
Juho dan Zara terus melanjutkan perjalanannya menaiki Chorong, berbeda saat menunggangi kuda . Chorong lebih cepat larinya , meski bukan kali pertama menaiki singga putih ini namun Zara masih saja merasa takut .
Di istana Ratu telah menyiapkan banyak hal untuk menyambut putri dan menantunya itu , Ratu tentu saja merasa bahagia karena putrinya Zara pada akhirnya bisa mendapatkan kebahagiyaannya .
Zara bisa bersanding dengan pria yang mencintai dan di cintainya itu meski harus melewati banyak rintangan dalam perjalanan kisah cinta mereka .
Shagun juga tidak kalah sibuknya , meski hanya penyambutan kecil namun mereka tetap harus menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut pengantin baru itu .
Sementara Putri Jhanvi dan Putrinya Anjum juga tidak mau ketinggalan , mereka ikut menyiapkan hadiah untuk Zara dan Juho.
" Ibu , apa bibi Zara benar benar akan pulang kemari ? "
"Tentu saja sayang ibu tidak berbohong , apa kau sudah tidak sabar bertemu dengan bibi Zara? hum ?" Tanya Jhanvi yang melihat putrinya begitu antusias
" he m... tentu saja bu , tapi kenapa bibi lama sekali ? apa tidak bisa lebih cepat datangnya ? biasanya bibi tidak pernah terlambat " Gadis kecil itu tampak tidak sabaran ingin bertemu bibinya .
Bagaimanapun juga Zara memang seringkali menemani Anjum bermain ini dan itu , sejak Zara pergi dia merasa begitu kehilangan sosok teman bermainnya itu . Mengemaskan sekali bukan
" Kita harus bersabar sebentar , bibi Zara sedang dalam perjalanan . Bibikan sedang tidak ada di istana jadi butuh waktu lebih lama bukan ? Tidak perlu hawatir lagi jangan sampai bibi mu sedih karena melihat mu sedih seperti ini hum "
" Iya ibu aku tidak akan sedih lagi " Gadis kecil itu tampak kembali ceria
" Nah ini baru anak ibu yang pintar dan manis " Jhanvi mengelus kepala putrinya yang mengemaskan itu. Mereka kembali melanjutkan aktifitasnya menghias nampan nampan berisi hadiah itu dibantu dengan beberapa dayang di sana
Setelah berkutat dengan kesibukan mereka yang cukup melelahkan akhirnya selesai juga , tinggal menunggu pasangan itu datang .
Sementara Zara kini telah sampai di perbatasan hutan , Juho melihat keadaan sekitar yang aman . Mereka akan memilih Jalur sepi agar sebisa mungkin tidak berpapasan dengan penduduk , mereka mungkin akan ketakutan saat melihat Corong .
Perjalanan mereka memang cukup memakan waktu , hingga akhirnya sampai Juga di pintu gerbang istana .
Prajurit yang bertugas segera membukakan pintu , ya mereka adalah orang orang Juho Yang membantu penjagaan kerajaan .
__ADS_1
Itu dapat terlihat jelas ketika melihat mereka tidak terkejut sama sekali saat melihat singa putih yang cukup membuat nyali mendadak ciut bagi orang orang yang belum pernah melihat chorong sebelumnya .
Sementara prajurit asli begitu ketakutan saat melihat binatang itu melintasinya , takut akan di sergap dan di jadikan camilan oleh binatang buas yang sangat besar itu. shhhh h h membayangkannya saja sudah membuat mereka bergidik ngeri
Mereka bahkan lebih terkejut lagi saat melihat ada yang menungangi Singa putih ini , dia pasti orang yang sangat pemberani pikirnya . Dan semakin dekat perjaga itu menyadari jika yang duduk di depan adalah tuan putri mereka.
Ya , tidak salah lagi , itu memang benar benar putri Zara Balraj Kumar . Tapu tunggu !! dengan siapa dia datang ?
Paman Chanso ternyata sudah menunggu mereka , prajurit dengan lantang meneriakkan kedatangan putri Zara Kepada semua orang di sana .
