The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)

The King Of Love Kingdom(Perjalanan Cinta Sejati)
Masalah baru


__ADS_3

" Zara " Belum selesai Juho bicara terdengar seseorang mengetuk pintu dari luar.


Tok tok Tok


"Sshhh kau duduklah biar aku yang membuka pintu " Juho sedikit kesal karena ada penganggu yang merusak momen indahnya bersama Zara


Zara segera bangkit dari pangkuan Juho dan duduk di sebuah kursi sedang Juho segera membuka pintu yang tadi sempat di kuncinya.


Aktifitas panas mereka memang sering kali tidak mengenal waktu hingga juho harus selalu waspada agar orang tidak bisa sembarangan masuk ke kamar ini, bisa bahaya .


Saat membuka pintu juho bisa melihat P sanjev yang berdiri di depan pintu.


"Kakak ipar ? "


"Aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu , ini penting "Jawab pangeran Sanjev


"Baiklah , sebentar aku akan memberitahu Zara dulu "


"Dia mengurung mu lagi ? "


"bisa di bilang begitu , sebentar . Tuan putri saat ini tidak bisa disinggung sedikitpun "


"Baiklah aku akan menunggumu di tempat biasa "


"aku akan segera kesana " Juho lalu segera masuk ke dalam kamar lagi .


"Tuan putri, sepertinya aku harus pergi sebentar . Apa boleh ? " Tanya Juho hati hati, selalu ingat . Seberapapun hebatnya juho akan selalu berubah menjadi kucing jika di depan istrinya, bukan karena takut .


Juho terlalu mencintai Zara hingga sulit sekali mengatakan tidak .


"Ada apa ? siapa yang datang ? " Tanya Zara penasaran , ia langsung memeluk lengan Juho dengan posesif.


"Kakak ipar ingin bicara sebentar "


"Apa dia tidak bisa membiarkan mu istirahat meski sehari ? Huh " Zara terlihat kesal


"Zara . . . " Melihat istrinya yang cemberut membuat Juho semakin gemas karena ekspresi Zara yang justru terlihat sangat mengemaskan.


Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi Juho segera mengendong Zara dan membaringkannya di pembaringan kemudian mulai melanjutkan kegiatan mereka yang sempat terganggu.


Juho menci*m seluruh wajah Zara hingga yang semula memasang wajah kesal menjadi mulai tertawa karena kegelian.

__ADS_1


Siang ini kedua insan manusia itu kembali memadu kasih melampiaskan hasr*t mereka yang sempat tertunda karena kedatangan pangeran Sanjev.


Juho yang biasanya begitu semangat dalam kegiatan r*njang mereka kini harus bisa menahan diri agar tidak lepas kendali karena ia harus ingat bahwa istrinya kini sedang mengandung. itu akan sangat berbahaya jika Juho terlalu bersemangat.


Suara suara mistis terdengar bersahutan, Zara benar benar dibuat melayang ke angkasa , meski sudah berulangkali tapi kegiatan berc*ntanya bersama Juho selalu mendebarkan baginya.


"Zara aku ,akhhhh hhhh hh " Nafas Juho tampak tersenggal senggal saat berhasil mendapatkan puncak ken*kmatan.


Juho melihat zara sudah bermandikan keringat sama dengan dirinya.


"Ekhhh " Zara menghembuskan nafas perlahan , ia sangat lelah hingga membuatnya mulai mengantuk.


"Aku pergi sebentar , kau istirahatlah dulu " Ucap Juho lalu memberikan kecupan di kening Zara .


Juho segera mengenakan pakaianya yang jatuh berserakan , ia harus bersiap untuk menemui pangeran Sanjev.


"Cepat kembali kalau sudah selesai " Ucap Zara lirih , ia seperti kehilangan suaranya setelah pertempuran panas mereka.


"Aku segera kembali "


๐Ÿ’๐Ÿค—๐Ÿค—


Juho akhirnya sampai juga setelah beberapa saat , pangeran Sanjev tampak bersunggut sunggut , bagaimana tidak ? Dia cukup lama menunggu kedatangan adik iparnya itu.


"Maaf , aku harus membujuk Zara dulu. Saat ini Zara mudah sekali kesal dan merajuk , ku harap kakak bisa mengerti " Ucap Juho beralasan


Seandainya pangeran Sanjev tau bagaimana Juho merayu adiknya , wah sudah tentu dia akan mengamuk karena kesal.


