
Juho memperhatikan keadaan sekitar , orang orang tampak berlalu lalang di desa itu. Mereka melakukan akifitas seperti biasa layaknya penduduk pada umumnya.
perjalanan mereka di lanjutkan dengan berkuda, paman manbok yang belum bisa terpaksa harus berkuda dengan chilsook , sementara na rien bersama anak buah chunso .
mereka menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh , setelah berkuda beberapa saat akhirnya mereka sampai di rumah peristirahatan. Juho dan mereka semua segera turun dan memasuki rumah itu sementara dua orang penjaga berada di luar mengamati keadaan, berjaga jaga jika saja ada orang yang mengikuti atau mengawasi mereka.
"Kita istirahat di sini dulu sebentar " ucap Chunso
"Ide yang bagus, aku juga sangat lelah " Chilsok setuju saja dengan p Chunso, perjalanan mereka memang cukup melelahkan
"Apa tidak ada orang lain di rumah ini ? "Tanya Juho seraya melihat sekeliling
"Tidak ada , apa ada yang kau inginkan" Tanya chunso
" Bukankah kia membutuhkan bahan makanan selama berada di sini ? "
"Anda tidak perlu hawatir, aku akan menyiapkan semuanya . Aku permisi dulu " pria itu membungkuk pada Juho dan p Chunso lalu pergi dari sana bersama seorang temannya
"Siapa mereka ? orang orang paman ? " Juho meminta penjelasan karena mereka tadi belum sempat memperkenalkan diri sebelumnya .
"Mereka prajurit kerajaan yang bertugas di wilayah ini , orang yang setia pada Permaisuri ,,,,,,ibu yang mulia ,, "
"p p p p permaisuri , se sebenarnya si siapa tuan ini ? " Mendengar itu Manbook begitu terkejut , dia mencoba mengingat baik baik . jika yang di maksud adalah permaisuri kerajaan yang tinggal di tempat itu maka hanya ada satu kemungkinan .
"Dia adalah putra sulung permaisuri myung hee , pangeran Seong jun " Ucap chilsok menjelaskan.
Mendengar itu manbok segera menjatuhkan dirinya dan bersujud , dia benar benar terkejut ๐ฑ๐ฑ๐ฑmendengar identitas asli dari tuannya itu.
"Ampuni aku yang mulia, aku sudah bersikap tidak baik karena tidak bisa mengenali yang mulia selama ini,,,." manbok dan na rien masih bersujud
"Berdirilah , kalian tidak melakukan kesalahan. Tolong rahasiakan identitasku dari siapapun " Ucap Juho sambil tersenyum
"Aku berjanji tidak akan pernah menghianati yang mulia pangeran, aku akan merahasiakannya " Manbok mengatakannya dengan sungguh sungguh
๐ผ๐บ๐ป๐ผ๐บ๐ป๐ผ๐บ๐ป๐ผ๐บ๐ป๐ผ๐บ๐ป๐ผ
__ADS_1
Malam itu tampak begitu sunyi , seorang wanita paruh baya yang terlihat masih begitu cantik di usianya yang tidak muda lagi, dia terlihat anggun . Dia adalah permaisuri kerajaan yang saat ini memilih tinggal di luar istana, tetap mengasingkan dirinya di tempat itu karena keinginannya sendiri.
Permaisuri masih melanjutkan kegiatan kesukaannya menyulam kelopak kelopak bunga sakura yang bermekaran . Dayang choi dengan setia menemaninya di sana.
"Yang mulia harus beristirahat, anda tidak boleh terlalu lelah ." Ucapnya hawatir
" Aku masih belum selesai , sebentar lagi " Permaisuri tersenyum dan melanjutkan lagi aktifitasnya yang sempat tertunda.
Tok
Tok
Tok
"yang mulia " Suara seorang yang begitu di kenalnya terdengar meminta izin untuk masuk ke dalam
"Masuklah " Ucap permaisuri myung hee memberikan izin
Seorang dayang muda datang menghadap dengan nafas tidak beraturan
"So hwa , ada apa kenapa kau begitu tergesa gesa kemari . Apa ada masalah " Tanya dayang Choi yang merasa hawatir
"I itu , ada panglima Chunso di luar dia dia dia " So hwa menjadi sulit bicara
"Minumlah dulu baru bicara " Permaisuri membantu So hwa meminumkan air, meski ragu akhirnya dia mau meminumnya juga. setelah selesai dia lalu mulai mengatakan maksud kedatangannya.
