
Chorong yang mendengar panggilan Juho segera datang menghampiri tuannya , Juho mengelus elus kepala Chorong dengan penuh kasih sayang .
Juho lalu memasang pelana khusus untuk Chorong .
"Ayo naik "
" T tapiii "
" Kemarilah , dia tidak akan mencelakai mu percayalah pada ku " Juho mengulurkan tanggannya sementara Zara masih duduk di tempatnya tidak bergerak sama sekali
" Kenapa aku harus percaya pada mu ?? bibi Rupa bilang Corong hanya mematuhi mu saja , sedangkan aku adalah orang baru . Bagaimana jika tiba tiba dia menerkam ku lalu " Zara jadi berpikiran yang tidak tidak
Dia jadi ngeri sendiri jika membayangkan Chorong mengamuk dan menyerangnya .
" Dia tentu saja mengenali mu , aku selalu menunjukkan lukisan mu padanya "
" Benarkah ? sejk kapan ? kemarin ? "
" Sejak aku jatuh cinta pada mu "
💞BLUSHHH💞
Mendengar pernyataan itu Zara membuat Zara Jadi salah tingkah , dia menyibakkan rambutnya ke belakang telingga untuk mengalihkan perasaan hatinya yang di penuhi warna merah jambu .
Hatinya berbunga bunga mendengar pernyataan Juho , astaga . Juho sekarang jadi pintar merayu .
" Zara , kemarilah .. . percayalah pada suami mu ini , mengerti . "
Zara perlahan mulai berdiri dan melangkahkan kakinya dengan hati hati , Melihat itu Juho tersenyum dan menghampiri istrinya .
"Kenapa melihat ku begitu ? ... eh Juho apa yang kau laku kan " Zara terkejut saat Juho tiba tiba menggendongnya
" Maaf aku sampai lupa kalau istri ku sedang kesulitan berjalan , aku akan menggendong mu sampai kau benar benar sembuh "
" I itu "
Juho lalu mendudukkan Zara di atas Chorong
"Zara ... "
" Emm "
" Saat sudah tidak sakit lagi tolong beri tahu aku "
" .... "
" Aku ingin mengulangi yang tadi malam bersama mu , bagaimana ? " Juho membisikkannya tepat di telinga Zara dan berhasil membuat wanita itu meremang bulu romanya
Zara jadi malu dia menutup wajahnya dengan ke dua tanggannya .
" Juho sssttt bagaimana jika ada yang dengar , aku malu "
" Kenapa ? bukannya itu hal wajar bagi pengantin baru seperti kita , kau tau . Sepertinya di perut Raza sedang ada chorong chorong kecil di sana , aku juga ingin segera memiliki anak dari mu "
" Juhooooo ...."
" Iya iya maaf "
"Darimana kau tau singga betina itu sedang hamil "
__ADS_1
"Singga betina ? Raza , namanya Raza apa kau lupa istri ku sayang ? "
"Bagaimana aku lupa jika kau memberinya nama seperti nama ku , hanya saja terbalik "
" H a ha ha , kau masih marah rupanya maafkan aku ? "
" Sudah lah "
" Bukankah masih lebih baik, daripada aku memberinya nama Zara . Atau apa aku perlu menggantinya agar namanya menjadi sama persis dengan mu , bagaimana menurut mu ? "
"Coba saja kalau berani ,kalau perlu kau juga bisa menjadikannya istri mu menggantikan aku . Bagaimana ? "
"Eh , tentu saja jangan . Kau terlalu berharga untuk apapun , aku hanya mencintai mu . Hanya kau jadi tidak perlu cemburu dengan Raza , mengerti " Juho lalu menaiki Chorong dan duduk di belakang Zara , Juho tampak tersenyum menyerigai
" h h h Juho apa yang " Zara merasakan nafas Juho yang berhembus di telinganya dan membuatnya geli dan sedikit merinding
Juho terlihat mencuri kesempatan untuk menghirup rambut istrinya , mengecup belakang te linga Zara . Kemudian turun ke le her jenjang yang membuat sesuatu di hati Jujo mulai menggelora dan bermain main di sana.
Juho membuat Zara memejamkan kedua matanya karena mendapatkan rang sang ngan itu , jemari mereka saling bertaut .
" Ju ho , bukan kah kita mau jalan jalan se ka rang .. h h h h a pa yang kau la ku kan " Zara semakin terbawa suasana dia lalu menole ke belakang menatap suaminya
Juho tidak menyia nyiakan kesempatan itu , dia langsung mendekatkan wajahnya dan mulai menci um bi b*r Zara .
Zara membalas sapuan Juho yang kini bertambah dalam , es*pan demi e sapan , lum*tan demi lum*tan , mereka begitu menik m*ti ci*man yang semakin menuntut itu .