"Mau bagaimana lagi, wanita hamil memang sanggat mudah kesal " Ucap P sanjev pada akhirnya.


"Apa yang ingin pangeran bicarakan ? " Tanya Juho


Kakak iparnya itu pasti memikiki alasan yang kuat sampai menghampirinya sendiri .


"Ini tentang ketajaan Madraka "


"ada apa lagi dengan mereka ? " Tanya Juho penasaran . Masalah di negri itu seakan tidak perna selesai sejak Mahender berhasil di gulingkan.


Meski putra mahkota sudah di pilih tapi masih saja terjadi pergolakan di sana , beberapa orang masih berusaha untuk menguasai kursi tertinggi sebagai raja di sana .


Bukanya tidak mampu mengatasinya , tapi mereka semua bahkan lebih takut dan segan pada Juho hingga sering meminta bantuan.

__ADS_1


Menurut hukum adat yang berlaku seharusnya Juho sebagai orang yang sudah menaklukkan raja sebelumnya yang bisa menggantikanya sebagai raja baru di sana( ini karangan kak cery sendiri ya ๐Ÿ™๐Ÿ™)


Bahkan ada pula petisi yangenginginkanya memperistri istri sah mendiang raja Mahender .


Ini adalah hal gila yang sangat di benci Juho hingga sempat membuatnya murka dan membuat Zara merajuk cukup lama.


Jika itu orang lain maka dia tentu akan senang hati untuk menerima itu, tapi bagi Juho.


Posisi Zara sebagai istrinya sudah cukup ,ia tidak menginginkan wanita lain lagi. Juho memijat pelipisnya karena pusing.


Namun bagaimanapun juga karena kerajaan Madraka yang berbatasan langsung dengan kerajaan suryavans maka mau tidak mau mereka harus ikut membereskanya.


"Aku akan kesana , mereka harus di beribl peringatan " Juho mulai kehilangan kesabaranya.


"Kalau begitu kau harus mengaatakanbpada Zara jika akan pergi ke sana, maharaja juga akan mendukung setiap keputusan mu " Ucap panheran Sanjev


" Aku akan bicara pada Zara sekarang, nanti malam kita berangkat ke madraka. Aku juga akan meminta paman Darshwana agar ikut " Ucap Juho, ia tidak ingin pergi ke sana sendiri , sementara ini paman chunso sedang pulang ke kerajaan untuk melihat perkembangan istana Juho dan menghadap Kaisar.


Kaisar sendiri yang memintanya untuk menghadap , mau tidak mau paman Chunso harus kembali.


..... ๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข


Setelah selesai berbicara dengan pangeran sanjev dan menghadap maharaja balraj kumar , Juho segera menemui istrinya..


Zara terlihat sudah rapi karena baru saja selesai mandi , wanita cantik itu terlihat sedang menyisir rambut panjangnya.


Juho segera menghampiri Zara dan mencium keningnya , tak lupa ia juga mencium perut Zara beberapa kali . Hal yang tidak pernah dia lewatkan.


" Sudah selesai ? " Tanya Zara seraya mengelus kepala Juho yang masih belum puas bersandar di pahanya.


"Apa kau juga sudah merindukan ayah seperti ibumu ? kau harus selalu sehat di dalam sana dan cepat keluar jika sudah waktunya tiba. Jangan menyusahkan ibunda mu tercinta "


Saat ini juho terlihat duduk dan menyandarkan kepalanya di paha Zara seakan mengajak anak mereka berbicara.


"Zara aku harus bicara , tapi sebelumnya kau harus janji tidak akan marah setelah mendengar apa yang akan ku sampaikan " Ucap Juho seraya menengadah menatap istrinya.


"Ada hal serius "


"Malam ini aku akan pergi ke madraka bersama pangeran Sanjev dan paman Darshwana " Ucap Juho.


Mendengar itu Zara segera bangkit dari duduknya dan berjalan pergi , ia selalu tidak suka jika membahas kerajaan itu.

__ADS_1


Mereka masih belum menyerah menginginkan Juho , sejauh ini Zara sudah mengerti arah pembicaraan suaminya. Karena ini bukanbhal baru lagi .


"Jangan pergi "


__ADS_2