
Perang berkecamuk membelah kesunyian, pedang, gada ,Tombak dan masih banyak lagi senjata yang kini suaranya sedang memenuhi seluruh medan pertempuran nan luas, untuk saling beradu mencari mana yang kuat dan bisa bertahan dalam pertempuran pamungkas ini.
Raja Madraka kali ini benar benar mengerahkan seluruh pasukannya agar bisa mengalahkan musuh musuh mereka, dia bahkan kembali ikut berperang. Lawannya kali ini adalah pangeran Jeet Singh , Pangeran Jeet sendiri yang memintanya khusus pada Raja Avenash.
Masalah pribadinya yang menjadi alasan kuat untuk menghadapi titisan Rahwana itu, ya.... mereka semua menganggap Raja Madraka itu layaknya Rahwana, mereka sama kejamnya Rakyat begitu menderita di bawah kekuasaannya.
Raja Madraka telah bergelimangan dengan banyak harta dan memiliki begitu banyak pasangan hidup tapi masih belum juga merasa puas dengan semua itu, dia masih menginginkan lagi lagi dan lagi... entah itu kekayaan , wanita maupun wilayah kekuasaan...Dia seolah titisan Rahwana yang dipenuhi angkara murka dan harus di tumpas agar berhenti menyebarkan penderitaan .
Dan saat ini Pangeran Jeet Singh sedang memainkan peranya sebagai sang Rama, mereka berjuang untuk bisa mendapatkan dewi sinta yang kali ini diperankan oleh Putri Zara Balraj Kumar. Bagaimanakah akhir dari kisah ini , tak ada satupun yang tau .
" chhh..... hya...." Pangeran Jeet meyerang Raja Mahender dengan menggebu gebu , sedangkan musuh terus berusaha menangkis serangan itu. Dia bahkan terlihat begitu menikmati pertarungan mereka saat ini.
"Keluarkan semua kemampuan mu pangeran , kita lihat ... siapa yang lebih kuat.. .. akan ku pastikan kekalahan mu di tangan ku sendiri.. ha haha "
"Aku tidak akan ragu.." Pangeran jeet mengayunkan pedangnya lagi , Raja Mahender menghindar sekaligus melayangkan serangannya yang berhasil membuat pangeran Jeet meringis menahan sakit di perutnya.
"Apa hanya ini kemampuan pria yang memenangkan sayamwara Putri Zara.... aku terlalu berharap lebih pada mu...mengecewakan..." Raja Mahender terlihat memandang remeh pria di depannya... seolah dirinya jauh lebih baik... percaya diri sekali...
"Jangan berani menyebut nama itu dengan lidah kotor mu... hya..." Pangeran Jeet megayunkan pedang ke arah Raja Mahender, di tekannya pedang itu agar bisa menebas leher manusia kejam itu.
Raja Mahender berusaha menahan pedang itu sekuat tenaga , mereka saling dorong..
"Sreeettt .... " Dengan sekuat tenaga Raja Mahender mendorong hingga berhasil membalikan keadaan. Dia berhasil menorehkan luka di lengan kanan pangeran Jeet .
"Ayo... buktikan kemampuan mu , kau bilang akan menghabisi ku... aku sedang menunggu pangeran..." Raja Mahender senang karena berhasil melukai lawannya.
Pangeran Jeet kembali menyerang , sampai kapanpun dia tidak akan menyerah .
__ADS_1
Raja Mahender berusaha mengimbangi serangan yang semakin di percepat , pria yang tangguh pikirnya dalam hati.
👿.....👿👿👿👿.......👿👿👿.......👿👿
Raja Avenash menghadapi panglima perang Bagwandas , lawannya itu cukup tangguh.
"Bagwandas... kenapa kau memilih memihak Mahender .. dia tidak pantas menjadi Raja Madraka..."
"Raja Avenash....kesetiaanku terletak pada tahta , aku bersumpah akan menjaga tahta kerajaan . Tidak peduli siapa yang memimpin...l
" Kesetiaan buta rupanya..."
"Dari dulu hingga sekarang aku selau mengagumi mu Raja Avenash , tapi saat ini kita berada di medan pertempuran . Aku akan melupakan rasa hormat ku itu sejenak, tidak akan ada keraguan sedikitpun... " Panglima perang Bagwandas dan Raja Avenash meneruskan pertarung
"Mari Bagwandas ... akupun tidak akan ragu ..."
