
Pangeran Hajong begitu murka , melihat itu bahkan tangan kanannya tidak berani bicara sama sekali.
Huh gagal sudah rencananya , sungguh sial . Tanpa berkata kata lagi pangeran Hajong segera meninggalkan tempat ini dengan hati yang kesal kesal.
"Kita kembali ke istana sekarang " ucap gu min ho yang merupakan tangan kanan pangeran Hajong
#
Anak kecil itu duduk di sebelah Nona Moon memperhatikan lukisan ibunya , dia tentu bisa mengenalinya karena di dalam kediaman pribadinya juga terdapat lukisan sang ibu .
Pangeran seong Jun sengaja membuatnya agar putra mereka bisa melihat sosok ibu yang sudah melahirkanya , pangeran terkadang mengajak bicara putranya seolah ia sedang memperkenalkannya pada sang ibu.
Mungkin karena sering berinteraksi dengan lukisan lukisan zara jadi pangeran kecil itu mulai terbiasa dan bisa mengenalinya.
Nona Moon Geoung memperhatikan wajah anak ini baik baik , anak yang manis , tampan dan sangat lucu . Siapa yang tidak akan terpikat olehnya ?
Shagun tau bahwa wanita itu adalah calon istri pangeran Seong jun , dia bisa melihat jika nona itu sangat menyukai anak kecil .
Meski hatinya merasa sedih karna panheran akan menikahi wanita selain putri Zara junjunganya namun dia juga mengerti bahwa pangeran Zaheer membutuhkan sosok seorang ibu .
Dari yang ia dengar Nona Moon Heoung adalah wanita yang baik , Shagun hanya bisa berdoa semoga pangeran kecil akan bahagia .
Moon Geoung sering tersenyum pada pangeran Ji huu, tingkah lucu pangeran membuatnya senang hingga tak berhenti membuatnya tersenyum.
Pangeran Seong Jun yang sudah sampai segera menuju tempat pertemuan , dari kejauhan ia bisa melihat putranya sedang bersama seorang wanita .
Itu adalah wanita yang di sukai pangeran Hajong , adik tirinya yang sungguh baik hati sampai tega mengirimkan pembunuh bayaran untuk menghabisinya.
Dia bisa melihat putranya yang berinteraksi dengan wanita itu , bahkan ibunya juga tampak bahagia .
"Pangeran Seong Jun tiba " Ucap seorang kasim
Permaisuri dan nona Moon menoleh , pangeran Seong Jun berjala mendekat . Melihat ayahnya datang pangeran Kecil segera menghampirinya.
"Aayahhh . . . Ayaah... " ucapnya seraya melambai lambaikan tanganya meminta di gendong.
Pangeran segera meraihnya dan menggendong putra tercintanya itu kemudian duduk di sisi kanan meja , Pangeran kecil tampak senang dia kini sedang memainkan bulu bulu halus yang tumbuh lebat di wajah ayahnya .
"Pangeran , dia adalah Nona Moon Geoung yong calon istri mu " Ucap permaisuri memperkenalkan wanita di depanya.
" Hmnn " Pangeran hanya menoleh sekilas dan berdehem lirih
"Pangeran kelak kau harus berusaha lebih mengenalnya dengan baik "
__ADS_1
Pertemuan ini terasa canggung bagi kedua insan yang akan segera menikah itu .
"Nona Moon katakan apa yang kau suka ? " Permaisuri mencoba mewakili putranya yang kaku ini
" Hamba suka merajut dan menanam tanaman " Moon Geoung menjawabnya jujur
"Itu bagus , kalau putra ku senang dengan segala sesuatu yang berbau kesenian . Pangeran apa kau tidak memiliki sesuatu sebagai hadiah pada calon istri mu ? " Tanya permaisuri
Chilsuk yang berada tak jauh dari sana mendekat dan menyerahkan sebuah kotak kecil .
"Pangeran yang memilih ini sendiri " Ucap chilsuk lalu segera undur diri ke belakang
"Moon Geoung bukalah " Permaisuri meyakinkan calon menantunya itu untuk membuka hadiah itu.
Nona Moon Geoung perlahan membuka kotak itu dan Ketika di buka tampak sebuah benda berwarna hijau , sebuah gantungan berbentuk kupu kupu yang terbuat dari giok .
Selain itu ada emas yang menjuntai yang juga menghiasinya hingga tampak indah , dalam gantungan itu juga tertulis inisial nona Moon Geoung di sana .
"Ini sangat indah , terimakasih pangeran " Ucap Moon Geoung seraya sedikit menundukkan kepalanya ke arah pangeran seong jun.
