
Raja Aveenash dan Pangeran Sanjev bertatap muka saat pertama kali bertemu di luar sel penjara , ternyata mereka berdua sama sama di tolong orang asing .
Di belakang mereka telah berkumpul pasukan kecil yang juga ikut di bebaskan.
" Kita berangkat ke istana sekarang " Ucap Chanso pada orang orang yang ada di sana .
" Kita akan menerobos langsung dari depan ? ini bunuh d?ri namanya , di sana ada banyak pemanah " ucap pangeran Sanjev
" Pangeran benar , tapi tidak seluruhnya " Ucap Chanso
" Kami sudah menyusun rencana , tidak pertu hawatir " Taemin menambahkan
Mereka akhirnya langsung menaiki kuda yang ada di sana dan berangkat menuju istana kerajaan .
Di istana
Jhanvi telah menidurkan pangeran kecil , sedang anjum tampak bermain dengan Shagun .
Seorang dayang perempuan datang membawakan minuman untuk mereka , penjaga membiarkan dayang itu masuk .
Melihat dayang datang dengan nampan Jhanvi bingung , dia sama sekali tidak memesan minuman itu .
" Dayang aku tidak "
" Putri ada sesuatu yang harus aku sampaikan " Ucap dayang itu setengah berbisik
Shagun dan Putri Jhanvi mendekatinya .
" Aku belum pernah melihat mu disini sebelumnya , siapa kau ? " Tanya Shagun yang penasaran , dia memang belum pernah melihat gadis itu sebelumnya .
"Aku Gauri , Bersiaplah waktunya sudah tiba . Kebebasan kalian yang mulia "
" Apa maksud mu ? " Jhanvi masih belum paham.
Gadis itu mulai menjelaskan semuanya pada mereka , Shagun dan putri Jhanvi yang mendengar nama Juho di sebut menjadi kaget .
Gadis itu juga mengatakan bahwa Ratu akan mendapatkan pesan yang sama darinya nanti .
__ADS_1
"Apa kau teman Juho ? " Tanya Shagun lagi
"Dia pemimpin kami " jawab Gauri singkat, dia tentu saja menyadari posisinya . Tidak mungkin mengakui bahwa Tuan Juho adalah temannya , tentu saja tidak.
"Apa Putri Zara ada bersamanya ? " Kali ini Putri Jhanvi menjadi ingin tahu , karena selama ini Zara belum juga di temukan . Padahal Mahender sudah mencarinya kemana mana seperti orang gila.
Terlebih lagi sampai mengirim sejumlah pasukan untuk mengejarnya , Putri Jhanvi hawatir karena beberapa hari yang lalu dia mendengar ada berita bahwa keberadaan adik iparnya itu telah di temukan .
Dan mereka kemudian lega ternyata itu adalah gadis lain , Mahender hingga mengamuk dan menyerang prajuritnya yang telah salah menganalisa .
"Aku tidak memiliki jawaban untuk itu tuan putri kita hanya bisa menunggu , selanjutnya yang mulia harus mengunci tempat ini sampai keadaan menjadi aman . Aku akan pergi sekarang , pergunakan ini baik baik "
Dayang itu lalu menyerahkan sebuah botol kecil pada Shagun .
"Apa ini ? "
" Hanya untuk jaga jaga , jika keadaan memburuk . Ini akan membuat musuh kehilangan tenaga dan lemas jika sampai menghirupnya " Gauri segera meninggalkan ruangan itu
Di tempat lain
Raja Mahender kini tengah bersama panglima Bagwandas , dia masih merasa kesal karena belum juga berhasil menemukan Putri Zara . Gadis pujaannya itu seakan menghilang ditelan bumi .
Bahkan istri istri dan selir selirnya yang sengaja datang kemari sama sekali tidak di hiraukannya , saat ini hati dan fikiranya hanya tertuju pada Zara seorang .
Dia menjadi lebih sering mabuk mabukan serta mudah tersulut emosi dari pada biasanya ,kesabarannya hampir habis . Dia berencana mengeksekusi Raja Balraj Kumar jika zara tidak segera menampakkan diri , dan ya . Ini adalah salah satu alasan kenapa Juho mempercepat rencana penyerangannya .