Zara mencengkeram rambut suaminya yang justru membuat Juho semakin gencar memainkan li dah nya di dalam m*lut Zara .
" Emph ... m ..m ...m " lenguhan kecil lolos dari bi bir Zara
" m m m m m. h h h h "
Zara mulai kehabisan stok udara begitu juga denga Juho .
Perlahan Juho melepaskan pa gutannya hingga menyisakan benang basah yang terbentuk dari aktifitas yang menggelora itu , membiarkan Zara untuk mengambil nafas .
Juho me raba bibir istrinya yang basah setelah ci*man panas mereka , mereka berdua tampak menelan lu dah menahan has rat yang mulai menguasai hati dan fikiran mereka .
Mata mereka saling menatap beberapa saat hingga juho memberikan kode pada Corong untuk bergerak , Singga itu menggigit kayu dan menariknya untuk membuka pintu.
Singga ini sungguh terlatih rupanya
" Ayo kita berangkat sekarang , jika tidak mungkin aku akan mem*kan mu saat ini juga " Juho tersenyum manis .
Jika tidak mengingat keadaan Zara yang masih sakit tentu Juho akan membatalkan rencana jalan jalan mereka dan membawa Zara ke atas pem baringan untuk melanjutkan kegiatan pa nas mereka , sayangnya Juho tidak se kejam itu 🤣🤣
Mereka mulai meninggalkan kediaman pribadi Juho , beberapa kali mereka berpapasan dengan orang orang yang melihat pasangan itu dengan senyum senyum .
Sedang Zara terlihat malu , Juho bukanya tidak tau tapi ia tidak perduli dengan pendapat orang lain saat ini .
Mereka akhirnya melewati gerbang rahasia untuk keluar dari desa tersembunyi itu.
Zara benar benar malu hingga ingin kembali bersembunyi di dalam rumah jika mengingat tadi berpapasan dengan banyak orang , astaga apa yang akan mereka pikirkan tentangnya nanti .
" Tidak perlu malu seperti itu "
" seharusnya kita tadi naik kuda terpisah saja "
" Jika begitu aku tidak bisa memeluk mu seperti ini "
__ADS_1
" As ta ga Juhooo "
"Kita suami istri kau inggat , tidak ada yang salah jika kita sedikit mesra bukan "
" Tapi tidak di depan banyak orang juga kan "
" Aku kan hanya duduk di belakang mu , mereka hanya melihat hal itu . Berbeda jika aku menc*um bi bir mu di depan umum kau baru bisa malu "
" ashhh ta ga ... jangan coba coba melakukan itu atau..."
"atau apa ? "
"Atau aku akan bersembunyi dalam rumah dan tidak mau keluar lagi "
"Itu justru lebih bagus kita bisa memiliki banyak waktu untuk macam macam di sana jadi ... kau akan lebih cepat mengandung anak dariku bagaimana ? ...awwww " Juho memekik kanena mendapat cubitan di pinggangnya
" Dasar .... " Zara
" Baiklah maafkan aku "
Mereka berjalan jalan menyusuri hutan belantara , pohon pohon menjulang tinggi . Chorong berjalan santai . mereka menikmati pemandangan sekitar.
sesekali terdengar suara nyanyian burung dari atas pohon memecah keheningan .
" Zara ..."
"Hmmm "
" Nanti malam aku harus pergi sebentar , mungkin besok baru kembali pulang "
" Kemana ?? kau mau meninggalkan ku di sana sendirian "
" Ada Chorong dan Raza yang akan menemani mu , tidak perlu hawatir "
" Itu lebih membuat ku takut " Zara sedikit bergidik ngeri , dia memang belum terbiasa dengan ke dua peliharaan Suaminya itu
" Hanya bercanda , bibi Rupa yang akan menemani mu di sana "
" Bukankah tempat itu terlarang bagi siapapun "
" Hm , sedikit pengecualian untuk bibi Rupa , dia sudah seperti ibu ku sendiri "
Ya , sesekali wanita paruh baya itu boleh masuk ke sana meski hanya untuk bersih bersih .
"Kau mau kemana ?? "
" Ada yang harus ku lakukan di tempat tuan lall sing , dan hanya aku yang bisa ke sana . Keadaan sedang tidak aman Raja Madraka seperti orang gila mencari mu ke mana mana "
" Benarkah ? tidak ada hal lain "
" Tidak ada
Juho tentu tidak akan mengatakan hal yang sebenarnya , dia tidak inggin jika Zara mengetahui rencana penyerangan untuk membebaskan orang tua Zara .
Mungkin Zara akan memaksa ikut ,dan tentu saja Juho tidak akan membiarkan itu terjadi .
🍒🍒
Jangan lupa like n coment ya guys....
__ADS_1