The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Dua Raja .. .. Rencana musuh


__ADS_3

Hari demi hari berlalu... peperangan telah berlangsung beberapa hari.. tapi kedua belah pihak masih belum ada yang mengaku kalah .


setiap hari mereka harus menguburkan may@t may@t pejuang yang gugur dalam perempuran... pertarungan di mulai saat matahari terbit dan hentikan ketika matahari tengelam.๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘


Raja Mahender begitu murka karena banyak pejuang terbaiknya yang gugur , apalagi saat mengetahui Raja Varun yang tidak berhasil menjalankan rencananya untuk menculik Putri Zara , bahkan dia sekarang menjadi tahanan perang..menyedihkan sekali.


Sepertinya dia terlalu meremehkan mereka , padahal dirinya telah melakukan segala cara . Bahkan mau mengunakan cara yang di angap pengecut sekalipun, demi tujuanya dia telah merendahkan harga dirinya sebagai seorang ksatria.


Raja Mahender Cawala menatap nanar pada semua yang ada di sana๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ , berkali kali taktik mereka berhasil di patahkan. Dia harus memikirkan cara lain untuk memenangkan pertempuran kali ini.


"setelah semuanya APA HANYA INI YANG BISA KALIAN LAKUKAN ?!!!? " Raja Mahender menggebrak meja begi๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜ tu keras, dia benar benar merasa kesal.


"Maafkan kami yang mulia raja , pertahanan mereka benar benar tanpa celah... "๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ


"kalau begitu kita buat celah sendiri.... segera temukan kelemahan mereka dan akhiri perang ini segera. aku sudah mulai bosan ada di tempat ini "


" Raja Aveenash dan Raja Balraj Kumar ...Mereka adalah pagar besi yang harus kita robohkan.."


๐Ÿ˜‘๐Ÿ˜‘


Raja Mahender menghela nafasnya kasar , ya ..memang benar . Jika kedua Raja itu memang sangat tangguhh , diapun mengakui hal itu . Mereka adalah dua Raja yang paling di segani di selatan , berwibawa , kuat , tangguh , dan memiliki kehormatan , Berbeda jauh dengan dirinya .


Apalagi dengan bersatunya keduanya ditambah ikatan kekeluargaan yang menambah kuat jalinan itu , mereka tentu bukan lawan yang mudah untuk di jatuhkan.๐Ÿค ๐Ÿค 


Mereka semua terdiam sejenak ,jujur saja diantara mereka sebenarnya masih ada orang baik yang juga tidak menginginkan peperangan ini. Tidak semua menyukai Raja gila itu , tapi tidak ada yang bisa dilakukan selain menuruti kehendak raja...


Raja Madraka tidak segan segan menghabisi mereka yang berani berhianat, jika hanya mereka sendiri yang menanggung tidak mengapa .

__ADS_1


Hanya saja Raja Mahender tidak melihat penghianatan itu dengan begitu sederhana....dia akan membuatnya menjadi rumit dan bersimpul .seorang saja yang berani berhianat maka seluruh anggota keluarganya akan ikut di hukum . ๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜ณ๐Ÿคช


Kenyataan itu cukup menggentarkan mereka semua , mereka pernah melihat prosesi hukuman itu dengan mata kepalanya sendiri . Kengerian yang seolah menjadi momok menakutkan bagi mereka.


"sebenarnya kita mungkin bisa menjatuhkan mereka dengan satu cara " seorang pria mulai mengemukakan ide yang terlintas di kepalanya


"Katakan !... jika rencana mu berhasil aku akan menjadikan mu seorang Raja di sana .. kalian tau itu bukan hal yang sulit bagi kita jika berhasil memenangkan pertempuran ini.. " ya kenapa tidak , tentu saja dia akan mengikat pewaris kerajaan dengan ikatan pernikahan. Ataupun perampasan kekuasaan.... Sungguh cara kotor yang menjijikkan bagi orang yang memegang teguh nilai nilai luhur nan mulia.


Pria itu mulai mengutarakan rencananya sedangkan yang lain sedangkan yang lain sibuk mendengarkannya. Raja Mahender mulai tersenyum tatkala mendengar rencana itu, dia tampak senang๐Ÿ˜๐Ÿ˜. Para Raja yang lain mulai berkutat dengan fikiran mereka masing masing , menimang resiko untung rugi dengan taktik itu.


