
Karna keadaan Zara yang tidak memungkinkan untuk bergerak bebas maka mereka berdua akhirnya memutuskan untuk tetap berada di sana .
Beberapa saat yang lalu bibi Rupa juga telah mengirimkan makanan ke tempat itu .
" Kita makan dulu , setelah itu kita bisa melanjutkan kegiatan selanjutnya "
" Baiklah , tapi suapi aku " Ucap Zara seraya menahan malu
" Dengan senang hati "
Perlahan Juho menyuapi istrinya , Zara terlihat bertambah manja . Setelah beberapa kali Zara juga gantian menyuapi Juho, sungguh pemandangan yang indah hingga mampu menghangatkan hati.
Sisi manja yang jarang di perlihatkan Zara pada Juho membuat pria itu jadi bertambah mencintainya , bagaimana tidak . Sebelumnya saat mereka bertemu pasti selalu saja bertengkar atau memperdebatkan sesuatu
Dan kini Justru mereka telah bersatu sebagai pasangan suami istri.
Setelah selesai menikmati santapan pagi untuk mengisi hari Juho akhirnya memutuskan memulai pelajaran bahasa untuk Zara .
" Apa ini ? " Zara bingung karena Juho memberikannya sebuah buku besar.
" Bagaimana jika kau belajar bahasa asalku sekarang , lebih cepat lebih baik bukan "
" Baiklah , siapa takut "
Juho mengajari Zara dengan penuh kesabaran , untungnya istrinya itu cukup mudah menerima pelajaran yang di sampaikan Juho saat ini . Rupanya Zara cukup cerdas dan mudah mempelajari sesuatu.
Sesekali mereka bercanda dan tertawa , sementara diam diam Juho telah mulai melancarkan rencana pembebasan keluarga kerajaan .
" Juho "
"Mmm "
" Tidak Jadi ..."
" Ada apa ? "
Zara hanya tersenyum senyum sengaja menggoda suaminya , Juho segera meraih jemari Zara .
" Hmmmnn , perasaan ku saja atau kau memang sedikit lebih pendiam sekarang "
" Hanya perasaan mu saja " Zara dengan cepat menarik jemarinya dari tangan Juho , entah mengapa sekarang dia jadi merasa aneh saat mendapat sentuhan dari suaminya itu. Dia jadi mudah salah tingkah dan hatinya acap kaliهberdebar debar.
"Zara . . . " Juho semakin memangkas jarak antara mereka Zara yang kini berdiri tidak bisa menghindar kemanapun dia bersandar di dinding , Juho semakin mendekat .
Perlahan Zara mulai menutup matanya,Juho semakin mendekat kemudian berbisik.
" Aku mau pergi sebentar , jadi . Tunggulah di sini aku segera kembali " Juho tersenyum
Sementara Zara langsung membuka matanya .
"( Ku kira dia tadi mau.... ) "
__ADS_1
" Lanjutkan belajar mu , aku pergi "
CUP... Juho menyambar b! bir istrinya saat wanita itu masih merutuki sikapnya yang cukup membuat malu.
Juho lalu segera pergi meninggalkan istrinya yang masih terkejut karena perbuatannya barusan , Juho tersenyum saat melihat Zara yang terbengong di tempatnya.
Zara seolah masih bisa merasakan bi bir Juho di bi birnya sendiri .
Bukanya tidak mau , hanya saja Juho takut tidak bisa menahan diri . Ya .. maklum ia sedang dalam mode yang mudah terbawa perasaan .
" a a a a a.... dia benar benar mencari kesempatan saat aku belum siap , hmnnn " Zara meraba b i birnya yang barusan menjadi sasaran empuk suaminya , Zara jadi senyum senyum sendiri .
Dia benar benar sudah di mabuk cinta , Zara melanjutkan belajarnya . Sesekali tersenyum senyum jika mengingat setiap momen kebersamaanya dengan Juho , meski hanya mengingatnya saja sudah bisa membuat wajahnya bersemu .
💞💞💞
Juho datang ke balai pertemuan , di sana sudah ada Tuan Kakkar , paman Chanso , taemin , Sahil , Banu dan beberapa orang pria dewasa yang dulu merupakan tahanan yang ikut bebas saat kebakaran di penjara .
Ya , mereka ikut bergabung dalam kelompok Juho . Tentu saja sebelum masuk ke dalam desa tersembunyi ini Juho telah menilai mereka .
Meski ada beberapa yang memilih untuk pergi membuka lembaran baru di tempat lain , tapi banyak juga yang ikut bergabung dengan Juho.
Salah satunya adalah Gotham , dia pandai membuat senjata . Juho menyukai keahlian pria tambun itu .