Peperangan , tidak mendatangkan apapun kecuali rasa sakit . Tapi tetap di lakukan jika sudah tidak ada lagi cara untuk mereka menyelesaikan masalah .
Tiga pemicu perang kali ini berasal dari Raja Mahender yang telah di perbudak oleh racun dunia , Harta.... Tahta..... dan Wanita.. dan tidak tau kapan harus berhenti . Tanpa dia sadari , ketiganya itu turut menggiringnya pada lubang ke hancuran . Sedikit demi sedikit ...
Raja Mahender tentu bukan tidak mau berhenti , dia hanya tidak tau bagaimana caranya agar bisa berhenti . Ia ingin seluruh kerajaan bersatu di bawah kekuasaannya, tapi siapa yang akan sudi di pimpin Raja Tirani yang tidak memiliki rasa ke manusiaan . Tidak akan sudi tentunya.
Raja Balraj mencoba menahan pedang musuhnya, tanpa dia ketahui seseorang tengah memperhatikannya dari kejauhan dan perlahan mendekat.., langkahnya kian dekat, pria itu membawa tombak di tangannya. Pangeran Sanjev menebas satu persatu musuh yang menghadangnya , hingga tatapanya menangkap bayangan orang yang sepertinya mencoba mendekati sang ayah.
"Ayah..." Pangeran Sanjev melihat gelagat tidak baik itu kemudian berlari ke arah ayahnya , sambil sesekali mengayunkan pedang ke arah musuh yang sengaja menghalanginya. Astaga ..mereka sengaja merencanakan hal ini..
"ayahhhhhhh !!! " Teriaknya keras.... Raja masih terus beradu pedang dengan lawannya , sayup sayup dia mendengar seseorang memanggilnya
__ADS_1
"Sanjev...." Raja melihat putranya berlari kearahnya.. tapi Raja terus mendapatkan serangan, musuh berhasil memukul dada pria itu . Raja kemudian menendang perut musuhnya berkali kali hingga tersungkur , meski sudah berusia tapi Raja Balraj masih mampu menghadapi musuh musuhnya. Dia memang Raja yang tangguh layaknya Raja Avenash.
Pangeran Sanjev masih terus berlari , tapi suaranya tertelan oleh kebisingan di sana. Suara orang orang yang bertarung dan dentingan pedang serta perisai membuat kata kata pangeran Sanjev menjadi sulit di mengerti oleh Raja.
Raja Balraj Kumar melihat kearah musuhnya yang telah bangkit dan siap menyerangnya lagi, tapi sebelum Raja berhasil mengayunkan pedangnya , orang itu telah bersiap melemparkan tombak yang di bawanya dan....
Jlebbb bbbbb!!!!!!
Saat Raja Balraj kumar terkejut , dia melihat ke arah perutnya dan di sana terlihar ujung tombak yang berkilat putih kemerahan . Tombak tajam itu kini di penuhi dengan darah dari Raja Balraj Kumar.
" Tidakkk....Ayahhhhhhh........." Pangeran Sanjev seolah mati langkah, dia melihat ayahnya jatuh bersimpuh dengan tombak yang tertancap di perut.
....................
Pangeran Sanjev kemudian segera mendekat dan menyandarkan tubuh ayahnya di badannya. Raja baru mengerti kenapa putranya berlari mendekat, dia pasti mengetahui rencana musuh dan berusaha menghentikannya tapi gagal.
Yash yang sedang sibuk melawan musuh melihat pangeran Sanjev yang memeluk Raja Balraj Kumar , dia melihat ada musuh yang berencana menebas calon kakak ipar pangeran Jeet . Yash memungut pedang musuhnya yang tergeletak dan melemparkan ke arah pria itu, sehingga sebelum berhasil melukai pangeran Sanjev dia sudah roboh terlebih dahulu karena serangan Yash.
Yash mendekati kereta kuda musuh dan berhasil merebutnya, dia segera memacu kereta kuda itu ke arah Pangeran Sanjev dan Raja Balraj yang kini masih sadar meski dalam kondisi lemah.
"Pangeram , cepat bawa Raja pada tabib. Semoga masih belum terlambat..."
"h h h... "
"ayo...." yash membantu Pamgeran Sanjev menuntun Raja yang terluka . dia menyerahkan kekang kuda itu pada P Sanjev...
"Pergilah...." ucap Yash , dan di jawab dengan anggukan kepala.... tidak ada waktu lagi ... mereka harus cepat.
__ADS_1
"Hyaaaa....."