"Putri Zara tibaaaaa "
Ratu begitu senang mendengar berita itu diabersama rombongan para wanita telah bersiap dengan nampan yang di penuhi bunga , sementara Raja hanya bisa duduk di singgasananya .
Tuan Kakkar dan pengeran Sanjev juga ada di sana menyambut mereka berdua , suasana menggembirakan itu berubah mencekam saat melihat seekor singa putih berjalan kearah mereka .
Suaranya membuat ngeri siapapun yang mendengarnya , sebelum terjadi kekacauan tuan Kakkar segera berteriak .
" Tidak perlu takut , singa itu adalah tunggangan Juho . Dia tidak akan menyerang kita semua " Teriak Tuan Kakkar menjelaskan .
Bahkan Putri Anjum telah menyembunyikan wajahnya di dada ibunya karena merasa ketakutan .
Singa putih itu semakin mendekat kemudian berhenti saat jarak nya sudah tidak terlalu jauh dari Ratu .
Juho turun terlebih dahulu baru kemudian membantu Zara turun dari atas tubuh Chorong, semua orang begitu terkejut saat melihat Juho mengelus kepala Singa putih itu.
Juho segera memberi isyarat pada Chorong untuk berdiam di tempatnya , singa besar itu segera menuruti perintah Juho. Chorong terlihat duduk dengan tenang tanpa menganggu seorangpun dari mereka.
Mereka semua benar benar terkejut , Raja Balraj Kumar pun tak kalah terkejutnya saat mengetahui jika menantunya adalah seorang penunggang singa . Entah suatu kehebatan ataukah memang sengaja menantang kematian pikirnya , sampai menjadikan Singa sebagai tungangan. Ini sesuatu yang sangat
G i l A
__ADS_1
" Zara ... " Ratu segera memeluk putri kesayangannya yang sangat dia rindukan , mereka baru di pisahkan sebentar tapi terasa seperti sudah bertahun tahun lamanya .
" Ibu bagaimana kabar mu ? aku merindukan ibu " Ucap Zara seraya membalas pelukan dari ibundanya tercinta
" Ibu juga sangat merindukan mu ? " Ratu melepas pelukanya dan mengelus rambut putrinya dengan penuh kasih sayang.
Putri Jhanvi dan Anjum mendekat
" Kakak ipar ? hei Anjum kau tidak merindukan bibi ? " Tanya Zara yang melihat Anjum masih bersembunyi di balik tubuh ibunya
" Bibi aku takut , binatang itu menakutkan " Ucap gadis polos itu jujur
" Oh , tidak apa apa dia tidak akan melukai kita karna ada paman Juho di sini "
" Paman Juho ? siapa dia bibi ? " Tanya Anjum saat melihat Juho yang masih diam di tempatnya , Juho tersenyum melihat gadis kecil itu .
" Dia adalah paman mu sekarang " Ucap Zara memberitahu
Zara memang sudah di beri tahu Juho bahwa pernikahan mereka memang sudah di ketahui oleh seluruh keluarganya , dan itu membuatnya lega karena tidak perlu menyembunyikan apapun lagi pada mereka .
Juho menangkupkan kedua tangannya untuk memberi salam pada Mertuanya dan sang kakak ipar
" Salam " Ucapnya kemudian di balas oleh Ratu dan putri Jhanvi
"Salam " Sebelumnya Juho memang tidak terlalu banyak berinteraksi dengan keluatga Zara , hanya berbicara saat ada hal penting saja. Apalagi mereka baru beberapa kali bertemu tentu belum terlalu akrab .
Tadinya Ratu telah menyiapkan penyambutan yang cukup meriah , namun semuanya menjadi luoq karwna kedatangan Chorong .
Putri Jhanvi segera mengingatkan itu pada ibu mertuanya , akhirnya ratu mengingat rencananya .
" Ibu sampai lupa " Ratu segera mengisyaratkan pada dayang dayang di sana untuk memulai penyambutan yang sempat tertunda itu .
__ADS_1
Juho dan Zara berjalan beriringan seraya di lempari bunga bunga berwarna warni .
Pangeran Sanjev menatap Juho datar ,dia memang masih belum sepenuhnya menwrima Juho sebagai adik iparnya . Terlebih lagi Juho adalah orang A S I N G