Melihat Juho datang mereka kemudian memberikan salam , meski masih muda Juho adalah pemimpin mereka .
" Maaf aku terlambat " Juho segera duduk
Juho bisa menangkap maksud sebenarnya Tuan Kakkar , Juho jadi malu . Mereka semua tertawa saat melihat kecanggungan Juho .
" hmnnn . . . Baiklah kalian menang , Jadi sampai mana pembahasan kita " Tanya Juho kemudian berupaya mengalihkan topik pembicaraan
" Orang orang kita sudah siap , mereka sudah menggantikan satu demi satu prajurit dari madraka tanpa ada yang curiga . Kita siap melakukan penyerangan kapan pun "
" Perhatian Mahender Cawala hanya berfokus pada umpan yang sudah kita lempar " Ucap Taemin
" Ya , dia sudah mengirim beberapa pasukan khususnya untuk menangkap wanita yang menyamar sebagai Putri Zara "
" Bagaimana dengan Bagwandas " Tanya Juho
" Dia bagian ku , aku sendiri yang akan mengurusnya " Ucap tuan Kakkar
" Baiklah , malam ini kita bergerak "
"Kau tidak perlu ikut ,aku akan mengurus semuanya untuk mi " Ucap Paman Chanso yang mencoba meyakinkan , dia tentu tidak inggin mengganggu Juho yang seharusnya menikmati hari hari bahagianya bersama Zara selepas pernikahan mereka.
"Tidak , aku akan ikut bersama kalian " Juho tetap bersikeras , sepertinya ini sudah menjadi masalah pribadi untuknya .
Jika Juho sudah memutuskan sesuatu maka tidak ada yang bisa mencegahnya lagi .
" Raja madraka bukan hanya mengincar kekuasaan , dia juga menginginkan sesuatu yang kini sudah menjadi milikku . Aku sendiri yang akan meng habisi nya "
__ADS_1
Sorot mata Juho terlihat berbeda dari biasanya , beberapa orang di sana bisa merasakan hawa yang membuat bulu kuduk meremang karena rasa takut .
" Apa kalian bisa mendapatkan apa yang ku minta ? " tanya Juho pada sekelompok pria yang kemarin mendapatkan tugas khusus dari Juho .
Dua orang pria membawa sebuah kendi berukuran sedang dan di letakkan di depan Juho .
" Persiapkan diri kalian , karna malam ini kita memiliki pekerjaan besar " Ucap Juho dengan tegas
💞💞💞
Zara terus mencoba menghafal beberapa kata kata sederhana , dia begitu bersemangat karena Juho berjanji akan membawanya menemui mertuanya .
Tentu saja Zara tidak bisa terus mengandalkan Juho menjadi penerjemahnya nanti , Zara tidak inggin perbedaan bahasa menjadi penghalang antara dirinya dan keluarga Juho .
Setelah cukup lama mempelajari buku besar itu , Zara jadi merasa sedikit bosan . Dia ingin keluar rumah sebentar untuk mencari angin, namun baru mencoba berdiri saja area pribadinya sudah terasa begitu nyeri.
Akhirnya Zara memaksa dirinya untuk berjalan perlahan lahan , namun tetap saja dia bisa merasakan nyeri yang tak kunjung hilang rasa sakitnya , ia tidak pernah mengira akan jadi seperti ini .
Rasa nyeri ini benar benar membatasi pergerakannya , setelah susah payah akhirnya Zara sampai di luar dan kemudian mulai duduk di teras .
Chorong dan Raza yang sengaja di bebas liarkan itu menyadari kehadira Zara, keduanya hanya melihat saja sambil tiduran di bawah pohon. Zara yang melihat dua binatang itu hanya menghela nafas dalam , ia sebenarnya merasa takut .
Pintu gerbang terbuka , Juho masuk dan di sambut senyuman manis dari wanita yang baru dua hari ini sudah menjadi istrinya .
" Ku kira kau akan lama "
" Hmm sepertinya aku tidak bisa jauh jauh dari istri ku yang cantik " Ucapan Juho berhasil membuat Zara tersipu
" Jangan menggoda ku "
Juho kemudian duduk di samping Zara
" Apa kau bosan ? "
" Tidak terlalu "
" Bagaimana kalau kita keluar sebentar jalan jalan ke hutan , kau mau "
" Boleh , tapi "
" Kita naik Chorong "
" Iii itu " Zara terlihat masih sedikit takut dengan singa putih itu .
" Takut "
" sedikit "
Juho lalu berteriak memanggil Chorong ,
Chorong ..
__ADS_1