
zara menyisir rambutnya...menatap pantulan wajahnya dalam cermin...
"apa yang kau lihat......sedang mengejekku??.. ayolah.kenapa kau jadi seperti ini....cukup...cukup sudah orang itu mempermainkanmu.....setidaknya balaslah sekali - kali.... astaga... aku pasti sudah gila...๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ".. zara menginggat betapa tidak berdayanya dia ketika berhadapan dengan pria itu..dan meski sekian lama tidak bertemu tidak mungkin dia salah orang...
Apalagi setiap pertemuan mereka selalu memberikan kesan yang tidak biasa..... .tidak biasa menyebalkannya๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
"tentu saja... orang akan menggira nona sudah tidak waras karena bicara pada diri sendiri di cermin..."๐ ๐
"shagun..sejak.kapan kau ada di situ...."๐ถ
"sejak nona mulai bicara sendiri... ada apalagi nona...?? ....jangan bilang karena pria yang kemarin... tapi kalau dilihat2 sepertinya wajahnya tidak asing๐ค๐ค.....apa kita pernah bertemu dia sebelumnya....."
"jangan bicarakan itu lagi... mengingatnya saja sudah menbuatku sakit kepala...๐๐"
"oiya..hampir saja lupa....nona... yang mulia raja memanggilmu ...sekarang nona harus segera kesana..."....
"hmnnnnn....( ada apa lagi ayah memanggilku.....).." zara berdiri kemudian melangkahkan kakinya keluar ....
Di setiap jalan di istana... seluruh pra jurit menundukkan wajahnya..penghormatan kepada..sang putri....zara hanya pergi sendiri karena shagun harus melakukan pekerjaan lain...
Di sebuah ruanggan yang cukup luas..sudah ada yang mulia raja....ratu... pangeran sanjev beserta istri anak perempuan ,mereka yang sudah berusia 4 tahun..
Pangeran kecil yang baru berusia 5 bulan... penasihat dan panglima kerajaan.serta beberapa orang yang tidak dikenali zara.. sepertinya ada hal penting...
"zara... kau sudah datang.... duduklah..." zara kemudian duduk di sebelah ibunya... karna memang hanya kursi itu yang masih kosong
"berikan itu padanya...".. penasihat istana membawa beberapa gulunggan dan mengantarnya pada tuan putri...
"ayah..apa ini..."
"bukalah...." zara membuka satu gulunggan...dahinya berkerut tanda sedang memikirkan sesuatu... setelah dibuka..diletakkan lagi di nampan kosong yang ada di meja tepat di samping kursinya...dibukanya gulungan yang lain...diletakkan lagi... begitu seterusnya sampai gulunggan ke 6....
"bagaimana menurutmu...?"
__ADS_1
"apanya yang bagaimana ayah... utuk apa semua ini..."
"apa tidak ada yang menarik perhatianmu..." tanya ratu
".......๐๐....." zara hanya diam seolah tidak mengerti...padahal dia sudah tau betul arah pembicaraanya....
"zara... itu adalah gambar para panggeran di sekitar kerajan kita..... "
"lalu..."
"itu adalah surat2 lamaran untukmu...pilihlah salah satu...dan menikahlah dengannya....."
"๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ๐ถ......a...aapa...tapi ayahhhh..."
"tidak ada tapi - tapian lagi.. kau sudah cukup umur... alasan apalagi yang akan kau katakan...?..." raja langsung meng skakmat zara yang memang sedari dulu selalu menghindari pembahasan mengenai pernikahannya
"ibu.... "
"zara.. apalagi yang kau tunggu.. atau apa kau sudah memiliki pilihanmu sendiri...?"
"zara..pada awalnya mungkin akan terasa asing..tapi lama kelamaan kau akan terbiasa hidup bersama suami dan keluargamu nanti...iyakan jhanvi.." sanjevv melirik istrinya sambil tersenyum..
"tentu saja..."
"itu berbeda...itukan karna kakak sudah lebih dulu mengenal dan mencintai kak janvi...sedangkan aku... kenal saja tidak...tau2 sudah disuruh menikah.... apalagi beberapa dari mereka sudah mimiliki istri..bahkan ada yg lebih dari 1...๐๐๐๐.. "
"baiklah kalau begitu..." ratu mengelus rambut putrinya dengan penuh kasih sayang.
