
Nandini tampak sedang mengolesi pedangnya dengan sebuah cairan berwarna hitam pekat kemudian ia segera menyarungkan pedangnya lagi.
Tidak tau siapa yang akan menjadi musuhnya nanti tapi yang jelas ia harus selalu waspada , setidaknya dengan ramuan ini ia bisa membuat musuh yuang kuat menjadi tak berdaya jika mereka terkena senjatanya meski sedikit.
Hmm masuk akal , pantas saja ill su bisa di kalahkanya dengan mudah padahal ia termasuk salah satu orang kepercayaan Daeshin, Nandini mendapatkan pengetahuan ramuan ini dari ayahnya.
Sebuah ramuan yang apabila masuk ke dalam tubuh manusia akan menjadikanya lemas otot dan kehilangan tenaga dalam sekejap, sejauh ini ramuan khusus ini memang sangat berguna.
🌿
Perayaan akan segera di laksanakan , sejauh ini pangeran seong Jun hanya menghabiskan waktunya dengan berjalan jalan di kawal oleh Taemin kemanapun dia pergi.
Namin terkadang karena ia berjalan kurang hati hati pangeran pernah satu kali tak sengaja menabrak Tuan park hingga salah seorang anak buah ratu itu jatuh terjerembab dengan sangat tidak elegan.
Namun sang pangeran justru tidak jatuh sama sekali dan hanya memandang tuan park dengan tatapan kosongnya.
Tuan park tampak terkejut dan merasa sangat sial hari ini ,namun tanpa di duga pangeran mau mengulurkan tanganya dan membantu pria tua itu berdiri. Meski samar tampak pangeran tersenyum menyerigai , tampaknya dia memang sengaja.
Tapi orang tentu tidak bisa melihat ekspresi itu dengan baik.
Para pejabat lain yang melihat itu hanya bisa tersenyum melihat kesialan tuan Park, mau bagaimana lagi.
Yang menabraknya adalah seorang pangeran, apa yang bisa ia lakukan ? Marah ? Mengomel? Mau mengutuk ? Atau mungkin menghukumnya . Itu jelas tidak mungkin.
Jika berani bersikap kasar maka tentu dirinya bisa dalam masalah meski kondisi pangeran sedang tidak baik tetap tidak bisa memungkiri bahwa dia adalah keturunan raja negri ini.
berbeda soal jika yang menabraknya rakyat biasa ia tentu tidak akan segan memberikan hukuman cambuk karena kelalaiannya itu
"Astaga , memalukan sekali " bisik beberapa pejabat istana yg melihat kejadian itu
"Tuan park sedang tidak beruntung hari ini "Timpal yang lain
"Hah anggap saja dia sedang sial " Timpal yang lain ada pula yang hanya melihat tapi ekspresi wajahnya tampak mencibir.
Pejabat tinggi tapi lihat , malah jadi tontonan umum . Memalukan sekali.
Tuan park hanya bisa mendengus kemudian undur diri, sebagai formalitas saja tentunya.
Berbeda saat pagi maka tidak ada yang tau apa yang di lakukan sang pangeran di waktu malam di ruangannya.
Karena saat malam tiba pangeran di sibukkan dengan membaca beberapa buku laporan maupun surat yang harus ia pelajari..
__ADS_1
Pangeran sedang mencari celah untuk menjatuhkan para musuhnya , orang orang pic!k dan serakah tidak pantas berada di pemerintahan karena sikap buruk mereka akan membuat rakyat sengsara.
Setelah menyelidikinya pangeran bisa melihat adanya aliran dana yang tidak wajar , ada bukti transaksi mereka yang berhasil ia dapatkan . Dalam surat itu terdapat stempel khusus mereka .
Mana mungkin tikus tikus ini bisa mengelak , pangeran sudah memikirkan kira kira apa hukuman yang pantas untuk penjahat berbaju sutra itu.
Yang pasti itu adalah hukuman yang akan membuat orang orang berfikir seribu kali untuk mengikuti tindakan tercela itu.
Jika tidak mungkin akan muncul tijus tikus lain dengan wajah baru .🤔🤔
Beberapa kali pria misterius memberinya beberapa catatan , pangeran begitu serius membacanya . Terkadang ia juga sampai tersenyum masam, sepertinya itu adalah berkas yang penting.Pria itu cukup membantu pekerjaanya.
Selain meneliti berbagai berkas ,Pangeran juga terkadang pergi ke barak latihan bersama putra mahkota ,melihat latihan prajurit.
Dari sekian banyak pemimpin rasi Yu sin tampak yang paling meenjaga sikap , dia tak segan menghampiri dan memberikan penghormatan pada pangeran seong jun.
