
**BOCIL HARAP MINGIRRRRRRRRRRR๐๐๐๐๐๐๐๐๐
HAYO SEBELUM BACA MANA JEMPOLNYA... JEM TO THE POL....... JEM PAIJEMPOL ..... OKAY.... ๐๐๐**
Zara sudah bertekat dalam hatinya bahwa ia akan sungguh sungguh melakukannya , ia akan memasak makanan untuk suaminya . juho sama sekali tidak meragukan sedikitpun perkataan Zara .
" Zara "
" m m m ada apa ? " Zara menengadahkan wajahnya ke arah Juho .
C up ... Juho langsung mendaratkan sebuah kecupan singkat di kening Zara membuatnya semakin membenamkan wajahnya di dada bidang Juho
"Aku memiliki berita bagus untuk mu " Juho membelai rambut Zara yang panjang terurai . Zara begitu nyaman berada di pelukan suaminya .
" Berita bagus ? apa itu " Zara mulai tertarik
" Besok kau akan melihatnya sendiri , itu kejutan untuk mu " Juho ternyatta hanya berniat mempermainkan Zara saja , rupanya ia sengaja ingin membuat wanitanya itu penasaran . Meski sebenarnya ia memang benar benar ingin mengungkapkan nya ... lebih tepatnya tidak sekarang๐
" Ish... kau mau mempernainkan ku ya.... " Zara memukul dada bidang. suaminya karena merasa kesal sudah di permainkan seperti itu
"Aku tidak bercanda, kalau ku beritahu sekarang itu bukan kejutan lagi namanya " Juho terkekeh melihat wajah istrinya yang cemberut
"Sama saja ... jika tidak ingin memberitahuku kenapa tidak sekalian besok saja bicaranya .. aku kan jadi penasaran " Zara sedikit merajuk
" Maaf . . . aku memang sengaja , yah aku lupa jika istri ku ini bisa meraung seperti singa betina "
" ish... kau membandingkan ku lagi dengan raza. . Juho.... " Zara muai mengelitiki perut Juho dan membuatnya kegelian setengah mati
" Ha ha ha..akh... Zara hentikan geli... akh...Zaraa " Zara terus saja mengelitiki perut suaminya yang mengemaskan itu .
Kerena sudah tidak tahan lagi akhirnya Juho mengunci tubuh Zara di bawah kungkungan nya , dia mencengkeram erat pergelangan tangan Zara agar tidak menggelitikinya lagi
" sekarang tidak bisa bergerak lagi kan ? "
" Kau curang , Juho badan mu berat sekali " Zara sedikit menggeliat karena merasakan berat tubuh Juho yang kini ada di atasnya menimpa tubuh mungilnya tanpa belas kasih
__ADS_1
" Aku tidak akan melepaskan mu. ma lam ini " Juho tersenyum dengan penuh arti , meski tidak berbicara tetapi matanya telah mengatakan segalanya . Argh sepertinya... Zara sudah membangunkan singa yang tengah tertidur , ia pasti habis ma lam ini .
Zara tidak mungkin bisa lari , duh ....hawa panas mulai menerpa dua insan yang baru saja mengarungi bahtera pernikahan . Masih hangat hangatnya dan di penuhi gelora yang membara pantang di sentuh langsung terbakar......a s m a ra...... .
Juho perlahan menyibakkan beberapa helai rambut yang tampak menutupi wajah Zara , jarak antara mereka telah terkikis habis .
Nafas hangat Juho berhembus menerpa wajah Zara yang kini tidak lepas dari tatapan mata Juho yang seolah tidak pernah puas untuk memandangnya saja . Degub jantung mereka semakin kencang hingga sayup sayup terdengar di telinga.
Sedekat ini dengan Zara membuat akal sehatnya tak lagi berfungsi , Juho benar benar di buat bertekuk lutut di hadapan wanita ini .
Zara pun tidak bisa menutupi perasaannya pada Juho , ia juga sama tenggelam ke dalam pesona pria yang kini telah berubah status menjadi suaminya . Jika biasanya ia tidak pernah kehabisan kata untuk sekedar berdebat ataupun mengumpatnya , tapi berbeda dengan saat ini .
Lidahnya terasa kelu untuk sekedar berkata kata๐ ( yah mungkin sekarang Zara sudah dalam mode jinak , secara kemarin sudah di lha hab habis sama bang Juho . Sudah terjerat dalam manisnya cinta .... Zara... sudah masuk ke dalam dunia baru yang isinya Juho... Juho...Juho dan Juho.... arghhhh )๐
Zara bisa dengan jelas melihat mata Juho yang tajam , alisnya yang tebal , hidungnya , bibirnya yang kemerahan hingga tanpa sadar jemarinya kini mulai bermain di alis Juho .
Zara mengelus alis Juho yang hitam dan cukup tebal , membuatnya semakin terpesona . Juhu memejamkan matanya saat jemari Zara mulai menyusuri mata nya .
Ia mulai terbuai dengan sentuhan lembut Zara , Jemari Zara semakin turun hingga berhasil sampai ke bi bir Juho yang begitu menggo da .
Dengan cepat Juho segera menyambar bi bir manis milik istrinya , menghi sap nya perlahan bibir ranum itu dengan penuh gelora . semakin lama ci uman itu semakin dalam . semakin menuntut dan meminta lebih
Juho tidak mampu lagi menahan dirinya untuk segera melancarkan serangannya .