"ratu... jangan terus membelanya..."
"bukan itu maksudku.... alasan zara ada benarnya... dia memang belum pernah mengenal mereka.. "
"ibu benar sekali... memang hanya ibu yang mengerti perasaanku..."๐๐ zara merasa senang kemudian memeluk ibunya
"bagaimana kalau kita undang mereka semua.. memberi kesempatan pada mereka untuk saling mengenal..baru zara bisa memutuskan siapa yang cocok untuknya"
__ADS_1
"buuuu"๐ฎ๐ฎ๐ฎ..zara langsung melepaskan pelukan ibunya dan menatap tak percaya..
"pendapat ratu benar2 bijaksana..." ucap penasehat raja...
"yaaa..aku setuju... segera siapkan semuanya... dalam 2 hari ini aku akan mengundang mereka semua untuk perjamuan di kerajaan kita..."
"baik yang mulia.."
"Zara... sebaiknya kau tidak membuat malu ayah dan kerajaan kita ini...jadi bersikaplah dewasa ...๐๐๐ " sanjevv ikut mewanti -wanti adiknya..dia tahu betul sikap tuan putri yang sukanya main kabur2ran seperti anak kecil..
zara sudah tidak bisa mengelak lagi.. perkataan kakaknya memang benar.....
siang itu zara keluar dari kerajaan.diam2..... suasana hatinya sedang kacau.. zara keluar menggunakan pakaian laki2... membawa panah dan pedang.
zara memacu kudanya melesat pergi... untuk urusan menyelinap kabur.. keahliannya memang tidak diragukan lagi...karena memang sudah menjadi kebiasaan serta rutinitasnya...
Raja memang tidak pernah melarang zara untuk keluar istana...asal ada pengawal yang ikut bersamanya dan tentusaja bukan sembarang pengawal.
Tapi bukan zara namanya kalau harus di kawal kesana kemari... tentu dia akan menolaknya... terkadang kalau terpaksa zara memang mau dikawal...
Namun ujung2nya shagunlah yang akan menggantikan dan pura2 jadi zara ...seperti sekarang ini.. Shagun pura2 tidur di ranjang zara lengkap menggunakan baju zara.. ..sebelumnya zara memang izin untuk istirahat karena sanggat lelah...
(๐mungkin lebih tepatnya karena sedang esmosi ๐๐๐๐๐)
"apa tidak apa2 membiarkan zara.. dia terlihat kesal..."sanjev masih bercengkrama dengan orang tuanya sementara anak2 pergi tidur...
"dia sudah dewasa... jika kita tidak segera memutuskan ini.. dia pasti akan terus mengelak... "ratu ikut bicara
"sudah ..biarkan saja dia istirahat... bukankah dia selalu begitu kalau sedang kesal... tidak akan mau keluar kamar seharian... begitulah anak gadis kesayanganmu...sama seperti ibunya waktu muda..." ucap yang mulia disambut lirikan tajam sang ratu..kemudian mereka semua tertawa bersama....๐๐๐๐๐ ....
..(ckckckckckc๐๐๐w o w... sampe bertaun2..ternyata aksi zara belum pernah ketahuan...hmm ....neng zara memang...nthe beeeesssttt๐๐๐... tapi ada pepatah mengatakan..sepandai -pandainya tupai melompat ...eh....maksudnya zara..melompat...lama2 kepleset juga..๐.. maaf ya tupai..peranmu saat ini harus ane gantikan dengan neng zara yang bandelnya tuw nga ketulunggan.๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ..๐๐๐
Zara terus memacu kudanya...dan entah mengapa dia malah pergi ke hutan larangan.. pikirannya sedang kalut.
Dengan berburu mungkin hatinya akan sedikit terhibur..berburu memang salah satu hal yang di sukai gadis manis itu... zara terus masuk ke hutan..matanya mencari2..jika ada hewan biruan yang bisa dia jadikan mangsa.
__ADS_1