#
Nandini yang tak sengaja melihat sekelompok pria sedang mengiring beberapa warga yang terlihat berpakaian lusuh , ia menebak bahwa mereka adalah kumpulan gelandangan atau pengemis.
"Cepat jalan !! " teriak seorang pria saat melihat seorang budak belia yang berjalan begitu pelan
"Tuan ku mohon lepaskan kami " Pinta gadis belasan tahun itu seraya menangis
Melihat tawanannya menangis pria itu langsung mencabut pedangnya untuk mengertak anak itu .
"Diam atau aku akan menghabisi mu sekarang juga " Hardiknya seraya mengacungkan pedang ke arah remaja yang sedang menangis.
Melihat adegan itu Nandini langsung tau jika ada yang tidak beres dengan orang orang ini , meski dia tidak tau bahasa mereka tapi ia yakin mereka adalah orang jahat yang sengaja menindas rakyat jelata , sungguh kurangajar
Nandini yang memiliki darah kesatria dalam tubuhnya menjadi tidak tahan dan ingin menolongnya .
Pedangnya memiliki racun yang kuat kenapa juga harus takut ,asal bisa melukai mereka sedikit maka kemenangan sudah di tangan .
Memikirkan ini Nandini segera mencabut pedangnya dan keluar dari persembunyian.
"Lepaskan mereka " teriak Nandini
"Apa yang dia katakan ? ".
__ADS_1
"Entah , apapun itu lumpuhkan dia . Tangkap hidup hidup , mungkin dia bisa di jual juga " Ucap pria itu memerintahkan anak buahnya untuk menyerang.
Hanya seorang wanita , memangnya bisa apa dengan pedang itu ?
Seorang penjaga datang menerjang nandini dengan pedangnya , Nandini bisa menangkis bahkan melukai anggota tubuh musuhnya.
"Arghhhh " Teriaknya menjerit kesakitan kemudian jatuh tak berdaya , sepertinya wanita ini memang bisa bertarung .
"Hyaaaa " Ia akhirnya turun tangan sendiri untuk melawan Nandini.
Dari arah belakang beberapa pria juga datang , Nandini pikir mereka adalah teman penjahat itu. Habislah dia
"Tangkap hidup hidup para penjahat itu " Teriak Chanso pada anak buahnya.
Mereka segera menyerang para pelaku kejahatan namun sama sekali tidak menuju Nandini , sebelumnya Chanso sudah melihat bahwa orang ini mencoba menyelamatkan para tawanan.
Ternyata orang orang ini bukan teman penjahat itu huh Nandini merasa sedikit lega, dalam sekejap para penjahat telah berhasil di lumpuhkan .
Tangan mereka segera di ikat dengan tambang agar tidak bisa melawan lagi .
"Kita bawa mereka ke istana sekarang juga " Perintah Chanso
Sudah saatnya untuk mengguncang partai kiri , dan kali ini dia sudah menangkap basah para pelaku kejahatan saat sedang beraksi. Prajurit yang di bawanya adalah satuan militer dari istana .
Chanso sengaja meminta putra mahkota untuk memberikanya bantuan agar bisa membawa pasukan ini bersamanya untuk menangkap parabpelaku kejahatan ini .
"Terimakasih tuan terimakasih nona.. Terimakasih " ucap para tawanan itu bersamaan
"Kalian ikutlah pergi ke istana sebagai saksi untuk membuktikan kejahatan mereka di hadapan raja " ucap Chanso
" Baik tuan "
Chanso berjalan mendekati Nandini
"Mau kemana ? Siapa kau ? Apa yang kau lakukan di sini ? " Tanya chanso menggunakan bahasa yang di mengerti Nandini.
"Kau bisa berbicara dengan bahasa daerah ku ? " Nandini sangat terkejut mengetahui ini .
"Ya , aku pernah tinggal di Suryavans selama bertahun tahun " Ucap Chanso
"Benarkah ? "
🍒akhirnya bisa up.. Maklum kerjaan buanyak bgt.. Lembur mulu kak cery jadi kechafean .. 😅🍒 🙏 jangan lupa selalu dukung karya ini agar bisa berjaya...
__ADS_1
Sukur sukur dilirik produser ato sutradara korea india biar mereka bisa berkolaborasi dalam film kerajaan ... Mantaf nga tuh... Biarin kak cery ngayal ketinggian... 🤣🤣 ... Ngayal kan nga bayar... Yang penting hepi... Duh kayakniklan sesuatu 🍒