Sayup sayup terdengar suara keributan di luar istana , pasukan Juho sepertinya sudah mulai menyerang .
Gauri akhirnya sampai di ruangan Ratu , para penjaga mengangguk dan setelah memberikan sebilah pedang pada Gauri mereka segera membukakan pintu .
" Salam yang mulia ratu " Ucap Gauri sopan .
Ratu melihat gadis ini bukanlah gadis yang biasa datang ke tempat itu , apalagi dia membawa sebilah pedang .
Raja Balraj Kumar terlihat sudah sadar dan terduduk di atas ranjang , ia masih terlihat lemah . Ratu segera bersiaga dwngan mencabut belati yang ia selipkan di pinggang untuk berjaga jaga .
" Siapa kau ? apa tujuan mu datang kemari ??"
__ADS_1
" Ratu , aku kemari di untuk memberitahukan pesan penting dari tuan juho " Ucap Gauri memberi penjelasan , baru setelah itu Ratu menyarungkan kembali belatinya .
" Juho ? "
"Benar , hari ini kami akan berusaha membebaskan Ratu dari tawana Raja Mahender "
"Gauri , katakan pada ku , apa putri ku ada bersama kalian ? ? ? Apa Zara sudah ??? " Tanya Ratu dengan sedikit berbisik ia hawatir jika sampai ada yg mendengar percakapan mereka .
Raja Balraj Kumarpun juga terlihat ingin tau meski diapun tidak mengenal siapa Juho ?? Kenapa dia mau bersusah payah untuk menyelamatkan kerajaan ini.
Ratu menatap Gauri dengan penuh harap , dia benar benar hawatir karena hingga saat ini tidak mendapatkan kabar berita apapun tentang putrinya tercinta.
Melihat kesedihan itu Gauri yang mulanya tidak ingin memberi informasi penting ini jadi luluh , meski sangat berbahaya jika kenyataan inibsampai bocor ke telinga musuh .
" h h h Ratu tidak perlu menghawatirkan hal itu , hanya ini yang bisa ku katakan . Maafkan aku " Gauri hanya mengangukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Ratu .
Ratu seketika menjadi sedikit lebih tenang , ia tentu dapat memaklumi jika wanita ini sedang berusaha melindungi informasi penting tentang putri Zara . Ratu tentu saja menjadi legavkarwna Zara berada di tangan dan tempat yang tepat .
Buktinya sampai sekarang Tuan Kakkar dan Juho bisa menyembunyikan Zara dari jangkauan Raja Madraka .
Ratu yang saat ini sedang bersama Gauri sayup sayup mendengar keributan .
" Ratu , sepertinya tuan Juho sudah memulai penyerangan " Perlahan Gauri segera mengunci pintu dari dalam , ia berjaga di ruangan itu untuk melindungi Ratu dan Raja .
Rupanya Gauri juga memiliki keahlian berpedang yang lumayan , penjaga yang ada di luar ruangan ini pun adalah orang tuan Kakkar . Jadi mereka sedikit lega .
"Si apa Juho ? " Tanya Raja pada istrinya
" Aku akan menceritakannya pada yang mulia Raja , tapi ku harap kali ini yang mulia bisa mengerti " ucap Ratu kemudian berjalan mendekat ke arah suaminya yang terbaring lemah.
" Dia adalah pria yang di cintai dan mencintai Putri kita sejak lama , jika kerajaan bisa melalui masa sulit ini ku harap Raja akan merestui hubungan mereka meski Juho hanya dari kalangan rakyat biasa "
" Ratuu , apa yang "
" Apa kebahagian Putri kita tidak berarti apapun bagi kita , apa status ada di atas segalanya. Lihatlah yang mulia , bahkan Pangeran Jeet Singh telah menyerah dan memutuskan pertunangannya dengan Zara . Memilih menyerah , berbeda dengan Juho yang justru berjuang untuk anak kita . Aku sudah memberi mereka restu ku , seperti kata yang mulia dulu sebelum bertempur. Aku bisa mengambil keputusan apapun saat yang mulia tidak ada di istana , jadi itulah keputusan ku . " Ucap Ratu dengan sedikit penekanan
" h h h h h " Raja hanya menghembuskan nafas perlahan tanpq mengatakan sepatah katapun
__ADS_1
🍒🍒🍒