Bahkan yu sin mau repot repot memerintahkan anak buahnya membawa kursi untuk seong jun , sedang putra mahkota lebih senang ikut terjun langsung dalam berlatih.
Seong jun membawa tongkatnya kemanapun ia pergi ,terkadang ia memainkanya sesekali.
Jari ini Chanso datang menghadapnya, karena dia melihat sebuah pergerakan yang di lakukan tuan park , sebuah tindakan ilegal .sesuai dengan perkataan pangeran sebelumnya
memberikan mereka pelatihan bela diri.
* *
Zara sedang tertidur meringkuk saat seseorang membuka ruanganya , seorang pria memberikan sekantung uang pada pemilik rumah karena telah memberikan informasi yang mereka butuhkan .
Waktu itu Pemilik rumah itu sedikit mengomel dan perkataanya menarik perhatian beberapa orang pria .
"Apa kau yakin wanita itu tidak waras ? ada di rumah mu ? Aihh kenapa kau menyewakan rumah mu padanya " ucap teman pedagangnya
"Ya , istri ku yang membantu mengurusnya . Dia bersama saudaranya . seorang wanita ,huh pekerjaan berat tapi dia memberikan bayaran sedikit . Sungguh sial bagi ku tapi aku bisa apa ? kebutuhan semakin naik aku butuhh banyak uang sekarang " ucap pemilik rumah itu.
Setelah mendengar itu ke dua lelaki tampak saling pandang dan langsung mendekati pria tua itu.
"Apa kau pernah melihat wanita yang seperti ini " Tanya salah seorang pria menunjukkan sebuah gambar sketsa.
"ya benar itu dia ? Ah untuk apa tuan mencarinya ? " Ucap pria itu heran
"Aku akan memberi mu uang jika kau mau menunjukkanya " temanya tampak mengeluarkan sekantung uang
__ADS_1
Melihat itu mata pedagang itu langsung silau dan ia langsung menangguk setuju.
Anak buah Tae Gwa itu segera mengikuti sang pedagang , Saat ini Nandini sedang keluar mencari informasi tentang rombongan Juho . Dia terpaksa meninggalkan putri Zara bersama nyonya pemilik rumah.
#Kembali ke saat ini #
Ke dua pria itu segera membangunkan Zara dan menyeretnya pergi , namun ketika di jalan sebilah pedang menghadang mereka 😱
Seorang pria berpenutup wajah langsung menyerang mereka berdua dengan membabi buta , dia di bantu temanya berhasil meringkus dua orang itu .
Kerika Nandini kembali dia tidak bisa menemukan Zara di manapun, ia menjadi cemas .
Saat ia melihat pemilik rumah sedang membuka kantung uang bersama istrinya dan menghitung koin koin itu maka satu hal yang nandini tau , ada yang tidak beres .
"Di dimana saudariku ? " Tanya Nandini seraya menghunuskan pedang.
"A a apa yang kau lakukan ? Kami tidak tau . Bukankah dia ada di kamar " Ucap pria itu berusaha berbohong meski keadaanya terancam.
" Dia tidak ada di sana , katakan dengan jujur atau aku akan menghab!si mu sekarang " Nandini menjadi kesal
" i i i tu mungkin dia kabur nona , bisa jadi kan . Tolong jangan sakiti kami " ucap bibi itu mengiba.
"Dari mana kalian mendapat uang sebanyak itu ? Bukankah kalian bilang sedang kesusahan ? Jangan mencoba menipuku !! "Teriak Nandini yang mulai hilang kesabaran ,ia mencengkeram kuat kerah baju tuan rumah.
"Argggghhh " teriak pria itu karena lehernya sedikit tergores dan mulai berdarah
"Bb baik a akubakan mengatakanya , tadi ada yang membawanya pergi mereka bilang wanita itu adalah keluarganya yang hilang , aku bicara yang sesungguhnya " Karena takut suaminya di b*nuh akhirnya bibi mau membuka suaranya.
" siapa ? " Nandini bertambah geram
"Tidak tau , dua orang pria. Hanya itu "
"Dasar ,bukankah aku sudah membayar kalian cukup mahal untuk mengurusnya ? Dasar tamakkk ?!! " Nandini segera menebas tubuh pria itu hingga bersimbah darah
" Arghhh "
"Itu balasan umtuk orang jahat seperti kalian "
Wanita itu terlihat menghambur ke arah suaminya yang terluka parah , iaenangis dan menyesali tindakan mereka yang mengundang kemaraham wanita muda ini
🌿🌿
__ADS_1