"Panglima datang , panlima Chunso ada di sini sekarang "
"Panglima Chunso datang ? bukankah baru beberapa waktu yang lalu beliau datang menjenguk yang mulia ke sini , apa ada masalah " Dayang choi melihat permaisuri dengan tatapan cemas
"Tidak ada masalah apapun, permaisuri aku kembali " Ucap Panglima Chunso tiba tiba sudah ada di depan pintu, dia segera masuk setelah membungkuk memberi hormat pada permaisuri Myung hee. So hwa lalu berdiri di samping dayang Choi yang masih terlihat kebingungan.
"Kau datang , apa ada sesuatu yang penting ? apa putraku baik baik saja . " Permaisuri begitu hawatir , tidak biasanya Chunso datang lagi ke sana secepat itu
"Dia baik , sangat baik . Yang mulia tidak perlu hawatir " Panglima tersenyum menatap permaisuri dengan tatapan tidak biasa .
__ADS_1
Suara langkah kaki terdengar mendekat ke tempat itu , lankahnya semakin mendekat .
"Aku hanya ingin menyampaikan hadiah dari pangeran untuk yang mulia, tapi aku tidak bisa membawanya sendiri, jadi aku meminta orang untuk membawakannya .Sebentar lagi dia akan masuk ke mari.
Seorang pria berbadan tegap masuk dengan menundukkan kepalanya, wajahnya terhalang topi yang di kenakannya. Di ke dua tangannya membawa bingkisan yang di tutupi kain berwarna ke emasan.
"Letakkan di meja " Ucap p Chunso memerintah
Saat Dayang Choi akan meminta bingkisan itu , So hwa mengandeng lenganNya dengan erat tidak membiarkan dirinya pergi dari sisinya hingga membuatnya merasa bingung.
Perlahan pria itu mendekat dan meletakkan bingkisan itu di meja tanpa melihat ke arah permaisuri, dia terus menundukkan wajahnya.
"Terimasih , ada apa ? kenapa menatapku begitu " Permaisuri begitu heran karena sedari tadi Chunso terus menatapnya penuh arti
Perlahan pemuda itu membuka tali dan melepaskan topi yang menutupi kepalanya
"Bagaimana kabarmu , Ibu ? " Juho tersenyum menatap wajah ibunya yang tampak begitu terkejut .
Permaisuri langsung berdiri , matanya memandang pemuda di depannya dari atas hingga bawah. Pemuda itu terlihat tampan, tidak berkumis ataupun memelihara janggut.
Permaisuri perlahan mendekati Juho dan meraih jemari pemuda rupawan itu, Panglima Chunso ikut berdiri , permaisuri menoleh ke arahnya dan Chunso tersenyum sambil mengangguk .
"Benar yang mulia, dia adalah putra sulung mu. Pangeran Seong jun, aku kembali untuk mengantarkannya datang menemuimu"
Mendengar perkataan panglima Chunso itu , mereka semua menjadi sangat terkejut.
"P P Putraku, " Permaisuri mulai meraba wajah putranya yang telah dewasa,dia seakan tak percaya melihat putra yang selama ini begitu di rindukannya kini telah berdiri di depannya, tak terasa buliran bening menetes dari kedua matanya. membasahi hingga jauh ke relung hatinya yang mengering karena rindu.
"Aku pulang bu " Juho memegang jemari ibunya yang masih membelai pipinya dengan penuh kasih sayang, dia lalu menarik wanita yang telah melahirkannya ke dunia itu ke dalam pelukannya. Juho memeluknya dan melepaskan kerinduanya selama ini.
Permaisuri menangis di pelukan putra sulungnya, dia menumpahkan segala kesedihan karena kerinduannya yang begitu dalam. Dayang choi dan So hwa yang melihat peristiwa itu ikut menangis karena bahagia.
"Putraku, Putraku , Kau akhirnya kembali" hanya itu kata yang bisa keluar dari bibirnya.
"Iya bu, aku kembali. "
__ADS_1
Peristiwa mengharu biru itu sungguh menguras emosi , panglima Chunso ikut terharu .Diusapnya air mata yang mulai menetes, dia harus tegar.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