Sementara di seberang mereka hal yang samapun juga berlaku , mereka juga berkumpul di sebuah ruangan yang luas..hanya saja dengan keadaan berbeda. Raja Avenash mengangkat gelas dan bersulang dengan para Raja , hari ini mereka telah berhasil meraih kemenangan yang gemilang .


Sejak perang berlangsung kubu mereka tampak mendominasi kemenangan , harapan dan peluang mereka untuk segera menuntaskan peperangan ini semakin besar.


Mereka yakin akan memenangkan peperangan ini , pangeran Jeet dan Pangeran Sanjev terlihat berdiri bersebelahan .Mereka terlihat begitu akrab apa lagi dalam waktu dekat mereka benar benar akan menjadi saudara ipar setelah pernikahan pangeran Jeet dan putri Zara di laksanakan, Hari dimana peesatuanbmereka menjadi semakin kuat.


"Kita bisa menikmati malam ini dengan kebahagiyaan , tapi jangan sampai terlena . Mereka tentu akan menyiapkan siasat baru untuk kita . Jadi bersiaplah untuk menghadapinya besok " Raja Balraj Kumar mengingatkan.


"Tentu saja , kita akan menghadapinya. Aku penasaran dengan langkah mereka selanjutnya . " Ucap Raja Aveenash seraya melempar senyum penuh keyakinan


"Hari ini prajurit prajurit kita turut bersuka cita , biarkan mereka melepaskan kepenaan sejenak dan menikmati kemenagnan hari ini . Besok kita akan mengempur mereka dengan kekuatan terbaik kita "seorang Raja ikut menambahkan pendapatnya


๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ ๐Ÿœ๐Ÿœ๐Ÿœ๐Ÿœ๐Ÿœ๐Ÿœ๐Ÿœ๐Ÿœ


Di kerajaan


Ratu kini sedang bersama Tuan Kakkar bersama Zara dan Jhanvi mereka sepertinya sedang berkumpul sambil membicarakan sesuatu yang penting.

__ADS_1


"Tidak perlu memberi tahu serangan ini pada ayah , biarkan mereka fokus dengan peperangan di sana . Yang penting saat ini kita sudah berhasil menghadapi musuh " Zara menyampaikan pendapatnya


"Aku sependapat dengan tuan putri yang nukia Ratu , jangan sampai berita penyerangan ini membuyarkan konsentrasi mereka di sana " Tuan Kakkar ikut menyampaikan pendapat


"Baiklah , maka kita akan menambil keputusan ini " Ratu sepertinya sepakat dan setuju dengan usul putri kesayangannya itu


"Apa isi pesan itu bu ? " Tanya putri Jhanvi yang menunggu penjelasan sang Ratu , tadi siang telah datang seorang utusan dari Raja Barlraj Kumar yang membawa kabar dari medan pertempuran . Zara tentu sudah tidak sabar ingin mengetahui isi pesan itu.


"Pasukan kita berhasil mendesak mundur musuh , besok pasukan akan menyerang dengan kekuatan penuh . kemenangan sudah ada di depan mata .. Semoga kita bisa mendapat kemenangan dari perang kali ini." Ucap Ratu menjelaskan isi surat itu


"Sebelum perang ini benar benar berakhir masih terlalu dini untuk merasa tenang, apalagi untuk merayakan kemenangan Ratu " Tuan Kakkar terlihat sangat serius dengan ucapannya


"Itu benar ibu , musuh ktia kali ini bukanlah orang yang memiliki jiwa ksatria. Semoga saja ayah dan yang lain tidak terlena dengan semua kemenangan ini... semoa mereka bisa pulang membawa kabar baik " Ucap Jhanvi pelan , ya dia begitu menghawatirkan suaminya yan kini jauh di medan pertempuran


"Tidak ada yang bisa kita lakukan selain berharap " ucap tuan Kakkar kemudian


"Ibu ..aku lelah ..ayo kita tidur." Anjum mendekati ibunya yang sedang berbincang bincang dan mulai merengek minta di antar ke pembaringan.


"Jhanvi , pergilah kasihan Anjum " Ratu mempersilahkan menantunya untuk meninggalkan ruangan itu.


"Baiklah kalau begitu aku permisi.... Ayo Anjum " Jhanvi perlahan pergi meninggalkan tempat itu seraya menggandeng putri kecilnya yang sudah sanggat mengantuk .


Gadis kecil yang masih belum mengerti dengan keadaan yang saat ini sangat kacau karena peperangan dua wilayah besar.


........๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’

__ADS_1


__ADS_2