taku kelaparan ataupun ke hausan , karena bahan makanan lebih dari cukuo untuk mereka setiap harinya .
Juho tersenyum senang ,βΊ dia bahkan sering membantu pekerjaan . tentu saja dengan penyamarannya memakai pakaian lusuh serta mengenaka janggut dan kumis palsu....wajahnya tampak di penuhi bulu. Penyamaran yang sempurna ππ
Chunso dan Chilsok juga ikut membantu , hanya saja mereka memakai pakaian biasa . Mereka ikut bekerja sambil mengawasi keadaan sekitar , mata Chunso yang begitu jeli sempat melihat gerak gerik seseorang yang mencurigakan.
Chunso memperhatikan dia dari kelompok mana dan menanyakan pada pengawasnya , saat di ketahui dia adalah mata mata yang dikirim ke sana . Pengawas langsung memberikan sanksi, dia di bawa ke hadapan Chilsok untuk di adili.
"Siapa yang menyuruh mu ,,... dasar tidak tau terimakasih..." Chilsok terlihat marah dia mencabut pedangnya seolah olah akan memberikan hukuman pada pria itu. Melihat itu nyalinya menjadi ciut.
"M m..maafkan aku tuan... aku hanya di suruh oleh bangsawan hee... aku mohon jangan menghabisi ku " pintanya seraya berlutut...
"Kau sudah melakukan kesalahan besar , aku tidak akan bisa mengampuni mu dengan mudah. Ada harga yang harus kau bayar untuk menebus penghianatan mu ini.... " Chilsok mengarahkan pedangnya ke arah pria itu lagi.
Orang orang di sana terlihat memperhatikan dan memdengar percakapan mereka , tapi para pengawas segera membuyarkan lamunan mereka dan kembali melakukan aktifitas masing masing
__ADS_1
"Aku mohon ampuni aku tuan....." dia masih terus berlutut pada chilsook memohon ampun.
"Kau beruntung karena ini adalah Istana milik Pangeran Seong Jun , aku tidak akan menghabisi mu di tempat yang istimewa ini . Tapi ingat , jika kau melakukan kesalahan lagi maka kau tidak akan mendapatkan penampunan lagi .." Ucap Chilsok seraya menyarungkan pedannya lagi dengan hentakan yang kuat
"A aku...berjanji tidak akan mengulanginya lagi ... " Pria itu benar benar senang karena mendapatkan kesempatan ke dua..."Kejadian itu dengan cepat menjadi buah bibir antar pekerja, mereka banyak yang menyayangkan tindakan itu . mereka bilang orang itu memang tidak tau terimakasih bahkan masih di beri kesempatan ke dua.
Mereka terus bekerja dengan giat , sementara orang tadi benar benar merasa menyesal sekaligus .senang.., ia senang karena terbebas dari hukuman dan mendapatkan kesempatan ke dua ..dia berjanji pada dirinya sendiri akan bekerja dengan tulus.Dia lalu melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena insiden itu
πππππππππππ
Pertempuran masih terus berlangsung, banyak korban yang berjatuhan di kedua belah pihak .
Di tempat lain juga terjadi pertempuran sengit .
Zara sedang bertarung menghadapi musuh yang tiba tiba menyerang istana. Melihat ada musuh yang datang prajurit segera memukul besi sebagai pertanda adanya serangan dari musuh
Sebelumnya kelompok tuan kakkar telah mengintai agar bisa mengawasi bila ada penyusup yang berhasil masuk., dan benar saja mereka melihat sekelompok pasukan yang berjalan menuju kerajaan . Melihat itu tuan kakkarimpin seluruh anak buahnya untuk menghadang dan pertarungan pun tidak bisa di hindari lagi .
Akan tetapi musuh membagi dua kelompok . separuh dari mereka menghadapi tuan kakkar dan separuhnya lagi berkuda menuju istana, melihat itu Tuan kakkar menyerahkan musuh di sana pada taemin menantunya . Sedangkan dia dan beberapa orang mengejar pasukan yang hendak menyerang istana.
Meskipun mereka kalah jumlah , tetapi anak buah Tuan kakkar lebih unggul dari segi kemampuan . Mereka semua cukup bisa di andalkan , bahkan para mantan pemberontak itu ikut membantu bertarung.
Zara terus mengayunkan pedangnya dan membereskan musuh satu persatu musuh di sana, sementara tuan kakkar kini tengah berhadapan dengan Raja varun. prajurit istana juga sibuk dengan lawan mereka masing masing .
Ratu , putri Jhanvi serta anak anak bersembunyi di kamar . Mereka tidak bisa bertarung , sangat berbahaya jika mereka ada di luar.
__ADS_1
Shagun kini berjaga di kamar bersama mereka , dia memegang sebilah pedang . Gadis itu rupanya juga memiliki keahlian dalam berpedang , para dayang yang bisa bertempur berada di depan pintu berjaga jaga sambil membawa senjata untuk menghadapi musuh jika berhasil menerobos ke sana.
"Shagun ..dimana Zara . kenapa hanya kau yang kemari ? " Ratu merasa cemas karena tidak melihat putri semata wayangnya.
"Putri sedang bertarung melawan musuh di luar , Putri Zara memerintahkan hamba untuk berjaga di sini . di luar ada banyak musuh "
"Astaga Zara ,... "
"Ratu dan putri tidak perlu hawatir , hamba yakin putri Zara pasti bisa mengatasi mereka . Ada bala bantuan yang datang membantu.. mereka pasti bisa menjaga putri Zara . " Shagun terus meyakinkan Ratu dan putri Jhanvi... pangeran kecil yang di gendongnya saat ini tengah tertidur , sedang putri Anjum menangis dan berhasil di tenangkan yang mulia Ratu
............
Pertarungan antara Raja varun dan tuan kakkar berlangsung sengit..pedang danbpedang saling beradu .. mereka saling serang tapi kemampuan Raja Varun masih terlalu jauh dari Tuan Darshwana kakkar , Tuan kakkar berhasil mendesaknya dan memukul Raja Varun hingga terjatuh dan menghantam tanah.
Tuan kakkar segera menendang jauh pedang Raja Varun yang terlrpas dari gengamannya , dia lalu mencengkeram kuat kerah bajunya..
Raja Varun Dhawan... dia berhasil di lumpuhkan. Tuan kakkar segera berteriak
"Raja mu sudah kalah , menyerah atau ku habisi dia sekarang juga . " Teriaknya lantang hinga orang orang menghentikan pertarungan mereka .
Melihat Rajanya kalah maka para pasukan terpaksa menyerah dan mengaku kalah , mereka menjatuhkan senjata senjatanya di atas tanah tanda menyerah .
Zara juga berhasil mengatasi semua musuhnya , kemampuan berpedangnya memang tidak perlu di ragukan lagi . Melihat musuh tidak berdaya lagi prajurit segera menggiring dan menangkap mereka kemudian di tempatkan di penjara dan Menjadi tahanan perang .
Dengan sejetika penjara yang telah selesai di bangun itu menjadi penuh oleh tahanan perang...
__ADS_1
Zara mendekat pada tuan kakkar dia tentu masih ingat dengan pria itu, mereka pernah bertemu di hutan rahasia itu sebelumnya meski belum pernah berbicara satu sama lain.