
Ratu terlihat berbincang dengan Daejin kakaknya, hari ini kakaknya itu melaporkan kegiatan pangeran Seong Jun.
" Ratu harusnya bisa melihat bagaimana pangeran gemetaran saat harus memegang pedang ,ah ini benar benar memalukan . Bahkan ia tidak bisa memeganya dengan benar hingga terjatuh lagi " Ucap Daejin meremehkan
" Sepertinya kita terlalu menghawatirkanya kakak , dia tidak memiliki kemampuan yang bagus " Ucap Ratu menyimpulkan
"Ya ,hanya saja ia memiliki pengawal yang cukup tangkas . Tidak heran dia bisa selamat di insiden waktu itu .
(🍒 wah tidak tau saja mereka , justeu sebagian besar musuh habis di tangan pangeran , kalianbini apa lupa dengan satu pepatah.
Air beriak tanda tak dalam air tenang bisa bikin klelep🤣🤣 . Ngatau aja kalau babag lagi dalam kondisi galau tingkat dewa .kalo ndak tu dua cecunguk bisa di bikin ngompol dah sama pangeran seong Jun .. Dah ah mari nguping pembicaraan dua sodara penganut aliran nyasar ini 🤭🤭🤫🤫🤫)
"Ya , tidak heran jika keadaanya selalu baik baik saja"
Semenjak memasuki istana semua pergerakan pangeran telah di pantau . Dan dari yang mereka lihat pangeran hanya jalan jalan tak jelas , kadang malah tertidur di bawah pohon.
Kadang pangeran akan mencoret coret sesuatu di kertas , entah apa yang di tulisnya ? Karena orang suruhanya hanya bisa melihat dari jauh .
😎😎
Pasar malam tampak ramai hari ini ,pangeran Seong Jun dan Taemin menyelinap ke luar .
"Pangeran kita mau kemana ? "
"Jalan jalan. ikut saja ! Aku bosan " Ucap seong jun acuh.
Mereka lalu berjalan ke pasar malam , dulu ia sempat berjanji pada zara akan melihat pasar malam di sini , lampion lampion tampak berjajar menjadi penerang.
Kebiasaan melarikan diri ini memang tidak bisa di hilangkan .
Mereka memakai pakaian biasa , lagi lagi pangeran lebih suka baju hitam yang di kombinasi dengan warna biru .
Sedang Taemin lebih suka dengan warna hitam polos.
Jika di luaran pangeran akan mengikat rambutnya rapi. Meski brewoknya itu masih lebat dan memenuhi wajah.
Pangeran juga tidak membawa senjata , justru ia kemari akan mengambil pesananya pada seorang pandai besi yang dulu pernah ia singgahi diam diam.
Tok tok tok
Pangeran masuk ke dalam rumah kecil yang sangat sederhana .
__ADS_1
"Tuan anda kembali ? " Tanya pandai besi itu
"Apa pesananku sudah jadi ? " tanya seong jun
"Sudah , akan saya ambilkan . Sebentar " Pria paruh baya itu segera pergi dan membuka sebuah lemari
Ia lalu mengeluarkan tongkat kayu cukup panjang dan memberikanya pada Seong Jun .
" Ini tuan Juho " Ucqpnya seraya menyerahkan tongkat itu , pangeran kembali memakai nama samaranya jika berada di luar.
"kayu ? Kenapa yang mulia sampai membuatnya di sini ? " Tanya Taemin sambil berbisik .
"Lihat saja " Seong jun lalu memutar ujung kayu dan mencabutnya .
Astagaaa ternyata itu adalah pedang yang di buat khusus.
Orang yang melihatnya akan mengira itu adalah tongkat biasa yang digunakan untuk membantu berjalan , tapi ternyata itu adalah sebilah pedang yang berkamuflase sebagai tongkat🤓🤓
Entah pangeran ini mendapat ide gila ini dari siapa ? ( ya dari kak cery lah.. Dari siapa lagi coba.. Eh eh tapi kak ceri di jamin masih waras 100 prosen ya 🤣)
Pangeran lalu melihat ukiran di pedang , ukuran itu bertuliskan Namanya dan di sebelahnya nama istrinya "Zara " .
Pangeran selalu menolak mengatakan mendiang karena baginya Zara akan selalu hidup di dalam hatinya .