"emp h ... m m m " de sahan Zara akhirnya terdengar juga , ia pun tidak ragu untuk membalas setiap ci uman yang di berikan Juho di bi birnya .
Zara mulai mengalungkan tangan nya di leher Juho , membuka sedikit mulutnya agar Juho bisa lebih leluasa masuk ke dalamnya .
Juho mulai menjelajah ke dalam mu lut Zara dan menyapu nya dengan li dahnya , Zara semakin terbuai . Juho terus mengisap bi bir atas dan bawah melampiaskan kerinduanya meski baru sebentar terpisah namun terasa begitu lama dan menyiksa.
Juho terus men ngulum bi bir Zara yang sudah membuatnya kecanduan , entah kenapa semakin di hi sab semakin manis semakin legit . Ia seolah tidak pernah puas melu matnya . Zara pun begitu menikmati cum buan Juho , merasakan hal yang sama , Zara bahkan ikut memainkan li dahnya dan membiarkan Juho meg hisabnya dngan rakus.
Li dah mereka terus bergulat penug gai rah yang menggebu gebu , melampiaskan has ratnya yang sempat tertunda beberapa saat yang lalu . meski masih pengantin baru nyatanya Juho benar benar pintar dalam permainan li dah ini .
" h h h mph.... h h h " Ci uman panas itu akhirnya terlepas saat keduanya telah kehabisan pasokan udara . Mata keduanya mulai sayu , Juho kembali melanjutkan aksi gencatan senjatanya .
__ADS_1
Juho segera membenamkan wajahnya di ceruk leher Zara , menghirup aroma tu buh istrinya yang semakin memabukkan . memberikan sensasi geli bagi zara ketika Juho mulai menghisap dan sedikit memberikan gi gitan kecil di sana hingga meninggalkan bekas merah keunguan sebagai tanda kepemilikannya .
" emh...J Juho jangan di sa na.... h h h " Zara tak kuasa menahan de sa hannya , namun ia masih bisa memberikan sedikit protes .
Bagaimana tidak , gara gara ulah Juho itu ia harus selalu menggunakan selendang untuk menutupi bercak bercak yang memenuhi le hernya ... hasil karya suaminya itu cukup membuatnya repot dan malu setengah mati .
Bagaimana tidak , bibi Rupa sampai senyum senyum karena tidak sengaja melihatnya saat tadi mengantarkan makanan ke rumah ini . Zara benar benar malu karena gagal menyembunyikan bekas pergulatan nya dengan Juho .
Meski tidak mengatakan apapun tapi Zara tau jika bibi Rupa telah melihatnya , di tambah lagi saat wanita paruh baya itu dengan dwngaja membetulkan letak selendang yang sedikit tersibak hingga menampakkan leher Zara yang kini bercorak seperti macan tutul.
Saking malunya Zara sampai inggin menengelamkan dirinya ke lautan karwna malunya .
" h h h ja ngan... meninggalkan be kas la gi...di sana... mhh.... " Dengan susah payah Zara memperingatkan Juho di sela sela rangsangan yang membuatnya melayang karena nik mat....ia meminta Juho untuk menghentikan aksinya menambah corak di leher nya.
" mph.. hmm. .. " Juho akhirnya menghentikan aksi melukisnya itu dan kini mulai kembali menatap mata Zara seolah meminta penjelasan.
" Sepertinya ada orang yang melihatnya , bibi Rupa ? " Tebak Juho
Zara hanya membuang mukanya ke kiri untuk menutupi wajahnya yang memerah menahan malu , malu karena di tatap seperti ini oleh Juho , malu karena aktifitas mereka barusan , malu karena Juho mengingatkannya pada bibi Rupa yang telah melihat tanda tanda peninggalan Juho . wk wk wk wk
" Jadi bibi benar benar melihatnya ? "
" Jangan katakan lagi , kau membuatku malu . Bagaimana bisa aku menghadapi bibi besok . Kalau kau terus memberi ku tanda besok bukan hanya bibi yang melihatnya tapi semua orang " Ucap Zara seraya memukul mukul dada bidang Juho karena kesal bercampur malu
Meskipun beberapa waktu yang lalu Juho baru saja bertarung dan menguras energinya , ditambah harus berkuda untuk bisa sampai ke tempat ini .
Namun sepertinya stamina pria ini benar benar di atas normal , ia justru akan memulai lagi pertempuran lainnya bersama Zara .
Pertempuran yang bisa membuat mereka melayang hingga terbang ke nirwana .
Juho mera ba bi bir Zara yang berwarna kemerahan , Tangan Zara yang kini mulai bebas dari cengkraman Juho kini justru berganti mencengkeram baju suaminya . Ia pun kini sudah tidak bisa lagi menahan gejolak di hatinya ..
๐๐๐
( duh kak cery ini jadi ikut ikutan khilaf.... hadewwwww... bocilllll mingggirrrrrrrrrrrrr...... jangan lupa like like like like..... jangan malas tekan jempol..... biar kak cery semakin semangat up to date..... biar karya ini berumur panjang dan terus bernapas...... huahhhhhhhh .... )...... jangan pelit jempolnya ya .. .. biar nga cuma jari kak cery aja yang ikut kriting karena ngetik..... kalian juga dong...... terimakasih sudah mampirrr
__ADS_1