" * * * tuan i ini terlalu banyak " ucap lelaki paruh baya itu .
" Terimalah , kau bisa mengunakan sisanya untuk keperluan mu semoga berman faat . Aku pergi " Ucap pangeran lalu meninggalkan tempat itu setelah menyarungkan pedangnya .
Di cap gila dan sakit ia tak mungkin bukan membawa sebilah pedang kemana mana. Ini tentu akan lebih aman dan tidak mencurigakan. Pangeran sungguh cerdik . Fikir Taemin.
Sementara pria pandai besi itu tampak terharu karena pelangganya itu sungguh murah hati. Ia akan selalu mengingat kebaikan tuan Juho.
Di usianya yang semakin tua dan sakit sakitan tidak banyak yang mau menggunakan jasanya , tempat kerjanya ini sekaligus ia jadikan rumah untuk tinggal.
Ia sangat miskin dan kekurangan , anak anaknya bahkan seringkali lapar dan terpaksa meminta minta .
Tapi dengan uang sebanyak ini ia bisa memberi makan mereka hingga beberapa bulan kedepan . Tidak masalah hidup di rumah sederhana asal bisa makan dengan baik .
Mereka berdua melanjutkanbperjalanan melihat lihat pasar , haribini mereka cukup tenang . orang yang selalu mengawasinya tentu tidak akan menyadari jika pangeran dan Taemin tidak ada di tempat. Sungguh cerdik.
Pangeran tentu tau jika selama ini gerak geriknya selalu di pantau dan di awasi oleh beberapa orang . Jangan pikirbia bodoh dan tidak tau .
__ADS_1
Di perjalanan pangeran melihat seorang berpakaian bangsawan sedang memarahi seorang pengemis dan menghajarnya karena meminta sedekah makanan .
"Dasar pengemis menghilanngkan selera makan ku saja " Teriaknya lalu pergi begitusaja meninggalkan pengemis yang tidak berdaya
Malam itu Moon Geong dan dayangnya juga berada di pasar malam .
Dari jauh ia tak sengaja melihat pengemis itu merintih ia berjalan mendekatinya tapi kemudian berhenti saat ia melihat sesosok yang lebih dulu sampai di dekat sang pengemis.
Bukankah itu pangeran Seong Jun ? Apa dia tidak salah mengenali ? Tidak itu benar dia . Bahkan pengawalnya juga ada di sana .
Pangeran tampak lebih rapi dari terakhir kali dia lihat.
"Bangun " Ucap seong Jun pada pengemis .
" T t tuan saya kelaparan , mohon sedikit belas kasih " ucapnya memelas
" Beli makanan dan pakaian yang pantas ,apa kau tinggal sendiri ? " Tanya Seong Jun
"Tidak tuan aku bersama istri dan anakku "
Seong jun lalu memberikan beberapa keping uang yang cukup banyak .
"Tuan innii untuk hamba "
"Hmmm beli makanan dan pulang. Besok pergilah bersama keluarga mu ke Desa plum dan bilang bahwa Tuan Juho menyuruh mu ke sana , mereka akan memberi mu pekerjaan " Ucap Seong Jun lalu pergi begitu saja
"Terimakasih tuan terimakasih... Terimakasihhh " Pria itu sampai membungkuk beberapa kali
Dia lalu membeli beberapa makanan dan memungkusnya ,ia segera bergegas meghampiri keluarganya yang menunggu di sebuah pohon sedikit jau dari sana.
Maklum keluarganya yang lain sudah tak sanggup berjalan karena sangat kelaparan .
Nona moon dan pelayanya hanya memperhatikan tindakan pangeran dari jauh.
"Nona muda anda bisa melihatnya bukan ? Apa mungkin pangeran sebenernya tidak gila ? " Ucap dayang itu keceplosan.
" Ga en , hati hati dengan ucapan mu. Jangan katakan ini pada siapapun ! Ayo pergi "
"B b Baik Nona "
Meski begitu Moon Geoung sebenarny Se pemikiran dengan Ga en , apa mungkin orang tidak waras bisa memikirkan penderitaan orang lain ? Ini aneh.
__ADS_1
Nona Moon menoleh lagi ke belakang , namun bayangan pangeran tidak terlihat lagi , lagipula sepertinya pangeran tidak menyadari keberadaanya .